cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Phone
+6282115511552
Journal Mail Official
ijce@stakanakbangsa.ac.id
Editorial Address
Royal Crown Palace F1-2, Tambak Oso, Waru - Sidoarjo 61256
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Inculco Journal of Christian Education
ISSN : 29636485     EISSN : 29636485     DOI : https://doi.org/10.59404/ijce
Core Subject : Religion, Education,
Inculco Journal of Christian Education (IJCE) adalah jurnal penelitian peer-review (proses penelusuran atas kualitas suatu karya tulis ilmiah oleh ahli lain di bidang yang bersesuaian) akses terbuka berkualitas. Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi khususnya dalam dunia pendidikan. IJCE menyediakan platform (rencana kerja atau program) yang menyambut dan mengakui makalah penelitian asli yang berkualitas tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan praktisi. Kajian Inculco Journal of Education (IJE) mencakup: Ilmu Pendidikan, Teknologi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Pendidikan Biblika, Teologi Pendidikan, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keluarga, Pendidikan Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Orang Dewasa, Pendidikan Guru.
Articles 105 Documents
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN PAK TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR ANAK / SISWA Esra Seran
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 3 (2022): Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.707 KB) | DOI: 10.59404/ijce.v2i3.72

Abstract

Abstrak: Kata latin untuk media adalah medio. Media diartikan sebagai antara dalam bahasa latin. Bentuk jamak dari kata “media” secara harfiah berarti “perantara” atau “pengantar.” Secara khusus istilah tersebut dapat diartikan sebagai sarana penyampaian informasi dari satu sumber ke sumber yang lain. Alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan informasi kepada siswa berupa bahan ajar dimaknai berkaitan dengan media pembelajaran. Hal ini meningkatkan minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan berarti teknik pengumpulan data dengan berkonsultasi dengan buku, literatur, catatan, internet dan berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan. Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan: 1) Bahan atau media apa saja yang digunakan dalam pembelajaran pendidikan agama kristen dalam meningkatkan minat belajar siswa? 2) Manfaat media pembelajaran pendidikan agama kristen dalam meningkatkan minat belajar? 3) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama kristen? Hasil yang diperoleh: 1) Alat bantu visual yang tidak dapat diproyeksikan dengan gambar harus dipasang, peta, foto-foto dan alat bantu yang dapat diproyeksikan misal dengan transparansi OHP, frame/slide film. 2) Pelajaran disampaikan dengan cara yang lebih konsisten, pendidikan menjadi lebih menarik, waktu belajar digunakan lebih efisien, kualitas hasil pembelajaran akan semakin meningkat jika dikomunikasikan dengan baik, belajar dapat terjadi kapan saja dan dari mana saja, sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari. 3) Faktor internal: kecerdasan;  motivasi belajar; perasaan sikap; kondisi psikis dan fisik sedangkan faktor eksternal: Pengasuhan, lingkungan, ekonomi dan fasilitas dalam kegiatan belajar mengajar.Abstract: The Latin word for media is medio. Media is defined as between in Latin. The plural form of the word "media" literally means "intermediary" or "introduction." In particular, the term can be interpreted as a means of conveying information from one source to another. Communication tools used in the learning process to convey information to students in the form of teaching materials are interpreted as related to learning media. This increases students' interest in participating in learning activities. The method used in this study uses the library study method, meaning data collection techniques by consulting books, literature, notes, the internet and various reports related to the problem to be solved. The research aims to answer the questions: 1) What materials or media are used in Christian religious education to increase students' interest in learning? 2) The benefits of Christian religious education learning media in increasing interest in learning? 3) what factors influence students' interest in learning Christian religious education? The results obtained: 1) Visual aids that cannot be projected with images must be installed, maps, photographs and projectable aids for example with OHP transparencies, frame/slide films. 2) Lessons are delivered in a more consistent way, education becomes more interesting, study time is used more efficiently, the quality of learning outcomes will increase if communicated properly, learning can occur anytime and from anywhere, students' positive attitude towards what they learn . 3) Internal factors: intelligence; motivation to learn; attitude feeling; psychological and physical conditions while external factors: Parenting, environment, economy and facilities in teaching and learning activities.
RELASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ANTARA STRATEGI PEMBELAJARAN MOOD, UNDERSTAND, RECALL, DIGEST, EXPAND, REVIEW (MURDER) DAN HASIL BELAJAR Oktaviana Supriyadi; Simeon Sulistyo
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 1 (2021): Vol 1, No 1 (2021): Febuari 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.614 KB)

Abstract

Abstrak: Proses mengajar terutama seorang guru haruslah mempunyai suatu ide, kekreatifan, strategi ataupun rencana untuk pembelajaran kepada anak, dan memperhatikan suasana di dalam kelas supaya anak dalam belajar tidak merasakan kebosanan dan jenuh dalam hal menerima materi yang disampaikan oleh guru. Persoalan yang timbul adalah: Apakah yang dimaksud dengan pembelajaran MURDER? Bagaimanakah pengaruh strategi pembelajaran MURDER terhadap hasil belajar siswa? Relasi Pendidikan Agama Kristen di antara Strategi Pembelajaran Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, Review (MURDER)  dan Hasil Belajar Siswa?  Jawabanya: (1) pembelajaran MURDER adalah pembelajaran kooperatif dengan perpektif psikologi kognitif. (2) strategi pembelajaran MURDER mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hasil belajar siswa karena proses belajar mengajar siswa dapat dievaluasi melalui aspek adalah: mood, understand, recall, digest, expand, dan review. (3) pembelajaran MURDER mempunyai pengaruh yang besar bagi hasil belajar siswa tetapi bila didasarkan dengan proses belajar mengajar dari nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen maka hasilnya menjadi semakin maksimal.
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB GURU DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN INTELEKTUAL ANAK PESERTA DIDIK DI SMP SWASTA KRISTEN GAMELIEL DI PALU Novina Fransisca Nainggolan
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 3 (2021): Vol 1, No. 3 (2021): September 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.344 KB)

Abstract

Abstrak: Guru merupakan salah satu orang yang mempunyai keahlian dalam meningkatkan kualiatas kecerdasan intelektual anak dalam menunjang pendidikan yang dilakukan melalui proses belajar mengajar dalam ruangan kelas.  Seorang guru harus mampu memperhatikan keadaan dan kemampuan peserta didiknya dengan tujuan memberikan edukasi kepada peserta didik untuk mengenal kemampuan anak didik, apakah anak didik mampu memahami materi yang disampaikan atau tidak oleh guru tersebut. Dalam penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kualitas kecerdasan intelektual anak, (2) meningkatkan kuantitas anak yang cerdas, dan (3) mendorong  anak yang kurang untuk lebih kreatif. Metode yang dilakukan peneliti adalah literatur serta pendapat-pendapat para ahli. Peneliti mengamati SMP Swasta Kristen Nemnemleu masih banyak anak didik yang kurang memiliki kecerdasan intelektual sehingga ketika guru mengajar tidak mengerti apa yang disampaikan guru di dalam ruangan kelas. Hal inilah yang menjadi tugas dan tanggung jawab guru kepada peserta didik. Jadi peran dan tanggung jawab guru harus mampu menerima kelemahan dan kekurangan siswanya dan guru juga harus memeberikan motivasi dan semangat belajar kepada siswa yang kurang cerdas agar lebih semangat dan giat belajar.Abstract: The teacher is one person who has expertise in improving the quality of children's intellectual intelligence in supporting education which is carried out through the teaching and learning process in the classroom. A teacher must be able to pay attention to the circumstances and abilities of his students with the aim of providing education to students to recognize the abilities of students, whether students are able to understand the material presented or not by the teacher. This study aims to (1) improve the quality of children's intellectual intelligence, (2) increase the quantity of intelligent children, and (3) encourage less creative children. The method used by the researcher is the literature and the opinions of experts. The researcher observed that there were still many students at Nemnemleu Christian Private Junior High School who lacked intellectual intelligence so that when the teacher taught they did not understand what the teacher was saying in the classroom. This is the duty and responsibility of the teacher to the students. So the role and responsibility of the teacher must be able to accept the weaknesses and shortcomings of his students and the teacher must also provide motivation and enthusiasm for learning to students who are less intelligent so that they are more enthusiastic and active in learning.
UPAYA PENINGKATAN KURIKULUM TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI INDONESIA Selfiana Bria; Theresia Noviana Hoar
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2022): Vol 2, No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.864 KB)

Abstract

Abstrak: Kurikulum pendidikan agama kristen di Indonesia lebih menekankan pembelajaran kristiani dan kekristenan. Pengajaran Pendidikan Agama Kristen bermaksud membagikan iman dan kepercayaan dengan atribut atau karakteristik kristen untuk dipelajari maupun di ajarakan di dalam kelas maupun di luar kelas. Masalahnya setiap konteks pembelajaran yang dihadapi oleh setiap siswa berbeda, sementara itu Pendidikan Agama Kristen memusatkan pembelajaran untuk mencapai tujuan utama yaitu memampukan setiap siswa untuk mencapai  tingkat pertumbuhan kepenuhan Kristus. Oleh karna itu, proses pengembanagan kurikulum  pondidikan perlu di rancang dan disusun sesuai dengan nilai-nilai kekristenan. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan yang menganalisis setiap bentuk kurikulum Pendidikan Agama Kristen yang telah di susun oleh pemerintah. Dalam hal ini penulis menguraikan hal-hal pentingdalam penyususnan dsan pengembangan kurikulum dari mata pelajaran pendidikan agama kristen.Abstract: The Christian religious education curriculum in Indonesia emphasizes Christian and Christian learning. The teaching of Christian religious education intends to share faith and belief with Christian attributes or characteristics to be studied or taught in the classroom and outside the classroom. The problem is that each learning context faced by each student is different, meanwhile Christian religious education focuses on learning to achieve the main goal of enabling each student to reach the level of growth of the fullness of Christ. Therefore, the process of developing the educational curriculum needs to be designed and structured in accordance with Christian values. The author uses a library research method that analyzes every form of Christian religious education curriculum that has been compiled by the government. In this case the author describes the important things in the preparation and development of the curriculum of Christian religious education subjects. 
PEMAHAMAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB MISI DAN PENGEMBANGAN GEREJA LOKAL DI GEREJA BUKIT ZION SATELIT MENANGGAL Evi Catur Sari
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 2 (2021): Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.072 KB)

Abstract

Abstrak: Misi merupakan tugas setiap gereja sesuai amanat agung yaitu Tuhan Yesus. Siapapun yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat bagi umat manusia wajib turut andil dalam pengabaran Injil Kerajaan Surga yaitu Amanat Agung ini. Sebagai orang percaya yang tahu akan penebusan Kristus harusnya menjadi ujung tombak dalam pemberitaan misi. Bukan hanya sebagai rutinitas belaka seperti hari minggu, dimana banyak orang yang melakukan kegiatan peribadatan. Gereja merupakan sumber informasi bagi jemaat untuk mengetahui makna dan misi gereja itu sendiri. Maka dari itu, Penulis melakukan penelitian ini untuk suatu tujuan  pertanggung jawaban pelayanan misi yang kurang berkembang secara efektif di Gereja Bukit Zion Satelit Menanggal dan merancangkan strategi misi bagi pengembangan pelayanan di Gereja Bukit Zion Satelit Menanggal yang berjumlah 60 (Enam puluh) jemaat dan 23 (Dua puluh tiga) siswa yang terlibat aktip dalam kegiatan gereja. Pemahaman terhadap tanggung jawab ini diyakini akan memberikan perubahan yang baik bagi Gereja setempat maupun Gereja lainnya.Abstract: Mission is the duty of every church according to the great commission, namely the Lord Jesus. Anyone who claims that Jesus is Lord and Savior for mankind must take part in preaching the Gospel of the Kingdom of Heaven, namely the Great Commission. As a believer who knows the redemption of Christ, we should be the spearhead in the preaching of the mission. Not just as a mere routine like Sunday, where many people do worship activities. The church is a source of information for the congregation to know the meaning and mission of the church itself. Therefore, the author conducted this research for the purpose of accountability for mission services that were less effective in the Bukit Zion Satellite Menanggal Church and designed a mission strategy for the development of services at the Bukit Zion Satellite Menanggal Church, which consisted of 60 (sixty) congregations and 23 (twenty three) students who are actively involved in church activities. It is believed that understanding this responsibility will bring about good changes for the local Church and other churches.
KURIKULUM DI INDONESIA: TINJAUAN PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN Evi Catur Sari
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 2 (2022): Vol 2, No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.454 KB)

Abstract

Abstrak: Kurikulum merupakan acuan pendidikan. Kurikulum tidak hanya sekedar instruksi pembelajaran yang disusun pemerintah untuk diterapkan di Sekolah. Namun kemajuan suatu negara tergantung pada mutu pendidikannya. Bagaimana Kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bisa menjawab setiap problem yang ada dalam dunia pendidikan. Maka dari itu, Perkembangan kurikulum di Indonesia menjadi sorotan penulis, dikarenakan perubahan-perubahan yang terus menerus dilakukan pemerintah baik perubahan yang signifikan maupun yang hanya disempurnakan dan mengenai kebijakan yang telah di ambil dalam perkembangannya sampai masa pandemi sekaran ini.  Tujuan menjawab persoalan yang timbul sebagai berikut: Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum tersebut; Apakah guru dan siswa siap dengan kurikulum darurat dimasa pandemi sekarang ini; Jawabannya adalah (1) Faktor perkembangan zaman, Pergantian menteri, dan teknologi yang berkembang  (2) Adanya kebijakan dari pemerintah untuk mengunakan kurikulum lama sampai guru dan peserta didik siap dengan kurikulum yang baru.Abstract: The curriculum is a reference for education. The curriculum is not just a learning instruction prepared by the government to be applied in schools. However, the progress of a country depends on the quality of its education. How the curriculum that has been set by the Minister of Education and Culture can answer every problem that exists in the world of education. Therefore, the development of the curriculum in Indonesia is in the author's spotlight, due to changes that are continuously made by the government, both significant changes and those that are only perfected and regarding the policies that have been taken in its development until the current pandemic period. The purpose of answering the problems that arise are as follows: What are the factors that influence the curriculum change; Are teachers and students ready for an emergency curriculum during the current pandemic; The answers are (1) the development of the times, the change of ministers, and developing technology (2) There is a policy from the government to use the old curriculum until teachers and students are ready with the new curriculum.
PENTINGNYA ETIKA KRISTEN DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP ANAK SEKOLAH MINGGU SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER Yuli Ferianti
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 2 (2021): Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.032 KB)

Abstract

AbstractThis article contains the important role of ethics in teaching Christian Religious Education to Sunday School children. This is due to the lack of good attitudes that occur in children of the current generation, indicating the lack of ethics in socializing. Therefore the authors focus on ethics in teaching, so that Sunday school children can form good character in socializing with others and also improve children's abilities in building ethics given in teaching Christian Religious Education. It is believed that ethical attitudes will play an important role in the character development of Sunday School children, where they will know good things to do in socializing with many people. With ethics it can make it easier to understand Christian Religious Education which is taught to Sunday School children.  
PENDAMPINGAN SPIRITUAL TERHADAP PENDIDIKAN SEKSUAL UNTUK KAUM REMAJA KRISTEN Falentin Rambu Mbitu
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 1 (2022): Vol 2, No. 1 (2022): Febuari 2022
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.539 KB)

Abstract

Abstrak: Kasus seksual para remaja semakin tahun semakin rentan. Diperkirakan  80% remaja memiliki sikap negatif terhadap kekerasan seksual. Tujuan penelitian kepustakaan ini mencari jawaban dari beberapa pertanyaan: Apakah yang dimaksud spiritual?  Bagaimanakah kriteria pertumbuhan spiritual? Bagaimanakah pendidikan spiritual dibutuhkan kaum remaja? Bagaimanakah pendampingan spiritual terhadap pendidikan seksual untuk kaum remaja Kristen?  Jawab: (1) Spiritual adalah jiwa (spirit) yang menjadi landasan manusia untuk bergerak hidup, bertumbuh dalam imannya, dan bersifat kejiwaan (rohani) yang berhubungan antara Tuhan dengan manusia di mana manusia mempunya keinginan mencari Tuhan. (2) Kriteria pengukuran pertumbuhan spiritual adalah:  (a) Seseorang dalam aktivitas-aktivitas kerohanian. (b) keterlibatan seseorang dalam berbagai pelayanan sosial. (c) penampakan fenomena supranatural melalui kehidupannya. (d) penampakan pola hidup yang menjauhkan diri dari kegiatan “duniawi”. (e) pemakaian atribut kristiani. (f) seseorang masih hidup dalam kenikmatan dunia, tetapi nilai kerohanian sudah mulai masuk.(g)  seseorang yang ingin berkembang dalam rohani adalah menemukan  “yang sakral” dan berusaha tinggal di dalamnya.  (h) bersatu dengan Tuhan di mana seseorang yang sudah percaya kepada Yesus Krstus dan mendapat jaminan keselamatan maka hidup yang lama berubah menjadi hidup yang baru.  (3) Pembentukan Spiritualitas melalui pendidikan Kristiani dilakukan dalam konteks adalah: (a) Pendidikan Seksual untuk Meningkatkan Spiritual dalam Keluarga. (b) Pendidikan Seksual untuk Mempertumbuhkan Spiritual Jemaat di Gereja. (c)  Pendidikan Seksual untuk Mempertumbuhkan Spiritual Siswa di Sekolah. (d) Pendidikan Khusus Seksual untuk Mempertumbuhkan Spiritual untuk Remaja. (4) Hamba Tuhan, Guru, dan Orangtua sebagai konselor untuk Remaja. Hamba Tuhan (pendeta), guru (tenaga pendidik) dan orangtua (ayah dan ibu) wajib berperan sebagai konselor bagi kaum remaja. Pendidikan seksual dijadikan peringatan dari konselor kepada konseli (kaum remaja). Abstract: Teenagers' sexual cases are getting more and more vulnerable every year. It is estimated that 80% of adolescents have negative attitudes towards sexual violence. The purpose of this literature research is to find answers to several questions: What is spirituality? What are the criteria for spiritual growth? How is spiritual education needed by youth? How is spiritual assistance in sexual education for Christian youth? Answer: (1) Spiritual is the soul (spirit) which is the basis for humans to move in life, grow in their faith, and is psychological (spiritual) which is related to God and humans where humans have the desire to seek God. (2) The criteria for measuring spiritual growth are: (a) A person in spiritual activities. (b) one's involvement in various social services. (c) the appearance of supernatural phenomena through his life. (d) the appearance of a lifestyle that abstains from "worldly" activities. (e) the use of Christian attributes. (f) a person is still living in the pleasures of the world, but spiritual values have begun to enter. (g) a person who wants to develop spiritually is to find the "sacred" and try to live in it. (h) unite with God where someone who has believed in Jesus Christ and is guaranteed salvation will change the old life into a new life. (3) Spirituality formation through Christian education is carried out in the context of (a) Sexual Education to Increase Spirituality in the Family. (b) Sexual Education to Grow the Spiritual Congregation in the Church. (c) Sexual Education to Grow Students' Spirituality in Schools. (d) Special Sexual Education for Spiritual Growth for Youth. (4) Servants of God, Teachers, and Parents as counselors for Youth. Servants of God (priests), teachers (educators), and parents (father and mother) must act as counselors for youth. Sexual education is used as a warning from the counselor to the counselee (youth).
MUSIK DAN PERANANNYA DALAM IBADAH Janawati Janawati; Kornelius Gulo
Inculco Journal of Christian Education Vol 2, No 3 (2022): Vol 2, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.645 KB) | DOI: 10.59404/ijce.v2i3.109

Abstract

Abstrak: Artikel ini adalah suatu pengangkatan judul yang dilatar belakangi oleh, keinginan seorang Penulis untuk mengetahui apa yang menjadi peran musik, yang digunakan dalam setiap Ibadah Kristen, serta bagaimana supaya musik yang dimainkan oleh seorang musisi, boleh menjadi musik yang berjalan tidak sebagai simbol saja, tetapi ada fungsi dan tujuan dari musik yang dimainkan. Berbicara tentang  musik dan peranannya dalam ibadah bukanlah sesuatu hal yang asing lagi, sebab banyak gereja yang sudah menggunakan musik dalam melaksanakan ibadah, baik itu dari aliran Injili, Protestan,  Karismatik atau Pantekosta. Artikel ini bertujuan menjawab 1. Apa peranan musik gereja dalam ibadah? 2. Bagaimana musik yang berkenan bagi Tuhan? 3. Apa itu Musik Gereja dan bagaimana Liturgi Nyayian Jemaat dalam Ibadah? Dengan hasil: 1. Peranan musik menjadi sebuah pertempuran krisis, kuasa penyembahan, memulihkan pelayanan. 2. Musik yang berkenan kepada Tuhan adalah musik yang penuh dengan ketaatan, yang berisi ucapan syukur. 3. Musik gereja yang karena isinya serta dengan pernyataan Iman penciptanya atau orang yang menampilkan karya tersebut, dalam liturgi ibadah meliputi berarti perayaan iman, termasuk dalam liturgi adalah tata ruang, tata Ibadah, tata waktu, simbol-simbol, pembacaan Alkitab, musik gereja dan sebagainya.  Abstract: This article is an appointment of a title based on the desire of an author to know what is the role of music, which is used in every Christian worship, and how the music played by a musician may become music that operates not only as a symbol , but there is a function and purpose of the music being played. Talking about music and its role in worship is not something new, because many churches already use music in carrying out their services, whether they are from Evangelical, Protestant, Charismatic or Pentecostal. This article aims to answer 1. What is the role of church music in worship? 2. How is music pleasing to God? 3. What is Church Music and how is the Liturgy of Congregational Singing in Worship? With the results: 1. The role of music becomes a crisis battle, the power of worship, restoring ministry. 2. Music that pleases God is music that is full of obedience, which contains thanksgiving. 3. Church music which, because of its content and the statement of faith by the creator or the person performing the work, in the liturgy of worship includes the meaning of the celebration of faith, including in the liturgy are spatial planning, worship arrangements, timing, symbols, Bible readings, church music and etc.  
DAMPAK GAJI TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU AGAMA KRISTEN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Macareno Sendi Yudiarto; Desire Karo Karo
Inculco Journal of Christian Education Vol 1, No 1 (2021): Vol 1, No 1 (2021): Febuari 2021
Publisher : STAK Anak Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.882 KB)

Abstract

Abstracts: Educational success cannot be achieved without cooperation between the various components involved. Educational implementers such as school principals, teachers and students are factors that greatly determine the level of quality of an education. The problems that arise are: What is meant by teacher salary? How do Christian religious teachers work motivation? The Impact of Salary on the Work Motivation of Christian Teachers? What are the factors that influence the salary of Christian teachers' work motivation? The answers are: (1) Salaries are not wages, but professional positions. Someone who receives a salary usually has strong work ties with the organization. When the salary is received, it is done regaularly at the beginning of each month. (2) Motivation as a condition that moves people towards a specific goal and a skill in directing employees to work optimally so that their desires can be achieved properly. (3) The impact of salary on Christian religious teacher work motivation is very significant. The smaller the salary, the smaller the results because in carrying out their teaching and learning duties, the teacher really needs infrastructure. (4) Factors that affect teacher work motivation are: pressure, motive, desire and desire to carry out activities, encouragement and need to carry out activities, hopes and ideals, self-respect and respect, and interesting activities. Abstrak: Keberhasilan pendidikan tidak dapat digapai tanpa adanya kerjasama antar berbagai komponen yang terkait. Para pelaksana pendidikan seperti kepala sekolah, guru dan murid merupakan faktor yang sangat menentukan tinggi rendahnya kualitas dari suatu pendidikan. Persoalan tyang timbul adalah: Apakah yang dimaksud dengan gaji guru? Bagaimana motivasi kerja guru Agama Kristen?  Dampak Gaji terhadap Motivasi Kerja Guru Agama Kristen? Faktor-faktor apa sajakan yang Mempengaruhi Gaji terhadap Motivasi Kerja Guru  agama Kristen?  Jawanya adalah: (1) Gaji (salaries) bukan upah (wages), melainkan jabatan profesi. Seseorang yang menerima gaji biasanya memiliki ikatan kerja yang kuat dengan organisasinya. Waktu penerimaan gaji dilakukan secara rutin tiap awal bulan. (2) Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakan manusia k earah suatu tujuan tertentu dan suatu keahlian dalam mengarahkan pegawai agar mau bekerja secara maksimal sehingga keinginan-keinginan bisa tercapai dengan baik. (3) Dampak gaji terhadap motivasi kerja guru Agama Kristen sangat signifikan. Gaji yang semakin kecil maka hasil semakin kecil karena dalam melaksanakan tugasnya belajar mengajar guru sangat memerlukan sarana prasana. (4) Faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru adalah: desakan, motif, adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan, adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan, adanya harapan dan cita-cita, penghargaan dan penghormatan atas diri,  serta adanya kegiatan yang menarik.

Page 2 of 11 | Total Record : 105