cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 180 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN ASSALAM NAGA BERALIH KECAMATAN KAMPAR UTARA TAHUN 2021 Hamidi, M. Nizar Syarif; Dhilon, Dhini Anggraini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 2 (2022): MEI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.581 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i2.9075

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal. Salah satu faktor yang menyebabkan anemia pada remaja putri yaitu pola makan yang tidak sehat dan aktyivitas yang terlalu berat, remaja putri termasuk golongan rawan menderita anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pola makan dan dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri MA Pondok Pesantren yang berjumlah 208 orang dengan sampel 67 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin dengan menggunakan Hb digital. Analisa data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dari 67 responden sebanyak 40 responden (59,7%) memiliki pola makan yang buruk, sebanyak 49 responden (73,1%) memiliki aktivitas fisik berat dan sebanyak 44 responden (56,7%) mengalami anemia. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan pola makan (P value =0,026) dan aktivitas fisik (P value = 0,000) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren Assalam Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara. Bagi pihak sekolah disarankan agar dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan, untuk menghidupkan kembali Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), serta menghidupkan kembali Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) dengan intensitas yang lebih sering.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENANGANAN PENYAKIT ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA MUARA UWAI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS LABOY JAYA KABUPATEN KAMPAR Alini, Alini; Hidayat, Ridha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.718 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9076

Abstract

WHO melaporkan bahwa 20% penduduk dunia terserang arthritis rheumatoid dimana 5-10% adalah yang berusia diatas 60 tahun. Peningkatan penyakit arthritis rheumatoid dari tahun ke tahun dipengaruhi juga oleh kurangnya pengetahuan lansia terhadap cara penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia di desa Muara Uwai wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Laboy Jaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia >60 sebanyak 50 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggnakan analisa univariat dan bivariat dengan ji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan penanganan penyakit arthritis rheumatoid pada lansia dengan p value= 0,002. Diharapkan kepada lansia agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit arthritis rheumatoid dan penanganannya.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA UPTD BLUD PUSKESMAS AIRTIRIS Hamidi, Nizar Syarif; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.534 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9077

Abstract

Alfi WN, Yuliwar R. (2018). Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi.Jurnal Berkala Epidemiologi, volume (6), nomor (1).Fatimah RN. (2015).Diabetes Melitus Tipe 2.Journal Majority, volume (4), nomor (5).Ikhwan, Astuti E, Misriani. (2018). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tingkat Stres PadaPenderita Diabetes Millitus Tipe 2.Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, volume (7), nomor (1).Kalsum U. (2015). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa DarahPada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih JakartaTahun 2013.Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, volume (5), nomor (1).Khairiyah N, Kusuma FH, Rahayu W. (2017). Hubungan Peran Ganda Dengan Stres PadaMahasiswa Program Studi Ilmu KeperawatanTugas Belajar di Universitas TribhuwanaTunggadewi Malang.Nursing News, volume (2), nomor (3).Nugroho SA, Purwanti OS. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo I Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Publikasi Ilmiah Fakultas Kesehatan UMS. Nuzulawati MT. (2016). Hubungan Antara Kepribadian Tipe A Dengan Stres Kerja Pada Guru SMK Muhammadiyah Tegal. Proyeksi, Volume (11), nomor (1).Saputra C, Wahyuni I, Jayanti S. (2017). Analisis Hubungan Tipe Kepribadian Dan Persepsi DimensiDesain Organisasi Terhadap Tingkat Stres Kerja KaryawanBagian Ironing di PT X.Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), volume 5, nomor 5.Saraswati LD, Muniroh M. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar GulaDarah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2di Rsud K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), volume (6), nomor (1).Asih GY,Widhiastuti H, DewiR. (2018). Stres Kerja. Semarang : University Press.Arifin AR, Ratnawati, Burhan E. (2011). Fisiologi Tidur dan Pernapasan. Jakarta : Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI
PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 BANGKINANG KOTA TAHUN 2021 Ifaldi, Mutiara Ananda; Hamidi, M. Nizar Syarif; Safitri, Yenny
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.232 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9078

Abstract

Menurut data WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenorea dengan 10-15% mengalami dismenorea berat. Di Indonesia angka kejadian dismenorea sebesar 107.673 jiwa (64,24%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorea skunder. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tingkat nyeri haid (dismenorea) pada remaja putri di SMAN 2 Bangkinang Kota tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian pra-pascates dalam satu kelompok (one group pretest-posttest design). Dimana sampel dalam penelitian ini harus diobservasi terlebih dahulu sebanyak dua kali yaitu sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Adapun populasi pada penelitian ini adalah 60 orang. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 responden, nilai rata-rata variabel skala nyeri dismenore sebelum diberikan jus wortel sebesar 5.00 dan nilai rata-rata setelah diberikan jus wortel sebesar 2.54 Selisih antara nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan ialah 2.46. Ada perbedaan yang signifikan rerata nyeri dismenore remaja putri sebelum dan sesudah diberikan jus wortel. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu remaja putri terutama SMA N 2 Bangknang Kota untuk menghilangkan nyeri desminorea dengan menggunakan jus wortel sebagai alternatif mengurangi nyeri desminorea.
EFEKTIVITAS ANTARA TEKNIK CURL UP DENGAN LOWER ABDOMINAL STRENGTHTENING TERHADAP INTENSITAS DISMENOREA PADA MAHASISWI S1 PGSD FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PAHLAWAN Amborowati, Weny; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.646 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9079

Abstract

Wanita dewasa awal terkhusus mahasiswi yang mengalami dismenorea akan mempengaruhi aktivitas sehari-harinya terutama dalam kegiatan perkuliahan sehingga terjadinya penurunan konsentrasi dalam menerima materi yang disampaikan. Salah satu terapi non farmakologi yang bisa dilakukan untuk menurunkan nyeri dismenorea adalah latihan curl up dan lower abdominal strengthtening. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keefektifan antara teknik curl up dan lower abdominal strengthtening dalam menurunkan nyeri dismenorea pada mahasiswi S1 PGSD Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada 28 Juni-13 Juli 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang mahasiswi yang mengalami dismenorea yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapat perlakuan lower abdominal strengthtening dan kelompok kontrol mendapat perlakuan curl up. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariate dengan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skala dismenorea pada kelompok interveni sebelum dan sesudah perlakuan adalah 5,22 dan 1,94. Sedangkan pada kelompok control didapatkan rata-rata skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan adalah 5,72 dan 2,67. Serta selisih dari masing-masing kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu 3,28 dan 3,05 yang berarti lebih besar selisih pada kelompok intervensi yaitu lower abdominal strengthtening. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value 0,000 (< 0,05), berarti Ha diterima yaitu lower abdominal strengthtening lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenorea di bandingkan curl up.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDAPATAN KELUARGA DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA UPT BLUD PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 202I Atika, Nurul; Syahda, Syukrianti; dhilon, Dhinianggraini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.567 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9080

Abstract

Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja UPT BLUD Puskesmas Sukaramai masih rendah dibandingkan kontrasepsi lain. Rendahnya penggunaan kontrasepsi MKJP disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat pengetahuan dan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendapatan keluarga dengan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Sukaramai tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 29 Mei-09 Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaramai yang berjumlah 935 orang dengan sampel sebanyak 90 orang, menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkna bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan penggunan MKJP pada ibu (p value 0,015) dan ada hubungan yang bermakna antara pendapatan keluarga dengan penggunann MKJP (p value 0,003). Disarankan agar petugas puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada ibu tentang pemilihan MKJP agar pengetahuan masyarakat meningkat.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEYEBABKAN PASIEN PATAH TULANG RSUD DR. RM PRATOMO BAGAN SIAPIAPI BEROBAT KE PENGOBATAN TRADISIONAL PATAH TULANG SINSE Safitri, Devi Eka
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.193 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.12020

Abstract

Tulang merupakan anggota gerak utama bagi seseorang dalam melakukan aktifitas sehari hari yang dapat mengalami kerusakan atau patah. Untuk mengobati patah tulang tersebut seseorang masih menjadikan pengobatan tradisional patah tulang sebagai pilihan. Di Bagan Siapiapi pengobatan tradisional patah tulang dikenal dengan sebutan sinse. Pengobatan tradisional ini merupakan tindakan yang beresiko tinggi terhadap terjadinya kecacatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pasien patah tulang RSUD DR. RM PRATOMO Bagan Siapiapi berobat ke pengobatan tradisional patah tulang sinse tahun 2016. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriftif analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien patah tulang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang, mengunakan tehnik accidental sampling dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian di ketahui ada hubungan yang bermakna antara faktor pendidikan, pengetahuan, pendapatan, dan sikap dengan berobat ke pengobatan tradisional patah tulang sinse (P value 0,050), (P value 0,015), (P value 0,048), (P value 0,018). Oleh karena itu, diharapkan bagi petugas kesehatan memberikan informasi tentang faktor-faktor yang menyebabkan pilihan berobat ke pengobatan tradisional patah tulang sinse guna menghindari kecacatan yang dapat berdampak pada aspek fisik dan psikososial di masyarakat.
FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI KEJADIAN DISPEPSIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI PUSKESMAS BANGKINANG KOTA Hotna, Siti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.218 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.12023

Abstract

Masyarakat sering menyamakan penyakit dispepsia dengan penyakit maag, dikarenakan terdapat kesamaan gejala antara keduanya. Pola makan yang tidak teratur dan gaya hidup yang cenderung mudah terbawa arus umumnya menjadi masalah yang timbul pada masyarakat. Selain pola makan yang tidak teratur, jenis – jenis makanan yang dikonsumsipun yang merangsang peningkatan asam lambung seperti makanan pedas, asam serta minuman beralkohol, kopi. Kasus dispepsia didunia mencapai 13-14% setiap tahunnya, dan kasus di Kab.Kampar tahun 2016 sebesar 7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Dispepsia Pada Pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional, Populasi berkisar 200 setiap bulan dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 133 orang pasien rawat jalan di poli dewasa. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik Purposive Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan analisa penelitian yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa antara pola makan, penggunaan obat AINs dan Konsumsi makanan dan minuman yang merangsang HCL berhubungan dengan kejadian dispepsia pada pasien di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota Tahun 2017 (p value = 0.000, 0.000, 0.000 <0.05). Diharapkan kepada responden dapat menjaga pola makan, dan tidak mengkonsumsi makanan yang dapat merangsang HCL sehingga akan memperburuk keadaan penyakit dispepsia dengan mendengarkan informasi yang diberikan petugas kesehatan dan penyuluhan-penyuluhan selama di poli pengobatan.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI KELURAHAN BANGKINANG KOTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA Arge, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.102 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.12024

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan tradisional. Tanaman kelor memiliki khasiat sebagai obat sesak nafas, encok, biri-biri, mengurangi rasa nyeri (analgetik) dan obat rematik. Daun kelor mengandung antioksidan seperti flavonoid, vitamin C, vitamin E, vitamin A dan juga mengandung selenium yang membantu menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan senyawa flavonoid dalam bentuk terpenoid dalam daun kelor sangat efektif dan lebih aman dalam penurunan kadar gula darah. Berbagai alternatif pengobatan telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit diabetes, di antaranya dengan tanaman herbal, seperti ekstrak daun Moringa oleifera atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan nama KelorTujuan Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah. Penelitian ini bersifat kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas bangkinang kota dengan jumlah sampel 17 orang dipilih secara purposive sampling. Analisis data yang yang digunkan pada penelitian ini adalah uji T. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah dengan P-value 0.000. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan menambah ilmu pengetahuan bagi petugas puskesmas Bangkinang Kota tentang penggunaan obat herbal dalam menanggulangi penyakit DM Type II
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TINEA CORPORIS (KURAP) DI DESA NELAYAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBU KABUPATEN ROKAN HILIR Kurniadi, Rizki
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.75 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.12025

Abstract

Tinea korporis dapat terjadi pada pekerja yang berhubungan dengan hewan - hewan. Maserasi dan oklusi kulit lipatan menyebabkan peningkatan suhu dan kelembaban kulit yang memudahkan infeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi atau tidak langsung melalui benda yang mengandung jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian tinea corporis di Desa Nelayan Wilayah Kerja Puskesmas Jambu Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian kasus kontrol (case control study). Sampel dalam penelitian ini adalah untuk kelompok kasus diambil keseluruhan kasus tinea corporis usia 26 tahun – 60 tahun di Puskesmas Jambu tahun 2015 sebanyak 94 kasus dan kelompok kontrol yaitu semua masyarakat yang berobat ke Puskesmas Jambu yang diambil dari jumlah populasi pasien yang berjumlah 94 kasus dengan teknik pengambilan sampel total sampling untuk kelompok kasus dan sistematik random sampling untuk kelompok kontrol. Pengumpulan data melalui kuesioner. Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kasus sebagian besar responden berpengetahuan kurang tentang tinea korporis sebanyak 38 orang (59,6%) dan pada kelompok kontrol mayoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 71 orang (75,5%). Pada kelompok kasus sebagian besar responden bersikap negatif sebanyak 59 orang (62,8%) dan pada kelompok kontrol sebagian besar bersikap positif sebanyak 57 orang (60,6%). Pada kelompok kasus sebagian besar memiliki personal hygiene tidak bersih sebanyak 58 orang (61,7%) dan pada kelompok kontrol sebagian besar memiliki personal hygiene bersih sebanyak 59 orang (62,8%) Hasil uji Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan personal hygiene dengan kejadian tinea corporis di Desa Nelayan Wilayah Kerja Puskesmas Jambu Kabupaten Rokan Hilir tahun 2016. Untuk itu bagi pihak Puskesmas agar dapat memberikan penyuluhan tentang tinea corporis pada masyarakat di Wilayah Puskesmas Jambu.

Page 3 of 18 | Total Record : 180