cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN DI SUNGAI SAMBAS KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS UNTUK USAHA BUDIDAYA PERIKANAN Eka Indah Raharjo; Farida .; Sukmayani .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.89 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.700

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan diperairan sungai Sambas Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas dengan mengambil sampel air sungai Sambas. Waktu pelaksanaannya  pada bulan November-Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perairan  sungai Sambas dalam pengembangan dan pemanfaatannya untuk usaha budidaya perikanan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Parameter kualitas air yang digunakan meliputi fisika, kimia dan biologi perairan. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 4 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil dari beberapa aspek pengukuran dapat disimpulkan bahwa Perairan Sungai Sambas Kecamatan Sebawi cukup sesuai untuk melakukan budidaya. Hasilnya sebagai berikut dengan nilai suhu rata-rata  berkisar antara 26-28,30C, kecerahan  42,3-78, kecepatan arus 0,20-0,63 m/det, nilai TSS  1-37 mg/l,nilai TDS  35,1-56,2 mg/l, DO 3,22-5,08 mg/l,nilai pH 5,4-6,7,nilai CO2 21-33 mg/l. Keanekaragaman plankton berada dalam  kondisi lingkungan subur dengan nilai 2,4595-2,1625 ind.                                                                                                                                                                                 Kata Kunci: budidaya perikanan, parameter kualitas air, Sungai Sambas
PENGARUH FOTOPERIOD DAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP INDEKS MORFOANATOMI IKAN SELAIS (Ompok hypopthalmus) Lulu Pratiwi; Windarti .; Syafriadiman .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.543 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1653

Abstract

Pertumbuhan dan reproduksi ikan dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal termasuk fotoperiod. Fotoperiod maupun pakan juga mempengaruhi perkembangan gonad. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Oktober 2018, untuk mengetahui pengaruh fotoperiod dan jenis pakan. Ikan dipelihara dalam bak  fiber berukuran 140 x 60 x 40 cm, dan diletakkan dibawah tenda plastik yang dilengkapi dengan lampu 35 watt (2100 Lumen). Terdapat 3 fotoperiod yang berbeda, yaitu 12 jam terang 12 jam gelap (12T12G), 16 jam gelap (16G8T), dan 24 jam gelap (24G) dan terdapat 3 kombinasi pakan dengan 70% pakan terdiri dari 15% udang dan 15% jangkrik (15U15J), 10% udang dan 20% jangkrik (10U20J), dan 20% udang dan 10% jangkrik (20U10J). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Penyamplingan dilakukan sebanyak 6 kali, sekali seminggu. Parameter yang diukur adalah panjang total, bobot tubuh, faktor kondisi (FK), indeks gonadosomatik (IGS), indeks hepatosomatik (IHS) dan indeks viscerasomatik (IVS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotoperiod an jenis pakan mempengaruhi pertumbuhan namun tidak mempengaruhi reproduksi ikan. Hasil terbaik terdapat pada perlakuan 24G10U20J, dengan TL 20,58 cm, BB 48,98 g dan FK 0,5 pada akhir penelitian. Pada semua perlakuan, ikan mencapai TKG 3  pada minggu ke-6, namun hanya 2 ekor ikan yang mencapai TKG 4 pada perlakuannn 16G8T20U10J. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan O. hypopthalmus dalam keadaan gelap total memberikan hasil terbaik dalam pertumbuhan ikan, namun tidak mempengaruhi reproduksinya.
PERTUMBUHAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM MINA PADI Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Rian Firwara
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.42 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan yang terbaik dengan padat tebar yang berbeda dengan sistem mina padi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Barangan, Dusun Lagon, Desa Keranji Paidang,   Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  perlakuan A (5 ekor/m2), B (8 ekor/m2), C (11 ekor/m2), D (14 ekor/m2). Variabel pengamatan yang dilakukan adalah Pertambahan panjang ikan, Pertumbuhan berat ikan,  Kelangsungan hidup, dan Kualitas air. Hasil pengamatan penelitian pertambahan panjang  ikan jelawat menunjukkan bahwa perlakuan A (9.17 cm)  lebih baik dari pada perlakuan B (7.83 cm), C (7.10 cm), dan D (5.83). Sedangkan pertumbuhan berat ikan dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu berat (24.50 g) dan kelangsungan hidup (89.33 %). Kata kunci: pertumbuhan, ikan jelawat, padat tebar, sistem mina padi.
PENGARUH KOMBINASI PROBIOTIK DAN TEPUNG PISANG (Musa sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Hulu, Beni Putra Alva Ivano; Rostika, Rita; Grandiosa, Roffi; Iskandar, Iskandar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.982 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4758

Abstract

Kombinasi probiotik dan tepung pisang merupakan bahan tambahan pakan yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum penambahan kombinasi tepung pisang dan probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 – Mei 2022 di Kawasan Perikanan Darat Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A kontrol (tanpa tepung pisang dan probiotik), B (tepung pisang 2,5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), C (tepung pisang 5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), D (tepung pisang 7,5 g/kg dan probiotik 10 g/kg), E (tepung pisang 10 g/kg dan probiotik 10 g/kg). Ikan yang digunakan adalah benih ikan nila. Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah hapa berukuran 1 m3 sebanyak 15 buah dengan kepadatan 20 ekor ikan tiap perlakuan dan lama pemeliharaan selama 40 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3% dari biomassa ikan. Data hasil pengamatan panjang dan bobot dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kadar optimum penambahan kombinasi tepung pisang dan probiotik pada pakan yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila berada pada perlakuan tepung pisang 7,5 g/kg pakan dan probiotik 10 g/kg pakan.
STUDI HEMATOLOGI IKAN SEMAH (Tor Douronensis), JELAWAT (Leptobarbus Hoeveni), TENGADAK (Barbonymus Schwanenfeldi), BIAWAN (Helostoma Temmincki),dan BOTIA (Chromobotia Macracanthus) katarina paskanda yuni; hastiadi hasan; eko hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.135 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran studi hematologi  ikan semah (Tor douronensis), Ikan Jelawat (Leptobarbus Hoeveni), Ikan Tengadak (Barbonymus Schwanenfeldi), Ikan Biawan (Helostoma Temmincki), dan Ikan Botia (Chromobotia Macracanthus)melalui parameter pemeriksaan darah meliputi kadar haemoglobin (Hb), nilai hematokrit, sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Ukuran akuarium pada masing-masing adalah 30 x 30 x 30 cm sebanyak 5 buah dengan ketinggian air 20 cm yang telah di beri aerasi untuk dipelihara. Masing-masing diambil sampel darah ikan untuk dilakukan pengujian pemeriksaan yang meliputi kadar haemoglobin, hematokrit, jumlah eritrosit dan jumlah leukosit. Hasil pemeriksaan darah ikan menunjukkan bahwa kadar haemoglobin (4,68±0,47- 6,12±0,81 Hb/100 ml), nilai hematokrit (17,38%±0,10-28,50%±0,71), jumlah eritrosit antara (6,84±1,05-9,76±1,14 x105 sel/mm3) dan jumlah leukosit (10,95±1,21-11,25±1,20 x 104 sel/mm3). Nilai hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit dan leukosit bahwa kelima jenis ikan tersebut tidak normal dan terindikasi ada serangan penyakit. Kata kunci: Hematologi, Ikan Semah, Jelawat, Tengadak, Biawan dan Botia
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI JAMUR Saprolegnia sp. Hastiadi Hasan; eka indah raharjo; Dayang Dian Ariyani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.688

Abstract

ABSTRAK Kemangi (Ocimum sanctum L) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Tanaman ini juga diketahui memiliki kandungan zat sebagai antibakteri dan antijamur. Kandungan yang terdapat dalam kemangi antara lain flavonoid, glikosit, asam gallic dan esternya, assam cafeic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol (70,5%) sebagai komponen utama. Selain itu manfaat kemangi masih sangat banyak antara lain orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun kemagi yang optimal terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo dan yang terinfeksi jamur saprolegnia sp.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak kemangi yang diberikan meliputi 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan 80 ppm. Parameter uji yang diamati adalah tingkat serangan jamur (prevalensi), daya tetas telur (HR), Kelangsungan hidup larva (SR), dan kualitas air. Hasil perendaman telur pada ekstrak kemangi bahwa pada konsentrasi 60 ppm menunjukan hasil terbaik dengan tingkat serangan jamur (pravelensi) 28.67%, daya tetas telur  yang dihasilkan yaitu 71.33%, serta memberikan kelangsungan hidup yang baik yaitu 84.13%. Konsentrasi ekstrak daun kemangi yang optimal untuk mencegah serangan jamur saprolegnia dan daya tetas telur ikan lele dumbo adalah 66.5 ppm Kata Kunci : ekstrak kemangi, telur lele dumbo, Saprolegnia sp.  ABSTRACT Ocimum sanctum L is one of the medicinal plants in Indonesia that has been used empirically. The plant is also known to contain substances as antibacterial and antifungal. the main component of  Ocimum sanctum L  is  flavonoids, glikosit, gallic acid and its esters, assam cafeic, and essential oils that contain eugenol around 70.5%. And actually so many  benefits of it. They are orientin and vicenin that can recovery the cell structure of the body. Then, cineole, myrcene and eugenol can be a natural antibiotic and anti-inflammatory. This research aims to determine the concentration of the leaf extraction of Ocimum sanctum L for hatchability of Clarias gariepinus eggs and a fungus saprolegnia sp. This research used experimental method to completely randomized design, which consists of five treatments and three replications. Treatment concentrations of extracts of basil provided includes 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm and 80 ppm, test parameters were the level of fungal attack (prevalence), hatchability rate (HR), Survival rate (SR), and water quality. Results of soaking eggs in extracts of basil that at a concentration of 60 ppm that showed the best results with a degree of fungal attack(pravelensi) 28.67%, hatchability of eggs produced is 71.33%, as well as providing a good survival is 84.13%.  The optimal concentration  of extract for preventing fungal attack  from  Saprolegnia  and hatching eggs is 66.5 ppm. Keywords: ocimum sanctum l extract, egg catfish, Saprolegnia sp.
PENGARUH DETERJEN TERHADAP KERUSAKAN JARINGAN INSANG, HATI, DAN TUBUH SERTA PERTUMBUHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) hendry yanto; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1975.066 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kosentrasi kritis deterjen melalui pengujian LC50-96 jam, konsentrasi deterjen terendah yang berpengaruh buruk secara kronis terhadap insang, struktur hati dan jaringan tubuh serta pertumbuhan ikan lele dumbo. Penelitian tahap pertama yang dilakukan adalah uji toksisitas akut untuk penentuan nilai LC50-96 jam dari deterjen terhadap ikan lele dumbo sebagai dasar untuk penentuan konsentrasi perlakuan pada uji toksisitas kronis. Penelitian tahap kedua berupa uji toksisitas kronis untuk mempelajari pengaruh kronis deterjen terhadap kerusakan jaringan insang, hati, urat daging dan pertumbuhan ikan lele dumbo. Percobaan dengan tiga ulangan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan berupa kosentrasi deterjen yang berbeda yaitu 10%; 20%, 30%, 40% dan 0% (kontrol) dari median lethal concentration LC50-96 jam (66,67 mg L-1). Kosentrasi deterjen pada uji kronis ini adalah 6,67; 12,34; 20,01; 26,68 mg L-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median lethal concentration deterjen pada ikan lele dumbo yaitu 66,67 mg L-1 pada LC50-96 jam. Konsentrasi deterjen 6,67 mg L-1 (10% deterjen) sudah berpengaruh negatif terhadap sel-sel hati, insang dan urat daging serta pertumbuhan ikan lele dumbo. Deterjen kadar 6,67– 26,67 mg L-1 menurunkan laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup ikan lele dumbo. Deterjen harus dihindarkan dalam media hidup (perairan) selama pemeliharan ikan lele dumbo. Katakunci: deterjen, insang, hati, dan ikan lele dumbo
TEKNIK PEMBIUSAN MENGGUNAKAN SUHU RENDAH PADA SISTEM KERING TERHADAP IKAN TENGADAK (Barbonemus schwanenfeldii) Victorius Bagus Hermawan; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.156 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.266

Abstract

Transportasi ikan hidup merupakan suatu metode pengangkutan ikan dalam kondisi hidup dengan kemasan dan cara tertentu. transportasi ikan hidup sistem kering merupakan hal yang baru, Pada transportasi ikan hidup sistem kering perlu dilakukan proses pemingsanan terlebih dahulu. Pengunaan suhu rendah dapat mengurangi stress, mengurangi kecepatan metabolisme dan konsumsi oksigen.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui suhu pembiusan optimum secara langsung terhadap tingkat kelulusan hidup ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) dalam transportasi tanpa media air (sistem kering). Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu suhu 7oC–8oC, 9oC–10oC, 11oC–12oC, 13oC–14oC dengan 3 ulangan. Sebagai unit percobaan calon induk tengadak  selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi suhu tercepat untuk memingsankan ikan tengadak adalah 7oC–8oC dengan waktu 119 detik. untuk kelangsungan hidup yang paling lama pada suhu 13oC–14oC selama 6 jam. Suhu yang optimum untuk pengangkutan ikan tengadak calon induk adalah suhu 13oC–14oC.Kata kunci : pembiusan, suhu rendah, sistem kering, tengadak
TOTAL ERITROSIT, HEMATOKRIT DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN SELINCAH (Belontia hasselti) DENGAN PEMBERIAN PAKAN YANG DITAMBAHKAN PROBIOTIK ASAL RAWA Tanbiyaskur, Tanbiyaskur; Wijayanti, Marini; Rarassari, Madyasta Anggana; Mukti, Retno Cahya
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.344 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4284

Abstract

Ikan selincah (Belontia hasselti) merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki potensi dikembangkan menjadi komoditas budidaya. Tantangan dalam kegiatan budidaya ikan selincah adalah masih rendahnya kelangsungan hidup ikan ketika dipelihara pada lingkungan budidaya. Pemberian bakteri kandidat probiotik asal rawa merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat pengaruh penambahan kandidat probiotik bakteri asal rawa yang ditambahkan pada pakan dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan performa kesehatan ikan selincah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari P0 (kontrol), P1 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan), P2 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 2,5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 7,5 ml.kg-1 pakan), P3 (Bacillus sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan dan Streptomyces sp. (106 CFU.ml-1) 5 ml.kg-1 pakan). Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup, total eritrosit dan hematokrit yang diuji dengan menggunakan analisis ragam (ANSIRA) pada kepercayaan 95%. Kualitas air yang diperoleh dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 menghasilkan nilai eritrosit tertinggi 8,62 ± 0,728 (106 sel mm-3), kadar hematokrit 38,73 ± 1,241 % , dan kelangsungan hidup 100%. Kata kunci : Bakteri, Ikan Selincah, Probiotik
SISTEM RESIRKULASI MENGGUNAKAN KOMBINASI FILTER YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus Hoeveni) Darma Yanti; eka indah raharjo; . farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.574 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1016

Abstract

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi filter yang terbaik pada sistem resirkulasi dalam meningkatkan pertumbuhan ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, filter batu dan kerikil B, filter batu, kerikil dan ijuk C, filter batu, kerikil dan spons D, filter arang, batu dan kerikil. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup, konversi pakan. Rata-rata pertumbuhan panjang dan bobot  mutlak adalah perlakuan B (3,157±0,08) dan (1,647±0,01). Tingkat kelangsungan hidup yang terbaik adalah perlakuan B (95,56±3,85).  Rasio konversi pakan yang terbaik adalah perlakuan B (1,92±0,11).

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue