cover
Contact Name
Rizki Fadhillah Lubis
Contact Email
rizkylubis@poltekatipdg.ac.id
Phone
+6285270764141
Journal Mail Official
sainti.journal@poltekatipdg.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, 25171 Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri
Published by Politeknik ATI Padang
ISSN : 18297404     EISSN : 26139871     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh unit penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik ATI Padang. Jurnal SAINTI terbit secara berkala yakni persemesteran atau 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal SAINTI mempublikasikan hasil karya ilmiah dan pemikiran Dosen dan Civitas Akademika serta praktisi industri
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 20 no. 2 (2023)" : 5 Documents clear
PENGARUH PROSES PENGERINGAN TERHADAP NILAI PLASTISITAS RETENSI KARET REMAH Khairul Akli; Aby Febrian; Selfa Dewati Samah; Maryam Maryam
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet remah SIR 20 yang berasal dari pengolahan karet alam (Hevea brasiliensis) berperan penting sebagai komoditas ekspor utama dalam perekonomian Indonesia dan dengan keberagaman penggunaannya dalam produk konsumen dan perangkat medis, karet alam memiliki sifat unik seperti daya pulih, elastisitas, dan ketahanan aus. Proses pengeringan karet alam pada suhu tinggi memiliki dampak signifikan pada sifat plastisitas dan kekuatan karet. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh suhu (130- 155°C) dan waktu pengeringan (77-110 menit) terhadap plastisitas karet remah SIR 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PRI masih memenuhi standar kualitas pada rentang tertentu dan kualitas optimal nilai PRI 75-76% diperoleh pada suhu 130-135°C selama 77 menit. Peningkatan suhu operasi dan waktu pengeringan menyebabkan penurunan signifikan nilai PRI yang cukup signifikan akibat terjadinya oksidasi termal pada struktur molekul karet, sehingga mempengaruhi kualitas karet remah. Hasil studi mengenai pengaruh suhu dan waktu pengeringan ini dapat memberikan informasi teknis bagi industri karet dalam mempertahankan kualitas produknya sambil meminimalkan dampak lingkungan.
STUDI PENETAPAN KADAR ASAM HUMAT DENGAN METODE GRAVIMETRI DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Gusfiyesi; Arizon; Ressa Yuliza Efendi
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan asam humat dalam tanah penting untuk ditentukan karena asam humat sangat berperan dalam mempengaruhi kesuburan tanah, jenis kimia tanah dan perairan. Penggunaan asam humat komersil merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tanah yang sudah terdegradasi dan meminimalisir kemungkinan kehilangan nutrisi dari pupuk organik akibat pencucian atau penguapan. Proses ekstraksi humus menghasilkan asam humat komersial yang kandungannya berbeda sesuai daerah sumber humusnya. Kandungan asam humat komersial ditentukan secara gravimetri namun pada penelitian ini dilakukan penetapan kandungan asam humat pada asam humat komersial dengan membandingkan dua metode analisis yaitu gravimetri dan spektrofotometri UV-Vis. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi basah asam humat dengan menggunakan campuran Na4P2O7 4% dan NaOH 0,1N. Nilai rata-rata kadar asam humat yang ditentukan dengan metode gravimetri adalah 64,9396% dan 29,5193% jika diuji dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan CoA (Certificate of Analysis) nilai baku asam humat adalah 50%, sehingga disimpulkan bahwa untuk penentuan kadar asam humat metode gravimetri lebih baik dibandingkan dengan metode spektrofotometri UV-Vis.
PERBANDINGAN RENDEMEN EKSTRAKSI KECOMBRANG (Etlingera elatior) MENGGUNAKAN METODE MASERASI DAN SOKLETASI Enny Nurmalasari; Miftahurrahmah; Resi Nurillahi; Luthfi Nazwa Andya Cahyani
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Produksi ekstrak kecombrang di Indonesia masih terbatas. Namun permintaan pasar terus meningkat karena kini industri farmasi mulai menggunakan ekstrak kecombrang tersebut. Selain itu pemanfaatan kecombrang yang terus meningkat akan meningkatkan perekonomian petani kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi metode ekstraksi maserasi dan sokletasi dalam memperoleh senyawa bioaktif dari kecombrang dengan variasi pelarut etanol, metanol dan n-heksana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode maserasi, pelarut etanol menghasilkan rendemen tertinggi yaitu 15%, metanol 7% dan n-heksana 3%. Pada metode sokletasi, pelarut etanol dan metanol menghasilkan rendemen masing-masing 15% dan 13%, lebih tinggi daripada n-heksana, hanya 1%. Secara keseluruhan, metode sokletasi dengan pelarut etanol merupakan kondisi terbaik untuk ekstraksi kecombrang. Karakterisasi GC-MS menunjukkan adanya senyawa bioaktif seperti 2-Chloropropionic acid, Boric acid trimethyl ester, Silane dimethoxymethyl dan Octadecanoic acid methyl ester yang berkontribusi pada aktivitas antibakteri pada minyak atsiri kecombrang.
PENENTUAN KADAR NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DALAM UDARA AMBIEN DENGAN METODE GRIESS SALTZMAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER Renny Futeri; M. Ikhlas Armin; Selfa Dewati Samah; Gustiarini Rika Putri; Netri Elisma; Syafrinal; Melysa Putri; Anisa Dwi Santia
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitrogen dioksida (NO2) berkontribusi besar sebagai prekursor untuk sejumlah polutan udara sekunder yang berbahaya termasuk asam nitrat, bagian nitrat aerosol anorganik sekunder dan oksidan termasuk ozon. Gas nitrogen dioksida (NO2) merupakan polutan udara ambien bersama unsur nitrogen monoksida (NO) yang biasanya dihasilkan dari kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar mesin kendaraan, pembakaran sampah, pembakaran batu bara dan industri Penelitian ini bertujuan untuk pemantauan kualitas pencemaran udara di kawasan industri di Jakarta Timur. Kandungan NO2 di udara dapat ditentukan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis berdasarkan SNI 7119-2:2017. Prinsip pengujian NO2 menggunakan spektrofotometer UV-Vis berdasarkan SNI 7119-2:2017. Hasil pengujian dilakukan dapat disimpulkan kadar NO2 yang didapatkan sampel 1 didapatkan kadar NO2 25,153 µg/Nm3, pada sampel 2 didapatkan kadar NO2 28,371 µg/Nm3, pada sampel 3 didapatkan kadar NO2 107,022 µg/Nm3, pada sampel 4 didapatkan kadar NO2 29,720 µg/Nm3, dan pada sampel 5 didapatkan kadar NO2 83,446 µg/Nm3. Berdasarkan PP RI No 22 lampiran VII Tahun 2021 tentang pengendalian pencemaran udara, baku mutu untuk NO2 adalah 200 µg/Nm3 selama 1 jam. Maka dapat disimpulkan dari hasil pengujian yang telah dilakukan kadar NO2 di lingkungan tersebut masih di bawah baku mutu yang artinya bukan merupakan lokasi sumber pencemar NO2, aman dan memenuhi persyaratan untuk kesehatan manusia dan lingkungan.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM HIPOKLORIT (NaOCl) TERHADAP MIKROBA PADA AIR LIMBAH DENGAN METODE MEMBRANE FILTER Pevi Riani; Hijratul Hidayana
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium hipoklorit (NaOCl) terhadap jumlah koloni bakteri E. coli dan Total Coliform pada air limbah industri dengan menggunakan membrane filter. Pada tahap pengujian, air limbah yang telah dipreparasi ditambahkan dengan NaOCl dengan variasi konsentrasi 0;0.5;1;1.5;2;3;4;5 ppm. Pompa vakum dan membran filter ditempatkan di laminar air flow dan dilakukan proses filtrasi. Kertas membran hasil filtrasi ditempatkan ke dalam cawan petri yang berisi media agar CCA kemudian diinkubasi selama 24-48 jam pada temperatur 35oC dengan posisi cawan petri terbalik. Koloni berwarna pink kemerahan menunjukkan koloni bakteri Coliform, sedangkan koloni berwarna biru tua atau violet adalah koloni bakteri Escherichia coli. Hasil pengujian didapatkan jumlah bakteri E. coli pada konsentrasi NaOCl 0 ppm sampai 5 ppm yaitu 0 cfu/100 mL dan pada Total Coliform didapatkan pada konsentrasi NaOCl 0;0,5;1;1,5;2;3;4 dan 5 ppm adalah TBUD (Tidak Bisa Untuk Dihitung), 96;74;53;31;19;3 dan 0 cfu/100 mL.

Page 1 of 1 | Total Record : 5