cover
Contact Name
I Kadek Adhi Dwipayana
Contact Email
adhidwipa88@gmail.com
Phone
+6285738841774
Journal Mail Official
stilistika.fkip.upmi@gmail.com
Editorial Address
Seroja Street, Tonja, North Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Stilistika
ISSN : 20898460     EISSN : 26213338     DOI : -
Core Subject : Education, Art,
Perkembangan dan dinamika ilmu pengetahuan, termasuk salah satunya ilmu pendidikan bahasa dan seni sangatlah pesat. Perlu sebuah wadah untuk menampung dan menyebarluaskan kemajuan ilmu pendidikan bahasa dan seni secara berkesinambungan agar dapat mengedukasi masyarakat. Civitas akademika FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia memiliki senstivitas dan kesadaran kolektif yang sangat kuat untuk berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan sehingga direalisasikanlah sebuah jurnal ilmiah bernama Stilistika. Jurnal Stilistika ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Mei dan November baik secara cetak maupun online. Jurnal Stilistika ini merupakan representasikan dari idealisme ilmiah yang terkonsentrasi pada bidang ilmu pendidikan bahasa dan seni. Jurnal ini tidak hanya mewadahi tulisan dosen-dosen internal FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia sendiri, tetapi juga mewadahi tulisan kawan-kawan di luar institusi yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian dan pengembangan keilmuan, terutama ilmu pendidikan bahasa dan seni. Semoga penerbitan Jurnal Stilistika ini dapat bermanfaat dan menjadi wahana untuk membangun atmosfer akademik yang kompetitif. Sumbangan pemikiran, kritik, dan saran yang edukatif dari pembaca diharapkan dapat memperbaiki terbitan edisi selanjutnya.
Articles 147 Documents
EKSPLORASI DAN INOVASI SAMPLING MIDI GAMBELAN BALI DALAM MUSIK DIGITAL Sari Wiguna, Kadek Agung; Lanus, I Ketut; Permanamiarta, Putu Agus
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5408

Abstract

Gambelan Bali merupakan seni musik tradisional yang memiliki peran penting dalam upacara adat dan kehidupan spiritual masyarakat Bali. Perkembangan teknologi digital, khususnya melalui pemanfaatan MIDI (Musical Instrument Digital Interface), telah membuka peluang baru dalam pelestarian dan pengembangan musik tradisional ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi inovasi dalam penggunaan sampling MIDI pada gambelan Bali serta menganalisis tantangan dan peluang yang muncul dalam proses digitalisasi. Penelitian ini berbentuk kualitatif dan metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan narasumber kunci, dan dokumentasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MIDI memungkinkan proses rekaman, konversi, dan manipulasi suara instrumen gambelan secara digital, sehingga menciptakan komposisi musik yang autentik dan variatif. Inovasi ini juga memungkinkan integrasi musik tradisional Bali ke dalam genre musik modern, seperti elektronik dan EDM, serta penggunaannya dalam media kontemporer seperti film, game, dan AI. Meskipun terdapat tantangan dalam aspek teknis dan etika, digitalisasi melalui MIDI memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian, dokumentasi, dan penyebaran musik gambelan Bali secara global. Integrasi antara tradisi dan teknologi ini membuktikan bahwa inovasi dapat berjalan selaras dengan pelestarian identitas budaya di era globalisasi.
ANALISIS SEMIOTIKA PUISI MENCARI PURA KARYA I GUSTI AYU AGUNG MAS TRIADNYANI Ni Putu Ari Darmayani; Ni Kadek Dwi Handayani; I Nyoman Sadwika; Nyoman Astawan
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5427

Abstract

Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa indah dan sarat makna. Unsur-unsur puisi secara umum terbagi menjadi dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra, khususnya puisi, dengan menelaah tanda-tanda yang terkandung di dalamnya. Dalam puisi terdapat berbagai penanda, baik berupa makna yang memerlukan penafsiran pembaca maupun penanda kebahasaan yang bersifat eksplisit. Bidang kajian yang mempelajari tanda, simbol, dan isyarat tersebut adalah semiotika. Semiotika sebagai ilmu tanda membantu pembaca untuk memahami, mengartikan, serta menikmati karya sastra secara lebih mendalam. Penelitian ini secara khusus menelaah puisi Mencari Pura karya I Gusti Ayu Agung Mas Triadnyani dengan tujuan mengasah kemampuan menginterpretasi serta menambah wawasan terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam puisi ini lebih dominan ditemukan tanda-tanda konotatif berupa bahasa kiasan, serta sistem simbol atau lambang yang memperkaya makna keseluruhan karya.
DAMPAK METODE KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH TEKS ARTIKEL KONSEPTUAL Rinayanthi, Ni Made
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5530

Abstract

Problematika kompetensi literasi akademik mahasiswa pariwisata menuntut inovasi pedagogis yang responsif terhadap karakteristik disiplin ilmu terapan. Riset ini bertujuan menganalisis dampak implementasi metode kontekstual terhadap akselerasi kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa pariwisata. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis-McTaggart dengan subjek 22 mahasiswa semester dua Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, penelitian dilaksanakan dalam dua siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data melalui triangulasi observasi partisipatif, penilaian produk tulisan menggunakan rubrik analitik, dan wawancara mendalam. Temuan menunjukkan eskalasi signifikan rerata skor kemampuan menulis dari 2,10 menjadi 3,36 atau meningkat 60 persen dengan ketuntasan belajar mencapai 81,82 persen. Dimensi analisis-sintesis literatur mengalami amplifikasi tertinggi sebesar 67,69 persen. Pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan fenomena industri pariwisata kontemporer, scaffolding terstruktur, dan peer-review kolaboratif terbukti efektif mentransformasi kompetensi literasi akademik sekaligus meningkatkan motivasi dan persepsi mahasiswa terhadap relevansi penulisan ilmiah dengan pengembangan profesional mereka.
ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA SMKN 1 PAKUAN RATU Purnami, Ni Made Ayu; Santi, Ketut; Janawati , Desak Putu Anom
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5587

Abstract

Speaking skills influence someone in conveying messages in speaking or communicating activities. Not all students are able to speak Indonesian, because sometimes students are still carried away by their respective regional languages. Regional languages ​​are very attached so that students have difficulty explaining using Indonesian, therefore students find it easier to explain using their regional languages. This study seeks to identify the process of analyzing Indonesian speaking skills of class XI agribusiness food crops and horticulture (ATPH) at SMK N 1 Pakuan Ratu. A qualitative descriptive research design was used in this study. The research findings indicate that the majority of XI ATPH students at SMK N 1 Pakuan Ratu are interested in learning Indonesian, but are constrained by the habit of using regional languages ​​in communication. The results show that the motivation and interest of XI ATPH students of SMK N 1 Pakuan Ratu in learning Indonesian are quite high, this is reflected in every learning meeting, these students are very enthusiastic in learning Indonesian language skills. However, students' Indonesian speaking skills do not develop optimally due to environmental factors, habits, and parenting patterns. These students only learn Indonesian when they are in the school environment, while returning to using regional languages ​​in the family or community environment, thus the role of teachers is very crucial in teaching Indonesian, which is expected to enable students to start getting used to communicating in Indonesian outside the school environment.
CERITA RAKYAT TANTING MAS DAN TANTING RAT: MENGUNGKAP KONSEP RWA BHIENDA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT BALI-HINDU (DALAM KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF) Ni Wayan Sumitri; Gunartha, I Wayan; Junianti, Putu Sri
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5598

Abstract

Cerita rakyat Tanting Mas dan Tanting Rat merupakan salah satu tradisi lisan masyarakat Bali-Hindu dalam istilah Bali disebut dengan satua yang artinya cerita. Teks cerita rakyat ini mengungkap ajaran-ajaran filosofis kehidupan utamanya konsep Rwa Bhineda. Tujuan tulisan ini mengkaji bagaimana pengungkapan konsep Rwa Bhineda itu digambarkan sebagai objek kajian. Fokus kajian pada aspek kognitif dalam perspektif sosio-kultural linguistik yang terintegrasi dalam analisis tekstual dan kontesktual. Sumber data utama adalah teks cerita rakyat Tanting Mas dan Tanting Rat yang dianalsis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklor dan linguistik kognitif kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara tekstual cerita rakyat Bali Tanting Mas lan Tanting Rat menunjukkan penggunaan bahasa yang khas misalnya majas (gaya bahasa) sastra prosa naratif untuk menciptakan efek kognitif ‘kesucian dan magis’ dengan memanfaatkan fitur sosio-linguistik dan simbol-simbol budaya Hindu (Bali). Efek kesucian dan magis dicapai dengan sumber daya bahasa menggunakan bahasa Bali halus yang secara sosial sarat makna simbolis, juga menunjukkan tingginya penggunaan bahasa secara simbolik sosial. Cerita ini sarat dengan lambang dan isi pengetahuan black magic yang berhubungan dengan konsep Rwa Bhineda (simbol dualistis) yakni kebaikan dan kejahatan sebagai simbol perlawanan. Dalam konteks budaya menggambarkan kehancuran negara. Ada dua elemen yang saling terkait, yakni ilmu putih dan ilmu hitam (black magic) yakni Rwa Bhineda yang saling bertentangan dan berlawanan seperti pebuatan baik dan jahat/buruk dharma-adharma yang tidak terlepas dari perbuatan manusia.
MEMBANGUN KOMPETENSI LITERASI MULTIMODAL: STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TRI HITA KARANA DAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ERA DIGITAL Sidi Artajaya, Gede Sidi Artajaya; yupi, Putu Ayu Mertasari Pinatih; Ekasriadi, Ida Ayu Agung
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5620

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya teks multimodal yang tidak lagi hanya mengandalkan bahasa verbal, melainkan juga mencakup unsur visual, audio, dan interaktif. Kondisi ini menuntut adanya penguatan literasi multimodal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia agar peserta didik mampu memahami, menginterpretasi, sekaligus memproduksi teks sesuai tuntutan abad ke-21. Di sisi lain, pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal menjadi semakin penting agar peserta didik tidak terjebak pada perilaku digital yang pragmatis dan lepas dari akar budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep literasi multimodal, integrasi nilai Tri Hita Karana, serta relevansinya dalam membentuk pendidikan karakter peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari literatur primer dan sekunder berupa artikel jurnal nasional maupun internasional, buku, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, terbit dalam rentang waktu 2015–2025. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi tematik yang dibantu perangkat lunak NVivo 12 Plus, dengan tahap reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi multimodal dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Integrasi nilai Tri Hita Karana memberikan dimensi baru yang menghubungkan kemampuan digital dengan nilai spiritual (Parahyangan), sosial (Pawongan), dan ekologis (Palemahan). Pembelajaran multimodal yang berlandaskan kearifan lokal terbukti relevan untuk memperkuat pendidikan karakter sehingga peserta didik tidak hanya cakap digital, tetapi juga beretika, berbudaya, dan bertanggung jawab
INTERKULTURALISME DALAM SASTRA WARNA LOKAL BALI DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA UNTUK MENDUKUNG PENCEGAHAN INTOLERANSI DI SEKOLAH I Made, Sujaya; Liswahyuningsih, Ni Luh Gede; Dwipayana, I Kadek Adhi
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 14 No. 1 (2025): Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/stilistika.v14i1.5719

Abstract

This article reveals interculturalism in local Balinese Indonesian literature and its relevance as literary teaching materials to support the prevention of intolerance in schools. This research is motivated by the fact that diversity is an empirical fact of Indonesian society that can have a positive impact as a social and cultural strength of the nation, but can also have a negative impact because it has the potential to cause social conflict. The potential for social conflict usually arises from intolerant attitudes in society, including in the school environment. This indicates that intercultural awareness must continue to be fostered. As a cultural product as well as a cultural practice, literature can play a role in strengthening students' intercultural awareness. Therefore, literary learning requires teaching materials that are relevant and contextual to the needs of building students' intercultural awareness. On that basis, research on interculturalism in local Balinese literature is important to conduct. Local Balinese literature was chosen as the focus of the research because the results of this research are expected to be applied in Bali as an open area with the complexity of typical intercultural problems. The main problems to be answered in this research are the representation of interculturalism in local Balinese literature and its relevance as literary teaching materials to support the prevention of intolerance in schools. This research uses a qualitative descriptive design with a sociology of literature approach. The research data source is in the form of local Balinese Indonesian literature containing intercultural elements. The results of the study found that interculturalism in local Balinese Indonesian literature is woven through the medium of marriage and friendship institutions. The meeting of two different cultures gives rise to cultural shock which is responded to with adaptive and accommodating attitudes of the story characters. In the relationship between characters who have different backgrounds, there are a number of factors that allow interculturalism to occur, namely economy, religion, and tradition. However, this study found a tendency for religion to be a separating factor, while customs and traditions are unifying factors.