cover
Contact Name
Margaretha Praba Aulia
Contact Email
praba@uby.ac.id
Phone
+628112643322
Journal Mail Official
praba@uby.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Boyolali Jl. Pandanaran No.405, Dusun 1, Winong, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57315
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
AGROTECH Research Journal
Published by Universitas Boyolali
ISSN : -     EISSN : 27234177     DOI : https://doi.org/10.36596/arj.v3i2
Core Subject : Agriculture,
AGROTECH Research Journal (ARJ) Scope of Study: Seed technology, Agrotechnology, Plant Physiology, Post Harvest Technology, Soil Fertility and Plant Nutrition, Seed Production, Post Harvest Physiology, Tissue Culture, and Plant Diseases Pests.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
Microwave-Assisted Extraction (MAE) Untuk Pengambilan Protein dari Chlorella pyrenoidosa Khairun Nisa, Anis; Aulia, Margaretha Praba
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microwave-Assisted Extraction (MAE) merupakan metode inovatif untuk pengambilan protein dari mikroalga Chlorella pyrenoidosa, yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi dan berbagai manfaat kesehatan. Chlorella pyrenoidosa, yang termasuk dalam kelompok Chlorophyta, memiliki potensi sebagai sumber protein berkelanjutan dan efisien, dengan kandungan protein mencapai 50-60% dari berat keringnya. Namun, proses ekstraksi protein dari mikroalga ini menghadapi tantangan karena dinding sel yang kaku dan ketahanan terhadap pelarut konvensional. Microwave-Assisted Extraction (MAE) menggunakan radiasi gelombang mikro untuk memfasilitasi pelepasan protein intraseluler dengan cara memanaskan secara merata, yang mengurangi degradasi termal dan mempertahankan fungsionalitas protein. Penelitian menunjukkan bahwa Microwave-Assisted Extraction (MAE) dapat meningkatkan hasil dan kemurnian protein hingga 40-50% dibandingkan metode konvensional, serta mengurangi waktu ekstraksi hingga 50%. Meskipun terdapat tantangan dalam pengaturan parameter proses dan biaya investasi awal, prospek penggunaan MAE dalam ekstraksi protein dari Chlorella pyrenoidosa sangat menjanjikan, terutama dalam memenuhi permintaan akan sumber protein nabati yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi ekstraksi dan mengeksplorasi aplikasi Microwave-Assisted Extraction (MAE) dalam industri pangan dan nutrisi.
Identifikasi dan Diversifikasi Mikoriza pada Tanah yang Ditanami Kedelai hitam (Glycine Max. L. Merril) Reni Setyowati; Juhariah, Jujuk; Sri Hertini, Etty
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza termasuk ke dalam golongan jamur yang dapat melakukan suatu bentuk kerjasama dengan perakaran tanaman serta tidak bersifat patogenik. Identifikasi keberadaan mikoriza pada lahan vegetasi yang mengalami stress abiotik seperti kekeringan belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan spora mikoriza pada lahan vegetasi yang sebelumnya mengalami stess kekeringan. Parameter penelitian ini adalah mengetahui jumlah, kerapatan, Indeks dominansi dan Indeks keragaman spora mikoriza yang ada pada tanaman kedelai hitam jenis malika dan detam 2. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2024. Tempat penelitian Green House Agrotech Botanical Center. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah media tanam dari tanaman kedelai hitam yang sebelumnya telah mendapat perlakuan aplikasi mikoriza dan non mikoriza. Serta beberapa variasi dosis pemupukan bionanosilica yakni dengan konsentrasi S0 (0 ppm), S1 (50 ppm), S2 (100ppm), S3 (150 ppm), dan S4 (200 ppm). Mikoriza yang digunakan adalah mikoriza dengan bahan pembawa berupa zeolite (granule)dan larutan glukosa 60%. saringan tanah 425µm, 125 µm, 45 µm, sentrifuge, tabung sentrifuse, mikroskop cahaya, kamera mikroskop, laptop, counter, cawan petri, pipet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jumlah spora paling tinggi terdapat pada tanaman kedelai hitam malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 200 ppm. Indeks keragaman spora FMA memiliki rata – rata yang hampir sama. namun nilai tertinggi ada pada perlakuan tanaman kedelai hitam detam 2 non mikoriza serta penggunaan pupuk bionanosilika 150 ppm. Indeks dominansi spora paling banyak adalah gigaspora sp pada media tanam kedelai hitam malika perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr serta dipupuk bionanosilika dengan konsentrasi 50 ppm. Indeks keragaman komuditas mikoriza yang paling tinggi adalah genus gigaspora malika dengan perlakuan inokulasi mikoriza pertanaman 10 gr dan tidak dipupuk bionanosilika. Pada perlakuan kontrol memiliki beberapa spora mikoriza alami ini membuktikan bahwa media tanam yang digunakan sudah subur. Indeks dominansi spora berbanding terbalik dengan Indeks kerapatan spora. Ini karena kepadatan mengukur jumlah individu per satuan luas, sedangkan Indeks dominansi mengukur seberapa besar pengaruh beberapa spesies terhadap komunitas.
Analisis Pertumbuhan Tanaman Jagung Manis (Zea Mays sp) Dengan Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Cair Kambing Pada Media Polybag Di Desa Nongkojajar Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Rifki Akbar Fauzi, Ridho; Hertini, Etty Sri; Juhariah, Jujuk
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan penelitian ini bertujuan untuk menganaisis pengaruh pupuk organik padat dan cair dari kotoran kambing pada pertumbuhan tanaman jagung manis (zea mays sp) dalam media polybag. Yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RKAL) dengan empat perlakuan terdiri dari perlakuan 1 kontrol (tanpa pupuk). Perlakuan 2 pupuk padat 250 gram. Perlakuan 3 pupuk cair kotoran kambing dan perlakuan 4 dengan pupuk kombinasi keduanya. Parameter yang diamati adalah panjang daun dan tinggi tanaman selama 42 hari setelah tanam yang di analisis uji ANOVA pada taraf 5%. Hasil uji ANOVA menunjukan adanya pengaruh yang signifikan pada beberapa waktu pengamatan terutama pada fase pertumbuhan vegetatif aktif pada 28 hari setelah tanam hingga 42 hari setelah tanam. Dengan itu pemanfaatan pupuk organik kotoran kambing, khususnya dalam bentuk cair dapat menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan efisien dalam budidaya jagung manis di lahan yang terbatas
Pengaruh Campuran Media Tanam Cocopeat dan Pupuk Fosfor (P) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Talas (Colocasia Esculenta L.) Cahyono, Adi; Joko Santosa, Sartono; Triyono, Kharis
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media tanam cocopeat dan pemberian pupuk fosfor (SP-36) terhadap pertumbuhan talas (Colocasia esculenta L.). Penelitian dilakukan di Balai Benih Hortikultura Tohudan, Karanganyar dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu komposisi media tanam (tanah + pupuk kandang, 3:1:1, dan 3:2:1) serta dosis pupuk fosfor (0, 7,5, 15, dan 22,5 g/tanaman). Parameter pengamatan mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, panjang batang, diameter batang, berat berangkasan segar, berat berangkasan kering, dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dengan campuran cocopeat memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap seluruh parameter pertumbuhan talas. Perlakuan terbaik diperoleh pada komposisi tanah : cocopeat : pupuk kandang (3:2:1). Sebaliknya, pemberian pupuk fosfor (SP-36) tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Selain itu, tidak ditemukan adanya interaksi yang signifikan antara kombinasi media tanam cocopeat dengan dosis pupuk fosfor. Kata Kunci :Talas, Cocopeat, Pupuk fosfor, Pertumbuhan, Colocasia esculenta L
Kajian Macam Pupuk Kandang dan Konsentrasi Pupuk KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Mahendra, Alek Esa; Triyono, Kharis; Sumarmi
AGROTECH Research Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk kandang (kotoran jangkrik dan kambing) serta konsentrasi pupuk KNO? terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian dilakukan di Kebun Benih TPH Tohudan, Karanganyar, dari April hingga Juni 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu macam pupuk kandang (kontrol, pupuk jangkrik, dan pupuk kambing) 1280 g/petak dan konsentrasi pupuk KNO? (0 g/L, 15 g/L, dan 30 g/L), dengan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot basah dan kering umbi per rumpun, diameter umbi, serta berat umbi basah per petak. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa pemberian pupuk kandang kambing secara individu mendapatkan hasil signifikan terhadap semua parameter. Sebaliknya, pemberian pupuk KNO? tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada sebagian besar parameter hasil, termasuk berat kering dan jumlah umbi kecil. Tidak ditemukan interaksi yang signifikan terhadap kombinasi pupuk kandang dan KNO? pada semua parameter. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk kandang kambing berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah secara signifikan, sedangkan pupuk KNO? belum memperlihatkan efek maksimal. Pemanfaatan pupuk organik seperti kotoran kambing dapat menjadi bahan alternatif ramah lingkungan dalam meningkatkan produktivitas bawang merah. Selain itu, penggunaan pupuk kandang juga membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menjaga kelembapan tanah lebih stabil. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi petani dalam memilih kombinasi pupuk yang efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk meningkatkan hasil budidaya bawang merah di lapangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5