cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
ANALISA KERAGAMAN WARNA PADA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) PERSILANGAN STRAIN RANCHU, BLACK MOOR DAN ORANDA Apriani, Siti Aisyah; Junaidi, Muhammad; Marzuki, Muhammad
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.793 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4686

Abstract

Komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat. Usaha budidaya ikan hias mampu memberikan keuntungan yang lebih bagi pembudidayanya. Warna merupakan salah satu parameter dalam penentuan nilai ikan hias. Semakin cerah warna suatu jenis ikan, maka semakin tinggi nilainya. Salah satu jenis ikan hias air tawar yang digemari oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi adalah ikan mas koki (Carassius auratus). Perpaduan warna yang lemah dan warna yang kurang menarik pada ikan mas koki mengakibatkan nilai jualnya berkurang sehingga perlu dilakukan hibridisasi atau persilangan antar strain ikan mas koki untuk mendapatkan keturunan yang unggul dan memiliki warna yang lebih indah dan mempunyai kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman warna ikan mas koki persilangan antara strain Ranchu, Black Moor dan Oranda. Penelitian ini dilakukan selama 50 hari dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Adapun perlakuan yang dilakukan yaitu : Perlakuan A : Rancu jantan x Black Moor betina, Perlakuan B : Black Moor jantan x Ranchu betina, Perlakuan C : Oranda jantan x Black Moor betina, Perlakuan D : Oranda jantan x Ranchu Betina. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil persilangan antar strain ikan mas koki di dapatkan pengukuran nilai hue yang terus menurun selama 45 hari pemeliharaan, yang berarti menunjukkan bahwa warna ikan semakin bagus. Tingkat perubahan pengukuran kecerahan warna tertinggi pada Perlakuan C (Oranda jantan × Black Moor Betina) yaitu 15,06±0,29. Peningkatan warna ikan mas koki disebabkan oleh faktor genetik, secara genetik ikan mewarisi warna-warna tertentu dari induknya, biasanya ikan jantan akan menampilkan warna lebih kuat daripada ikan betina. Kemiripan warna antara induk dan anakan pada ikan hias menunjukkan 50% dipengaruhi oleh gen induk.
DEPURASI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN BUNGKIL KELAPA TERHADAP KADAR GLUKOSA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) hastiadi hasan; farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.509 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1313

Abstract

Meningkatnya kadar logam timbal (Pb) dalam sistem lingkungan dapat berdampak pada kondisi perairan dan organisme, seperti ikan. Secara alamiah, ikan berusaha untuk menghindar dari paparan logam berat, dan bila sudah tidak memungkinkan untuk menghindar, maka sistem pertahanan tubuh akan menetralisir dampaknya. Dampak berkepanjangan menyebabkan stress dan meningkatkan kadar glukosa darah, sehingga pada level tertentu, tingginya kadar glukosa darah pada ikan dapat digunakan sebagai indikator bahwa ikan terpapar timbal. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian ini untuk  mengetahui depurasi timbal (Pb) menggunakan bungkil kelapa terhadap kadar glukosa darah ikan nila. Penelitian ini bertujuan menganalisis depurasi timbal (Pb) menggunakan bungkil kelapa terhadap kadar glukosa darah ikan nila. Perlakuan dalam penelitian ini adalah  kontrol (100% pakan komersial), 10% bungkil kelapa+90% pakan komersial, 20% bungkil kelapa+80% pakan komersial, 30% bungkil kelapa + 70% pakan komersial. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan yaitu:  pembuatan dan analisis proksimat pakan uji; persiapan wadah dan media pemeliharaan; injeksi Pb pada ikan uji secara intraperitoneal; pengujian pakan perlakuan, sampling dan analisis data. Dari hasil pengamatan diperoleh kadar glukosa darah pada ikan nila menunjukkan nilai yang berbeda.  Setelah diinjeksi, kadar glukosa darahnya mengalami peningkatan sebesar 87-129,67 mmol/l hingga hari ke-5 kemudian terjadi penurunan pada hari ke-15. Sedangkan respon makan pada hari ke-5 masih rendah yaitu sebesar 14,67%-27,11%. Hari  ke-15 respon makan  digolongkan kedalam respon makan sedang yaitu sebesar 55,87%-63,82%.Kata kunci : ikan nila, timbal, glukosa darah, respon makan
PERGANTIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) TURN FEED ON THE GROWTH AND SURVIVAL OF FISH LARVAE CARP (Osphronemus gouramy) Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan; Darmawan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.347 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.687

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pergantian pakan. penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah sebagai berikut : Perlakuan A : eguchi 10 hari dan infusoria 10 hari, Perlakuan B : infusoria 10 hari dan eguchi 10 hari, Perlakuan C : Eguchi 20 hari, Perlakuan D : Infusoria 20 hari dan Perlakuan E : campuran eguchi 50% dan Infusoria 50% selama 20 hari. Penelitian ini dilakukan selama 20 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifik bobot, laju pertumbuhan mutlak panjang, kelangsungan hidup dan kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pergantian pakan alami dengan pakan buatan menghasilkan respon yang baik dalam pertumbuhan larva ikan gurami. Pergantian pakan buatan (eguchi) dengan pakan alami (infusoria)(perlakuan A) memberikan hasil terbaik dengan rata – rata laju pertumbuhan spesifik bobot 5,3256%, rata – rata laju pertumbuhan mutlak panjang 5.70 mm dan rata – rata kelangsungan hidup 78.89%.  Kata Kunci : Infusoria, Eguchi, Larva Ikan Gurami, Laju Pertumbuhan ABSTRACT Research was aimed to determine the change of feed. research using completely randomized design consisting of 5 treatments and 3 replications. The composition of the treatment is as follows: Treatment A: Eguchi 10 days and infusoria 10 days, Treatment B: infusoria 10 days and Eguchi 10 days, Treatment C: Eguchi 20 days, Treatment D: Infusoria 20 days and Treatment E: a mixture of Eguchi 50% and infusoria 50% for 20 days. This research was conducted for 20 days to determine the specific growth rate weight, the absolute growth rate of long survival and quality of water as supporting data. The results showed turnover natural feed with artificial feed to produce a good response in the growth of larval carp. Substitution of artificial feed (Eguchi) with natural food (infusoria) (treatment A) gives the best results with the average - average specific growth rate 5.3256% weighted, averageabsolute growth rate, average length of 5.70 mm and survival rate 78.89% . Keywords : Infusoria, Eguchi, Fish larvae Gurame, Growth Rate
PENGARUH PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN KERAPU BATIK (Epinephelus microdon) rachimi .; Sunarto .; Surakarmawan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.308 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat penebaran yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kerapu batik. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pulau Subi Kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Padat tebar yang digunakan dalam penelitian ini adalah, perlakuan A 10 ekor/m3, B 20 ekor/m3, C30 ekor/m3, dan D 40 ekor/m3. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan harian, Efisiensi Pakan, Kelangsungan Hidup dan Kualitas Air. Hasil dari pengamatan menunjukan perlakuan A merupakan jumlah padat tebar yang optimal dan direkomendasikan sebagai padat penebaran yang optimal untuk ikan kerapu batik. Hal ini disebabkan oleh padat tebar yang tidak terlalu padat, kemudian didukung oleh perlakuan yang baik serta kualitas air yang baik pula. Kata kunci: padat penebaran, pertumbuhan, kelangsungan hidupkerapu batik
PENGARUH PEMBERIAN KALSIT DENGAN KADAR YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI Daphnia sp. Rosa Samhari; Hastiadi Hasan; Eka indah raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.295 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur kalsit yang optimal untuk mempertahankan kestabilan pH air pada media pemeliharaan Daphnia sp. agar dapat menghambat peningkatan kadar amonia dalam air pengkulturan, sehingga populasi kutu air dapat terus belanjut secara parthenogenosis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl. Ahmad Yani 111 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi kapor kalsit (CaCO3) antara lain adalah, perlakuan A (control), B (200g/L), C (250g/L), dan D (300g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan Populasi Daphnia sp. secara umum, Populasi Daphnia sp. Jantan, Populasi Daphnia sp. Matting, Populasi Daphnia sp. bertelur normal (parthenogenesis),  Persentase Jumlah Ephipia Daphnia sp dan Kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan kapur kalsit pada kosentrasi 200 mg/L dapat memperkecil rentang pH serta menekan peningkatan NH3, sehingga populasi Daphnia sp. dapat ditingkatkan. Hal ini dikarenakan kecilnya jumlah populasi Daphnia sp jantan dan Daphnia sp matting serta besarnya jumlah populasi Daphnia sp. yang berproduksi secara prathenogenesis. Kata kunci : Kalsit (CaCO3),Perkembangan Populasi, Daphnia sp.
Application of the Cytochrome-b gene region in Population Study of Striped Snakehead (Channa striata) by Molecular Approach Andriyono, Sapto; Chaniful Fuadi, Muhammad; Lastuti, Nunuk Dyah Retno
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.821 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.3915

Abstract

Snakehead fish with different geographical differences can have an impact on genetic diversity. DNA barcoding is a system designed to identify a species precisely and accurately by using short and standardized gene regions. This study aims to determine the diversity of snakehead fish populations in four areas in East Java. This study used the Cytochrome b (Cyt b) gene sequence in mitochondrial DNA to determine genetic variation in the wild population of Channa striata. The results of DNA barcodes with Cytochrome c oxidase subunit I (COI) showed that all samples were validly C. striata species (99.84-99.85%), while Cyt-b sequences had percentage identity with the same sequence species ranging from 99.74 to 100%. The phylogenetic tree reconstructed using MEGAX resulted in a separate clade in the sequences from East Java. This strengthens the similarity of the population of C. striata species in the Brantas watershed.
PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT DAN OODEV DALAM PAKAN UNTUK MENGINDUKSI PEMATANGAN GONAD INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma temminkii) farida farida; Singgih Gunarsa; hastiadi hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.316 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1019

Abstract

Pertumbuhan populasi ikan biawan di alam sangat tergantung pada strategi reproduksi dan respon dari perubahan lingkungan. Penangkapan ikan di perairan umum cenderung tidak terkendali, karena hasil tangkapan merupakan prioritas bagi nelayan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan populasi. Maka dari itu, untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya penambahan tepung kunyit dan Oodev. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dosis tepung kunyit dan hormon oodev yang ditambahkan dalam pakan terhadap pematangan gonad ikan biawan. Metode penelitian ini adalah eksperimen.  Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4  ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (kunyit 3%/kg pakan+Oodev 0,5 ml/kg pakan) dan perlakuan C (kunyit 3%/kg pakan+Oodev 1 ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: Gonad Somatik Indeks (GSI), Hepato Somatik Indeks (HSI), pertambahan bobot mutlak, proksimat pakan dan gonad, histologi gonad, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai GSI, HSI, pertambahan bobot mutlak dan tingkat kelangsungan hidup pada induk ikan biawan tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil histologi gonad yang dilihat dari persentase nilai GSI, HSI, proksimat pakan dan gonad bahwa gonad pada induk ikan biawan mengalami perkembangan gonad selama 8 minggu pemeliharaan. Hasil histologi menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit 3%/kg+Oodev 0,5 ml/kg pakan mampu mempercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur sudah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain.
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PATOGENITAS IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii)YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Eko Prasetio; Hastiadi Hasan; Wahyu Nopi Chana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.57 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.713

Abstract

Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan yang mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan jelawat (Lebtobarbus hoevenii). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (10 g/kg pakan serbuk), D (20 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk).Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 7 hari sebelum uji tantang dan 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Sedangkan variabel pengamatan meliputi patogenitas (gejala klinis), respon makan, pertambahan bobot, organ dalam dan kelangsungan hidup.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gejala klinis ikan pasca infeksi diantaranya radang, radang dan hemoragi, tukak, dan sembuh. Sedangkan pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Pemberian serbuk lidah buaya melalui pakan memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda sangat nyata dengan dosis yang lain. Kata kunci:Lidah buaya, Ikan Jelawat , Aeromonas hydrophila,Patogenita, Organ Dalam
PENGARUH EKSTRAK ASAM HUMAT TANAH GAMBUT TERHADAP HEMATOLOGI IKAN NILA ( Oreochromis niloticus ) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila Eko Prasetio; Hendry Yanto; Amrijed .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.282 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hematologi ikan nila yang diberi ekstrak asam humat tanah gambut dengan uji tantang infeksi bakteri A. Hydrophila. Penelitian dilaksanakan selama 21 hari dengan rancangan acak lengkap, 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan. variabel yang di amati meliputi jumlah eritrosit, leukosit, hematokrit, hemoglobin, perubahan bobot, kelangsungan hidup dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asam humat sebanyak 0,01 / kg pakan pakan merupakan perlakuan terbaik untuk peningkatan hematologi ikan nila.
PENGARUH TEMPAT PERLINDUNGAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER AIR TAWAR CAPIT MERAH (Cherax quadricarinatus) Sj. Djunaidi; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.553 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potongan Paralon, Karung Plastik, Tempat Telur dan Tanaman Eceng Gondok sebagai Tempat Perlindungan Lobster Air Tawar Capit Merah. Metode yang digunakan pada identifikasi adalah menggunakan tempat perlindungan yang berbeda, sedangkan hewan uji menggunakan lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus). Pengujian dilakukan dengan tiga kali pengulangan dimana nilai Pertumbuhan berat mutlak, Panjang mutlak dan Kelangsungan Hidup sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan tempat perlindungan yang berbeda menunjukan bahwa untuk Pertumbuhan berat lobster air tawar capit merah pada penggunaan karung plastik sebesar 7,90 gram, untuk Pertumbuhan panjang sebesar 2,60 cm sedangkan Kelangsungan Hidup sebesar 96,67%. Kata kunci: Pertumbuhan Berat, Pertumbuhan Panjang dan Kelangsungan Hidup, lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus)

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue