cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 8 (2023)" : 15 Documents clear
Analisis Manfaat E-Booklet dalam Mengedukasi Masyarakat tentang Hipertensi di Rumkitban JS/00.08 Bintaro Jakarta Selatan Wiwik Anggraini; Citra Fitri Agustina; Wening Sari; Endy Muhammad Istiwara
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3240

Abstract

World Health Organization (WHO) mengestimasikan prevalensi hipertensi secara global sebesar 22% dan kurang dari seperlima yang melakukan upaya pengendalian terhadap tekanan darah. Kepatuhan diet dan minum obat anti hipertensi, serta modifikasi lingkungan merupakan hal penting yang dapat mengontrol hipertensi. Pemberian edukasi dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran untuk mengikuti manajemen hipertensi yang disarankan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan dan sikap responden setelah pemberian edukasi. Metode penelitian adalah Quasi Experimental denngan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah masyarakat di Rumkitban JS/08.00 Bintaro Jakarta Selatan dengan jumlah sampel 55 orang dari total populasi berjumlah 120 orang. Hasil penelitian didapatkan demografi responden dominan perempuan (69,1%), usia lansia (89,1%), memiliki pekerjaan (61,8%), penghasilan dominan di bawah UMR (60,0%), dengan tingkat pendidikan dominan (SMA 947,3%). Frekuensi pengetahuan menunjukkan terjadi peningkatan nilai rerata dari 61,63 menjadi 79,09, nilai rerata sikap responden dari 36,74 menjadi 41,57 dan persepsi responden tentang E-booklet hipertensi baik. Berdasarkan hasil tersebut dengan menggunakan uji Wilcoxon dapat disimpulkan terdapat hubungan antara E-Booklet dengan meningkatnya pengetahuan dan perubahan sikap.
Public Awareness of Intestine Protozoa Risk Factors in Koncang Village Pandeglang Banten and Its Review According to Islam Muhammad Hafizh Al-Fatah Imanov; Ambar Hardjanti; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3270

Abstract

Introduction: Intestinal protozoa are widely distributed throughout the world, especially in tropical countries with poor sanitation. WHO estimates that around 3.5 billion world population, especially children, are infected with various types of intestinal parasites, and as many as 450 million of them fall ill. Indonesia has a relatively high prevalence with incidence rates of intestinal protozoa reaching 10-18%. The purpose of this study was to determine public awareness of the risk factors for diseases caused by intestinal protozoa in the Pandeglang community in Koncang Village.Method: This research is descriptive quantitative with cross sectional approach. The population in this study were the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, totaling 49 people. The type of data is primary data using a previously prepared questionnaire. The technique used in data analysis is the chi-square test.Result: The results showed that the level of public knowledge about intestinal protozoa disease was not good, the level of community attitude was good, the level of community behavior was good. Based on the results of statistical tests, there is a relationship between knowledge and behavior towards intestinal protozoa disease in the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.019 (p-value 0.05). There is no relationship between attitudes and behavior in the people of Koncang Village, Pandeglang Regency, with a p-value of 0.906 (p-value 0.05).Conclusion: There is a statistically significant relationship between knowledge and behavior towards intestinal protozoa disease. There was no statistically significant relationship between attitudes and behavior towards intestinal protozoa disease.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Ras/Suku Dengan Kemampuan Mengecap Phenylthiocarbamide (Ptc) Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Azriel Al Mushorih; Endang Purwaningsih
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3458

Abstract

Kemampuan mengecap PTC seseorang dapat berguna dan penting untuk mempelajari keragaman genetik pada populasi manusia. Sensitifitas rasa PTC penting dalam pemilihan makanan. Jenis kelamin ditentukan pada saat pembuahan. Kromosom X dari sel telur bergabung dengan kromosom seks dari sperma, baik kromosom Y menjadikan pria atau XY atau kromosom X lainnya menjadikan wanita atau XX. Suku/Ras dapat diartikan sebagai pengelompokan atau penggolongan manusia berdasarkan karakteristik fisik yang diturunkan. Tujuan penelitian adalah mengetahui frekuensi tester dan genotipnya pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Tahun akademik 2021 dihubungkan dengan jenis kelamin dan ras/suku. Metode Penelitian adalah eksperimental dengan rancangan cross sectional. Tes PTC dilakukan menggunakan lakmus PTC. Data jenis kelamin dan ras/suku diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS Statistic versi 26 dan menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 202 mahasiswa didapatkan mahasiswa tester sebanyak 139 dan nontester sebanyak 63. Diantara mahasiswa tester sebagian besar berjenis kelamin perempuan. Frekuensi gen t sebesar 0,5584 dan frekuensi gen T sebesar 0,4415. Mahasiswa yang berasal dari suku jawa paling tinggi dan mahasiswa dari Bengkulu, Melayu dan Lampung paling rendah. Berdasarkan kemampuan mengecap rasa pahit (tester/nontester), jenis kelamin, dan ras/suku frekuensi tertinggi adalah suku jawa pada perempuan tester, sedangkan frekuensi terendah adalah suku Bengkulu, melayu, dan lampung pada laki-laki tester dan perempuan tester. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jenis kelamin dan ras/suku terhadap kemampuan mengecap PTC.
Relationship between Physical Activity with Sleep Quality in The Pandemi Time of Yarsi University Students Class of 2020 and The Review According to The Islamic Point of View Ari Fajar Maulana; Miranti Pusparini; Endy Muhammad Astiwara
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3045

Abstract

Sleep is one of the basic human needs, meaning that humans naturally need sleep as a daily necessity. Sleep quality is influenced by many things, one of which is physical activity. The Covid-19 pandemic has made students spend a lot of time at home which allows them not to do physical activity. This study aims to determine the relationship between physical activity and sleep quality of students at the medical faculty of YARSI University. This research is a correlational study with a cross sectional design. The population of this study were YARSI University medical faculty students class of 2020. The sampling technique was purposive sampling. The total sample is 142 students. Physical activity instruments using the Global Physical Activity Questionnaire and the Pittsburgh Quality Sleep Index as sleep quality instruments. Data analysis using Chi Square with a confidence level of 95%. The results of the chi square analysis obtained a value (p) = 0.013 and Odd Ratio (OR) = 3.097. These results indicate that there is a significant relationship (p0.05) between physical activity and sleep quality. Subjects who are active in physical activity have the opportunity to get good quality sleep 3,097 times higher than subjects who are not active.
Hubungan Status Gizi pada Balita 2-5 Tahun dengan Pola Asuh Pemberian Makan dan Tingkat Pendidikan Ibu di Desa Ciladaeun Lebak-Banten Tinjauan Menurut Pandangan Islam Sopa fauziah; Rika Ferlianti; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3250

Abstract

Malnutrisi merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh asupan atau pemberian nutrisi yang tidak akurat maupun yang tidak mencukupi. Malnutrisi lebih sering disambungkan dengan asupan nutrisi yang kurang atau sering disebut undernutrition (gizi kurang) yang bisa disebabkan oleh penyerapan yang buruk atau kehilangan nutrisi yang bertambah. Di daerah Banten pada tahun 2020, balita yang mengalami gizi kurang (BB/U) sejumlah 30.078 balita. Pola pengasuhan dan tingkat pendidikan ibu dapat mempengaruhi status gizi anak, karena pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya dari asupan nutrisi akan tetapi kasih sayang, perhatian, kenyamanan dan pola asuh yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pola asuh pemberian makan dan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi balita 2-5 tahun berdasarkan indeks BB/U di Desa Ciladeun Lebak-Banten. Metode penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitan menggunakan cross sectional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara wawancara dan kuisioner. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS Statistic versi 24 dan menggunakan analisis univariat serta analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi pada balita adalah “normal” yaitu sebesar  73,9%, pola asuh pemberian makan oleh  ibu pada anak balita adalah “tepat” yaitu sebesar 53,6%, tingkat pendidikan ibu berada di tingkat “rendah” yaitu sebesar 92,8%. Sehingga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubunganyang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi di Desa Ciladaeun Lebak-Banten.Malnutrition is a medical condition caused by inaccurate or insufficient intake or administration of nutrients. Malnutrition is often associated with inadequate nutrient intake or undernutrition, which can be caused by poor absorption or increased nutrient loss. In Banten in 2020, 30,078 under-fives were undernourished (BB/U). Parenting patterns and the mother's education level can affect children's nutritional status because children's growth and development are not only from nutritional intake but love, attention, comfort and good parenting. This study aims to determine whether there is a relationship between feeding parenting patterns and maternal education level with the nutritional status of toddlers 2-5 years based on the BB/U index in Ciladeun Village, Lebak-Banten. This research method is descriptive-analytic with a quantitative approach and research design using cross-sectional. Data collection techniques in this study used interviews and questionnaires. Data analysis using the SPSS Statistic version 24 application and univariate and bivariate analysis. The results showed that the nutritional status of toddlers was "normal", which amounted to 73.9%; the parenting pattern of feeding by mothers in children under five was "appropriate", which amounted to 53.6%; the mother's education level was at the "low" level which amounted to 92.8%. It was concluded that there was no significant relationship between feeding patterns and nutritional status and no significant relationship between the mother's education level and nutritional status in Ciladaeun Village, Lebak-Banten.
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Demam Berdarah Dengue dengan Keberadaan Jentik Aedes di Permukiman Kos Mahasiswa di Cempaka Putih Timur Serta Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Maygel Nahren; Ndaru Andri Damayanti; Muhammad Arsyad
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3282

Abstract

Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut dan bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini mengandung virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegpti dan Aedes albopictus. Keberadaan jentik Aedes di suatu daerah merupakan indikator terdapatnya populasi nyamuk Aedes di daerah tersebut. Permukiman kos adalah salah satu tempat yang memiliki kepadatan jumlah jentik. Mahasiswa pada umumnya berpendidikan, tetapi pengetahuan dan perilakunya mengenai hidup bersih dan sehat masih kurang. Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan jentik Aedes di permukiman kos mahasiswa dan apakah ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku mahasiswa terhadap keberadaan jentik penyebab adanya DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa kos cempaka putih timur, Jakarta pusat. Jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan kuisioner. Metode pengujian penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan aplikasi SPSS. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya positif mengenai keberadaan jentik aedes aegpyti dan mahasiswa mayoritas memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Kesimpulan: tidak terdapatnya hubungan Perilaku tentang keberadaan jentik aedes dengan Demam berdarah Dengue. Menurut pandangan islam sebagai umat muslim wajib memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik serta menjaga kebersihan dan menjaga Kesehatan untuk menghindari berbagai macam penyakit termasuk Demam Berdarah Dengue. 
The Level of Knowledge of Jatimulya Bekasi Village Residents on the Use of Vitamin D during the Covid 19 Pandemic and According to Islamic Overview Syaffira Novitasari Nadilla; Dharma Permana; Andri Gunawan
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3178

Abstract

The world is facing the Covid-19 pandemic, where the body is very susceptible to disease so, it requires increasing body resistance by increasing intake of vitamins, especially vitamin D (Nainggolan, 2020). Vitamin D is a pro-hormone that helps absorb calcium and boosts the immune system. Therefore, to prevent the negative effects arising from a deficiency or excess of vitamin D in the body, good knowledge is needed on the use of vitamin D. This research is to analyze level of knowledge of the residents RT 001 and RT 002 Jatimulya Bekasi regarding the use of vitamin D during the Covid-19 pandemic and to know the importance of seeking knowledge and maintaining health in Islam. This type of research is descriptive correlative and cross-sectional research design with the population studied being residents of RT 001 and RT 002, Jatimulya Bekasi Village, aged 17-55 years. The sample studied was 123 respondents with simple random sampling. This research method is univariate and bivariate analysis. The results showed that majority of people with good knowledge of use vitamin D were 63 people (51.2%). The statistic results among the factors of age, education, and work had no effect with a p-value 0.05 on the level of knowledge on the use of vitamin D. In the Qur'an seeking knowledge and maintaining health which is a sign of the greatness of Allah SWT is an obligation.
Evaluation of Posyandu Management in Bogor City Fitri Amelia; Fasli Jalal; Firman Arifandi
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3258

Abstract

Background: Posyandu is a form of Community-Based Health Efforts (UKBM) carried out by, from and with the community, to empower and provide facilities for the community to obtain health services for mothers, babies and toddlers.  Management of health services is an activity or an art to manage health workers and non-health workers to improve public health through health programs. Maq??id al-Sh?ri' are the purposes desired by the legislator (Allah; al-Sh?ri') by establishing a rule of law. Purpose: The purpose of this study was to determine the posyandu management in Bogor City.Methods: this study used a simple random sampling method, namely by selecting two areas of Bogor City with different levels of urban progress, then proceed with the random selection of sub-districts from each area, then the selection of 10 posyandu and cadres randomly without regard to strata in the population  . Results: From the 10 posyandu samples, the results of the input component were obtained with a value range of 80-95%, the results of the process component with a value of 100%, the results of the output component with a value range of 50-59% and the results of the SKDN indicator 71-94%.Conclusion: Of the ten Posyandu in Bogor City, the Tegallega Sub-District and the Cikaret Sub-district are good Posyandu.
Analisis Manfaat E-Booklet Dalam Mengedukasi Gangguan Perasaan Pada Siswa SMAIT Asy-Syukriyyah Kelas 12 Vika Rahmah Ayu; Endi Muhammad Astiwara; Citra Fitri Agustina; Wening Sari
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3283

Abstract

Gangguan perasaan adalah gejala yang dapat mempengaruhi emosi, energi, dan motivasi seseorang seperti gangguan kecemasan dan depresi. Gangguan kecemasan ialah gangguan kesehatan mental yang biasanya ditandai dengan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan dengan perkiraan prevalensi global mulai dari 3,8 hingga 25% di seluruh negara. Depresi, merupakan gangguan mood yang paling tersering terjadi pada usia lanjut dengan prevalensi 12-45%. Salah satu penyebab adalah tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa yang masih rendah tidak terkecuali pada masa remaja. Masa remaja ialah status interim yang berhubungan dengan masa peralihan digunakan untuk mempelajari cara memikul tanggung jawab kelak saat memasuki masa dewasa. Maka dari itu, akan bermunculan banyak stressor yang dapat memicu gangguan perasaan pada masa ini. Sehingga, diperlukan bagi tiap-tiap individu mengerti cara-cara untuk mencegah gangguan perasaan. Di era digital ini, kalangan remaja hingga dewasa banyak menggunakan sosial media dikemas dengan design yang menarik, mudah untuk dicari dan mudah untuk dimengerti dengan penyajian E-Booklet. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode cross sectional dan pengambilan data secara quasi-experimental. Sampel data diambil dari hasil pretest dan post-test siswa-siswi SMAIT Asy-Syukriyyah kelas XII yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada periode Juli hingga Agustus 2022.Analisis data menggunakan analisis bivariat. Data diolah menggunakan program komputer Microsoft Excel dan SPSS 26 for IOS. Hasil: Total sampel diperoleh sebanyak 89 orang siswa-siswi SMAIT Asy-Syukriyyah. Hasil analisis dengan uji bivariat didapatkan. Hasil uji Wilcoxon sikap pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa hitung Z score sebesar -426 dan sig sebesar 0,670. Simpulan: Terdapat perbedaan hasil sikap dari kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
Association between Respiratory Commorbidity and Covid-19 Mortality in Pasir Jaya Village, Cikupa District hafizhah zaihan zulkarnain; Lilian Batubara
Junior Medical Journal Vol 1, No 8 (2023)
Publisher : Junior Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v1i8.3186

Abstract

Introduction : The COVID-19 pandemic in Indonesia started in March 2020 and there continues to be a constant increase in the number of cases and deaths due to COVID-19. Comorbid comorbidities (illnesses) experienced by patients at the start of treatment can increase the risk of death due to COVID-19 infection. Various foreign studies have shown that an elderly population with comorbidities has a higher risk of mortality compared to a population without comorbid diseases. Based on a study conducted on the link between lower respiratory tract comorbidities and mortality, the authors wanted to know the relationship between lower respiratory tract comorbidities and mortality in Pasir Jaya village, Cikupa district, Tangerang district.Method : This type of research is a descriptive observational study using a cross-sectional method. The sample in this study were 36 respondents who were COVID-19 patients in Pasir Jaya Village who had experienced COVID-19. Data was collected by conducting direct interviews with respondents. Bivariate analysis was performed using the Chi-Square statistical test.Result : : From the results of the analysis conducted, there were 88.9% of respondents who had comorbid respiratory tract died, 11.1% of respondents who had comorbid respiratory tract improved without symptoms, 11.1% of respondents who did not have comorbid lower respiratory tract improved with symptoms and 88.9% of respondents who did not have comorbidities improved without symptoms. on the chi-square test there is a value of 0.00. The results of the Chi-Square test obtained a p-value of 0.00 (0.05), thus it can be interpreted that there is a relationship between respiratory comorbidities and COVID-19 mortality.Conclusion : There is significant association between respiratory comorbidities and COVID-19 mortality.

Page 1 of 2 | Total Record : 15