cover
Contact Name
Risko
Contact Email
risko@physics.untan.ac.id
Phone
+6285750630630
Journal Mail Official
manfishjournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Ahmad Yani, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia.
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Manfish Journal
ISSN : 27212815     EISSN : 27212939     DOI : https://doi.org/10.31573/manfish.v2i3
Marine Science, Aquaculture, Fishery Product Processing, Capture Fisheries, Marine Biology, Oceanography, Fishery Biotechnology, Marine and Coastal, Remote Sensing, Conservation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL" : 9 Documents clear
C Catch Per Unit Effort (CPUE) Rhynchobatus sp Menggunakan Gill Net Dasar Di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 (WPP NRI 711) Pada Fishing Base PPI Sungai Kakap Kalimantan Barat sadri sadri; Frangky Fransiskus Tumion; Jumadi Sudarso; Rahmat Muallim
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.424 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.176

Abstract

Rhynchobatus springeri (R. springeri) and Rhynchobatus australiae (R. australiae), which belong to wedgefish species, are the main target of captures of the bottom gill net fishery at PPI Sungai Kakap, West Kalimantan, a fishing ground in the Indonesian Fisheries Management Area 711 (WPP NRI 711). The fin is the main part in business activity in fisheries and has been exported due to high demand with promising price. But, there is a scarcity of research on this species (Jabado, 2019) especially the information about the level of vulnerability of the wedgefish species. The status of R. springeri and R. australiae are critically endangered on the International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List (Jabado, 2019; Kyne, 2019; Kyne et al, 2019a; IUCN, 2012). CPUE is the amount of fish catch per unit of effort. The term ‘effort’ in this research is the length of days at sea per trip of fishing operation. Data collection includes the number of landings of Rhynchobatus species and length of days at sea from each fishing vessel during the years of 2016 and 2019. Microsoft Excel was used for data analysis. The results showed that the average CPUE was 54.34 piece/trip, or 1,512.19 kg/trip and 1.75 piece/day, or 48.78 kg/day per ship. The correlation between CPUE and effort is positively significant. At the CPUE piece/trip, the linear equation shown as follow y = 0.3583x-38.531 with R2 = 0.8724 or R = 0.9340. Whereas, at the CPUE kg/trip, the linear equation was y = 9,0823x-842,11 with R2 = 0,791 or R = 0,889 (Y is CPUE and X is effort).
Efektivitas Paparan Spektrum Lampu Led Terhadap Kinerja Pertumbuhan Dan Kualitas Warna Ikan Yellow Phantom (Hyphessobrycon Roseus) Wijianto Wijianto; Kukuh Nirmala; Yuni Puji Hastuti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.704 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.264

Abstract

Ikan yellow phantom merupakan salah satu ikan hias introduksi yang memiliki warna tubuh kekuningan, sirip ekor berwarna kuning, dan terdapat ciri khas yaitu black spot dibagian sisi kanan dan kiri dibagian belakang insang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas warna dan pertumbuhan ikan yellow phantom dengan paparan spektrum cahaya berbeda. Ikan yellow phantom berukuran 2,73±0,13 cm dengan rataan bobot ikan yaitu 0,38±0,05 g dipelihara dalam akuarium berukuran 25×25×25 cm selama 21 hari. Pakan yang diberikan yaitu cacing sutera. Pakan diberikan tiga kali sehari secara at satiation. Pemeliharaan dilakukan dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan K (kontrol), M (LED merah), H (LED Hijau), P (LED Putih), dan B (LED Biru). Hasil penelitian pada perlakuan LED putih memberikan pengaruh kualitas warna terbaik berdasarkan keragaan warna secara visual sebesar 33,11±0,86% untuk warna hitam dan 37,91±0,76% untuk warna kuning. LED merah memberikan pertumbuhan terbaik dengan pertumbuhan panjang total 0,40±0,09 cm, laju pertumbuhan harian 1,20±0,19%, dan efisiensi pakan sebesar 0,68±0,14%. Kadar glukosa darah berkisar antara 28,33±3,05-51,33±3,21 mg dL-1.
Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Buaya Pulau Bunyu, Kalimantan Utara Bambang Kurniadi; Lalu Panji Imam Agamawan; Basran Basran; Indra Mahyudi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.615 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.266

Abstract

Sungai Buaya merupakan salah satu sungai di Pulau Bunyu yang di sekitarnya terdapat aktivitas pemukiman, pertanian, dan perikanan (penampungan dan pengolahan hasil tangkapan ikan) serta sebagai tempat sandaran kapal nelayan dan transportasi laut. Aktivitas tersebut akan menghasilkan bahan pencemar yang berbeda dan masuk ke sungai baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan pencemar yang masuk ke sungai akan mempengaruhi kualitas air dan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air apabila terjadi secara terus menerus tanpa kontrol terhadap sumber bahan pencemar. Salah organisme yang terpengaruh oleh penurunan kualitas air adalah makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makrozobentos di Sungai Buaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2013. Pengambilan sampel sedimen dan makrozoobentos menggunakan Eckman Grab. Sampel sedimen diambil sebanyak ± 500 gram dan dimasukan ke dalam kantong plastik. Sedangkan sampel makrozoobentos dipisahkan dari sedimen menggunakan saringan ukuran mata saring 0,5 mm. Sampel yang tersaring diawetkan dengan formalin 5%. Analisis struktur komunitas makrozoobentos dilakukan dengan menentukan komposisi (kepadatan), keanekaragaman (H’), keseragaman (E), dominansi (C). Struktur komunitas makrozoobentos memperlihatkan nilai indeks keanekaragaman yang rendah. Nilai indeks keseragaman tergolong tinggi dan indeks dominansi tergolong rendah. Tidak ada dominansi spesies di perairan Sungai Buaya. Makrozoobentos yang ditemukan selama penelitian terdiri dari 4 kelas yaitu Bivalva (1 jenis), Gastropoda (13 jenis), Crustacea (1 jenis), dan Polichaeta (2 jenis).
Analisis CPUE (Catch Per Unit Effort) dan Potensi Lestari Sumberdaya Perikanan Tembang (Sardinella fimbriata) di Perairan Selat Sunda Nidya Kartini; Mennofatria Boer; Ridwan Affandi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.591 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.271

Abstract

Sunda Strait has high values of fish resources, one of the resource are fringescale sardinella (Sardinella fimbriata). Catches composition for fringescale sardinella was 26% and the largest among the composition of other small pelagic fish. Management of fish resources needs to be carried out in a controlled manner followed by monitoring of the sustainability fish resources. This study aims to analyze the value of CPUE, assess the status of the stock, and total allowable catch of fringescale sardinella in the Sunda Strait. The method used in this research was descriptive method. The results showed that the relationship between effort and CPUE of tembang fish had a determination value (R2) of 85% with the equation CPUE = -0,0003F + 1,616. The MSY value using the Schaefer model approach was 2608,65 tons / year and optimal effort (fMSY) was 3.227 trips, actual catch was 2382,46 tons/ year, actual effort was 4015 trips, and total allowable catch (TAC) was 2347,78 tons. Keywords : CPUE, fringescale sardinella, sustainable yield, Sunda Strait
Potensi Edible Coating Gelatin dengan Penambahan Quarcetin Terhadap Pembentukan Histamin Pada Daging Ikan Tongkol Selama Penyimpanan Leni Lasmi; Nani Nuraenah; Andri Nofreeana
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.963 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.292

Abstract

Edible coating berbahan dasar gelatin telah dikenal sebagai pegawet pada produk perikanan yang berfungsi sebagai pembungkus yang melindungi produk dari kotaminasi luar baik berupa oksigen maupun mikroba yang dapat mempercepat proses pembusukan. Kemampuan edible coating gelatin sebagai pengawet dapat ditingkatkan dengan penambahan antimikroba sehingga dapat lebih memperpanjang masa simpan produk. Quercetin merupakan salah satu bahan aktif yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri terhadap beberapa bakteri penghasil histidin dekarboksilase. Penelitian ini bertujaun untuk mempelajari potensi kombinasi edible coating gelatin dari tulang ikan dengan penambahan quarcetin dari bawang dayak pada konsentrasi yang berbeda (0%, 1%, 2%) dalam menghambat pertumbuhan histamin ikan tongkol selama penyimpanan pada variasi lama penyimpanan suhu ruang (0, 6, 12,dan 24 jam). Parameter yang diamati berupa kandungan histamin dan pH Pengujian kandungan histamin dilakukan secara kualitatif menggunakan teskit histamin. Kombinasi penggunaan edible film gelatin dan quarcetin pada konsentrasi yang berbeda dapat menghambat pertumbuhan histamin padafillet ikan tongkol setelah penyimpanan selama 12 jam pada suhu ruang. Penambahan quarcetin pada konsentrasi 1% dan 2% menunjukkan hasil yang hampir sama. pada pengujian pH terlihat bahwa semakin meningkatnya konsentrasi quercetin yang diberikan pada daging fillet Ikan Tongkol, maka akan semakin menurun nilai peningkatan pH daging fillet ikan tongkol pada variasi waktu mulai dari jam ke 12. Kata kunci :gelatin, tulang ikan, quercetin, histamin,edible couting
Formulasi Nugget Ikan Untuk Mendukung Hilirisasi Produk Olahan Ikan Sebagai Rintisan Teaching Factory di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan – POLNEP Teguh Setyo Nugroho; Galih Setyo Adiguna; Aloysius Masi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.898 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.301

Abstract

Abstrak Pengeringan Hilirisasi produk olahan ikan yang akan menjadi produk rintisan dan unggulan untuk Teaching Factory di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan – POLNEP menjadi sangat penting dikembangkan. Salah satu produk olahan ikan yang relatif siap di hilirisasi karena mudah proses produksinya, populer di masyarakat, dan memiliki prospek bisnis yang baik adalah nuggets ikan. Tujuan dari penelitian ini antara lain : 1) mendapatkan formulasi dan metode pengolahan nuggets ikan yang tepat dan siap untuk dihilirisasi; 2) mengukur tingkat kesukaan panelis (uji hedonik) terhadap rasa, tampilan, warna, aroma, dan tekstur nuggets ikan hasil percobaan; 3) mendesain kemasan nuggets ikan yang tepat; 4) mengukur daya terima konsumen terhadap nuggets ikan yang ditawarkan; 5) menganalisis kelayakan bisnis pengolahan nuggets ikan. Penelitian ini merupakan penelitian experimen disain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada percobaan. Percobaan ke-1 terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari formulasi resep dan metode pengolahan nugget ikan menurut: formulasi Sakana dalam Ayu (2014), dan formulasi Nugroho (2002). Formulasi terbaik selanjutnya digunakan pada percobaan ke-2 juga terdiri dari 2 perlakuan dan 3 ulangan. Pelakuan pertama adalah kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Tengiri 25 %, dan perlakuan kedua adalah kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Malong 25 %. Hasil percobaan menunjukan bahwa Formulasi A menurut Sakana dalam Ayu (2014) yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan kombinasi daging ikan rucah Gulama 75 % dan ikan Tengiri 25 % merupakan perlakuan terbaik berdasarkan uji hedonik terhadap rasa, tampilan, warna, aroma, dan tekstur nuggets. Kata kunci: Hilirisasi, produk diversifikasi, nuggets ikan, Teaching Factory,
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang Sebagai Edible Coating Chitosan Dalam Menghambat Kemunduran Mutu Fillet Ikan Kakap Skinless Belvi Vatria; Vivin Primadini; Kristina Novalina
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.872 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.307

Abstract

In general, the purpose of this study was to utilize shrimp shell waste as an edible coating of chitosan in inhibiting the deterioration of the quality of skinless snapper fillets. This research is an experimental research using factorial completely randomized design with two treatment factors, namely the concentration factor of the chitosan coating solution with 3 levels, namely 1%, 2%, and 3%, and the immersion time factor with 2 levels, namely 1 minute and 3 minutes. The data were processed statistically with analysis of variance and Duncan's continued test if the results were significantly different. The results of the study found that the characteristics of chitosan made from waste vanamie shrimp shells met the predetermined quality standards. Skinless snapper fillets continued to decline in quality as storage time increased. However, skinless snapper fillets that were treated with chitosan edible coating experienced a slower decline in quality compared to untreated skinless snapper fillets. The treatment chosen as an ingredient for chitosan edible coating was a concentration of 3% with a soaking time of 3 minutes. Soaking time, chitosan concentration, and the interaction between soaking time and chitosan concentration affected the deterioration of the quality of the skinless snapper fillets.
Sertifikasi Kompetensi Bagi Perwira Kapal Penangkapan Ikan Pada Simulator Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan Politeknik Negeri Pontianak Rasidi Burhan; Ho Putra Setiawan; Slamet Jumaedi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.445 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.314

Abstract

Abstrak This study aims to create a competency test device for simulator-based fishing vessel officers, the use of simulators is felt to be very effective and efficient in terms of various aspects. The location of the activity was carried out in 2 places, namely the Rengas River Beach Fishing Port and the Fishing Simulator Laboratory for the TPI Polnep Study Program. The method used in this study begins with identification by interview and questionnaire of each fishing gear totaling 10 people, the need and urgency of electronic navigation equipment in operating 3 types of fishing gear that exist in West Kalimantan, namely; 1) Bouke Ami fishing gear, 2) Purse Seine fishing gear and 3) Gillnet fishing gear. The second step is to analyze the questionnaire data which has a very important and important level of urgency with more than 5 respondents. Based on the results of data analysis, the type of electronic navigation equipment required for the operation of each fishing gear is obtained. In the competency test material for the operation of the Bouke Ami fishing gear there are 9 Competency Elements and 15 performance frameworks, while in the operation of the Purse Seine fishing gear there are 7 competency elements, with 13 performance frameworks, on the Gillnet tagkap tool there are 6 competency elements with 13 performance frameworks Key word: Fishing Simulator, Fishing Technology and MUK.
Kajian Mutu Dan Umur Simpan Produk Pengasapan Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Dengan Aplikasi Asap Cair Lukas Wibowo Sasongko; Andri Nofreeana; Leni Lasmi
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 2 No 1 (2021): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.631 KB) | DOI: 10.31573/manfish.v1i03.322

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk ikan asap. Hasil tangkapan Ikan tongkol di wilayah Kalbar pada akhir tahun biasanya sangat melimpah sehingga harganya relatif murah. Selama ini pada saat musim ikan tongkol, harga jualnya menjadi jatuh akibat over supply. Ikan yang melimpah tersebut hanya diolah menjadi ikan asin. Upaya diversifikasi olahan ikan tongkol dengan aplikasi asap cair merupakan salah satu upaya mempertahankan mutu biologis dan meningkatkan nilai tambah ikan tongkol. Penggunaan asap cair akan mengurangi resiko kandungan karsinogenik pada produk ikan tongkol asap.Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan asap cair dalam pengolahan ikan tongkol, menganalisis mutu dan umur simpan ikan tongkol asap. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode perendaman steak ikan tongkol dalam larutan asap cair 5% dan garam 5%. Terdapat tiga perlakuan waktu perendaman yaitu 5 menit, 17 menit dan 30 menit. Penelitian dilakukan dalam dua kali ulangan. Parameter mutu produk diukur dengan uji organoleptik, kadar air, cemaran ALT, E.Coli dan Salmonella. Data mutu dianalisis secara deskriptif kemudian dibandingkan dengan SNI ikan asap dan literatur terkait. Perlakuan terbaik adalah perendaman selama 5 menit yang menghasilkan ikan asap dengan kadar air 40%, organoleptik 9, cemaran ALT 0, E.Coli dan salmonella negatif. Selanjutnya ikan tongkol asap tersebut dikemas secara vacum dan disimpan pada suhu kamar untuk mengetahui umur simpannya. Parameter umur simpan menggunakan uji ALT dan Uji organoleptik. Umur simpan produk hingga hari ke 4 dimana ALT masih memenuhi standar SNI dan untuk parameter organoleptik, umur simpan bisa mencapai 5 hari. Kata kunci: asap cair, ikan tongkol, mutu.umur simpan

Page 1 of 1 | Total Record : 9