cover
Contact Name
Ratih Novi Listyawati
Contact Email
ratihnovilistyawati@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
matrapolis.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37, Kampus Tegal Boto, Sumbersari, Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
MATRAPOLIS : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27458520     DOI : https://doi.org/10.19184/matrapolis
Core Subject : Social, Engineering,
The MATRAPOLIS journal is an open access journal with a specialty in the area of urban and regional planning. Matrapolis publishes two numbers in one volume every year, and all accepted manuscripts will be released worldwide. The topics and scopes of the Matrapolis Journal consist of five fields, including Housing and Settlements; Urban and Rural Infrastructure; Land Use; Economic Region; Conservation and preservation.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2022)" : 6 Documents clear
Penentuan Metode Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kecamatan Pasirian, Lumajang Erlisa Rika Trispa Puspita Purwanto; Yeny Dhokhikah; Ratih Novi Listyawati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.351 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36644

Abstract

Pada kehidupan sehari-hari manusia melakukkan berbagai kegiatan yang menimbulkan limbah/sampah akibat dari kegiatan yang dilakukkan. Sampah jika dibiarkan menumpuk dan tidak dikelola akan berakibat negatif pada kondisi lingkungan, kondisi kesehatan manusia dan ekosistem. Kecamatan Pasirian memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Lumajang dan memiliki julukan sebagai Kota Kedua karena pembangunan perekonomian yang meningkat, sehingga berpotensi menjadi penyumbang sampah terbanyak. Berbagai macam upaya pemerintah untuk menekan timbulan sampah dan menciptakan lingkungan bersih diantaranya diberlakukkannya peraturan terkait pengelolaan sampah dan penerapan program bank sampah. Pola pengelolaan sampah Kecamatan Pasirian saat ini masih belum berjalan dengan optimal, karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, cakupan pelayanan yang belum menyentuh kawasan perdesaaan serta minimnya lembaga/organisasi yang mengangani persampahan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan memberikan rekomendasi penentuan alternatif metode pengelolaan sampah yang tepat untuk diterapkan dengan metode AHP. Dari hasil AHP dengan 30 responden didapatkan hasil alternatif metode pengelolaan yang tepat diterapkan ialah pengelolaan sampah skala rumah tangga (pemilahan & pengomposan) dilanjut pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah, dengan bobot 0,336 lebih tinggi dari alternatif metode lainnya. Dari 3 kriteria, aspek lingkungan dianggap lebih penting untuk dipertimbangkan dalam menentukan metode pengelolaan sampah 0,610, sosial budaya 0,227 dan ekonomi 0,163. Dari 9 subkriteria yang menjadi prioritas untuk dipertimbangkan ialah potensi penyebaran penyakit akibat sampah dengan bobot 0,237.
Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Dalam Mendukung Produktivitas Pangan Di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Firda Wahyu Puspita Sari; Luh Putu Suciati; Nunung Nuring Hayati
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.388 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36645

Abstract

Pengembangan produktivitas padi dapat menjadi baik apabila didukung dengan infrastruktur perdesaan yang memadai sebagai salah satu penunjang produktivitas padi. Analisis yang di lakukan yaitu analisis skoring, analisis korelasi Spearman Rank dan Force Field Analysis (FFA). Analisis skoring di dapatkan hasil sebesar 56% yang dimakan kondisi infrastruktur dalam kondisi cukup baik. Keterkaitan infrastruktur perdesaan dengan produktivitas padi sebesar 0,651 yang termasuk kategori kuat, sehingga keterkaitan infrastruktur perdesaan kuat dengan produktivitas pangan di Kecamatan Ambulu dan untuk stategi yang di dapatkan berdasarkan pendorong dan penghambat yang telah di pilih dengan cara menyinerginakan antara beberapa pihak yang terkait dan dapat membantu perwujudan keberadaan pengembangan infrastruktur perdesaan dalam mendukung produktivitas pertanian Kecamatan Ambulu agar di manfaatkan secara kontinyu. Tidak hanya sampai disitu, diperlukan juga pendampingan kelompok – kelompok tani yang bisa membantu para petani dalam mendukung tercapainya panen padi sehingga bisa dilakukan evaluasi secara berkala. Melakukan Forum Group Discussion (FDG) yang mana setiap masukan dan kendala dari para petani bisa didiskusikan secara bersama untuk mencarikan solusi yang tepat.
Peningkatan Daya Tarik Wisata Megalitikum Melalui Konservasi dan Preservasi Situs Duplang Berbasis Masyarakat di Kabupaten Jember Galuh Ajeng Hamindhani; Dewi Junita Koesoemawati; Dano Quinta Revana
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.793 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36636

Abstract

Situs Duplang di Desa Kamal merupakan situs utama di Kabupaten Jember dan sebagai wisata budaya di Kecamatan Arjasa, yang memiliki potensi sebagai tempat wisata, sumber pendidikan, dan sebagai tempat penelitian. Situs Duplang sebagai bukti peradaban manusia harus terlestarikan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga keterlibatan masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya tersebut karena masih belum ada pengelolaan secara profesional sebagai kawasan wisata sejarah dan edukasi. Oleh karena itu perlunya melakukan upaya konservasi dan preservasi berbasis masyarakat, dimana terdapat keterlibatan masyarakat dalam melindungi dan meningkatkan daya tarik wisata Situs Duplang dengan dorongan dan bantuan dari pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif, skoring objek cagar budaya, dan analisa SWOT. Arahan atau strategi pelestarian yang harus dilakukan ada lima yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait situs dan upaya konservasi-preservasi, melestarikan sosio kultur atau budaya masyarakat lokal, meningkatkan perlindungan Situs Duplang, mengembangkan kawasan wisata megalitikum dengan museum terbuka, serta meningkatkan promosi pada Situs Duplang.
Pengembangan Kawasan Wisata Alam Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus Air Terjun Jagir Desa Kampunganyar Kabupaten Banyuwangi) Piping Dwi Krismawati; Nunung Nuring Hayati; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.614 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36646

Abstract

Air Terjun Jagir adalah wisata alam yang berada di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kawasan wisata alam Air Terjun Jagir menjadi destinasi pilihan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi. Namun pada kondisi eksistingnya, dengan jumlah pengunjung yang banyak wisata Air Terjun Jagir tidak diimbangi dengan fasilitas penunjang wisata yang sesuai. Dalam hal pengembangan wisata sebagian masyarakat sudah mengetahui mengenai pengembangan wisata dan menanggapi secara baik, namun masih banyak juga masyarakat yang belum mengetahui bahkan tidak berpartisipasi terhadap wisata alam Air Terjun Jagir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor penentu pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir, mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Desa Kampunganyar, dan merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir berdasarkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis data untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pertama, menggunakan metode Analisis Delphi untuk menentukan faktor-faktor penentu pengembangan Air Terjun Jagir. Kedua, menggunakan Analisis Deskriptif untuk menentukan bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Desa Kampunganyar dan untuk menentukan arahan pengembangan kawasan wisata alam Air Terjun Jagir. Hasil penelitian ini yaitu terdapat 6 faktor penentu yang mempengaruhi pengembangan Air Terjun Jagir. Sedangkan bentuk partisipasi yang diberikan masyarakat Desa Kampunganyar terbanyak yaitu partisipasi tenaga dan tingkat partisipasinya berada di tingkat consultation yang tergolong dalam Tokenis. Serta arahan pengembangannya ditentukan berdasarkan faktor attraction, accessibility, amenities, ancillary, sumberdaya manusia, dan lingkungan yang disesuiakan dengan kebijakan atau teori yang berkaitan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata Pantai Watu Pecak Kabupaten Lumajang Priska Dwi Marcella; Sri Sukmawati; Rendra Suprobo Aji
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.562 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36637

Abstract

Pada Rencana Penetapan Kawasan Strategis, dalam penetapan strategis pengembangan kawasan perekonomian jalur selatan terdapat wisata pantai. Pantai Watu Pecak memang menawarkan banyak keindahan dan keunikan tersendiri. Partisipasi masyarakat Desa Selok Awar–Awar sangat dibutuhkan dalam meningkatkan jumlah wisatawan di Pantai Watu Pecak. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata Pantai Watu Pecak dalam mendukung sektor kepariwisataan di Kabupaten Lumajang, untuk mengetahui bentuk partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam pengembangan Pantai Watu Pecak dan merumuskan strategi pengembangan pariwisata Pantai Watu Pecak di Kabupaten Lumajang. Metode analisis yang digunakan dalam menentukan faktor-faktor adalah Delphi, untuk penentuan bentuk partisipasi masyarakat menggunakan metode Deskriptif, sedangkan dalam penentuan strategi pengembangan wisata dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Berdasarkan hasil analisa, diketahui bahwa faktor penentu yang dapat mempengaruhi pengembangan wisata Pantai Watu Pecak ada 5 faktor, yakni: Atraksi, Aksesibilitas, Fasilitas, Pelayanan Tambahan dan Lingkungan. Bentuk partisipasi terbanyak yang diberikan oleh masyarakat Desa Selok Awar–Awar untuk pengembangan wisata Pantai Watu Pecak yaitu partisipasi buah pikiran dan partisipasi tenaga, dengan tingkat partisipasi masyarakat berada pada tingkat consultation, sehingga tergolong dalam kategori Tokenism (partisipasi semu). Selain itu hasil dari analisis SWOT diketahui dalam penetapan Strategi Pengambangan Kawasan Pariwsata Pantai Watu Pecak berada pada kuadran 1.
Penentuan Prioritas Pengembangan Infrastruktur Wilayah Pesisir Kecamatan Muncar Menggunakan Metode Importance – Performance Analysis (IPA) Aurelia Zara Adela; Akhmad Hasanuddin; Rindang Alfiah
MATRAPOLIS: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.402 KB) | DOI: 10.19184/matrapolis.v3i2.36643

Abstract

Kecamatan Muncar merupakan salah satu kecamatan yang berada di ujung timur Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Selat Bali. Kecamatan Muncar memiliki potensi yang beragam, berdasarkan RTRW Kabupaten Banyuwangi tahun 2012 – 2032 ditetapkan sebagai Kawasan Minapolitan dan Wilayah Pengembangan Pariwisata II dengan image wisata spiritual dan wisata bahari. Akan tetapi pada kondisi eksisting infrastruktur yang ada dinilai masih kurang mendukung kegiatan di Pesisir Muncar, sehingga terdapat permasalahan antara lain: pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, banyaknya sampah di kawasan Pantai Muncar, sering terjadi abrasi pantai, serta kurangnya lampu penerangan. Selain itu, pada infrastruktur perikanan juga belum optimal, antara lain: akses menuju TPI Brak Kalimoro jalannya sempit dan belum beraspal, pengangkut ikan yang rendah, dermaga yang ada di Pelabuhan Perikanan belum berfungsi dan SPBN yang beroperasinya tidak menentu. Sehingga penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui prioritas pengembangan infrastruktur wilayah Pesisir Muncar dan memberikan arahan pengembangan infrastrukturnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik serta jenis penelitiannya adalah kuantitatif dan kualitatif. Pada penentuan prioritas pengembangan infrastruktur wilayah pesisir Kecamatan Muncar menggunakan teknik Importance-Performance Analysis (IPA) dan untuk menentukan arahan pengembangan infrastruktur menggunakan analisa triangulasi. Berdasar hasil penelitian, dapat diketahui prioritas infrastruktur, ialah: prioritas 1 (sistem pengelolaan limbah dan sanitasi, persampahan, drainase, dan jaringan jalan), prioritas 2 (fasilitas pendukung transportasi, cold storage, pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan, dan Tempat Pelelangan Ikan), dan prioritas 3 (puskesmas, Koperasi Unit Desa, rumah makan, dan hotel atau homestay).

Page 1 of 1 | Total Record : 6