cover
Contact Name
Ahmad Ashifuddin Aqham
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6288215137076
Journal Mail Official
danang@stekom.ac.id
Editorial Address
Jln. Senopati Arcawinagun Purwokerto 53113 Telp (0281) 6572636 Purwokerto 53121 Tlp. (0281) 6577111, 575222, 6575333, Nomor SK : 1860DTK-VI2009 Tanggal SK: 13 April 2009
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Student Scientific Creativity Journal
ISSN : 29853761     EISSN : 29853753     DOI : 10.55606
1. Ilmu Sosial 2. Ilmu Ekonomi 3. Akuntansi 4. Manajemen 5. Kebudayaan 6. Pendidikan 7. Sejarah 8. Pariwisata 9. Gender 10. Humaniora 11. Seni Budaya 12. Linguistik 13. Sastra 14. Filsafat 15. Studi Agama 16. Studi Media dan Komunikasi 17. Berbagai bidang penelitian yang relevan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 356 Documents
Karakteristik Pembelajaran Tematik Yang Ideal Pada Sekolah Dasar Siti Rahimah Ikhsani; Arrum Tangawunisma; Atika Sholeha; Putra Divanka; Dede Indra Setiabudi
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1126

Abstract

Thematic learning in elementary schools has several special characteristics that distinguish it from other learning approaches. Children of school age / 6-12 years are called school age, because children have finished kindergarten as a real preparatory institution. It is called the ripe period for learning, because the child has tried to achieve something, but the activity of playing development is only aimed at getting pleasure when doing the activity itself. It is called a mature period for school, because children already want new abilities, which can be provided by schools (Nasution Noehi, 1993: 44). According to Banett, et al., the characteristics of elementary school age children are as follows. (1) They are naturally curious and interested in the world around them. (2) Enjoys playing and prefers to have fun. (3) Likes to organize himself to handle things, explore a situation and try new ventures. (4) usually thrilled and driven to excel because they do not like to experience dissatisfaction and reject failures. (5) Learn effectively when satisfied with the situation that occurs. (6) Learning by working, observing, taking initiative and teaching other children (Mulyani Sumantri & Nana Syaodih, 2000: 12).
Analisis Pesan Dakwah Pada Channel Youtube Ustad Adi Hidayat Official, Episode Klik Adi “Boleh Muslim Mengucapkan Selamat Natal?” Ula Muvida Toyiba; Alfiah Aulia Ilmiana; Azis Mayardhi; Hudedi Hudedi; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1128

Abstract

Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang menyeru dan mengarahkan pemeluknya untuk selalu menyebarkan dan mengirimkan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia. Kemudian, kegiatan dakwah berkembang dengan dinamika yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda. Dakwah harus dilakukan sesuai dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. Karena konversi dakwah mempengaruhi penyerahan agama dan sebaliknya, dakwah lambat menyebabkan disintegrasi agama. Karena hubungan timbal balik inilah, Islam membebankan kewajiban berdakwah kepada setiap orang beriman. Dalam Q.S Al Baqarah ayat 256 berbunyi “LaaIkrooHafiddiin” yang berarti tidak ada paksaan dalam konteks keberagamaan yang diyakininya. Kemudian Q.S Al Imran ayat 19 yang berisi “bahwa Allah SWT bertanya kepada orang-orang buta huruf (sudahkah kamu masuk islam) jika mereka masuk islam, berarti mereka telah mendapatkan petunjuk. Namun jika mereka berpaling dari hal tersebut maka kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Dalam dua konteks pembahasan tersebut maka kita tidak diperbolehkan untuk memaksa orang lain masuk islam atau memaksa ikut meyakini agama selain islam. Seperti halnya Ketika ada masyarakat yang terkena musibah, kita kirimkan sembako namun mewajibkan mereka untuk bersyahadat terlebih dahulu walaupun konteksnya mereka sedang berdakwah, maka berdosalah ia. Adapun para ulama yang membolehkan dan tidak membolehkannya dalam pengucapan tersebut. Para ulama yang melarang mengucapkan Selamat Natal karena berdasarkan interpretasi QS. Maryam ayat 23-26. Dalam ayat ini, Jibril menyuruh Maryam yang melahirkan Isa al-Masih untuk meraihnya akar kurma dan mengambil buah yang matang untuk dimakan. Tanggal tersebut menunjukkan bahwa Isa al Masih tidak lahir pada musim dingin, jadi tanggal 25 Desember bukanlah kelahiran putra Maryam. Adapun para ulama yang membolehkan Selamat Natal didasarkan pada QS. Al Mumtahanah ayat 8. Allah swt. Dalam ayat ini Allah tidak melarang berbuat baik kepada orang yang tidak memerangi umat Islam. Oleh karena itu, mengucapkan Selamat Natal adalah hal baik kepada non muslim, maka perbuatan tersebut diperbolehkan. Penerapan ini dijamin oleh undang-undang Negara pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaan itu”. Jadi ibadah di islam itu indah dan dapat berupa larangan.
Strategi Penyampaian Ilmu Pengetahuan Dalam Pengembangan Berakidah Kuat Di Jaman Sekarang Rahma Aulia; Rula Azmi Fath; Muhammad Difa Darusallam; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1129

Abstract

Perubahan zaman membawa dampak bagi seluruh Negara. Dengan adanya perubahan zaman, pola pikir manusiapun ikut berubah. Perubahan zaman membawa dampak positif maupun negatif. Perubahan ini terjadi karena adanya Globalisasi. Peranan keluarga dalam pembimbingan generasi muda cukup dominan. Pembentukan perilaku yang positif yang harus dimiliki oleh setiap orang warga negara yang baik, bermula dari keluarga menurut Jamaludin Ancok dikutip Hendriyati Agustiani dalam buku “Psikologi Perkembangan” menyatakan bahwa pada saat ini pembinaan terhadap kaum remaja belum menemukan format yang maksimal. Perilaku remaja yang akhir-akhir ini marak, berupa tawuran, perjudian, dan berbagai kenakalan remaja lainnya,dianggap sebagai akibat dari proses keterasingan dari kehidupan yang wajar. Perilaku-perilaku menyimpang seperti itulah masih terjadi di kampung dan di desa, bukan kota besar saja, semisal di kampung Sinar Rejo masih adanya krisis moral yang terjadi antar kaum remaja.
Interpretasi Masyarakat Terhadap Media Penyiaran Radio Di Desa Mekarjaya Meity Suryandari; Ridwan Daril Hakiki; Thariqullah Al-Fauzi; Naufal Ibnu Tsalis
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1130

Abstract

Dalam hal ini penulis juga mempunyai pendapat bahwa radio masih memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh televisi serta media lain radio dapat mempengaruhi imajinasi pendengarnya, karna radio tidak dapat menampilkan secara visual melainkan hanya audio.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, artinya peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia (seperti: angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan sebagainya) dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrument kunci. Data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer, yaitu hasil wawancara dan observasi serta penyebaran kuesioner kepada masyarakat pendengar radio di Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner dalam proses pengumpulan data. Analisis pada penelitian ini adalah menggunakan Analisis data dalam penelitian kualitatif, adapun tahapan-tahapan analisis data dalam penelitian kualitatif yaitu Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan. Komunikator dalam penelitian ini adalah Masyarakat Di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar pendengar siaran radio yang memberikan penilaian terhadap perkembangan radio di era terkini. Says what (pesan): Pesan yang disampaikan oleh masyarakat pendengar radio di Desa Mekarjaya lebih kepada saran untuk perkembangan radio di era sekarang ini, mereka menyampaikan bahwasannya perlu adanya inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif untuk mendukung penyiaran radio di era sekarang ini, sehingga siaran radio tidak tergiling oleh pesatnya perkembangan teknologi dan tetap mampu diterima oleh masyarakat luas. In which channel (saluran/media): Masyarakat menggunakan media radio dalam kesehariannya untuk mendengarkan berita ataupun sebatas hiburan, dan radio yang mereka gunakan itu terdapat 2 macam, yaitu radio analog dan juga radio digital.Pemahaman masyarakat desa mekarjaya dalam menanggapi siaran radio saat ini masih cukup efektif dimana radio juga mengikuti perkembangan teknologi saat ini, dalam smarphone juga pasti sudah dilengkapi radio sehingga mesyarakat Desa Mekarjaya ini masih banyak yang memanfaatkan radio ini sebagai sumber informasi baik edukasi ataupun hiburan itu sendiri. Radio hadir dalam bentuk yang bermacam-macam, bahkan hadir dalam wujud yang sangat sederhana. Sehingga media radio ini sangat praktis bagi masyarakat. Disamping itu karena ekonomis dan harganya relatif murah serta dapat dijangkau oleh masyarakat baik dari ekonomi menengah ke atas hingga ke bawah.
Analisis Pembelajaran Dakwah Dalam Konten Youtube Kata Ustadz Episode “Anak Muda Menangis Saat Melihat Gambaran Hari Kiamat” Zahra Asyidda Najibullah; Silmi Aulia; Budiyanto Budiyanto; Irfan Khairudin; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1131

Abstract

Dakwah merupakan usaha untuk mengajak manusia ke jalan Allah. Secara istilah dakwah bisa dipahami dengan perintah mengadakan seruan kepada manusia untuk Kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar, dilakukan dengan penuh kebijaksanaan dan nasehat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan yang terkandung dalam penyampaian dakwah di Konten Youtube Kata Ustadz Episode “Anak Muda Menangis Saat Melihat Gambaran Hari Kiamat” serta bentuk pesan yang dipergunakan dalam menyampaikan nasihat supaya dapat diterima oleh mad’u nya terkhususnya mad’u yang masih muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi Pustaka (library research) adalah penelitian yang objek kajiannya menggunakan data Pustaka berupa buku – buku sebagai sumber datanya. Membaca, menelaah dan menganalisis berbagai literatur yang ada berupa Al Qur’an Haidst, kitab, maupun hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kandungan pesan dakwah dalam Konten Youtube Kata Ustadz Episode “Anak Muda Menangis Saat Melihat Gambaran Hari Kiamat” menyebutkan bahwa konten tersebut mengandung unsur pesan dakwah nasihat tandzir yaitu sebuah pesan dakwah dengan menyebutkan peristiwa akhirat dalam penyampaian dakwahnya, dengan menyebutkan berbagai peristiwa seperti tanda – tanda, azab neraka sehingga objek eksperimen dapat menggambarkan seperti apa yang dimaksud dengan peristiwa akhirat.
Problem Solving Mahasiswa Dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja Alimatul Fitri Assholekhah; Anisa Fitriani; Sarwono Sarwono; Sidiq Ali Fatoni; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1132

Abstract

Mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual karena keistimewaannya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Sebagai kaum intelektual, tentunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kualitas intelektual yang memadai. Baik dari Hard skill dan soft skill sebagai keterampilan nilai-nilai spiritualnya. Namun, disamping itu terdapat suatu tantangan ataupun masalah yang seringkali disebut orang sebagai kesulitan, hambatan, gangguan, ketidakpuasan, atau kesenjangan. Dalam dunia kerja, mahasiswa akan mengalami suatu tantangan dalam proses kuliah dan kerjanya. Mahasiswa harus mampu untuk mengatur dan mengelola waktunya dengan baik. sehingga diantara keduanya dapat berjalan dan tidak mengganggu aktivitas atau kegiatan yang lainya. Maka dari itu pemecahan masalah adalah suatu proses ilmiah seseorang yang melalui sebuah fase dari pemahaman masalah untuk kemudian mencari informasi yang diperlukan untuk diputuskan solusi pemecahannya dan dievaluasi solusinya. Artinya bahwa seseorang yang menghadapi suatu masalah harus mencari sumber informasi dari akar permasalahan tersebut terlebih dahulu. Sehingga seseorang itu akan dengan mudah memutuskan sebuah solusi yang akan dipakainya dalam memecahkan suatu masalah.
Efektifitas Pendidikan Dalam Pendekatan Problem Solving Dan Meningkatkan Kemampuan Soft Skill Di Era Milenial Anis Fatihatul Madaniah; Infadzah Al Shidqi; Torik Mabruri; Sahlani Sahlani; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1133

Abstract

Berpikir adalah aktivitas kebiasaan manusia yang memungkinkan manusia mengatasi keterbatasan nya sehingga manusia dapat mengarahkan dirinya dan tindakannya ke arah yang lebih baik di masa depan. metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui studi pustaka, penelitian buku, majalah artikel ilmiah yang diperoleh dari media elektronik seperti internet dan google scholar. peran pendidikan karakter dalam membentuk kemampuan befikir kritis generasi muda di Indonesia sangat lah penting untuk dibahas. aspek perilaku yang mentargetkan perubahan adalah perubahan cara berpikir, berperilaku, dan bertindak lebih baik mengembangkan keterampilan inovatif generasi muda. hal ini tidak terlepas dari kesadaran setia negara akan potensi generasi mudanya. untuk meningkatkan kecerdikan dan harmoni teknologi dan industrialisasi dalam kehidupan sehari-hari. pengembangan soft skill generasi muda di setiap negara memiliki metode dan indikasi yang berbeda. “Soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan sang pencipta. dengan mempunyai soft skills membuat keberadaan seseorang akan semakin terasa di tengah masyarakat. keterampilan akan berkomunikasi, keterampilan emosional, keterampilan berbahasa, keterampilan berkelompok, memiliki etika dan moral, santun dan keterampilan spiritual”. dunia kerja tidak hanya memprioritaskan pada kemampuan akademik (hard skills) yang tinggi saja, tetapi juga memperhatikan kecakapan dalam hal nilai-nilai yang melekat pada seseorang atau sering dikenal dengan aspek soft skills. oleh karena itu, generasi milenial saat ini harus meningkatkan keterampilan mereka dan menyadari pentingnya mengembangkan soft skill agar lebih kompetitif baik di tempat kerja, di dunia akademis maupun di dunia lingkungan masyarakat nya.
Penerapan Pendidikan Manajemen Dakwah Dalam Pembelajaran Digital Di Era Milenial Guna Membangun Kemampuan Komunikasi Interpersonal Putri Nabila; Rahmah Rihhadatul ‘Aisy; Sifa Qorita Aeni; Meity Suryandari
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1134

Abstract

Karakter islami perlu dipupuk sejak dini dalam mengatasi meningkatnya kasus degradasi moral. Institusi pendidikan memiliki peran besar dalam pembinaan karakter mahasiswa terkhusus pada prodi manajemen dakwah yang berada di Institut Agama Islam Al Zaaytun Indonesia yang hadir di era milenial. kampus ini menerapkan digital dakwah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kasus metode pembelajaran di Institut Agama Islam Al zaytun idonesia. Itu Hasil penelitian menggambarkan bahwa kampus ini memiliki manajemen pembelajaran yang unik, yaitu menerapkan dakwah digital dalam proses pembelajaran. Pada tahap perencanaan ini, dakwah digital dinilai telah direncanakan secara matang, hal ini terlihat dari kesiapan dosen dan mahasiswa dalam menerapkan program digital selama proses pembelajaran. Pada tahap implementasi, dakwah digital ini dirasakan sudah dilakukan efektif, terlihat dengan adanya aplikasi e-learning yang berkaitan dengan pembelajaran process, aplikasi mobile islami yang dapat diakses langsung dari handphonedan terkait kajian islami, serta animasi dakwah bergambar yang telah ada dibuat dan dirancang oleh mahasiswa dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Adapun Tahap evaluasi, dakwah digital ini berdampak positif untuk dinaikkan penyadaran kepada seluruh mahasiswa akan pentingnya menyebarkan Islam dan membina keislaman nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari, dan perlu ditingkatkan lebih kreatif lagi, agar demikian selalu update, variatif dan semakin menarik.
Analisis Kesulitan Guru Dalam Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Dina Nur Riska; Faizal Aditya; Ma’rifatun Utami; Muthia Nurul Karimah; Dede Indra Setiabudi
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1135

Abstract

Bagi mayoritas instruktur dan pelamar sekolah dasar selama bertahun-tahun, pembelajaran tema sangatlah menantang.. Kesulitan-kesulitan tersebut diantaranya kesulitan dalam perencanaan pembelajaran tematik, Kesulitan-kesulitan ini berdampak pada kesiapan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan yang dialami guru dalam hal merencanakan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi pustaka. Data dalam studi ini dikumpulkan melalui dokumentasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sulit menentukan tujuan pembelajaran dan penilaian (soal, skor dan kunci jawaban); sulit menguraikan KD menjadi indikator; sulit menyusun langkah pembelajaran dalam RPP; sulit menyesuaikan metode; sulit membuat media sendiri; serta kesulitan dalam menyesuaikan materi ajar dengan siswa.
Analisis Prosedur Pemberian Kredit Pada KSP Kopdit Pintu Air Cabang Koting Ameylia Yesica Yosefani Dua Bura; Maria Nona Dince; Emilianus Eo K. Goo
Student Scientific Creativity Journal Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v1i1.1137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian kredit pada KSP Kopdit Pintu Air Cabang Koting jika ditinjau dari prosedur pemberian kredit oleh badan hukum yang terdiri dari 9 komponen prosedur pemberian kredit yaitu pengajuan berkas-berkas, penyelidikan berkas pinjaman, wawancara I, on the spot, wawancara II, keputusan kredit, penandatanganan akad kredit, realisasi kredit, dan penyaluran/penarikan dana. Data penilitian ini diperoleh melalui wawancara langsung dengan kepala bagian kredit, observasi dan dokumentasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedur pemberian kredit pada KSP Kopdit Pintu Air Cabang Koting sudah berjalan dengan baik dan sudah mengikuti standar prosedur yang ditetapkan dan membantu proses pemberian kredit pada Koperasi. Namun adanya sedikit kekurangan dalam langkah-langkah pada prosedur pemberian kredit sehingga prosedur pemberian kredit menjadi lebih sederhana dibandingkan dengan standar prosedur yang ditetapkan. Namun kekurangan yang ada dalam prosedur pemberian kredit tidak sepenuhnya menjadi faktor utama terjadi kredit macet. Dikarenakan tahapan yang terjadi kekurangan tersebut terdapat pada pinjaman kecil. Sedangkan Faktor utama disebabkan oleh faktor eksternal yang datang dari anggota peminjam itu sendiri terkhususnya anggota peminam dengan nominal besar.

Page 4 of 36 | Total Record : 356