cover
Contact Name
Yuni Diantari
Contact Email
diantariyuni@isi-dps.ac.id
Phone
+6281337258109
Journal Mail Official
bhumidevi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Mode - Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bhumidevi : Journal Of Fashion Design
ISSN : -     EISSN : 2798706X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Bhumidevi bertujuan untuk menyediakan hasil riset yang telah melalui review oleh ahli yang relevan pada bidang berikut ini: (1) Desain Mode (Fashion design); (2)Tekstil tradisional dan seni (Art traditional textile); (3) Teknologi dalam Mode (Fashion Technology); (4) Industri Mode (Fashion Industry); (5) Pendidikan dalam Mode (Fashion Education); (6) Produksi Pakaian (Apparel Production); (7) Konservasi di bidang Tekstil (Textile Conservation); (8) Pola Busana (Pattern Cutting); (9) Teknologi Produksi (Manufacturing technology) Jurnal Bhumidevi akan mendorong riset multi-disiplin dan pengembangan komunitas akademik yang akan membagikan pengembangan teknologi, teori, dan Teknik di bidang mode dan industri tekstil, dan juga mempromosikan pengembangan pendidikan di bidang busana dan tekstil. Kategori tulisan: (1) Tulisan yang berkaitan dengan penelitian; (2) Tulisan yang berkatian dengan penciptaan; (3) Diskusi akademik dan gagasan tertulis mengenai prediksi atau trend di bidang mode, seni, dan teknologi Seluruh jurnal artikel yang diterima dalam jurnal ini telah melalui proses review, dengan melalui proses awal review oleh dewan editor, dilanjutkan dengan review oleh para ahli yang relevan.
Articles 307 Documents
Analogi Arsitektur Benteng Moraya dalam Penciptaan Busana Bergaya Exotic Dramatic Moray, Marcelina Magdalena; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Mayun KT, A.A Ngurah Anom
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.725 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1495

Abstract

Benteng Moraya yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Sulawesi Utara, Benteng Moraya merupakan peninggalan orang suku Minahasa yang menurut konsepsi benteng ini terletak di daerah Sulawesi utara tepatnya di desa Roong, Tondano di sebelah barat dan benteng ini adalah saksi bisu terjadinya perang tondano melawan penjajahan belanda pada tahun 1600 an. Benteng Moraya memiliki 3 struktur bangunan yang setiap strukturnya menyimpan cerita sejarah yang terjadi di tanah Minahasa. Dari ciri khas dan keunikan dari arsitektur benteng Benteng Moraya di pilih menjadi ide pemantik dalam penciptaan karya busana yang di wujudkan menjadi koleksi busana yang bertahap yaitu: ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture. Benteng Moraya di implementasikan dengan teori analogi dan kata kunci yan terpilih: Pilar, Relief, Lingkaran, Merah, Exotic Dramatic dan Textile Manipulation. Penciptaan karya busana ini menggunakan metode Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si, tahun 2016 dengan 8 tahapan : Ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain, sampel (design development), sample, prototype and construcion), dan Produksi (production), bisnis (bussines). Hasil penciptaan ini nantinya di harapkan dapat menambah referensi kepustakaan mengenai ilmu Fashion dengan teori Analogi Arsitektur Benteng Moraya yang diimplementasikan ke dalam busana Exotic Dramatic dengan menggunakan brand “Memarch”,strategi Bussines Model Canvas (BMC) dalam menjalankan usaha. Serta nantinya hasil karya tugas akhir dapat memperkenalkan kekayaan dan peninggalan bersejarah terlebih khusus arsitektur Benteng Moraya.
Coronatus : Uncrowned Queen (Metafora Orchid Mantis dalam Busana Pastel Goth) Nitya Sari, Ni Wayan Maya; Ratna Cora S., Tjok Istri; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.075 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1496

Abstract

“CORONATUS: Uncrowned Queen” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi oleh fauna dari hutan hujan tropis di Pulau Jawa yakni Belalang Anggrek, dengan memadupadankan art of beat style dengan look androgini dan pastel goth dengan sentuhan gaya 80-an. Kecantikan Orchid Mantis dengan nuansa warna merah jambu serta putih bersih layaknya bunga anggrek yang tengah mekar, diangkat menjadi ide pemantik dalam merancang busana Ready to Wear dan Semi Couture yang mengacu pada teori metafora yang diimplentasikan ke dalam Art of Beat Style serta Pastel Goth Style. Penciptaan koleksi “CORONATUS: Uncrowned Queen” menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori semiotika dan keyword berupa pixel, kamuflase, diurnal, kanibal, 1879. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika postmodern yang mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep Orchid Mantis yaitu merah jambu, maroon, putih, biru muda dan hitam. Melalui perpaduan material utama, yaitu Denim, taffeta, Denim Stonewashed dan plisket. Proses pengerjaan koleksi Tugas Akhir “CORONATUS: Uncrowned Queen” mengaplikasikan teknik patchwork, stitching, serta manipulasi tekstil dibeberapa bagian – bagian pada busana.
Wongkula Metafora Tradisi Wayang Wong Tejakula Danayanti, Ni Kadek Melnia; Radiawan, I Made; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.289 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1498

Abstract

“Wongkula” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari tarian yang berasal dari Desa Tejakula. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi Wongkula menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori keyword berupa mistis, sakral, larangan, pertempuran dan penari. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep Wongkula. Melalui perpaduan material utama, yaitu Satin, Linen, dan Mikro. Proses pengerjaan koleksi Wongkula Tugas Akhir terdapat pada teksmo yang dibuat pada kain.
Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda : Metafora Selat Bali dalam Busana Casual Feminim Apriliani, Luh Putu Monita; Pebryani, Nyoman Dewi; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.039 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1499

Abstract

“Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari cerita rakyat Bali yang memadukan look cassual dengan sentuhan feminim. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori keyword berupa laut, intan, ekor, perjudian, dan tongkat. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep selat Bali yaitu transisi warna biru. Melalui perpaduan material utama, yaitu Satin, Toyobo, Tile, dan tile kaku. Proses pengerjaan koleksi Anggaraksa Sidhi Gama Dhanda Tugas Akhir terdapat pada kain – kain yang dibentuk ruffle sehingga menambah nilai estetika busana.
Seaphoria: The Marine Life of Bunaken Erawan, Ni Putu Netania Amanda; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.312 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1500

Abstract

Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem laut Indonesia yang memiliki beragam kehidupan bawah laut. Hal ini dikarenakan Taman Nasional Bunaken berada di segitiga emas terumbu karang dunia yang tersebar dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan kepulauan Solomon. Taman Laut Bunaken yang mempesona, diangkat sebagai ide pemantik pada penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture dengan gaya busana yang feminin sebagai karya kolaborasi bersama CV. Terima Kasih Banyak selaku mitra. Proses penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture diimplementasikan dengan teori metafora dengan mengambil lima kata kunci terpilih yaitu Terumbu karang, tersembunyi, mempesona, hidup, dan penyu. Metode “FRANGIPANI” digunakan sebagai pedoman dalam proses penciptaan busana ini yang terdiri dari Design Brief, Research and Sourching, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection, (Promoting, Branding, Sale, Production, Bussiness). Hasil dari penciptaan busana ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi kepustakaan terkait dengan bidang mode serta dapat mempromosikan keindahan ekosistem laut indonesia
Sili Uwi : The Majesty of Reba dalam Busana Gaya Exotic Dramatic Devi Dasi, Komang Pushpa Priya; K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.536 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1501

Abstract

Reba merupakan sebuah upacara ritual adat yang dipercaya masyarakat Ngadha untuk mengingat kembali amanat yang telah ditinggalkan oleh Sili Ana Wunga dimana tanaman ubi disanjung -sanjung dan dipuja-puja. Upacara Reba berasal dari Flores, Kab. Ngadha, Nusa Tenggara Timur. Hal -hal yang dianggap tabu selama perayaan bila dilanggar akan menimbulkan malapetaka. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi haute couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana exotic dramatic dengan tradisi Reba sebagai ide pemantik. Tradisi Reba diimplementasikan dengan teori metafora dan kata kunci yang terpilih yaitu ubi, bambu, magis, tempurung kelapa dan tuba. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Diharapkan hasil penciptaan ini dapat menambah kepustakaan khususnya dibidang mode dengan teori metafora tradisi Reba yang diimplementasikan dalam busana exotic dramatic.
Jiva Kerta Bavana : Studi Kasus Busana Semi Haute Couture dan Semi Deluxe di CV. De Galuh Supariadi, Ni Wayan; Priatmaka, I Gusti Bagus; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.427 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1502

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan busana bergaya edgy feminim yang terinspirasi dari tradisi Gelagar yang berasal dari banjar margatengah, kecamatan Payangan, kabupaten Gianyar. Gelagar adalah salah satu tradisi yang berasal dari banjar Margatengah, Kerta, Payangan, Gianyar, Bali. tradisi ini mengisahkan tentang Panca Pandawa yang dilaksanakan pada hari raya galungan. Gelagar dipilih sebagai ide pemantik dalam penciptaan karya busana ready to wear dan semi couture yang diimplementasikan dengan gaya ungkap analogi berdasarkan 5 kata kunci terpilih yaitu, beras, prada, tuak, kemarau, dan cakra. Proses pembustan busana ini menggunakan metode dari Dr. Tjok Istri Cora Sudharsana, S.Sn, M.Si yaitu “FRANGIPANI” dengan delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample, Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production Businnes. Ide dari busana ini nantinya diharapkan dapat menambah refrensi kepustakaan mengenai tradisi Gelagar. Serta nantinya busana ini dapat memperkenalkan tradisi Bali kepada masyarakat Indonesia sehingga tradisi Bali tetap lestari.
Persona of The Little "Nudibranch" in The Abyss Ramadhan, Tara Firdaus Lailil; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.213 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1503

Abstract

Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss merupakan sebuah judul dari kolesi karya busana tugas akhir yang bertemakan Diversity Of Indonesia yang terinspirasi dari salah satu biota laut yang spesiesnya ditemukan di Indonesia yaitu Nudibranch atau siput laut dengan style androgini dengan sentuhan pergabungan feminim dan maskulin. Koleksi karya busana tugas akhir ini merupakan jenis busana ready to wear deluxe dan semi haute couture. Penciptaan koleksi karya Persona Of The Little “Nudibranch” In The Abyss menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, yang merupakan tahapan-tahapan rahasia dari Seni FashionArt. Nudibranch merupakan ide pemantik dari koleksi karya busana tugas akhir yang akan diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada teori keyword yang sudah terpilih yaitu, bergelombang, gelembung, garis-garis, warna-warni, dan hemafrodit. Keyword tersebut akan diolah dan diaplikasikan sedemikian rupa pada koleksi karya busana dengan teori estetika mencakup prinsip dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail, dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai estetika dan fungsi dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan sebagian dari warna yang berkaitan dengan konsep nudibranch dikarenakan banyaknya jenis dan spesies dari nudibranch maka pencipta dari koleksi busana ini memilih warna yang colorfull. Implementasi dari warna colorfull ini diterapkan melalui pemilihan bahan kain sebagian material utama yaitu kain Satin, Satin Bridal, Organza, dan Tile. Proses pengerjaan koleksi karya busana tugas akhir terdapat pada pemilihan siluet desan dan penambahan teksmo yaitu kain-kain yang bentuk ruffle dan kain perca dengan teknik stitching dari karya busana sehingga menambah nilai estetika dari busana tersebut.
Samiya Dwi Arcapada : Implementasi Busana Wanita Ready To Wear dan Semi Couture Pada Pertenunan Astiti Setianis, Ni Kadek; Radiawan, I Made; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.495 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1504

Abstract

Pertenunan Astiti adalah mitra industri yang bergerak dalam bidang tekstil sebagai tempat melaksanakan praktik kerja lapangan. Pertenunan Astiti dibangun oleh Nyoman Sudira pada tahun 1998 sesuai dengan surat perizinan dari pemerintah. Karna pertenunan astiti belum pernah menggunakan promosi fashion show maka dari itu penulis mengangkat dan membuat pakaian dengan mengkombinasikan bahan dasar Endek untuk diperlihatkan kepada masyarakat luas maka penulis membuat penelitian dengan judul Samiya Dwi Arcapada: Implementasi Busana Wanita Ready To Wear dan Semi Couture Pada Pertenunan Astiti. Tahapan perancangan busana yang penulis terapkan yaitu tahapan proses Design Fashion bertajuk “ FRNGIPANI”, The Secret Steps of Art Fashion ( Frangipani, Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan “FRANGIPANI” memiliki 10 tahapan yang sistemtis dalam mengolah sumber ide menjadi sebuah karya. Proses pembuatan busana menggunakan tenun endek akan dikombinasikan menggunakan kain lainnya sebagai bahan penunjang pada busana, dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih sadar akan budaya yang dimiliki dan diharapkan suatu saat nanti agar tenun endek tradisional Bali dapat selalu eksis di tengah era modern.
Penyandra Kalistuayuan : The Blessing of Parijoto Yugeswari, Vinda; Pebryani, Nyoman Dewi; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 2 No. 1 (2022): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.203 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v2i1.1505

Abstract

Parijoto dipercaya bermanfaat untuk kesuburan wanita bagi masyarakat Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Mitosnya apabila Ibu hamil mengkonsumsi buah parijoto, anak yang lahir akan berparas rupawan. Penciptaan karya busana ready to wear deluxe dan semi couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana wanita feminine romantic dengan Parijoto sebagai ide penciptaan. Parijoto diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci terpilih yaitu: bunga, melingkar, simetris, bulat, dan mengkilap. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari delapan tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah kepustakaan khususnya dibidang fashion dengan teori analogi Parijoto yang diimplementasikan ke dalam wujud busana feminine romantic.

Page 5 of 31 | Total Record : 307