cover
Contact Name
Yuni Diantari
Contact Email
diantariyuni@isi-dps.ac.id
Phone
+6281337258109
Journal Mail Official
bhumidevi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Desain Mode - Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bhumidevi : Journal Of Fashion Design
ISSN : -     EISSN : 2798706X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Bhumidevi bertujuan untuk menyediakan hasil riset yang telah melalui review oleh ahli yang relevan pada bidang berikut ini: (1) Desain Mode (Fashion design); (2)Tekstil tradisional dan seni (Art traditional textile); (3) Teknologi dalam Mode (Fashion Technology); (4) Industri Mode (Fashion Industry); (5) Pendidikan dalam Mode (Fashion Education); (6) Produksi Pakaian (Apparel Production); (7) Konservasi di bidang Tekstil (Textile Conservation); (8) Pola Busana (Pattern Cutting); (9) Teknologi Produksi (Manufacturing technology) Jurnal Bhumidevi akan mendorong riset multi-disiplin dan pengembangan komunitas akademik yang akan membagikan pengembangan teknologi, teori, dan Teknik di bidang mode dan industri tekstil, dan juga mempromosikan pengembangan pendidikan di bidang busana dan tekstil. Kategori tulisan: (1) Tulisan yang berkaitan dengan penelitian; (2) Tulisan yang berkatian dengan penciptaan; (3) Diskusi akademik dan gagasan tertulis mengenai prediksi atau trend di bidang mode, seni, dan teknologi Seluruh jurnal artikel yang diterima dalam jurnal ini telah melalui proses review, dengan melalui proses awal review oleh dewan editor, dilanjutkan dengan review oleh para ahli yang relevan.
Articles 307 Documents
Sauk Ekendi : Analogi Tumbuhan Buah Merah Sebagai Inspirasi Penciptaan Busana Vintage Look Dewantari; I Wayan Rai S; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.516 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.728

Abstract

Buah merah (Pandanus Conoideus) merupakan salah satu tumbuhan endemik Papua yang tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi khususnya di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua. Penduduk asli di lereng gunung Jayawijaya menyebutnya dengan istilah Sauk Ekendi yang berarti buah darah atau sering juga disebut buah keajaiban karena buah ini kaya manfaat misalnya untuk bahan obat tradisional, sebagai makanan, pewarna makanan, bahan kosmetik dan bahan sabun. Namun demikian, sampai saat ini buah merah belum pernah dijadikan sumber inspirasi dalam penciptaan karya seni fesyen. Oleh karena itu, penulis ingin menciptakan busana vintage look dengan sumber inspirasi dari buah merah dengan tujuan memperkenalkan tumbuhan buah merah kepada masyarakat luas agar tetap dibudidayakan. Dalam penciptaan busana vintage look ini dipergunakan teori FRANGIPANI yaitu terdiri dari 8 tahapan (1) ide pemantik, (2) riset dan sumber data, (3) pengembangan desain, (4) prototype, sampel dan konstruksi, (5) koleksi akhir, (6) promosi, merek dagang dan pemasaran, (7) produksi dan (8) bisnis fesyen. Data-data tentang buah merah ini didapatkan melalui sumber wawancara dan sumber kepustakaan. Selanjutnya digarap dengan teori FRANGIPANI. Hasil dari penggarapan ini adalah busana vintage look yang terdiri atas 3 jenis busana yaitu ready to wear yang artinya busana siap pakai yang diproduksi dalam skala besar dengan menggunakan mesin, ready to wear deluxe yang artinya busana siap pakai dengan kualitas dan desain yang lebih eksklusif serta pengerjaannya masih menggunakan mesin, dan ketiga haute couture yang artinya busana adiluhung dengan desain orisinil atas pesanan pelanggan, dibuat secara eksklusif, proses pengerjaan 80- 90% dengan tangan.
SA’O RIA TENDA BEWA: PENCIPTAAN KARYA BERKONSEP RUMAH ADAT SUKU LIO-ENDE DENGAN KAIN TENUN DAN TEKNIK ECO PRINT Lori, Florentina Yuniati; Radiawan, I Made; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.933 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.729

Abstract

Pencemaran lingkungan karena limbah telah memberikan dampak buruk bagi bumi , yang akan berdampak pula bagi Kesehatan dan kenyamanan bersama. Misalnya saja lingkungan tempat tinggal menjadi tidak nyaman karena air tercemar oleh limbah pewarnaan garment, banyak ikan mati karena racun limbah tersebut, hingga lapisan ozon yang menipis akibat dari kegiatan produksi di pabrik.Maka dari itu, solusi untuk mengantisipasi masalah tersebut salah satunya yakni menerapkan sistem mode yang berkelanjutan. Disisi lain industri mode dunia bergerak cepat, berbagai kalangan dengan latar kebudayaan yang beragam berlomba mencuri perhatian penikmat mode dunia. Menyikapi kenyataan tersebut, sebuah ide penciptaan busana berkonsep kebudayaan mengangkat kearifan local merupakan salah satu pergerakan yang mempunyai nilai lebih, didukung dengan penggunaan bahan alami seperti tenuntradisional dan kain eco print . Simbol-simbol, sejarah, serta makna filosofi yang terkandung dalam rumah adat suku Lio-Ende direpresentasikan secara metafora, sehingga perwujudan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture menjadi bentuk hasil karya yang autentik.Perwujudan karya ini dilakukan dengan metode penciptaan yang dituangkan dalam 8 tahapan desain frangipani, terdiri dari : (1) ide pemantik, (2) riset dan sumber, (3) pengembangan desain, (4) tahap sampel, (5) koleksi akhir, (6) tahapan promosi, (7) tahapan produksi, (8) bisnis.Dengan menggunakan beberapa tambahan teori seperti teori bentuk/wujud, teori kebudayaan, teori terkait strategi pemasaran, branding, dan penjualan, serta teori terkait produksi dan bisnis, koleksi busana “Sa’o Ria Tenda Bewa” dengan style exotic dramatic bercampur dengan etnik tercipta suatu karya yang autentik yang diharapkan dapat menambah warna dalam industry mode dunia.
NAMAKALIU: METAFORA BURUNG KUAU RAJA DALAM PENCIPTAAN BUSANA DENGAN EDGY STYLE LOOK ANDROGYNY Agustin Dia Sapariadi, I Dewa Ayu Reika; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora; Muka, I Ketut
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.044 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.730

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia terutama pada jenis satwa dan tumbuhan. Khususnya keanekaragaman spesies fauna burung Kuau Raja yang penyebarannya terancam punah. Burung Kuau Raja yang mempunyai nama latin Argusianus argus ini merupakan satwa endemik asli Indonesia yang ditetapkan sebagai fauna identitas dari Provinsi Sumatra Barat. Burung Kuau Raja memiliki bulu sayap dan ekor yang panjang, berwarna coklat kemerahan dengan motif abstrak dan bulat menyerupai mata serangga (ocelli), sehingga mendapat julukan burung seratus mata. Dari keindahan burung Kuau Raja menjadi sumber ide pemantik penciptaan karya busana tugas akhir yang diwujudkan ke dalam busana dengan tingkat yang bertahap yaitu Ready To Wear, Ready To Wear Deluxe, dan Haute Couture. Ide pemantik burung Kuau Raja diimplementasikan dengan teori metafora dari beberapa kata kun ci yaitu Koloni, Soliter, Suara, Poligini, Cinta, Edgy style dan Androgyny style. Landasan penciptaan busana ini menggunakan metodelogi desain Tjok Ratna Cora, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” yang terdiri atas sepuluh tahapan dalam proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Bali, namun dalam penciptaan karya tugas akhir ini hanya menggunakan 8 metode yaitu Ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain (design development), sample, prototype, and contruction, koleksi akhir (the final collection), promosi (promotion, sales and branding), produksi (production) dan bisnis (business). Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah kepustakaan khususnya pada bidang mode mengenai metafora burung Kuau Raja yang diimplementasikan kedalam wujud busana edgy style dengan menggunakan branding “Hygge” dan strategi Bisnis Model Canvas (BMC).
TUARA PATUH : KARAKTER WAYANG KLUPAK TIYING PADA BUSANA EXCOTIC DRAMATIC Ardhanariswari, I Gst. Ayu Agung Sista; K. Tenaya, A.A Ngurah Anom Mayun; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.385 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.735

Abstract

Wayang Klupak Tiying merupakan salah satu tradisi yang terdapat di Desa Batubulan, Gianyar, Bali yang cukup jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya, metafora dari karakter wayang Merdah dan Tualen pada tradisi wayang klupak tiying menjadi inspirasi utama pada karya penciptaan ini. Karakter wayang Merdah dan Tualen yang dipenuhi dengan kesederhanaan dan ketulusan untuk membimbing atau menuntun agar tidak terjadi bala pada diri setelah kecelakaan merupakan makna dari penggunaan sarana wayang klupak tiying pada upacara pengulapan yang tergolong sederhana.Dalam proses penciptaan busana pria dan wanita ini melalui 8 tahapan penciptaan "FRANGIPANI” TheSecret Steps of Art Fashion (Tahapan-Tahapan Rahasia dari Seni Fashion) oleh Ratna Cora. Tahapan tersebut ialah (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain (design development), prototypes, sample and contraction, koleksi akhir (final collection), promosi, pemasaran, brand dan penjualan (promotion), marketing, (branding and sale), produksi (production) dan juga bisnis (business). Hasil akhir penciptaan ini berupa busana pria ready to wear, busana wanita ready to wear deluxe dan busana wanita Couture. Melalui penciptaan karya dalam bidang fashion ini, diharapkan kebudayaan lokal khususnya tradisi pengulapan wayang klupak tiying dengan unsur budaya dan tradisi semakin diketahui dan menjadi media penambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas
NGELEBUR MALA: ANALOGI TRADISI SIAT SARANG DALAM BUSANA BERGAYA DRAMATIC GLAMOUR Adi, I Gusti Ngurah Krisna; Sujana, I Wayan; Leliana Sari, Dewa Ayu Putu
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1836.116 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.736

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan busana bergaya dramatic glamour yang terinspirasi dari tradisi siat sarang yang berasal dari desa selat, kecamatan selat, kabupaten Karangasem. Siat sarang adalah sebuah tradisi penolak bala yang dilaksanakan serangkaian dengan upacara ngusaba dimel (dodol) bertujuan untuk meminta kesuburan serta terhindar dari segala kekuatan negatif yang dapat menggangu jalanya upacara. Keunikan tradisi ini menjadikan inspirasi sebagai ide pemantik dalam menciptakan karya busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture . Dengan mengunakan teknik digital printing, manipulation textile, embroidery, beading, dan makrame, sebagai perwujudan dari keyword yang dipilih yaitu sarang, gambar mahluk bhuta kala, sore hari dan tali persaudaraan sesuai dari visual, filosofis serta keunikan lain dari tradisi siat sarang. Selain itu juga menciptakan sebuah brand yang bernama Unique Hand dilengkapi dengan name card, prise tag, paper bag, dan paper boks yang sesuai dengan karakter dari Brand Unique Hand melalui strategi promosi, pemasaran, branding, dan penjualan dengan system bisnis model canvas. Metode penciptaan yang digunkan adalah analogi dan frangipani. Frangipani adalah delapan tahapan penciptaan meliputi Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Sample,Prototype, Dummy, Final Collection Promoting, Branding, Sale, Production, The Business. Hal ini membuktikan bahwa untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal yang kita miliki bisa melalui apapun salah satunya melalui desain fashion.
Laksmi Labdawara: Analogi Upacara Ngerasakin Dalam Busana Bergaya Etnik Glamour Widia, Made Ayu; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.776 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.738

Abstract

Upacara Ngerasakin adalah salah satu tradisi yang berada di Desa Kalisada, Kabupaten Buleleng yang dilakukan 1 hingga 2 kali setahun. Upacara Ngerasakin merupakan tradisi secara turun-temurun dari nenek moyang masyarakat setempat dalam rangka mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen lahan pertanian mereka. Filosofi upacara Ngerasakin ini menjadi inspirasi penulis untuk menciptakan karya busana. Penciptaan karya busana ini menggunakan gaya ungkap analogi. Ada sepuluh tahapan dalam proses penciptaan yang diadaptasi dari penciptaan frangipani pada “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, yaitu (1) finding the brief idea based on culture identity of Bali, (2) research and sourching of art fashion, (3) analizing of fashion element taken from the richness of balinese culture, (4) narrating of art fashion idea by 2d or 3d visualitation, (5) giving a soul-taksu to art fashion idea by making sample,dummy and construktion, (6) interpreting of singularity art fashion will be showed in the final collection, (7) promoting and making a unique art fashion, (8) afirmation branding, (9) navigating art fashion producting by humanist capitalism method, dan (10) introducing the art fashion business.Upacara ngerasakin ini divisualisasikan dengan beberapa kata kunci sasih kapat, poleng, sawah, tamas, etnik dan glam. Penerapan kata kunci sasih kapat divisualisasikan dengan daun yang berguguran di musim kering. Warna poleng terinspirasi dari bagian busana sanggah jro gede. Sawah divisualisasikan ke dalam padi. Tamas menginspirasi corak dan warna cokelat. Payet dan make up yang tegas digunakan untuk memberi kesan glamor.
LEOPARDY SUNDANICA DE TERRA : PENCIPTAAN BUSANA VINTAGE STYLE DENGAN MACAN TUTUL JAWA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI Paramita, Ni Gusti Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.955 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.739

Abstract

“Leopardy Sundanica De Terra” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari Macan Tutul Jawa dengan memadukan style Vintage dan Glamour look. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear, ready to wear deluxe dan houte couture. Penciptaan koleksi “Leopardy Sundanica De Terra” menggunakan sepuluh tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan Rahasia dari Seni FashionArt. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap analogi yang akan diuraikan pada keyword berupa Sangar, Kuning Tutul, Putih Tutul, Bulu Putih Polos, Hidung Cokelat, Tutul Kecil Pada Wajah, Putih, Hitam, Vintage, Glamour. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Melalui perpaduan material utama, yaitu satin maxmara, satin print, velvet, satin polos, microfiber satin dan kain bulu. Proses pengerjaan koleksi Tugas Akhir “Leopardy Sundanica De Terra” menggunakan Teknik print pada kain utama, teknik melekatkan hotfix, dan teknik beading Pada pengerjaan busana ini menggunakan teknik jahit mesin Teknik jahit tangan dan penggunaan teknik press agar memudahkan Ketika di jahit. Penciptaan koleksi busana ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan referensi akademis khususnya pada bidang fashion mengenai macan tutul jawa yang diimplementasikan ke dalam karya busana.
AMBON CARDINAL FISH : ANALOGI IKAN CAPUNGAN AMBON DALAM BUSANA BERGAYA GLAMOUR ELEGANT Sintya Dewi, Ni Komang Atik; Radiawan, I Made; Mayun KT, A.A Ngurah Anom
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.072 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.740

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) mewujudkan ide Ikan Capungan Ambon ke dalam busana Ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture, (2) strategi pemasaran branding dan penjualan koleksi busana ambon cardinal fish, (3) sistem produksi dan bisnis koleksi busana Ambon cardinal fish. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan busana ini diwujudkan dengan 10 tahapan frangipani, the secret steps of art fashion yang meliputi finding the brief idea based on balinee culture, research and sourching, analising art fashion element, narating into design, giving a soul- TAKSU, interpreting the singularity of art fashion, promoting the final collection, affirmation branding, navigating art fashion production, introducing art fashion bussiness. Proses penciptaan yang digunakan yaitu design development, prototype, sample and construction, alat dan bahan. Simpulan dari tulisan ini mengacu pada busana yang diwujudkan menjadi 3 baju yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi couture. Strategi pemasaran yang digunakan adalah promosi, branding, dan penjualan produksi. Sistem produksi meliputi menyiapkan bahan, membuat pola, dan menciptakan busana.
“KERTA GOSITA” ANALOGI BALE KERTHA GOSA DALAM BUSANA EXOTIC DRAMATIC Megy, Ni Made Lesiana; Pebryani, Nyoman Dewi; Sujana, I Wayan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.807 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.741

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan memiliki beragam peninggalan bersejarah dalam bidang seni dan budaya salah satunya Pulau Bali. Bali memiliki arsitektur bangunan yang sangat khas akan filosofi dan juga unsur budaya yang melekat, yaitu bangunan Bale Kertha Gosa dengan filosofi namanya. Bale Kertha Gosa memiliki lukisan pada langit-langit atapnya bercerita kehidupan rakyat Bali dengan gaya lukis Kamasan. Bale Kertha Gosa berada di Taman Kertha Gosa, wilayah komplek kerajaan yang terletak di Bali bagian ujung timur laut tepatnya di kabupaten Klungkung. Dari keunikan arsitektur serta makna lukisan pada Bale Kertha Gosa menjadi sumber ide penciptaan karya busana tugas akhir yang diwujudkan ke dalam busana dengan kesulitan bertahap yaitu : ready to wear. Ready to wear deluxe dan haute couture. Bale Kertha Gosa diimplementasikan dengan teori analogi dari beberapa kata kunci yaitu: lukisan wayang kamasan, ijuk, ornamen, tiang, pagar dan batu padas. Landasan penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan Frangipani yang di ambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016, yaitu dari ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain, sampel (design development), sample, prototype and construction), dan produksi (production), bisnis (business).Hasil penciptaan ini diharapkam dapat menambah kepustakaan khususnya pada bidang fashion mengenai analogi bangunan Bale Kertha Gosa yang diimplementasikan ke dalam wujud busana exotic dramatic dengan menggunakan nama brand “MbyM” dan strategi Business Model Canvas (BMC) dalam menjalankan usaha lebih terstruktur.
ANALISIS KONSEP SEKALA DAN NISKALA PADA PEWARNA ALAMI TENUN CEPUK DI NUSA PENIDA Udiyani, Ni Made Santi; Sunarya, Yan Yan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 2 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.496 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i2.742

Abstract

Agama dan kepercayaan merupakan aspek yang sangat fundamental di Bali. Masyarakat Hindu Bali pada dasarnya memiliki konsep sekala dan Niskala dalam kehidupan sehari-hari. Konsep ini bersifat dikotomis antara sekala yang dapat dirasakan melalui panca indra atau faktual dan niskala atau kekuatan yang tidak terlihat, namun keberadaannya merupakan bentuk keseimbangan yang tidak terpisahkan. Konsep sekala dan niskala menjadi dasar gagasan masyarakat Bali dalam berbagai bidang kesenian salah satunya kriya tenun Cepuk di Nusa Penida. Terletak di selatan pulau Bali, pulau Nusa Penida terkenal dengan tenun Cepuk sebagai jenis kain sakral atau Bebali. Tenun Cepuk umumnya memiliki empat warna yaitu merah, biru atau hitam dan kuning dengan warna merah sebagai latar kain. Penggunaan pewarna alami kini hanya berfokus sebagai pelestarian lingkungan dan kurang diikuti konservasi nilai kearifan lokal mengenai filosofi penggunaan warna alami pada tenun Cepuk. Penelitian ini menganalisis konsep sekala dan niskala yang terkait dengan pewarna alami pada tenun Cepuk di Nusa Penida. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan estetik kearifan lokal sehingga dapat menjelaskan pemaknaan pewarna alami pada tenun Cepuk serta keterkaitanya dengan konsep sekala dan niskala. Penelitian ini dijelaskan secara deskriptif serta pengumpulan data dilakukan dengan studi litertatur dan observasi dan wawancara.

Page 3 of 31 | Total Record : 307