cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
VARIASI WARNA, MORFOLOGI DAN KARAKTERISITK HABITAT LOKASI PENANGKAPAN IKAN SEPATUNG (PRISTOLEPIS) Muslim, Muslim
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.063 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2878

Abstract

Indonesia memiliki sumberdaya ikan sangat beragam yang dapat dikembangkan menjadi komoditi budidaya perikanan. Salah satu jenis ikan yang layak untuk dikembangkan adalah ikan sepatung (Pristolepis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi warna, morfologi dan karakteristik habitat ikan sepatung. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Penangkapan ikan menggunakan alat tangkap ikan tradisonal berupa jaring insang, pancing, bubu dan empang. Hasil sampling ditemukan 5 jenis ikan sepatung (Pristolepis) dengan fenotif berbeda. Warna tubuh: coklat-kuning, coklat kehitaman, hitam kekuningan, dan hitam. Jumlah jari-jari pada sirip: punggung (D.XII-XIV. 14-16), ekor (C.20-21), anal (A. III.8-9). Habitat:sungai utama, anak sungai, rawa banjiran, rawa gambut. Air: berarus-tidak berarus. Dasar perairan: berlumpur, berpasir, bergambut. Kualitas air: suhu (25-31 oC), oksigen terlarut (1,36-6,46 mg/L), ammonia (0,000-0,214 mg/L), alkalinitas (4-63 mg/L).
PENAMBAHAN OODEV DAN TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN UNTUK MEMPERCEPAT WAKTU MATURASI DAN BOBOT INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma teminckii) farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.472 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.922

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengevaluasi peran nutrient Curcuma longa (kunyit) dan hormon Oodev yang ditambahkan dalam pakan terhadap waktu maturasi dan bobot induk ikan biawan Helostoma teminckii. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yang terdiri atas 6 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan,faktor pakan terdiri atas 2 jenis pakan yaitu: pakan kontrol (pakan komersil 35%) pakan ditambah tepung kunyit 3 %.kg-1. Sedangkan faktor hormon terdiri atas tiga taraf yaitu: 0,0 mL.kg-1 induk, 0,5 mL.kg-1 induk dan 1.0 mL.kg-1 induk. Ikan uji yang digunakan sebanyak 126 ekor ikan betina dengan berat 10-30 g dan sudah mencapai TKG dua. Ikan diberi pakan tiga kali sehari (07.00, 12.00 dan 17.00 WIB) secara at satiation selama 8 minggu. Selama masa pemeliharaan parameter yang diamati meliputi: waktu maturasi dan pertambahan bobot induk. Berdasarkan hasil pengamatan penambahan oodev dan tepung kunyit dalam pakan untuk menginduksi pematangan gonad ikan biawan (helostoma teminckii) menyebabkan hampir semua induk bunting 100% dengan masa pemeliharaan selama 6-8 minggu pada perlakuan Pkod 1.0, PkTod 1.0, Pkod 0.5 dan PkTod 0.5. Kemudian Presentase peningkatan bobot induk tertinggi 41.80% dengan nilai bobot gonad 61.72% dan daging 25.80%.
KONSENTRASI PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KARET (Hevea brasiliensis) YANG BERBEDA UNTUK ANESTESI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP CALON INDUK IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskal) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Hastiadi Hasan; Farida .; Guruh Ertiyasa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.737 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.699

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi ekstrak biji karet untuk anestesi calon induk ikan bandeng. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan ke dalaman air yaitu A (kontrol), B (5 mL/L), C (10 mL/L) dan D (15 mL/L)dengan tiga kali ulangan. Analisis statistic menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda NyataTerkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstrak biji karet yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan bandeng yang berbeda sangat nyata. Dari hasil penelitian diperoleh data konsentrasi  ekstrak biji karet untuk kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan B (5 mL/L) yaitukelangsungan hidupsebesar100 %. Kata Kunci :Ekstrak biji karet, KelangsunganHidup, ikan bandeng
PENGARUH INJEKSI HORMON HUMAN CORIONIC GONADOTROPIN (hCG) TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD IKAN KEBALI (Oesteochilus Schlegeli Blkr) Eko Dewantoro; Purnamawati .; Rachimi .; Rudi Alfian; Akhmad Fadil
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.1 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.2117

Abstract

The purpose of this study is to determine the optimal dose of hCG homrone on gonad maturation of parent prospective of kebali fish through regular injection. The research was carried out in Aquatic Environment Laboratory of Fisheries and Marine Science Faculty, Universitas Muhammadiyah Pontianak and Floating Net Cage (KJA) in Kelurahan Parit Mayor of Pontianak, that was carried out for 60 days. The expermental design used was a randomized block design (RBD) consisting of 3 groups and each group consisted of 6 treatments. As a treatment is hCG hormone was injected periodically from doses of 0 to 250 IU/kg of fish. Variables observed were Gonad Maturity Level (TKG), Gonado Somatic Index (GSI), Hepato Somatic Index (HSI), fecundity and eggs diameter. The results showed a dose of 150 until 250 IU/kg of fish can reach TKG IV with a greater proportion, a dose of 100 IU/kg of fish can reach TKG III, while the doses below only reach TKG I and II. The average value of HSI in each treatment was 0.74-1.57% and the GSI value is 1.64-4.51% with the highest HSI and GSI achieved at hCG injection with a dose of 150 IU/kg of fish that was with an index value of 1.57% and 4.51% respectively. The average of fish fecundity at hCG hormone doses of 100–150 IU/kg of fish ranged from 11,592–18,059 eggs, with the highest fecundity (18,059 eggs) achieved at the hormone dose of 250 IU/kg of fish. The range of eggs diameter produced after gonad maturation were 0.07–0.37 mm, hCG injection treatments of 150–250 IU/kg generally produces eggs that are 0.24–0.31 mm in size, and the injection dose was 250 IU/kg in part large eggs have a diameter of 0.28–0.31 mm. Water quality during the study was quite supportive for the maturation process of the ovary. Periodic injection of hCG hormone at a dose of 150 IU / kg of fish is the best dose for gonad maturation of kebali fish.
PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Ahmad Riduan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.617 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.693

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan padat penebaran benih ikan biawansehingga dapat menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan biawan yang baik.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A pada tebar benih biawan 2 ekor/l, Perlakuan B pada tebar benih biawan 4 ekor/l, Perlakuan C pada tebar benih biawan 6 ekor/l dan Perlakuan D pada tebar benih biawan 8 ekor/l. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan A Pertumbuhan berat harian yang terbaik terdapat pada perlakuan A yaitu 2 ekor/liter yang rata-rata berat harianya (3,25±0.03 g) danPertumbuhan panjang (1,33±0.15 cm).Sedangkan nilai Konversi pakan terbaik (3.1 ± 0.1) dan kelangsungan hidup pada perlakuan A meberikan hasil terbaik adalah 84.17 %.Kata Kunci: padat tebar, benih biawan, pertumbuhan, kelangsungan hidup ABSTRACT This research aims to determine the fish seed biawan promised solid so that it can generate growth and survival of fish seed biawan. Research using Rancangan Acak Lengkap  (RAL) according to Hanafiah (2012), which consists of 4 treatments and 3 replicates. The composition of treatment is Treatment A on seeding biawan 2 tail/l, Treatment B in seeding biawan 4 tails/l, Treatment C at seeding biawan 6 tail/l and Treatment D on seeding biawan 8 tail/l. Result showed treatment A daily weight growth is best, there is on A treatment that is 2 tail/liter average daily weight (3.25 ± 0.03 g) and growth in length (1.33 ± 0.15 cm). While the value of the best feed conversion (3.1 ± 0.1) and survival in the treatment of A gave the best result was 84.17%.Keywords : stocking density, biawan seed, growth, survival rate
ADDITION EFFECT OF MARIGOLD (Tagetas erecta) FLOWER FLOUR IN FEED FOR COLOUR QUALITY OF FRY BOTIA FISH (Chromobotia macracanthus) Rini Rifatul Jannah; Eka Indah Raharjo; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.67 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2238

Abstract

Ikan Botia merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki warna tubuh yang menarik, sehingga kecarahan warnanya perlu diperhatikan. Bunga marigold memiliki kandungan karotenoid dari golongan xantofil, yakni lutein yang dapat menjadikan kualitas warna ikan botia lebih cerah. Penelitian ini dilakukan selama 5 minggu dengan formulasi pakan yang berbeda sebanyak 5 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bunga marigold berpengaruh sangat nyata terhadap kecerahan warna ikan botia dan formulasi penambahan TBM sebanyak 2 % merupakan formulasi perlakuan yang terbaik. Penambahan tepung bunga marigold tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot tubuh relatif dan kelangsungan hidup ikan botia.
PENGARUH PERSENTASE PERGANTIAN AIR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Eka Indah Raharjo; Sunarto .; Mordik Erdiansyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.096 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase pergantian air yang optimum terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan Baung. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Balai Besar Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Persentase pergantian air antara lain adalah, perlakuan A (control), B (25%), C (50%), dan D (75%). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah laju pertumbuhan harian, Efisiensi pakan, kelangsungan hidup serta kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan pergantian air pada kosentrasi 25% dapat meningkatkan nilai laju pertumbuhan harian dan memperkecil nilai konversi pakan serta meningkatkan nilai kelangsungan hidup pada benih ikan baung .                                                                                                                                             Kata kunci : Pergantian Air, Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus)
PROPORSI KELAMIN JANTAN IKAN GUPPY (Poecilia reticulate) DENGAN PERENDAMAN EKSTRAK BATANG PASAK BUMI (Eurycoma longifolia) Naisya, Zaura; Dewantoro, Eko; Lestari, Tuti Puji
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.512 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak pasak bumi terhadap proporsi jantanisasi ikan guppy dan menentukan kosentrasi ekstrak batang pasak bumi yang terbaik untuk menghasilkan ikan guppy jantan. Metode dilakukan menggunakan larva ikan guppy yang baru menetas berumur 5 hari. Pembuatan ekstrak pasak bumi dengan methode maserasi, pembuatan ekstrak dilakukan dengan merendam 500 gram serbuk ke dalam etanol (96%) sebanyak 3.2 liter diaduk dengan stirer selama 3 jam kemudian didiamkan selama 24 jam. Filtrat diuapkan dengan rotary evaporator dengan suhu 60°C sampai diperoleh ekstrak kental. Proses ekstraksi dilakukan kurang lebih sebanyak 1 kali. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan 3 ulangan. Perendaman pasak bumi diberikan selama 24 jam dengan dosis berbeda, pemeliharaan setelah perendaman selama ±60 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan guppy jantan perlakuan berkisar antara 73,02%-96.80%, persentase ikan guppy betina berkisar antara 9,58%-24,84%, dan persentase ikan guppy interseks berkisar antara 0,00%-4,41%. Kosentrasi terbaik ekstrak batang pasak bumi adalah 80 mg/L dengan nilai tertinggi 96.80% pada perlakuan E. Kata Kunci: ekstrak pasak bumi, jantan, nisbah kelamin, perendaman.
PENGARUH BIOREMEDIASI TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI(LITOPENAEUS VANNAMEI)YANG DIPELIHARA DALAM BAK BETON purnamawati .; mohammad idham shilman; susilawati .; budiman .; slamet tarno
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.632 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1315

Abstract

Penggunaan bioremediasimerupakan salah satu cara untuk memperbaiki lingkungan budidaya dan menekan penyakit pada budidaya udang intensif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukankonsentrasibioremediasi yang terbaik terhadap sintasandan pertumbuhan udang vannamei(Litopenaeus Vannamei). Penelitian ini dilakukan di Hatchery Udang,Center of Technology (COT), Politeknik Negeri Pontianak. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi bioremediasi 2,6 mL/m3/3 hari dan konsentrasi 2,0 mL/m3/3 hari.Udang vannamei berukuran panjang awal rata-rata0,65±0,10 cm dan bobot awal rata-rata 0,8±0,01 g dipelihara dalam bak beton ukuran4 x 3 x 1,5 mdengan padat tebar rata-rata 300ekor/m2, selama 60 hari.Udang diberi pakan pellet komersial dengan kadar protein ± 40%, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan dosis 8% per bobot rata-rata biomas.Hasilpenelitian menunjukan bahwa pemberian bioremediasi dengan kosentrasi 2,0 mL/m3/3 hari menghasilkannilai rata-rata sintasan, laju pertumbuhan spesifik dan efisiensi pemanfaatan pakan berturut-turut adalah 75,03%, 5,75%/hari dan 39,8%. Ketiga variabel tersebutmemberikan pengaruh yang tidak berbeda signifikan bila dibandingkan dengan konsentrasi 2,6 mL/m3/3 hari.Kata kunci: Litopenaeus vannamei, bioremediasi, bak beton.
PERSENTASE JANTAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) HASIL PERENDAMAN DENGAN EKSTRAK DAUN SENGGANI (Melastoma candidum) DOSIS BERBEDA Safir, Muhammad; Ghandi, Indira; Serdiati, Novalina; Madinawati, Madinawati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4888

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis optimum ekstrak daun senggani dalam menghasilkan persentase jantan tertinggi pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap yang teridiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan yakni dosis ekstrak daun senggani; 0 (A/kontrol); 20 (B); 40 (C); 60 (D); 80 ppm (E). Larva ikan nila umur 7 hari direndam dalam air yang berisi ekstrak daun senggani sesuai dosis perlakuan selama 4 jam. Pasca perendaman, larva ikan nila dipelihara selama 60 hari. Pakan berupa cacing sutera diberikan selama 30 hari pertama dan selebihnya diberi pellet. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 3 kali sehari (pukul 07.30-08.00, 12.30-13.00, dan 17.30-18.00 Wita). Hasil penelitian menunjukkan persentase kelamin jantan (KJ) pada perlakuan A, B, C, D, dan E secara berurut masing-masing sebesar 45%, 65%, 72%, 77,5%, dan 80%. Laju pertumbuhan harian (LPH) dan kelangsungan hidup (KH) untuk semua perlakuan berkisar antara 7,28-7,58 %/hari dan 85-95%. Hasil analisis menunjukkan persentase KJ ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan 80 ppm yakni sebesar 80%. LPH dan KH tidak berbeda secara signifikan antar semua perlakuan (P>0,05). Kesimpulan, ekstrak daun senggani (M. candidum) dengan dosis 80 ppm menghasilkan persentase jantan tertinggi (80%) pada ikan nila.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue