cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) Alferdian Hatami; Saptono Waspodo; Fariq Azhar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.666 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1527

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan biota yang sangat digemari baik bagi masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Banyaknya kendala yang dialami oleh para pembudidaya udang vaname yaitu tingkat stres yang tinggi sehingga mengakibatkan pertumbuhan udang vaname yang rendah. Pertumbuhan yang rendah ini nantinya dapat mengakibatkan rendah pula jumlah produksi dan kualitas udang vaname sehingga untuk mengurangi tingkat stres udang vaname ini dapat menggunakan daun sirih merah. Daun sirih merah merupakan tanaman yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa yang dapat memulihkan kondisi udang vaname yang memburuk dikarenakan daun sirih merah memiliki antibakteri dan antioksidan sehingga dapat mematikan bakteri dan memacu pertumbuhan udang vaname. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Pada perlakuan 1 (kontrol) tanpa ekstrak sirih merah, perlakuan 2 dosis ekstrak sirih merah 0.5%, perlakuan 3 dosis ekstrak sirih merah 1% dan perlakuan 4 dosis ekstrak sirih merah 2%. Parameter yang diukur berupa pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup dan rasio konversi. Hasil yang diperoleh dengan nilai tertinggi yaitu pada perlakuan 2 (0.5%) dengan pertumbuhan bobot mutlak 17,92 gr, laju pertumbuhan spesifik 21,41 %,  kelangsungan hidup 92% dan rasio konversi pakan 1,09.
RASIO PENAMBAHAN MADU DALAM NACL UNTUK PENGENCERAN SPERMA TERHADAP FERTILISASI DAN DAYA TETAS TELUR IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Moch Syaidi Syaidi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.798 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.690

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio penambahan madu dalam NaCl yang digunakan untuk pengenceran sperma yang dapat menghasilkan fertilisasi dan daya tetas telur ikan tengadak yang baik..Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dimana Perlakuan menggunakan konsentrasi 0 ml madu/100 ml NaCl., 0,2 ml madu/99,8 NaCl., 0,4 ml madu/99,6 NaCl., dan 0,6 ml madu/99,4 NaCl. Hasil penelitian mengenai rasio penambahan madu dalam NaCl untuk pengenceran sperma terhadap fertilisasi dan daya tetas telur ikan tengadak memberikan hasil motilitas dengan nilai 76,67 % yang mana terdapat pada perlakuan C dengan konsentrasi madu 0,4 ml/99,6 ml NaCl. Hasil pengamatan fertilisasi telur ikan tengadak memberikan hasil yang tertiggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai 84,67 %. Hasil pengamatan  daya tetas telur ikan tengadak memberikan hasil yang tertiggi terdapat pada perlakuan D dengan konsentrasi madu 0,6 ml/99,4 ml NaCl dengan nilai 81,39 %.  Kata Kunci : madu, benih tengadak, fertilisasi, motilitasi, daya tetas telur ABSTRACT This research to determine the ration addition of honey in NaCl that be used to dilute sperm that can produce fertility and A good  hatching of Tengadak egg .Researchuses a completely randomized design,according Hanafiah (2012), consisting 4 treatment and 3 replications.Where treatment uses concentration of 0 ml honey / 100 ml NaCl., Treatment B 0.2 ml honey / 99.8 NaCl.,Treatment C 0.4 ml honey / 99.6 NaCl., And Treatment D 0.6 ml honey / 99.4 NaCl.Results of research about ration addition of honey in NaCl for dilution of sperm to fertilization and hatching of Tengadak egg gives results with a value of 76.67% which contained in  treatment C with a concentration of honey 0.4 ml / 99.6 ml NaCl. The observation result of tengadak egg fertilization gives highets results in treatment C with a value of 84.67%. The observation result  of Tengadak egg  hatchability results gives highets result in treatment D with a honey concentration of 0.6 ml / 99.4 ml NaCl with a value of 81.39%. Keywords: honey, tengadak seed, fertelitation, mortility, power hatching egg
PENGARUH KEDALAMAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) farida farida; Didik Susanto; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.928 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2237

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui kedalaman air yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan baung. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan kedalaman air yaitu A (15 cm), B (20 cm), C (25 cm) dan D (30 cm) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman air yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak serta kelangsungan hidup larva ikan baung yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data kedalaman air untuk pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hiduup yang terbaik pada perlakuan A(15 cm) yaitu berat mutlak sebesar 0,32 g, panjang mutlak sebesar 1,79 cm dan kelangsungan hidup sebesar 64,75%.
PENGARUH KEDALAMAN SARANG TERHADAP MASA INKUBASIDAN PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PULAU WIE KABUPATEN BINTAN Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.769 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman sarang yang digali untuk penetasan telur penyu hijau dan keberhailan penetasan telur penyu hijau (Cheloniamydas). Penelitian ini dilakukan  di pulau Wie Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau mulai 20 Juli s/d  18 September 2014. Keberhasilan penetasan telur penyu hijau pada tiap kedalaman sebagai berikut: kedalaman 30 cm sebesar 43 %. Untuk penetasan telur penyu hijau dengan kedalaman 50 cm sebesar 71 %. Kedalaman sarang 70 cm telur penyu hijau menetas sebesar 67 %, pada kedalaman 90 cm telur penyu hijau menetas sebesar 32 %.Suhu permukaan antara 27 ºC - 33 ºC .Suhu  rata-rata perlakuan  A ( kedalaman sarang 30 cm) berkisar 29,6 ºC – 29,9 ºC. Suhu rata-rata perlakuan B ( kedalaman sarang 50 cm)   30ºC , suhu  rata-rata perlakuan C ( kedalaman sarang 70 cm)  kisaran 29 ,3ºC – 29.6ºC . Untuk perlakuan D suhu rata-rata (kedalaman  sarang90 cm) kisaran suhu 29,6 ºC - 30 ºC. Kisaran suhu tersebut tergolong normal untuk penetasan telur penyu. Kata kunci: Penyu hijau, Kedalaman sarang, Kebehasilan penetasan
ANALISIS PERBEDAAN “ HANGING RATIO” TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR (BOTTOM GILL NET) DI PERAIRAN KUALA PENET LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR Puspitaningrum, Citra; Utami, Endang Sri; Febriyanti, Titin Liana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.98 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4319

Abstract

Pada sektor perikanan, Labuhan Maringgai merupakan salah satu daerah penghasil rajungan di Indoneisa. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap rajungan adalah jaring insang dasar atau bottom gillnet. Hanging ratio yang berbeda pada pengoperasian alat tangkap bottom gillnet dianggap berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan respon hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) pada penggunaan hanging ratio yang berbeda-beda di perairan Kuala Penet Labuhan Maringgai dan mengetahui hanging ratio yang tepat untuk mengoptimalkan hasil tangkapan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil tangkapan bottom gillnet (kg/setting), ukuran mata jaring sebesar 3,5 inchi dengan hanging ratio yang berbeda-beda, yaitu 0,47; 0,49; 0,54; 0,57; 0,61; 0,63 (6 hanging ratio) dengan 4 kali setting. Metode analisis data yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil dari analisis uji Anova terdapat perbedaan respon hasil tangkapan yang signifikan pada penggunaan keenam hanging ratio. Hanging ratio yang dapat mengoptimalkan hasil tangkapan adalah 0,49, dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 38,1 kg.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa sinensis L.) SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii Blkr.) YANG DIINFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila arini resti fauzi; hastiadi hasan; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.411 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1316

Abstract

 Ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr.) merupakan ikan lokal yang mulai dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Masalah yang sering muncul dalam budidaya ikan jelawat adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik untuk mengobati ikan sakit dapat menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, dan berbahaya jika di konsumsi manusia. Salah satu pengobatan alternatif pada ikan yaitu menggunakan daun kembang sepatu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik daun kembang sepatu pada ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Ekstrak daun kembang sepatu dihasilkan dari proses maserasi menggunakan etanol pro-analisis. Ikan jelawat diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu/ml. Pengobatan ikan jelawat menggunakan ekstrak daun kembang sepatu yang telah dicampur ke dalam pakan. Masing-masing pakan diberi konsentrasi ekstrak daun kembang sepatu yang berbeda, perlakuan A (0%) B (5%), C (10%), D (20%), dan E (40%). Dari hasil penelitian yang dilakukan, ekstrak daun kembang sepatu memberi pengaruh terhadap immunostimulan ikan jelawat. Ekstrak daun kembang sepatu juga mampu menyembuhkan luka pada ikan jelawat pasca uji tantang bakteri Aeromonas hydrophila. Konsentrasi terbaik ekstrak daun kembang sepatu pada ikan jelawat yaitu 40% dengan kelangsungan hidup sebesar 83,33±5,77. Kata kunci: Ikan Jelawat, Daun Kembang Sepatu, Bakteri Aeromonas hydrophila, Etanol
EFEK PENGOLAHAN TEPUNG UBI JALAR, Ipomoea batatas PADA SINTASAN DAN PERTUMBUHAN IKAN KOI, Cyprinus carpio Fadli Zainuddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.508 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.719

Abstract

Ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, vitamin A dan C serta mineral. Selain mengandung zat gizi yang dibutuhkan, ubi jalar juga mengandung zat tripsin  inhibitor yang dapat dihilangkan melalui pemanasan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sintasan dan pertumbuhan ikan koi yang diberi pakan mengandung tepung ubi jalar yang telah diolah dan tanpa diolah serta pakan tanpa ubi jalar. Ikan uji sebanyak 8 ekor dimasukkan ke dalam setiap wadah penelitian (akuarium 50 x 40 x 40 cm3)  yang berisi air tawar  sekitar 60%  dari volume total wadah (± 64 liter). Pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari  sebanyak 5% per bobot biomassa ikan uji.  Parameter yang diamati adalah sintasan, pertumbuhan bobot dan pertumbuhan panjang.   Hasil yang diperoleh menunjukkan pakan yang megandung tepung ubi jalar yang telah diolah dan tanpa diolah memberikan pertambahan panjang dan sintasan ikan koi yang tidak berbeda namun pada pertumbuhan bobot berbeda.  Pakan yang mengandung tepung ubi jalar dan tanpa ubi jalar juga memperlihatkan hasil yang sama pada semua perlakuan.Kata kunci : Ubi jalar, ikan koi, pakan, sintasan, pertumbuhan.
KERAGAAN USAHA, PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA PEMBUDIDAYA IKAN PADA LAHAN BEKAS SAWAH DI DESA SAMBORA KABUPATEN MEMPAWAH Rudi Alfian; Rachimi Rachimi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.306 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2616

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan sebagai dasar penentu bentuk pengelolaan budidaya perikanan berkelanjutan di desa Sambora dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan satuan kasus yaitu pembudidaya pembesaran ikan mas dan lele pada kolam alih fungsi lahan sawah di desa Sambora, penentuan respon secara purpose sampling dengan jumlah responden terpilih 38 pembudidaya dari 63 pembudidaya yang terdiri dari: 12 responden pembudidaya ikan lele dan 26 responden pembudidaya ikan mas. Variable yang diamati analisis pendapatan usaha; Revenue Cost Ratio, Break Event Point and Payback Period. Hasil pengamatan Revene Cost Ratio >1, payback period 0,34-0.8, dan Nilai BEP harga pada usaha budidaya pembesaran ikan mas di desa Sambora adalah sebesar Rp. 19.600,00 dan BEP produksi sebesar 784 kg. Nilai BEP harga pada usaha pembesaran lele di desa Sambora adalah sebesar Rp. 14.140,00 dan BEP produksi sebesar 3.721 kg. Kegiatan budidaya ikan pembesaran ikan mas dan lele di desa Sambora memberikan kenutungan dan merupakan usaha yang layak dilakukan. Para pembud idaya juga diuntungkan dengan curahan waktu yang lebih sedikit sehingga memiliki waktu untuk mencari pendapatan tambahan lainnya untuk rumahtangga mereka.
Pemanfaatan Ekstrak Biji Buah Keben (Barringtonia asiatica) dalam proses Anestesi pada Transportasi Sistem Tertutup Calon Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio) Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Bobi Hastomo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.108 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.497

Abstract

Keben (Barringtonia asiatica) merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pembius terhadap calon induk ikan mas. Tanaman keben mengandung senyawa saponin, asam galat dan asam hidrosianat yang bersifat memabukan dan dapat digunakan sebagai zat pembius atau penghilang kesadaran karena biji buah keben bersifat anetesi. Pembuatan ekstrak biji buah keben yaitu biji yang sudah kering ditumbuk sampai halus sehingga menjadi serbuk kemudian serbuk tersebut di campur etanol dengan tujuan untuk mengurangi kadar racun yang terdapat pada biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pembiusan ekstrak biji buah keben  yang optimal sebagai bahan pembius terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan mas. Penelitian dilaksanakan pada tangga l 3 – 17 November 2013 di  laboratorium budidaya perairan fakultas perikanan universitas  muhammadiyah pontianak. Ikan uji yang digunakan calon induk ikan mas dengan berat 500-1000 gr dengan kepadatan 3 ekor per wadah penelitian dan diujikan ke dalam kantong packing yang berisi 3 liter air dengan menggunakan dosis 2 ml/L, 4 ml/L, dan 6 ml/L.Bahan yang diuji mengunakan ekstrak biji buah keben digunakan sesuai dengan masing-masing perlakuan. Tahapan penelitian ini terdiri dari penghitungan lama induksi ikan, lama waktu ikan pingsan dan lama waktu pulih sadar ikan. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kelangsungan hidup tertinggi yaitu pada dosis 4 ml/L yaitu mencapai 80%. Kata kunci: anesthesia, lemongrass oil in the trasport of  calon induk ikan mas seed closed
Struktur jaringan insang ikan jambal siam yang diberi pakan mengandung tepung kunyit Sri Wahyuni; Morina Riauwaty; Windarti .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.232 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1462

Abstract

Kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki sifat antibakteri dan antioksidan, serta mampu meningkatkan sistem imun ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat struktur jaringan yang diberi pakan mengandung tepung kunyit sebelum dan setelah diuji tantang bakteri A. hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2019 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf, yaitu Kn (pemberian pakan tanpa diberi tepung kunyit dan tanpa diinfeksi bakteri A. hydrophila), Kp (Pemberian pakan tanpa diberi tepung kunyit dan diinfeksi bakteri A. hydrophila), P1 (tepung kunyit dengan dosis 0,5 g/kg pakan), P2 (dosis 0,7 g/kg pakan),P3 (dosis 0,9 g/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur jaringan insang ikan jambal siam yang diberi penambahan tepung kunyit dalam pakan dalam keadaan normal dan setelah diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila mengalami beberapa kerusakan. Dosis terbaik penambahan tepung kunyit pada pakan adalah 0,7 g/kg pakan (P2) hanya mengalami kerusakan berupa hyperplasia dan deformasi lamella dengan kategori normal dan skor HAI 1,33.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue