cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PEMANFAATAN TEPUNG RUMPUT LAUT Ulva lactuca SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Fadilah, Fadilah; Lumbessy, Salnida Yuniarti; Laily Fitriani Mulyani, Laily Fitriani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4828

Abstract

Rumput laut Ulva lactuca atau selada laut adalah makro alga yang tergolong dalam divisi chlorophyta dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemanfaatan tepung rumput laut U. lactuca sebagai bahan baku pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (O. niloticus). Metode digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu kontrol (A), tepung U. lactuca 8% (B), 16% (C), dan 24% (D). Ikan nila yang digunakan berukuran 1-2 g dan panjang 3-5 cm dengan lama pemeliharaan 50 hari. Parameter yang diukur adalah berat mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik harian, feed convertion ratio (FCR), efesiensi pemanfaatan pakan (EPP), tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air. Data dianalisa menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung U. lactuca dapat meningkatkan berat mutlak dan panjang mutlak ikan nila, namun tidak mempengaruhi laju pertumbuhan spesifik harian, FCR, efisiensi pemanfaatan pakan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila. Penambahan tepung U. lactuca sampai dengan konsentrasi 16% memberikan kemampuan yang sama dengan perlakuan kontrol dalam meningkatkan berat mutlak ikan nila sebesar 4,88 g dan panjang mutlak sebesar 2,42 cm.
PENGARUH LAMA PENYINARAN TERHADAP WARNA TUBUH, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA IKAN MOLLY (Poecillia sphenops) Ramananda, Ilham; Hasan, Hastiadi; Lestari, Tuti Puji
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5722

Abstract

Ikan molly merupakan ikan hias yang sangat diminati, dikarenakan bentuk, warna cemerlang, kelengkapan fisik dan tingkah laku yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama penyinaran terhadap peningkatan warna tubuh, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup pada ikan molly. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi pengamatan warna, laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), komsumsi oksigen dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukn bahwa hasil pengamatan pada warna ikan yang paling baik terdapat pada perlakuan E (24 jam/hari) dengan nilai skor 7 TCF 0915, pada laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup terdapat hasil yang berbeda sangat nyata. Nilai laju pertumbuhan spesifik d engan rata-rata berat awal 1,4 g dan pada berat akhir menjadi 3,5 g pada ikan molly dan panjang spesifik dengan rata-rata panjang awal 3,6 cm dan panjang akhir 6 cm, kelangsungan hidup ikan molly di pada perlakuan A, B, C, D dan E 100%(SR), komsumsi oksigen dengan nilai terbaik pada perlakuan C (12 jam/hari). Dan kualitas air yang diperoleh selama penelitian yaitu suhu 27-28ºC, pH 6,2-7,0, Do 9,3-9,7 dan ammoniak 1,0-1,5
ARTIKEL REVIEW: TEKNIK PEMBENIHAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) DENGAN METODE PEMIJAHAN ALAMI Ramadhani, Ayu Winna; Islamy, R. Adharyan; Hakim, Faisal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5538

Abstract

Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan karena pertumbuhannya cepat, berukuran besar, serta tingkat prevelansi penyakit yang rendah. Faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pembenihan Udang Galah adalah pemilihan induk, pemeliharaan calon induk, metode pemijahan, manajemen pakan, pengendalian hama dan penyakit, serta manajemen kualitas air. Dengan demikian, kegiatan ini membutuhkan perhatian khusus untuk mencapai keberhasilan budidaya Udang Galah. Pelaksaan observasi partisipatif dilaksanakan selama satu bulan di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini bertujuan mengetahui kondisi optimal yang diperuntukkan pembenihan Udang Galah. Pembenihan Udang Galah di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Kabupaten Probolinggo menghasilkan benur Udang Galah sebanyak 11.000 ekor. Kualitas air dari bak pemeliharan benih yang meliputi suhu, salinitas dan DO diantaranya ialah 27℃ - 29℃; 6 – 11 ppt; pH 8,2 – 8,5 dan 7,5 – 8,2 mg/L.
SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN VITAMIN E DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PRODUKSI DAN DAYA TAHAN TUBUH BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) Fadhillah, Radhi; Zulfadhli, Zulfadhli; Lestari, Tuti Puji; Burhanis, Burhanis; Alauddin, Alauddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5328

Abstract

Keberhasilan kegiatan produksi budidaya ikan patin sangat erat kaitannya dengan peningkatan pertumbuhan ikan patin dalam proses pemeliharaan. Pemberian suplemen yang tepat pada pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja produksi dan daya tahan tubuh benih ikan patin (Pangasius sp.) melalui suplementasi ektrak daun kelor dan vitamin E dalam pakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan penelitian yang diteliti terdiri dari 4 Perlakukan dan 4 Ulangan, yaitu: A). Kontrol: Pakan Komersil; B). Pakan Komersil+ EDK 100mL/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; C). Pakan Komersil + EDK 150 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; D). Pakan Komersil + EDK 200 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan. Hasil Analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor dan vitamin E kedalam pakan dapat meningkatkan kinerja produksi benih ikan patin seperti penambahan bobot mutlak, Efisiensi pakan, Food convertion ratio dan laju pertumbuhan spesifik benih ikan patin (P0,05). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan Vit.E dalam pakan menghasilkan perbedaan yang nyata, hal ini ditunjukkan perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan C yaitu penambahan EDK 100ml/kg pakan+ Vit. E 200mg/kg pakan.
KOMBINASI KITOSAN DAN TEPUNG PISANG SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Grandiosa, Roffi; Febrianti, Dind Ayu; Iskandar, Iskandar; Rosidah, Rosidah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar optimum penambahan kitosan pada pakan terhadap peningkatan laju pertumbuhan ikan gurame. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang tediri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (A) tanpa pemberian kitosan dan tepung pisang (kontrol), (B) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 5 g/kg, (C) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 10 g/kg, (D) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 15 g/kg, (E) pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg dan tepung pisang sebesar 20 g/kg. Ikan uji yang digunakan adalah ikan gurame dengan ukuran panjang 4 – 6 cm dan bobot 2 – 4 g. Wadah yang digunakan adalah hapa berukuran 1 x 1 x 1 m3 sebanyak 15 buah dengan kepadatan 15 ekor ikan tiap perlakuan dan lama pemeliharaan selama 42 hari. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3% dari biomassa ikan. Data hasil pengamatan panjang dan bobot dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji jarak berganda Tukey. Hasil riset menunjukkan pemberian kitosan sebesar 7,5 g/kg pakan memberikan hasil terbaik dengan pertumbuhan panjang mutlak tertinggi sebesar 2,23 cm, pertumbuhan bobot mutlak tertinggi sebesar 1,93 g, laju pertumbuhan harian tertinggi sebesar 5,46%, rasio konversi pakan terendah sebesar 1,10 dan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 93,3% pada ikan gurame.
PENINGKATAN KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG ECENG GONDOK YANG DIFERMENTASI DENGAN CAIRAN RUMEN SAPI (Eichhornia crassipes)SEBAGAI PAKAN IKAN IKAN AIR TAWAR Novitaszari, Reni; Burhanuddin, Burhanuddin; Akmaluddin, Akmaluddin; Hamsah, Hamsah; Salam, Nur Insana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5700

Abstract

Eceng gondok (Eichomia crassipes)adalah tanaman air yang dapat diolah menjadi pakan ikan. baik untuk ikan yang sifatnya pemakan tumbuhan, hewan, maupun keduanya. Jenis ikan yang sifatnya pemakan keduanya adalah ikan Nila, selain itu, jenis ikan ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi serta mudah untuk dibudidayakan. Tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes) eceng gondok memiliki kandungan nilai gizi yang sangat baik dapat dengan mudah dicerna oleh ikan. Pengolahan eceng gondok menjadi pakan, dapat dilakukan dengan proses fermentasi. Penggunaan tanaman eceng gondok (Eichomia crassipes) sebagai pakan, memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi yaitu bahan kering 8,05%, protein kasar 13,86%, serat kasar 21,10%, lemak kasar 0,98%, abu 1,65%, bahan eksrak tanpa nitrogen (BETN) 29,16%. Salah satu kegunaan fermentasi merupakan untuk menurunkan kadar serat yang terdapat pada bahan seperi tepung eceng gondok dengan bantuan mikrooerganisme. Salah satu sumber mikroorganisme yang dapat digunakan dalam proses fermentasi adalah cairan rumen sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kualitas Nutrisi Tepung eceng gondok (Eichomia crassipes) yang difermentasi cairan rumen sapi. Penelitian ini akan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diuji. Berdasarkan dari hasil penelitian Peningkatan Kandung tepung eceng gondok yang dimanfaatkan cairan rumen sapi dapat disimpulkan bahwa tepung eceng gondok yang di fermentasi mengunakan cairan rumen dengan dosisng 1,5% mampu menikatakan derajat hidrolisis protein, derajat hidrolisis karbohidrat dan derajat hidrolisis serat dan derajat hidrolisis lemak dan mampu juga meningkatkan kadar protein kasar dan mampu meningkatkan kadar serat bahwa dosis 1,5% yang terbaik untuk dijadikan sebangai bahan baku pakan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP KESEMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Rahayu, Endang; Dewantoro, Eko; Farida, Farida; Hadiarti, Dini
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5704

Abstract

Jelawat fish (Leptobarbus hoevenii) are found in several rivers in Kalimantan and Sumatra. Often encountered obstacles in fish farming is the bacterial disease Aeromonas hydrophila, known as Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Treatment of disease can use natural ingredients that function as antimicrobials. Papaya seeds contain antimicrobials; besides that, they also contain secondary metabolites such as phenols, terpenoids, alkaloids, and saponins. The terpenoid group is the main component of papaya seeds and has antibacterial activity. This study aims to determine the effectiveness of the best papaya seed extract on the survival of jelawat fish infected with Aeromonas hydrophila bacteria. The treatment in this study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments were treatment A (soaking with papaya seed extract at 0 ppm), treatment B (soaking with papaya seed extract at 40 ppm), treatment C (soaking with papaya seed extract at 80 ppm), and treatment D (soaking with papaya seed extract at 120 ppm). The results showed that the administration of papaya seed extract by immersion had a significant effect on the response to high feeding, with an average absolute weight growth value of 1.33 grams, a 100% survival rate, and wound healing in sharks infected with A. hydrophila bacteria starting to normalize or heal. Meanwhile, the water quality observed during the study was quite supportive for the survival of the jelawat, with temperatures ranging from 27–28, dissolved oxygen (DO) ranging from 7-8.7 mg/L, pH ranging from 6.5 to 7.3, and ammonia values from 0.1–0.3 mg/L. Giving 80 ppm through soaking papaya seed extract with jelawat fish is the best.
PENGARUH KOMPOSISI FILTER TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio) DENGAN SISTEM RESIRKULASI Ardianti, Sri Ayu; Junaidi, Muhammad; Setyono, Bagus Dwi Hari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5318

Abstract

Penerapan sistem resirkulasi pada kegiatan budidaya ikan memberikan keunggulan terutama dalam meningkatkan kualitas air dan menghemat air karena dapat memanfaatkan ulang air yang sudah digunakan melewati sebuah filter. Penggunaan jenis filter yang berbeda dapat memberikan hasil yang berbeda pula terhadap kualitas dan pertumbuhan ikan yang dipelihara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan filter dengan komposisi yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan koi. Penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan komposisi filter cangkang kerang darah, batu apung, ijuk (A), cangkang kerang darah, batu apung, ijuk, pasir silica (B), cangkang kerang darah, batu apung, ijuk, zeolite (C), cangkang kerang darah, batu apung, ijuk, arang aktif (D). penelitian yang diamati adalah laju pertumbuhan panjang spesifik, laju pertumbuhan panjang mutlak, laju pertumbuhan berat spesifik, laju pertumbuhan berat mutlak, dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menghasilkan bahwa perlakuan komposisi filter yang berbeda berpengaruh signifikan (p
TEKNIK BUDIDAYA IKAN ARWANA SUPER RED Scleropages formosus UNTUK MENGHASILKAN BENIH SIAP TEBAR Iskandar, A; Revan, M; Carman, O; Widianti, D; Indriastuti, C E
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5285

Abstract

Arwana super red Scleropages formosus merupakan jenis ikan hias yang termasuk kategori low-volume high-value. Saat ini pemenuhan permintaan ikan arwana masih banyak didominasi oleh ikan hasil tangkapan yang jika berlangsung secara terus menerus, ikan ini akan punah dari ekosistem di habitatnya. Salah satu upaya guna mengatasi hal tersebut adalah diseminasi informasi teknik budidaya ikan arwana agar keberadaan ikan ini tetap lestari serta dapat merangsang pengembangan perekonomian masyarakat pembudidaya dengan mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Dalam studi ini alur kegiatan budidaya dibagi kedalam 5 tahapan yang dimulai dari pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemanenan larva, pemeliharaan larva dan pemeliharaan benih. Ikan arwana super red dipelihara dengan padat tebar 1 ekor/m2 dan dipijahkan secara alami dengan perbandingan induk jantan dan betina 2:3. Selama proses studi, fekunditas rata-rata perekor induk betina sebanyak 25-35 butir telur, fecundity rate 95% dan persentase hatching rate telur rata-rata sebesar 75%. Larva hasil budidaya dipelihara selama 3 bulan sampai mencapai ukuran 25 cm dengan rata-rata persentase tingkat kelangsungan hidup benih mencapai 90%. Sebelum dijual kepada konsumen, ikan dipasangi microchip dan dilengkapi dengan sertifikat sebagai penanda bahwa ikan tersebut berasal dari penangkaran resmi yang memiliki CITES bukan dari tangkapan alam liar.
EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN PADA USAHA PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) POLA TAMBAK INTENSIF PUSAT UNGGULAN TEKNOLOGI (PUT) POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK DI MEMPAWAH Shilman, Muhammad Idham; Suparmin, Suparmin; Irmawan, Fadly; Budiman, Budiman
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.4820

Abstract

Udang vaname memiliki banyak keunggulan mulai dari harganya yang tinggi, cepat tumbuh dan tahan penyakit. Pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam budidaya udang vaname karena menyerap 60-70% dari total biaya operasional, sehingga pemberian pakan perlu diperhatikan terutama efisiensinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio konversi pakan (FCR), tingkat efesiensi penggunaan paka (EP) dan kelangsungan hidup (SR) udang vaname pada usaha pembesaran dengan pola tambak intensif di Pusat Unggulan Teknologi (PUT) Politeknik Negeri Pontianak di Mempawah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskripif. Teknik pengumpulan Data yang yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan terhadap jumlah pakan yang tersisa pada anco (dalam %) dari jumlah pakan yang diberikan pada setiap pemberian pakan untuk mengetahui Efisiensi pemberian Pakan (EP), Feed Convertion Ratio (FCR) dan Survival Rate (SR). Nilai FCR tambak A1 dan A2 memiliki nilai yang sama yaitu 1,3. Efisiensi pakan pada tambak A1 74.6 %, sedangkan pada tambak A2 sebesar 77.2 %. Nilai SR tertinggi yaitu pada tambak A2 dengan nilai 81.5 % dibanding dengan tambak A1 dengan nilai 75,0. Berdasarkan hasil yang diperoleh, tambak usaha pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada Pusat Unggulan Teknologi (PUT) Politeknik Negeri Pontianak di Mempawah yang menunjukan hasil terbaik, layak dan efisien adalah pada tambak A2. Kata kunci :Udang vaname, Litopenaeus vannamei, Efesiensi pakan, PUT Polnep

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue