cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENINGKATAN POTENSI REPRODUKSI IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) JANTAN MELALUI INDUKSI HORMONAL Tuti Puji Lestari; . . Farida; Abi Fahrurrazi; Nur Kur'ani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.443 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1849

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat meningkatan waktu maturasi dan nilai maturasi induk ikan cupang jantan yang diinduksi melalui oral. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan da 3 ulangan. Dosis hormone terdiri atas 5 taraf yaitu: 0,00 mL.kg-1 induk; 0,50 mL.kg-1 induk; 1,0 mL.kg-1 induk; 1,50 mL.kg-1 induk; dan 2,0 mL.kg-1 induk. Ikan uji yang digunakan sebanyak 135 ekor ikan jantan dengan bobot 1,00-3,15 g dan sudah mencapai tingkat kematangan gonad II. Ikan diberi pakan dua kali sehari (pagi dan sore) secara at satiation selama 7 minggu. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: waktu maturasi, maturase, morfologi gonad dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi hormone oodev melalui oral dapat meningkatkan kinerja reproduksi lebih baik (240%) dibandingkan induksi tanpa hormon. induksi hormone dalam pakan dapat menghasilkan induk matang 100%. Dengan demikian, induksi hormon 1,16 mL.kg-1 induk dapat menginduksi 2,4 kali lebih cepat.Kata kunci:Betta splendens, maturasi, Oodev, oral
PEMANFAATAN TEPUNG KEONG MAS (Pomacea canalicunata) SEBAGAI BAHAN SUBSITUSI TEPUNG IKAN DALAM PAKAN TERHADAP KERAGAAN PERTUMBUHAN IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) Heri Sandjojo; Hastiadi Hasan; Eko Dewantoro
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.893 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar tepung daging keong mas yang optimal sebagai bahan pakan subsitusi tepung ikan dalam pakan buatan terhadap keragaan pertumbuhan ikan nila gift. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian adalah benih ikan nila gift dengan berat rata- rata 1,6 gram dan padat penebaran 10 ekor/bak. Benih dipelihara dalam bak plastik berdiameter 48 cm dan tinggi 23 cm sebanyak 15 unit di isi air setinggi 15 cm dilengkapi dengan sistem aerasi selama 50 hari. Pakan uji yang digunakan berupa pellet kering dengan kandungan tepung daging keong mas 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari total tepung ikan dalam pakan. Pemberian pakan dilakukan secara adsatiasi dengan frekuensi 3 kali sehari yaitu pada pukul 07.00 pagi, 12.00 siang, dan 17.00 sore. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen dalam bentuk faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan tepung daging keong mas sebanyak 50% dan tepung ikan 50% dalam formulasi pakan ikan memberikan nilai kandungan protein dan lemak, retensi protein dan lemak, serta laju pertumbuhan harian yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Sedangkan penggunaan tepung daging keong mas sebanyak 27,23% dari total tepung ikan (50%) dalam formulasi pakan ikan telah memberikan nilai efisiensi pakan yang terbaik.Kata kunci : Tepung keong mas, Tepung ikan, Ikan nila gift.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS CACING BERBEDA SEBAGAI PAKAN TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN PLATY (Xiphophorus maculates) Pantoni, Dedry; Yanto, Hendry; Lestari, Tuti Puji
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.759 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3517

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontianak, jalan trans ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimntan Barat. Waktu pelaksanaannya ± 40 hari, persiapan alat dan bahan, Penelitian ini bertujuan untut mempelajari apakah jenis pakan alami berupa cacing yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kematangan gonad (TKG) ikan platy dan menentukan pakan alami berupa cacing yang sesuai untuk mempercepat tingkat kematangan gonad (TKG) ikan platy. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas telur, diameter telur, dan perubahan bobot ikan serta kualitas air. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad terbaik terdapat pada perlakuan A (Tubifex sp), nilai indeks kematangan gonad (IKG) terbaik terdapat pada perlakuan A (Tubifex sp) dengan rata-rata IKG sebesar 10,23% , kemudian nilai fekunditas ikan platy yang terbaik terdapat pada perlakuan A (Tubifex sp) dengan rata-rata nilai fekunditas sebesar 40 butir, sedangkan diameter telur terbaik pada ikan platy terdapat pada perlakuan A (Tubifex sp) dengan rata-rata diameter telur berkisar 1,82 mm dan nilai perubahan bobot ikan platy terbaik terdapat pada perlakuan A (Tubifex sp) dengan rata-rata pertumbuhan bobot berkisar 1,21 %. Kualitas air yang diperoleh selama penelitian yaitu pH (7,4), suhu (27,80C), dan DO (7,9 ml/L) yang dapat mendukung kehidupan dan pertumbuhan ikan platy
ASPEK TEKNIS ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERTAMBAKAN DI DESA SUKA BARU KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG hastiadi hasan; hendry yanto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.245 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuiaan lahan berdasarkan aspek teknis usaha budidaya perikanan di tambak yang berkaitan dengan produksi, dan menentukan tingkat teknologi dan komoditas yang sesuai di Desa Suka Baru Kecamatan Benua Kayong. Data yang dikumpulkan adalah parameter-parameter dari aspek biologi, fisik dan kimia lahan dan perairan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di Desa Suka Baru 1 (lokasi sampel dekat dengan Sungai Pawan depan Pulau Udang) memiliki nilai 64 %, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai kawasan pertambakan dan kawasan tersebut tidak direkomendasikan untuk lahan pertambakan.  Sebaliknya lokasi sampel Desa Suka Baru 2 yang merupakan bekas sawah yang tidak digunakan lagi  seluas 45 ha memiliki nilai 82 % sehingga dapat dikategorikan sangat sesuai.  Kawasan di lokasi sampel Desa Suka Baru 2 direkomendasikan dapat dijadikan kawasan pertambakan di Desa Suka Baru Kecamatan Benua Kayong. Desa Suka Baru memiliki daya dukung rendah, dan tingkat teknologi budidaya tambak yang dapat diterapkan adalah ekstensif atau tradisional. Jenis-jenis komoditas yang sesuai untuk dibudidayakan di tambak adalah udang windu, ikan bandeng, kakap putih, kepiting, dan berbagai jenis biota air payau lainnya
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK YANG DIBERI Brachionus sp DIPERKAYA WORTEL SEBAGAI SUMBER BETA KAROTEN hendra .; Hastiadi Hasan; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.758 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.482

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang diberi Brachionus diperkaya wortel sebagai sumber beta karoten. Larva ikan tengadak yang berumur 1 hari setelah menetas dipelihara dalam toples dengan volume 2 liter diisi air sebanyak 1 liter dengan kepadatan 20 ekor/L sebanyak 12 buah. Toples ditempatkan dalam ruangan heatchery dan dilengkapi dengan aerator. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu A (kontrol/tanpa pengkayaan), B (Brachionus yang diperkaya wortel 40 g/L), C (Brachionus yang diperkaya wortel 60 g/L) dan D (Brachionus yang diperkaya wortel 80 g/L). Pengkayaan dilakukan dengan cara menginkubasi Brachionus selama 2,5 jam dalam larutan yan mengandung wortel yang telah diblender. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang diperkaya dengan wortel ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanpa pengkayaan. Namun perlakuan yang terbaik didapatkan pada perlakuan D dengan pertumbuhan berat sebesar 0,58%, pertumbuhan panjang 6,38% dan kelangsungan hidup 61,67%. Kata Kunci: larva ikan tengadak, Brachionus sp, pertumbuhan, kelangsungan hidup, pengkayaan, wortel.
Growth Performance and Health Status of Giant Gouramy (Osphronemus gouramy Lac.) Seed Feeded With A Combination of Chitosan and Probiotic Supplements (Sinbiotic) Novian, Fitram; Grandiosa, Roffi; Rosidah, Dra; Pratiwi, Dian Yuni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.854 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4754

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the optimum level of addition of chitosan to the feed to increase the growth rate and daily feed consumption of giant gouramy. The method used in this research is an experimental method using a completely randomized design (CRD), which consists of five treatments and four replications. The treatments used were (A) giving 2.5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (B) 5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (C) 7 chitosan, 5 g/kg and 5 g/kg probiotics, (D) 10 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics, (E) without chitosan and probiotics (control). The test fish used were giant gouramy with a length of 7-9 cm and a weight of 7-9 g. The container used was hapa measuring 1 x 1 x 1 m3 as many as 20 pieces with a density of 20 fish for each treatment and 42 days of maintenance. The amount of feed given was 5% of the fish biomass. Data from observations of length and weight were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with a 95% confidence level, if there was a significant difference, Duncan's multiple distance test was performed. The results showed that synbiotics administration of 7.5 g/kg chitosan and 5 g/kg probiotics on feed gave the best results with the highest absolute length growth of 4,48 ± 0,3 cm, the highest absolute weight growth of 24,03 ± 3,1 g, the highest daily growth rate of 57,20 ± 7,3 %, feed conversion ratio the lowest was 1.6 ± 0,3 and the highest survival was 98,8 ± 3,2 % in giant gouramy. Keywords: giant gouramy, synbiotic, growth,chitosan,probiotic
Teknologi pembenihan ikan gabus (Channa striata) Muslim Muslim
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.425 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1312

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi. Potensi biologi ikan gabus yang tahan terhadap kondisi perairan yang kurang baik merupakan peluang untuk dikembangkan menjadi komoditi budidaya perikanan. Selain potensi biologi yang baik, ikan ini juga memiliki potensi bisnis yang sangat menjanjikan. Ikan ini selain dijadikan lauk pauk dalam bentuk segar, banyak produk olahan pangan menggunakan ikan gabus sebagai bahan baku olahan. Sekarang ikan gabus juga dijadikan bahan baku farmasi, karena kandungan albuminnya yang tinggi. Dengan keunggulan aspek biologi dan ekonomi, pembenihan ikan gabus memiliki prospek untuk menghasilkan benih yang akan digunakan untuk restoking sebagai upaya meningkatkan populasi ikan gabus di alam dan juga benih untuk kegiatan budidaya.
IDENTIFIKASI (JENIS PAKAN) IKAN TORI (Cryptopterus spp.) ASLI PERAIRAN SUNGAI SANGGAU KAPUAS- KALIMANTAN BARAT DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PERIKANAN BUDIDAYA Raharjo, Eka Indah; ., Rachimi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.336 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.3009

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi ikan tori asli di perairan Sungai Sanggau Kapuas Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2020 di Sungai Sanggau Kapuas Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui survei lapangan dan pengumpulan spesimen berdasarkan hasil tangkapan nelayan dan informasi dari nelayan di Sungai Sanggau Kapuas Kabupaten Sanggau. Data ikan tori yang ditemukan langsung di sungai dan berdasarkan informasi dari nelayan diidentifikasi secara visual. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan ikan tori Cryptopterus spp. di perairan sungai Sanggau Kapuas adalah nilai Indexs Prefonderance ikan tori yang mengkonsumsi Arthropoda (40,16%) sebagai pakan alami utama, dan Anellida (26,72%) serta tumbuhan air/lumut (18,27%) sebagai pakan alami tambahan. Kata Kunci: identifikasi, ikan tori, sungai sanggau kapuas, perikanan budidaya
KEBUTUHAN VITAMIN C DALAM PAKAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN VITALITAS DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) SELAMA DOMESTIKASI hendry yanto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.217 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.920

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar vitamin C dalam pakan untuk meningkatkan vitalitas, pengambilan pakan, dan laju pertumbuhan benih ikan semah ketika domestikasi.  Ada 8 jenis pakan yang mengandung protein dan energi yang relatif sama, tetapi berbeda kandungan vitamin C yang bersumber dari L-Ascorbyl-2-Phospahte Magnesium (APM) sebagai perlakuannya, dan setiap perlakuan memiliki 3 ulangan. Pakan tersebut diberikan pada benih ikan semah hasil tangkapan nelayan di perairan umum Kabupaten Sekadau yang berbobot rata-rata 1,03±0,13 g selama 60 hari pemeliharaan.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian vitamin C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan vitamin C di hati, kandungan protein dan lemak tubuh, retensi protein dan lemak tubuh, laju pertumbuhan harian, jumlah konsumsi pakan, laju konsumsi pakan harian, efisiensi  pemberian pakan, dan commulative mortality index (CMI) ikan semah.  Kadar vitamin C 100 mg kg-1 pakan adalah yang terbaik untuk meningkatkan laju pertumbuhan ikan semah.  Ikan semah memerlukan vitamin C 200 mg kg-1 pakan untuk menghasilkan vitalitas yang tinggi selama domestikasinya.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Alem .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.155 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.703

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva pada ikan biawan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A, pakan alami kuning telur (kontrol), Perlakuan B, pakan alami Chlorella sp, Perlakuan C, pakan alami Artemia sp, Perlakuan D, pakan alami Tubifex sp Hasil penelitian menunjukkan perlakuan. Hasil pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan  (C) Pakan Alami Artemia sebesar 12,61 ± 0,93%,   1,21 ± 0,03cm dan  84,00 ± 4,00%. Kata Kunci : Pakan Alami, Larva Biawan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue