cover
Contact Name
Aulia Rahman
Contact Email
auliarahman1985@unsam.ac.id
Phone
+6285226355407
Journal Mail Official
auliarahman1985@unsam.ac.id
Editorial Address
https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560770     EISSN : 26852705     DOI : 10.33059/jsnbl.v10i2
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA" : 10 Documents clear
PENGUATAN PENDIDIKAN DI MEUNASAH SEBAGAI BENTENG KEIMANAN MASYARAKAT ACEH Aulia Rahman; Hanafiah Hanafiah; Madhan Anis
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.812 KB)

Abstract

Sebagai satu-satunya wilayah di Indonesia yang menerapkan Syari’at Islam, tentu saja pembinaan nilai-nilai keislaman perlu mendapatkan tempat yang istimewa. Terlebih lagi pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan menurunnya nilai-nilai keislaman bagi masyarakat Aceh yang salah satu indikatornya yaitu lembaga meunasah sudah mulai ditinggalkan terutama di perkotaan, seperti misalnya di Kota Langsa. Akibatnya, sudah ada tanda-tanda yang menunjukkan penurunan nilai-nilai keislaman masyarakat Aceh, khususnya di Kota Langsa. Contoh yang dapat diukur terkait penurunannya tersebut adalah banyaknya kasus-kasus yang ditangani oleh dinas syari’at Islam (polisi Syari’at Islam) seperti judi, mabuk-mabukan, dan Zina. Meunasah merupakan salah satu lembaga keagamaan dan adat di Aceh yang memiliki kemampuan untuk melakukan penguatan nilai-nilai keislaman di Aceh. Dengan demikian, dilakukannya penguatan lembaga meunasah akan sangat membantu dalam pelaksanaan Syari’at Islam di Aceh pada umumnya dan Kota Langsa pada khususnya. Adapun yang dijadikan tempat penelitian adalah 5 (lima) meunasah yakni Meunasah At-Taqwa Gampong Jawa, Meunasah Al-Ikhlas BTN Asamera Matang Seulimeng, Meunasah Gampong Sungai Pauh Tanjong, Meunasah Al-Muhtadin Gampong Daulat, Meunasah Babussalam Gampong Tengoh.
PEMBELAJARAN SAINS DAN TEKNOLOGI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Suparman Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.294 KB)

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pendidikan informal terutama dalam lingkungan keluarga juga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian kompetensi dan pembentukan karakter peserta didik. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pendidikan karakter terpadu, yaitu memadukan dan mengoptimalkan kegiatan pendidikan informal lingkungan keluarga dengan pendidikan formal di sekolah. Kecenderungan pendidikan karakter di sekolah dibebankan pada mata pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan dan mata pelajaran lain hanya mengajarkan pengetahuan sesuai dengan bidangnya ilmu, teknologi atau seni. Padahal seharusnya proses pembelajaran nilai-nilai karakter idealnya diintegrasikan di dalam setiap mata pelajaran atau antar mata pelajaran. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil. Pelaksanaannya dapat ditempuh dengan pendidikan karakter secara terpadu di dalam pembelajaran yang menanamkan akan pentingnya nilai-nilai, dan pengintegrasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Ada banyak cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam mapel sains, antara lain : mengungkapkan nilai-nilai ke dalam sains, pengintegrasian langsung di mana nilai-nilai karakter menjadi bagian terpadu dari sains, mengubah hal-hal negatif menjadi nilai positif, mengungkapkan nilai-nilai melalui diskusi, menggunakan cerita untuk memunculkan nilai-nilai, menceritakan kisah hidup ahli atau penemu dalam bidang sains, dan lain sebagainya. Integrasi nilai karakter dalam pelaksanaan pembelajaran sains terjadi melalui kegiatan pendahuluan, inti (eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan penutup. Integrasi pembelajaran sains dengan nilai karakter diharapkan agar peserta didik selain menunjukkan perilaku berkarakter sains juga menunjukkan perilaku berkarakter yang diterima secara universal.
PULAU GALANG SEBAGAI PENAMPUNGAN PENGUNGSI VIETNAM Bunari Bunari Bunari
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.565 KB)

Abstract

Galang Island known in the past Royal Malay (Kerajaan Melayu) as the hiding place of the Lanon (Pirates) also a topic of discussion of the international community when the United Nation High Commissioner For Refugees (UNHCR) placement of refugees "boat people" from Vietnam were stranded in several islands of the Riau archipelago Indonesia. The Vietnamese refugees came the first time on May 22, 1975 in marine waters West Bunguran Northern Natuna Island, Riau Islands which initially only 24 people in a short time reached a peak to 250,000 people. This research was conducted using the method of history that can be interpreted as a method of research and writing of history by using the method, a systematic procedure or technique in accordance with the principles and rules of the science of history. Then, be expected with this study obtain information on Indonesian nation in the International arena of caring helping refugees who vacillate in the sea to be rescued.
THE READING COMPREHENSION PROBLEMS FACED BY ENGLISH DEPARTMENT STUDENTS OF SYIAH KUALA UNIVERSITY Merina Devira Devira
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.253 KB)

Abstract

Reading comprehension is the process of understanding the meaning of written language by reconstructing the author’s message using one’s experiential knowledge, knowledge of language, and thinking skills. The students’ reading comprehension problems can be solved by mastering reading comprehension skills. The objectives of this study are to find out in which reading comprehension skills the English Department students have difficulties and what factors affecting them. The method used in this study was a descriptive qualitative method. The sample of this research was 30 English Department students of Syiah Kuala University who have passed Reading Comprehension IV at least with a C grade. The data was collected by using a test and an interview. The questions on the test were designed based on 13 reading comprehension skils. The research results show that English Department students have difficulties in mastering reading comprehension skills. The major difficulties faced by them are difficulty in answering transition questions (80.75%), implied detail questions (61.20%), unstated detail questions (61%), and vocabulary questions (56%). In addition, the students’ lack of reading comprehension skill were affected by some factors including the background knowledge, the difficulty of material, the purpose of reading, concentration, motivation, and reading interest. Based on the research results, the writer recommends that the students do more reading comprehension practice by implementing some reading comprehension skills and extensively read a lot of English reading materials.
SINGAPORE’S SCHOOL EXCELLENCE MODEL AND HONG KONG’S SCHOOL-BASED MANAGEMENT Fadlia Fadlia Fadlia
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.799 KB)

Abstract

This paper aims to elaborate and compare the school excellence model (SEM) approach adopted by Singapore and the school-based management (SBM) approach adopted by Hong Kong. It discusses the impact those educational strategies and the challenges that both Singapore and Hong Kong schools face in implementing the new form of managerialism while fulfilling the requirements of quality assurance. This paper utilizes a comparative approach to analyze both of two educational policies through literature research. The analysis are included approach to decentralization; effects of education marketization; school leaders, teachers and the profitable use of quality models. The literature research has revealed that both Singapore and Hong Kong utilize a centralized decentralization approach though with different intent. The comparative study of Singapore and Hong Kong serves the new horizon to other developing countries in understanding how the educational policies that stressed on quality framework, self-assessment and external supervision can lead to changes in the school system both positive ones and the drawback itself.
EKONOMI ETNIS CINA DI SURAKARTA SELAMA ORDE BARU Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.332 KB)

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan bisnis etnis Cina lepas dari tarik-menarik kebijakan pada masa orde baru, salah satunya adalah penerapan kebijakan nondiskriminatif dengan cara mengeluarkan UU PMDN. Pemerintah orde baru memiliki keinginan untuk memobilisasi dan memanfaatkan modal etnis Cina WNA dengan memasukkannya dalam kategori ”modal asing dalam negeri” dan menyatakannya sebagai kekayaan nasional Melalui UU PMDN yang dikeluarkan oleh pemerintah orde baru pada tahun 1968, pengusaha etnis Cina (baik WNA maupun WNI) diberikan insentif oleh pemerintah. Dengan adanya UU PMDN ini, pemerintah orde baru memang memberikan kesempatan dan memiliki harapan atas partisipasi etnis Cina dalam menunjang program pembangunan ekonomi. Pengusaha etnis Cina memang sengaja ditempatkan dalam posisi yang rawan yakni mereka dijadikan “sapi perah” dalam arti dibiarkan tumbuh besar dan kemudian dalam setiap kesempatan mereka dipergunakan sebagai salah satu sumber finansial yang sangat potensial untuk menghindari kesulitan birokrasi dan untuk pengamanan, Banyak pengusaha etnis Cina berkolaborasi dengan elit Indonesia, terutama dengan pihak militer. Dari hal tersebut maka pada periode awal orde baru hingga pertengahan tahun 70-an merupakan masa serba menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan sektor modern Cina di Indonesia, termasuk di Surakarta
PERKEMBANGAN DAN KEMUNDURAN PERDAGANGAN LADA DI ACEH ABAD 19 Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah Lailatusysyukriyah; Hartutik Hartutik
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.486 KB)

Abstract

Indonesia archipelago is well known by the spice production and maritime trade for many times. The best product of spice from western Indonesia archipelago is pepper that produced from the coastal line of Aceh. There were many ports that connecting international pepper trade. The purpose of research is enriched the historiography study of international spice commerce in Indonesia on the last century that connected by shipping. Spice shipping transportation system is pointing out the great expansion of maritime trade in ancient Indonesia archipelago. History methods of the research are divided by four process, heuristic, sources critics, interpretation, and historiography. The development pepper trade in Aceh on 19th century is simultaneously with the rise of international commerce in the first half 19th marked by expansion of the new networks, the flourishing of pepper production, and connection between Aceh and British Malayan in Penang. The decline pepper trade in Aceh on the last of 19th century is caused by the changing of market demand to the article that discharging of the value. Dutch expansion and military blockade in some pepper ports in Aceh, also influence on the process of decline.
RAGAM HIAS ACEH Teuku Junaidi; Mufti Riyani
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.336 KB)

Abstract

Ragam hias sebagai identitas budaya telah melalui proses lahir, tumbuh dan berkembang dengan tidak meninggalkan corak khas atau corak aslinya. Dalam sisi yang positif, perkembangan ini dapat menjadi indikator dinamisnya suatu kebudayaan. Pada sisi yang lain, perkembangan corak identitas dalam kurun waktu yang panjang, telah melahirkan gaya corak atau langgam-langgam baru. Perkembangan ragam hias identitas sebagai proses kreativitas dan persentuhan budaya, menuntut usaha untuk tetap menjaga dan melestarikan ragam hias dalam bentuknya yang asli. Penelitian ini bermaksud untuk menelusuri kembali ragam hias identitas pada Masyarakat Aceh khususnya masyarakat nelayan dan masyarakat peladang dengan local genius-nya masing-masing. Hasil penelitian menunjukan bahwa ragam hias identitas masyarakat nelayan dan Peladang dapat diamati melalui motif dasar yang berkembang pada wilayah geografis tersebut. Di wilayah pantai dengan pengaruh budaya islam yang lebih kuat maka untuk menghindari ikonoklasme, seni hias muncul dalam bentuk kaligrafi dan arabesk. Aarabesk merupakan pengembangan rasa keindahan yang bebas dari mitos alam dan dilakukan dengan mengembangkan pola-pola abstrak yang diambil dari pengolahan motif bunga-bungaan, daun-daunan dan poligon-poligon. Pada masayarakat peladang motif dasar yang ada selain menunjukan kekayaan geografis yang bersifat setempatan juga menunjukan motif alam yang didominasi dengan bentuk dasar awan dan bintang. Pemaknaan ragam hias banyak dihubungkan dengan tata nilai dan sistem adat yang berlaku dalam masyarakat peladang. Temuan di lapangan menunjukan pemanfaatan ragam hias pada produk ekonomi kreatif tidak menunjukan kekayaan ragam hias identitas pada masing-masing wilayah. Pengembangan motif diwilayah pesisir justru banyak mengambil motif dasar milik masyarakat peladang. Sehingga disarankan agar motif dasar pada masing-masing wilayah dapat dikonservasi melalui berbagai kegiatan.
PEMANFAATAN MULTI MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN HASIL PEMBELAJARAN Budiharto Budiharto; Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.463 KB)

Abstract

Di era globalisasi sekarang ini sangat dibutuhkan sumber daya manusia ( SDM ) yang peka terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka tugas berat ada dibidang pendidikan. Guru sebagai agen pembaharuan dibidang ini, dituntut untuk bersikap dan bertindak secara nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM), sebagai generasi penerus bangsa. Bangsa yang maju senantiasa berpacu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu mengalir seirama dengan perkembangan dunia dewasa ini, salah satu tantangan berat diera digital ini, yang tidak dapat dihindari oleh guru dan praktisi pendidikan adalah perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang sangat pesat, sedangkan peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidikan tidak secepat perkembangan teknologi itu sendiri. Sedang tugas guru adalah mendidik dan mengajar, langsung kepada anak didik. Untuk itulah maka betapa pentingnya peningkatan kemampuan guru dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi diantaranya dengan memanfaatkan multi media untuk meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran. Kelemahan dari kebanyakan guru adalah lemahnya penggunaan media dalam pembelajaran sehingga hal ni dapat menimbulkan verbalisme dalam pembelajaran dan lebih parah lagi rendahnya pemahaman siswa terhadap materi sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa itu sendiri. Karenanya maka guru dituntut mau dan mampu menggunakan multi media dalam pembelajaran apalagi diera digital seperti sekarang ini, dalam rangka meningkatkan kualitas dan hasil pembelajaran yang berpengaruh pada kualitas pendidikan.
DIAGNOSIS PENANGANAN KONFLIK DALAM ORGANISASI hanafiah hanafiah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 4 No 1 (2017): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.226 KB)

Abstract

Kehadiran konflik dalam organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi hanya dapat dieliminir. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara individu dengan individu, baik individu pimpinan maupun individu anggota staff. Konflik individu dengan kelompok maupun konflik antara kelompok tertentu dengan kelompok yang lain. Tidak semua konflik merugikan organisasi konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keberuntungan organisasi sebagai suatu kesatuan. Penerapan perilaku organisasi pembahasan tentang konflik dalam organisasi memang sangat penting dikaji, karena dalam setiap organisasi pasti akan timbul konflik sehingga untuk memahami konflik kita perlu memahami beberapa pembahasan tentang cara mendiaknosis dan cara menangani konflik dengan baik sehingga kita dapat mengatasi konflik itu dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 10