cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Editorial Address
Royal Crown Palace F1-2, Tambak Oso, Waru - Sidoarjo 61256
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Inculco Journal of Christian Education
ISSN : 29636485     EISSN : 29636485     DOI : https://doi.org/10.59404/ijce
Core Subject : Religion, Education,
Inculco Journal of Christian Education (IJCE) adalah jurnal penelitian peer-review (proses penelusuran atas kualitas suatu karya tulis ilmiah oleh ahli lain di bidang yang bersesuaian) akses terbuka berkualitas. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi khususnya dalam dunia pendidikan. IJCE menyediakan platform (rencana kerja atau program) yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli yang berkualitas tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Kajian Inculco Journal of Education (IJE) mencakup: Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biblika, Teologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga, Pendidikan Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Orang Dewasa, Pendidikan Guru.
Articles 105 Documents
ANALISIS CARA BERPIKIR KARAKTER TENTANG PELAYANAN WORSHIP LEADER TERHADAP KEDISPLINAN JEMAAT GEREJA BETHEL INJIL SEPENUH KAPERNAUM SURABAYA. Sri Lalahal
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 3 (2021): Vol 1, No. 3 (2021): September 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.064 KB)

Abstract

Abstract:The purpose of this study was to determine the effect of worship leaders in leading praise to congregations in worship among Pentecostal-Charismatic churches. For the Pentecostal-charismatic church, praise and worship gets a very large and very important portion. A worship leader is a person whose job is to lead the praise and worship. This research uses descriptive method and literature review. The results of the discussion of this research article explain that a worship leader imparting enthusiasm to the congregation who is present in the service, can also build a sense of intimacy and brotherhood among the congregation. In addition, a worship leader used by God can also inspire the congregation to continue to serve actively and most importantly, by maximally carrying out his role, the worship leader will also have an impact on church growth. leaders have an important role in bringing the congregation to feel the presence of God through praise and worship that is raised in the presence of God so that the atmosphere of worship will be felt.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh worship leader dalam memimpin pujian terhadap jemaat dalam ibadah di kalangan gereja Pentakosta Karismatik. Bagi gereja beraliran Pentakosta Karismatik dalam beribadah puji penyembahan mendapatkan porsi yang sangat besar dan sangat penting. Seorang worship leader adalah orang yang bertugas untuk memimpin puji penyembahan itu.  Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kajian literatur. Hasil pembahasan dari penelitian artikel ini menjelaskan bahwa seorang worship leader menginterpestasikan antusias kepada jemaat yang hadir dalam ibadah, juga dapat membangun rasa keakraban maupun ikatan persaudaraan sesama jemaat. Selain itu seorang worship leader yang dipakai Tuhan juga bisa menginspirasi jemaat untuk terus giat melayani dan yang paling penting dengan maksimalnya worship leader menjalankan perannya maka akan memberikan dampak juga pada pertumbuhan gereja. Selain itu worship leader  mempunyai peranan penting dalam membawa jemaat untuk merasakan hadirat Tuhan lewat pujian dan penyembahan yang  dinaikan kehadirat Tuhan dengan demikian suasana ibadah akan terasah.
RELEVANSI FILSAFAT PENDIDIKAN KRISTEN BAGI PARA PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Sudarmadji Said
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2022): Vol 2, No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.389 KB)

Abstract

Abstrak: Banyak hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Kristen. Salah satu pokok yang sangat penting dalam peningkatan Pendidikan Kristen adalah nilai-nilai kekristenan itu sendiri.  Dalam konteks Pendidikan Kristen, inti dari nilai-nilai kekristenan itu mencakup  pentingnya kecerdasan intelektual dan ketaatan iman kepada Tuhan Yesus Kristus bagi para pihak yang terlibat dalam pendidikan tersebut. Untuk mencapai kecerdasan intelektual dan ketaatan iman, diperlukan pemahaman yang memadai tentang Filsafat Pendidikan Kristen; yang sumber utamanya adalah Alkitab atau firman Tuhan. Dengan memahami Filsafat Pendidikan Kristen, maka para pendidik dan peserta didik dapat menjalankan proses pendidikan sesuai dengan kaidah-kaidah Pendidikan Kristen selaras dengan kehendak Tuhan. Maka para pihak yang terlibat dalam Pendidikan Kristen ini akan menjadi orang Kristen yang sejati, memiliki iman  yang teguh, menjadi berkat bagi banyak orang, berguna bagi bangsa dan negara, serta berperan dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas secara kristiani. Agar penelitian ini bermanfaat dan memberi kontribusi dalam Pendidikan Kristen, khususnya bagi para pendidik dan peserta didik, maka penelitian ini diadakan sesuai dengan prosedur penelitian ilmiah, melalui penelitan kualitatif kepustakaan, mencari,  menghimpun dan mengolah data-data dari sumber buku-buku sesuai dengan pokok-pokok yang dibutuhkan, dan menggali berbagai informasi yang tersedia di internet. Melalui penelitian ini akan menghasilkan pemahaman mengenai Filsafat Pendidikan Kristen, yang berimplikasi pada para pendidik dan peserta didik untuk menjalani proses pendidikan sesuai dengan nilai-nilai kekristenan. Dalam rangka usaha untuk memberi kontribusi bagi peningkatan  kualitas Pendidikan Kristen yang terus-menerus, khususnya bagi para pendidik dan peserta didik,  maka perlu diadakan penelitian tentang Filsafat Pendidikan Kristen lebih lanjut.Abstract: Many things must be done to improve the quality of Christian Education. One of the most important points in improving Christian education is the values of Christianity itself. In the context of Christian education, the core of Christian values includes the importance of intellectual intelligence and obedience to faith in the Lord Jesus Christ for the parties involved in the education. To achieve intellectual intelligence and obedience to faith, it is necessary to have an adequate understanding of Christian Educational Philosophy; whose main source is the Bible or the word of God. By understanding the Philosophy of Christian Education, educators and students can carry out the educational process in accordance with the principles of Christian education in accordance with God's will. Then the parties involved in this Christian Education will become true Christians, have a firm faith, be a blessing to many people, be useful to the nation and state, and play a role in developing quality Christian education. In order for this research to be useful and contribute to Christian education, especially for educators and students, this research was carried out in accordance with scientific research procedures, through literature qualitative research, searching for, collecting and processing data from book sources according to the subject matter. -principles needed, and explore various information available on the internet. Through this research, it will produce an understanding of the Philosophy of Christian Education, which has implications for educators and students to undergo the educational process in accordance with Christian values. In the context of efforts to contribute to the continuous improvement of the quality of Christian Education, especially for educators and students, it is necessary to conduct further research on the Philosophy of Christian Education. 
PROVIDENSIA ALLAH TERHADAP PENYEMBAHAN BERHALA BANGSA ISRAEL PADA MASA HAKIM-HAKIM (HAK 2:6-23) Amanda Shalomita Christnanda
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 2 (2021): Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.769 KB)

Abstract

AbstractThe providance of God is a reformed theological concept of God's care for His creation and everything that happens in God's sovereignty. Crime events are also God's decree, but humans must be responsible for the choices they make. Seen from the background of the events that occurred to the nation of Israel at the time of the Judges, idolatry carried out by the Israelites was a decree from God that aimed to bring the Israelites to God's plan. This article aims to reveal the relationship between God's providence and the idolatry of the Israelites in the time of the Judges. Abstrak : Providensia Allah merupakan konsep teologi reformed tentang pemeliharaan Tuhan atas ciptaan-Nya dan segala sesuatu yang terjadi ada dalam kedaulatan Allah. Peristiwa kejahatan juga merupakan ketetapan Allah, namun manusia harus bertanggung jawab atas pilihan yang diambilnya. Ditinjau dari latar belakang peristiwa yang terjadi kepada bangsa Israel pada masa Hakim-hakim, penyembahan berhala yang dilakukan bangsa Israel merupakan ketetapan dari Allah yang bertujuan untuk membawa bangsa Israel kepada rencana Allah. Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara providensia Allah dengan penyembahan berhala bangsa Israel pada masa Hakim-hakim.
PERENCANAAN PENGAJARAN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BERBASIS STUDENT CENTERED LEARNING DI SEKOLAH Vivi Restiana Tata
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2022): Vol 2, No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.226 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah rendahnya motivasi belajar. Motivasi disini diartikan sebagai daya penggerak yang mendorong siswa untuk belajar secara mandiri untuk mempelajari berbagai aspek yang terkait dengan masalah-masalah belajar. Keberhasilan siswa dalam belajar juga dipengaruhi oleh minat belajar siswa. Model pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan pembelajaran pada siswa, sehingga materi dapat dimengerti oleh siswa. Dalam melakukan pembahasan, penulis melakukan tinjauan kajian teori berdasarkan tujuan penggunaan kajian teori, maka topik-topik yang perlu ditinjau dalam penelitian ini adalah: Defenisi Perencanaan Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning, Prosedur dan Fungsi Pembelajaran Student Centered Learning, Pembelajaran Berbasis  Student Centered Learning  dan Tujuan Student Centered Learning Dalam Pendidikan  Agama Kristen. Untuk mengatasi permasalahan yang ada dengan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal , peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara /model mengajar yang baik dan benar serta mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan. Dengan demikian proses pembelajaran yang ditentukan dengan sasaran pendidikan dan kualitas sistem pendidikan dapat tercapai dengan baik. Abstract: One of the factors that cause low student learning outcomes for Christian Religious Education (PAK) subjects is low learning motivation. Motivation here is defined as the driving force that encourages students to learn independently to study various aspects related to learning problems. Student success in learning is also influenced by student interest in learning. The learning model is the teacher's way of delivering learning to students, so that the material can be understood by students. In conducting the discussion, the author reviews the theoretical study based on the purpose of using the theoretical study, so the topics that need to be reviewed in this research are: Definition of Student Centered Learning-Based Learning Planning, Student-Centered Learning Procedures and Functions, Student-Centered Learning-Based Learning and Objectives Student Centered Learning in Christian Religious Education. To overcome the existing problems in order to achieve maximum educational goals, the role of the teacher is very important and it is hoped that the teacher has a good and correct way / model of teaching and is able to choose the right learning model and in accordance with the concepts of the subjects to be delivered. Thus the learning process determined by the educational goals and the quality of the education system can be achieved properly.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TERHADAP PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Santi Mali
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 2 (2021): Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.957 KB)

Abstract

AbstractThis article aims to produce multimedia learning for Christian religious education in the midst of the COVID-19 pandemic, which is suitable for use as a learning resource. Aritkel for the development of multimedia Christian religious learning is viewed from the aspect of the ease of operation of the product, the aspect of the ease of the product to learn its contents, and the aspect of attractiveness. The average field trial results show that the multimedia learning of Christianity in terms of the ease of operation of the product, the aspect of the ease with which the product can be studied, and the aspect of attractiveness of the display is considered "very good". The results of this assessment indicate that the multimedia learning of Christianity with material of moral values and faith is suitable for use as a learning medium and learning resource.  AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran pendidikan agama Kristen ditengah pandemic COVID-19, yang layak digunakan sebagai sumber belajar. Aritkel pengembangan multimedia pembelajaran agama Kristen ditinjau dari aspek kemudahan produk untuk dioperasikan, aspek kemudahan produk untuk dipelajari isinya, dan aspek kemenarikan. Rata-rata hasil ujicoba lapangan menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran Agama Kristen ditinjau dari aspek kemudahan produk untuk dioperasikan, aspek kemudahan produk untuk dipelajari isinya, dan aspek kemenarikan tampilan dinilai “sangat baik”. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran Agama Kristen dengan materi nilai-nilai moral dan keimanan yang dihasilkan layak digunakan sebagai media pembelajaran maupun sumber belajar.Sehingga multimedia layak   
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DISEKOLAH DALAM MEMBANGUN KARAKTER ANAK REMAJA Ayuni Damai Daeli
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 1 (2022): Vol 2, No. 1 (2022): Febuari 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.432 KB)

Abstract

AbstractYear after year, there are many problems and incidents that befell every teenager, where juvenile crime cases are rampant; brawls between students, cases of bullying, rape as an illustration of the moral decline of teenagers in today's nation. This nation needs to provide the heart and space for the development of character education. The idea of character education brings fresh air to the world of education in Indonesia in overcoming the problem of adolescent moral decline. The planting of national character needs to be integrated in formal education, so that good values will be obtained in students from an early age.School as a place of education, where students are directed to efforts for someone to act or have insight into knowledge (normative). Learning is even more complex because it leads to the ultimate goal, namely that someone can behave or have a better personality (operational).Building a teenager's character means building a pattern of attitudes to be demonstrated in relation to one another. The attitude demonstrated is a characteristic of Christian morals. 
IMPLIKASI MISIOLOGIS MUJIZAT PENYEMBUHAN DALAM YOHANES 9 DAN RELASINYA DENGAN PELAYANAN SIGNS AND WONDERS DALAM GERAKAN PERTUMBUHAN GEREJA Nominasi Maduwu
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 3 (2022): Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.122 KB) | DOI: 10.59404/ijce.v2i3.127

Abstract

Abstrak: Mujizat penyembuhan sering kita lihat bahkan kita alami, namun yang menjadi dasar penulisan ini ialah bahwa mujizat penyembuhan yang dibahas dalam Alkitab mengenai orang buta sejak lahir. Kisah penyembuhan ini bukan cuma sekedar salah satu kisah/nasrani paradigmatika tentang kuasa supranatural atas Yesus penyakit umat manusia kisah penyembuhan ini pada hekekatnya adalah semua yang berkaitan erat dengan ekspresi verbal ego eimi atau I am yang sarat muatan teologis. Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah mengekspolarasi pelayanan penyembuhan (healing ministry)- sebagai bagian dari pelayanan Signs and Wonders yang merupakan salah satu metode penting gerakan pertumbuhan gereja (Church Growth Movement) yang banyak contoh dan dipraktekkan terutama dikalangan gereja-gereja injil termasuk Pentakosta dan Kharismatik. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan mendapatkan informasi mendalam dan luas secara alkitabiah. Hasil yang diperoleh bahwa mengkorporasikan secara kritis kreaktif metode pelayanan signs and wonders yang telah diterapkan dengan sukses oleh para saudara seiman dari gereja-gereja injili sebagai perangkat misi merupakan sebuah opsi yang sangat prospektif yang mampu menbangun aspek kehidupan rohani maupun kehidupan pelayananya (termasuk didalam pelayanan misi). Abstract: We often see healing miracles and even experience them, but the basis for this writing is that the healing miracles discussed in the Bible are about people who were blind from birth. This healing story is not just one of the paradigmatic/Christian stories about supernatural power over Jesus for the disease of mankind. This healing story is in essence all that is closely related to the verbal expression of ego eimi or I am which is full of theological content. The problem raised in this paper is exploring the healing ministry - as part of the Signs and Wonders ministry which is one of the important methods of the Church Growth Movement which has many examples and is practiced especially among the gospel churches including Pentecostals and charismatic. The method used in this paper is descriptive qualitative, namely by obtaining in-depth and broad information biblically. The results obtained are that corporating critically and creatively the sign and wonders service method that has been successfully applied by brothers and sisters from evangelical churches as a mission tool is a very prospective option that is able to build aspects of spiritual life and ministry life.
UNCONSCIOUS STATE ANALYSIS OF CONSCIOUS COMPETENCE LEARNING MODEL BY ABRAHAM MASLOW AS FOUR STAGE OF LEARNING GP Harianto
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 1 (2021): Vol 1, No 1 (2021): Febuari 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.54 KB)

Abstract

Abstract: Learning difficulties have always been experienced by every student. There are many obstacles so that a person falls into long learning difficulties, whether he realizes it or not. The problem is how to change students from being unconscious in their learning difficulties to becoming conscious, skilled and even professional based on the Conscious Competence Learning Model (CCL) according to Abraham Maslow as Four Stage of Learning? The objective is to answer the following questions: What is the CCL Model? How is the analysis of the unconscious according to the CCL Model? How are the possibilities for developing the unconscious to become a conscious and even increasing the potential in him? Results The CCL model can be used to solve students' unconscious problems in facing learning difficulties. The progress of the CCL model can be seen is: he is unconscious (stage 1) turns into a conscious position to realize his weaknesses and wants to rise above learning difficulties (stage 2), then he has learning competence (in stage 3) and continues learning to become a profession (stage 4). Abstrak: Kesulitan belajar selalu pernah dialami oleh setiap peserta didik. Banyak kendala sehingga seseorang jatuh dalam kesulitan belajaran yang panjang baik disadari maupun tidak disadarinya.  Masalah  adalah  bagaimanakah merubah siswa  dari keadaan Unconscious (keadaan  tak sadar) dalam kesulitan belajarnya menjadi  conscious (sadar), terampil bahkan profesional berdasarkan Model Conscious Competence Learning (CCL) menurut Abraham Maslow sebagai Four Stage of Learning? Tujuan  adalah   menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut: Apakah yang dimaksud dengan Model CCL? Bagaimana analisis keadaan unconscious menurut  Model CCL?  Bagaimanakah kemungkin-kemungkinan mengembangkan unconscious menjadi conscious bahkan dapat meningkatkan potensi dalam dirinya? Hasil Model CCL adalah dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah unconscious siswa dalam menghadapi kesulitan belajar. Progress model CCL dapat dilihat adalah: ia  unconscious (tahap 1) berubah menjadi conscious  dalam posisi menyadari kelemahannya dan mau bangkit menerobos kesulitan belajar (tahap 2), kemudian  ia  mempunyai kompeten belajar (tahap 3) dan berlanjut belajar menjadi profesi (tahap 4). 
KEKERASAN TERHADAP ISTRI DALAM KELUARGA STUDI KASUS DI LORONG SEHE DESA LOLOWA’U KABUPATEN NIAS SELATAN Teti Fernalis Daeli; Ayuni Damai Daeli
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 3 (2021): Vol 1, No. 3 (2021): September 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.602 KB)

Abstract

AbstractViolence against wives in the family has a very bad impact, especially, the husband's lack of responsibility in the family, lack of understanding of the impact of drinking alcohol (tuak), not yet socialized on the prohibition of selling palm wine, and the lack of government and church roles in preventing violence in the family. The results of this study are certainly expected to contribute to science, especially in studying and handling cases of violence against wives in the family. research in obtaining accurate and objective data, namely library research, namely exploring and analyzing sources related to the research topic, from library sources to be able to build a theoretical framework, using psychological and sociocultural theories that underlie the occurrence of violence in the family. The second field research is research on the actual reality in the field, namely by conducting observations and interviews with wives as victims of violence and related parties. Every family is never free from problems after forming a family, but the journey in forming a family does not always go well, but sometimes it is colored by sharp life problems and problems that easily affect all aspects of life. Prepare a couple who will form a family or household. The church cooperates with all parties to prevent violence in the family.
PENTINGNYA PENERAPAN KETERAMPILAN MENGAJAR BERVARIASI OLEH GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR FIRMAN TUHAN Sihombing, Lidia; Farida, Muharoma Chomsatul
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 3 (2022): Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.165 KB) | DOI: 10.59404/ijce.v2i3.103

Abstract

Keterampilan Mengajar Bervariasi merupakan sebuah kemampuan guru dalam membuat atau melakukan perubahan-perubahan dan perbedaan-perbedaan dalam kegiatan proses pembelajaran, baik perubahan dalam gaya mengajar, keanekaragaman media pembelajaran yang sesuai serta perubahan pola interaksi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Apakah ada dampak yang dihasilkan dari penerapan Keterampilan Bervariasi dalam Mengajar? ; (2). Bagaimana strategi guru dalam meningkatkan minat belajar Firman Tuhan peserta didik di SMA NEGERI 1 Desa Saribudolok Kecematan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara?; (3). Apakah penerapan Keterampilan Mengajar Bervariasi oleh Guru Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatkan minat belajar Firman Tuhan bagi peserta didik di SMA Negeri 1 Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara? Adapun metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif melalui penyebaran angket, di mana sampel diambil dari populasi yang berjumlah 223 orang, dan sampel diberikan kesempatan untuk memberi respon. Yang menjadi sampel yaitu 30% dari populasi yaitu berjumlah 67 orang.  Hasil penelitian: (1)Dampak yang dihasilkan dari penerapan keterampilan bervariasi dalam mengajar yakni mampu meningkatkan minat belajar Firman Tuhan. Sebagai guru Pendidikan Agama Kristen, menerapkan keterampilan variasi sangat penting, karena dapat membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik baik dalam pelajaran umum maupun pelajaran khusus yaitu pembelajaran Firman Tuhan. Oleh sebab itu penerapan keterampilan mengajar bervariasi oleh guru sangat penting untuk mengurangi kebosanan peserta didik dalam belajar. (2) Strategi Guru dalam meningkatkan minat belajar Firman Tuhan peserta didik di SMA NEGERI 1 Desa Saribudolok Kecematan Silimakuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara: Pertama, Menjadi seorang motivator bagi peserta didik sekaligus menjadi seorang konselor. Kedua, Menjadi seorang fasilitator dalam pembelajaran baik dalam ruangan maupun materi yang diajarkan. Ketiga, Penggunaan metode dalam mengajar, karena merupakan salah satu variasi mengajar yang mampu menjadikan peserta didik fokus dalam mengikuti pembelajaran. (3) Terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara Penerapan Keterampilan Mengajar Bervariasi terhadap Peningkatan Minat Belajar Firman Tuhan. Hal ini berarti semakin tinggi Penerapan Keterampilan Mengajar Variasi, maka Minat Belajar Firman Tuhan bagi Peserta Didik akan meningkat.Varied Teaching Skills is a teacher's ability to make or make changes and differences in the learning process activities, both changes in teaching styles, diversity of appropriate learning media and changes in student interaction patterns in teaching and learning activities. Objectives : (1)Are there any impacts resulting from the application of Varied Skills in Teaching? ; (2). What is the teacher's strategy in increasing the interest in learning the Word of God for students at SMA NEGERI 1 Saribudolok Kecematan Silimakuta Village, Simalungun Regency, North Sumatra Province?; (3). Can the application of Varied Teaching Skills by Christian Religious Education Teachers increase the interest in learning the Word of God for students at SMA Negeri 1 Saribudolok, Silimakuta District, Simalungun Regency, North Sumatra Province? Research Methods: quantitative. Research results: (1) The resulting impact of applying varied skills in teaching is to increase interest in learning God's Word. (2) Teacher Strategies in increasing the interest in learning the Word of God for students at SMA NEGERI 1 Saribudolok Kecematan Silimakuta Regency, Simalungun Regency, North Sumatra Province: First, Become a motivator for students as well as become a counselor. Second Become a facilitator in learning. Third Make students focus on following learning. (3) The application of Varied Teaching Skills (Variable X) has a positive and significant influence on the Increased Interest in Learning the Word of God Learners.

Page 3 of 11 | Total Record : 105