cover
Contact Name
Meilina
Contact Email
meilina@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281992860145
Journal Mail Official
jpengmas@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Nomor 1365 Samping Masjid Ash-Shofa Komplek RS Moh. Hoesin Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
ISSN : 28292669     EISSN : 28295838     DOI : https://doi.org/10.36086/j.abdikemas.v4i2
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Abdikemas, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Education for Sustainable Development. Community Services, People, Local Food Security, Nutrition and Public Health; Community Empowerment, Social Access; Nursing, Midwifery, Pharmacy, Sanitation and Medical Laboratary Engineering Student Community Services; Border Region, Less Developed Region.
Articles 233 Documents
KELOMPOK MASYARAKAT KELURAHAN TALANG JAMBE, BERTANAM KELOR, BUNGA TELANG, DAN MENIRAN SERTA MANFAATNYA UNTUK KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Sonlimar Mangunsong; Muhamad Taswin; Ade Agustianingsih
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 Juni (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.97 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i1.1241

Abstract

Telah dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui bertanaman kelor, bunga telang, serei, mint dan meniran untuk digunanakan sebagai makanan kesehatan dimasa pandemi covid 19. Pelaksanaan dilakukan Kelompok Warga RW/RT: 02/06 lorong nangka 1 Kelurahan Talang Jambe Kota Palembang Sumatera Selatan. Berjarak 15 Km dari alamat Institusi Poltekkes Palembang dengan mitra kerjasama. Kegiatan dimulai dengan berkomunikasi dan mendapat persetujuan dari Bapak Lurah Talang jambe. Merencanakan lokasi dan menyediakan lahan berkebun tanaman kelor, bunga telang, serei, mint dan meniran. Menggunakan dua kapling lahan tanah milik warga Lorong nangka 1 yang disepakati warga RT 06, dan kelompok pelaksana adalah Kelompok Warga/Kader PKK yang telah disetujui bapak RT 06. Kelompok dosen menyediakan bibit kelor, bunga telang dan meniran yang diperoleh dari kebun pembibitan, kemudian diberikan kepada kelompok mitra untuk ditanam dan dipelihara secara bersama sama. Melakukan kordinasi setiap minggu dengan kelompok mitra. Selama 3 bulan dilakukan pemantauan setiap minggu terhadap kegiatan bertanam kelor bunga telang, mint dan meniran. Hasil yang diperoleh adalah tanaman kelor,bunga telang dan meniran dapat dipanen setelah 3 bulan budi daya. Hasil panen telah diolah menjadi makanan sehat berupa puding agar, bandrek, cendol, keripik dan mie berbahan dasar kelor dan meniran. Evaluasi keberhasilan terukur dari peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku yang telah terwujud dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berkebun tanaman obat masa pandemic covid 19. Tema kegiatan ini ditindak lanjuti membuat produk siap saji sebagai unggulan Kelurahan Talang Jambe menujun Lomba Kelurahan Sehat ditingkat Kota dan Propinsi melalui Kader PKK Kantor Kelurahan dan Kecamatan.
PENYEGARAN KADER DAN PELAYANAN POSBINDU Patria Asda; Nur Yeti Syarifah
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 Juni (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.862 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i1.1246

Abstract

prevalence rate of non-communicable diseases in the 2018 based on National Basic Research on public’s results has increased compared to the results of Nasional Basic research in 2013. Cepit Pendowoharjo Hamlet has many residents who suffer from non-communicable diseases such as hypertension, gout and cholesterol. The activities of the Posbindu in the Cepit village have not been carried out continuously and regularly every month. There are still many cadres, especially new cadres who do not understand the mechanism and stages of implementing posbindu. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of cadres and reactivate posbindu’s activities in Cepit Hamlet, Pendowoharjo Bantul. Community service activities were carried out in December 2019, in the form of counseling to cadres in the form of a review of posbindu materials and posbindu services to the community. Materials for cadres are given using audiovisual media in the form of PPT and video. Posbindu services are carried out with a 5 table system. Participants seemed enthusiastic in following the entire agenda of activities. There is an increase in the knowledge of cadres after being given material about the stages of posbindu and the posbindu services to the community have been given well.
LAWAN COVID-19 MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN MASYARAKAT DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU KABUPATEN BANYUASIN Dewi Marlina; Fadly Fadly; Elita Vasra; Mardiana Mardiana; Itail Husna Basra
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.343 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2.1381

Abstract

Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di jalan, dan dimanapun. Kita dibuatnya seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya Covid-19, sehingga membuat kita tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah dan negara. Pada Adaptasi Kebiasaan Baru merupakan tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja atau pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat pentingnya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta mampu mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada di masyarakat Desa Pulau Harapan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Pendidikan kesehatan yang dilakukan berupa ceramah, tanya jawab, pemutaran video dan edukasi. Penerimaan masyarakat dapat terlihat dari antusiasme mengikuti kegiatan hingga akhir. Hasil Pendidikan kesehatan pada Desa Pulau Harapan Sembawa Kabupaten Banyuasin yaitu terwujudnya peningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta membantu masyarakat beradaptasi di era adaptasi kebiasaan baru.
SELF-MANAGEMENT NYERI PASIEN KANKER METODE NON FARMAKOLOGI Prahardian Putri; Muliyadi Muliyadi; Rahmad Aswin Juliansyah
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.025 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1393

Abstract

Cancer is a chronic degenerative disease whose prevalence is currently increasing. In the world, in 2018 there were 18.1 million new cases with 9.6 million deaths. In Indonesia, there are 136.2 cancer patients per 100,000 population, the results of the Riskesdas cancer prevalence are 1.79 per thousand population (Riskesdas 2018). Cancer causes physical, psychological, social, and spiritual problems. One of the physical problems that cause discomfort in cancer patients is pain. The pain problem experienced is related to the disease and the impact of cancer treatment or treatment. Pain impacts physical comfort, sleep rest, and psychological comfort which causes a decrease in the quality of life of cancer patients. Chronic pain experienced by cancer patients requires self-management skills to adapt and minimize the pain experienced. Self-management of pain (relaxation, distraction, and guided imagery) effectively reduces pain. The purpose of this community service is to improve the ability to self-management of pain with relaxation, distraction, and guided imagery. The solution to the problem of pain in cancer patients is carried out in this community service by increasing the ability of cancer patients to self-management of pain. Methods of implementing community service, the community service team develops materials (booklets and videos) for self-management of pain, then trains each patient to use self-management of pain based on the material, and provides self-management assistance for cancer pain. The output target of this community service is to increase the self-management of cancer patient's pain. In addition, it produces booklets and videos of self-management of cancer pain with IPR as well as published results of community service.
SOSIALISASI APLIKASI BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PENCEGAHAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 3 KABUPATEN KERINCI Nasrazuhdy Nasrazuhdy; Agraini Agraini; Alpari Nopindra; Abdan Saquro
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.513 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1400

Abstract

Obesity can be defined as excessive or abnormal accumulation of fat in the body that can interfere with health. Obesity and overweight are said to be more associated with global causes of death than the incidence of underweight. (WHO: 2011). Obesity adversely affects almost all physiological functions of the body and constitutes a significant public health threat. This increases the risk of developing disease conditions, such as diabetes mellitus, cardiovascular disease, some types of cancer, various musculoskeletal disorders and poor mental health, all of which have negative effects on quality of life, work productivity and health care costs. (Muhammad Dicky Setyawan et al, 125: 2020) . Based on the basic health profile in 2013 it can be seen that obesity in adolescents nationally also increases every year. The average obesity sufferer in 2007 was 10.3%, increasing to 15.4% in 2013. (D. Wulandari: 2019)
GERAKAN REMAJA PUTRI BEBAS ANEMIA UNTUK PENCEGAHAN DAN PENANGULANGAN STUNTING DI DESA PASSI KECAMATAN PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Olvie Sahelangi; Meildy E. Pascoal; Sesca D. Solang
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.807 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1402

Abstract

Kerentanan anemia pada remaja putri terjadi karena proses kehilangan darah saat menstruasi.Rematri yang menderita anemia berisiko mengalami anemia jugasaat hamil, yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, ahkan menyebabkan kematian ibu dan anak. Tujuan : Remaja sehat Bebas Anemia merupakan investasi masa depan bangsa. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Passi Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow yang dilakukan pada tanggal 4 – 5 Agustus 2022. Peserta berjumlah 20 orang remaja putri yang dipilih secara acak. Peserta diberikan materi pelatihan dan melakukan pre test di awal dan diakhir pelatihan dilakukan post tes. Sedangkan analisis pada pengabdian masyarakat ini adalah univariate dan bivariat. Hasilnya pengetahuan gizi yang kurang 90 % menjadi cukup 75 % dan baik 15 %, pengetahuan tentang anemia kurang 55 % menjadi cukup 35 % dan baik 55 %, Sikap kurang 100 % menjadi cukup 25 % dan baik 75 %, peran orang tua kurang 100 % menjadi cukup dan baik 50%, media kurang 100 % menjadi cukup 55 % dan baik 45 %. Hasil uji parametrik (paried t test) nilai signifikan P value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan materi. Remaja perempuan mempunyai risiko yang jauh lebih besar untuk terkena anemia dibandingkan lakilaki.Kebiasaan Sarapan pagi merupakan faktor yang menentukan untuk remaja mendapatkan asupan yang baik sebagai bekal aktivitas sehari-hari sehingga terhindar dari anemia.Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa dengan pemberian materi pengetahuan tentang kejadian anemia pada remaja putri terdapat peningkatan yang baik dari semua materi yang diberikan dan secara uji statistik terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan materi. Kata Kunci: Anemia, Reproduksi, Remaja, Pengetahuan Gizi ABSTRACT The susceptibility of anemia in adolescent girls occurs due to the process of blood loss during menstruation. Rematri who suffer from anemia are at risk of experiencing anemia during pregnancy, which has an impact on the growth and development of the fetus in the womb and has the potential to cause complications in pregnancy and childbirth, even causing maternal and child mortality. Objectives: Anemia-free healthy youth is an investment in the nation's future. This community service was carried out in the village of Passi, West Passi District, Bolaang Mongondow Regency which was carried out on August 4-5, 2022. The participants were 20 young women who were chosen randomly. Participants were given training materials and conducted a pre-test at the beginning and at the end of the training a post-test was conducted. While the analysis on this community service is univariate and bivariate. The result is that the knowledge of nutrition that is less than 90% becomes sufficient 75% and good 15%, knowledge about anemia is less 55% to be sufficient 35% and good 55%, attitude is less than 100% to be sufficient 25% and good 75%, the role of parents is less 100% to be sufficient and good 50%, less media 100% to be sufficient 55% and good 45%. The results of the parametric test (paried t test) significant value P value = 0.000 (<0.05) which means that there is a significant difference in knowledge between before and after being given the material. Adolescent girls have a much greater risk of developing anemia than boys. Breakfast habits are a determining factor for adolescents to get a good intake as a provision for daily activities so as to avoid anemia. The results of community service show that by providing knowledge material about the incidence of anemia in young women there is a good increase in all the material provided and statistically there is a significant difference in knowledge between before and after being given the material. Keywords: Anemia, Reproduction, Adolescent, Nutrition Knowledge
PENDIDIKAN KESEHATAN KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN KESGILUT PADA MASYARAKAT DUSUN PENGGERATAN MUARO JAMBI Linda Marlia; Yesi Nurmawi; Junaidi Junaidi; Sukarsih Sukarsih
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.369 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1403

Abstract

Abstract Dental and oral health problems in Indonesia tend to increase, namely in 2018 (57.6%) compared to 2013 (25.9%) and 2007 (23.4%), Jambi Province (45%) and Muaro District Jambi (33.96%). The proportion of correct dental behavior in the age group above 3 years in Jambi Province is only 1% and Muaro Jambi Regency (1.16%), the lowest nationally. Marlia and Silfia (2019) that counseling with videos in the Jambi regional language is effective in improving dental skills in Pelempang Village children. As a follow-up, it is hoped that family health education efforts can increase the degree of difficulty in the Dusun Pengeratan community using the Jambi regional language video. This service is carried out using the Community Partnership Program (PKM) method through counseling, demonstrations and assistance to the Dusun Pengeratan community in maintaining health problems. The results of this PKM found that there was an increase in the knowledge and skills of respondents in maintaining mental health problems in Dusun Pengeratan. Keywords: dental and oral health, family health education
DETEKSI DINI DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KOLESTEROL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DEPATI VII KABUPATEN KERINCI Witi Karwiti; Eka Fitriana; Raden Mustopa; Sarinah Siregar
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.915 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1419

Abstract

Abstrak Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lipid ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total darah dan faktor risiko berbagai macam penyakit.. Saat ini prevalensi hiperkolesterolemia masih tinggi. Prevalensi hiperkolesterolemia di dunia sekitar 45%, Asia Tenggara sekitar 30% dan Indonesia 35%. Sehinggai hiperkolesterolemia masih menjadi masalah kesehatan. Peningkatan kadar kolesterol diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian dan 29,7 juta kecacatan per tahun. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah terselenggaranya deteksi dini hiperkolesterolemia dan terselenggaranya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol di wilayah kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan pemeriksaan kadar kolesterol pada masyarakat Desa Blui wilayah kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci. Kegiatan Pengabmas diikuti oleh 75 warga masyarakat Desa Blui Kabupaten Kerinci, dimana peserta kegiatan lebih banyak perempuan (69,33%) dan usia <65 tahun (64%). Hasil pre-test dan post-test dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kolesterol dari 43% menjadi 97% masyarakat mengetahui tentang hiperkolesterolemia. Hasil pemeriksaan kolesterol didapatkan kadar kolesterol normal 64% dan tidak normal 36%. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan dan pemeriksaan kadar kolesterol dapat terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan pada masyarakat.
DETEKSI DINI DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGENDALIAN FAKTOR RISIKO STROKE Sholeha Rezekiyah; Wuni Sri Lestari; Asnaily Asnaily
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.198 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1425

Abstract

Stroke is the number one cause of disability and death in the world in both developed and developing countries. The prevalence of stroke in Jambi Province was 6.8 permil, while in Kerinci Regency the prevalence of stroke was 21.74 permil. Risk factors that can trigger stroke are hypertension and diabetes. This Community Service activity includes early detection of risk factors and education to increase public knowledge in controlling stroke risk factors. The method used is counseling and health checks for the people of Belui Village and Kayu Ahok Mangkak Village, the working area of ​​the Depati VII Health Center, Kerinci Regency. This community service activity was attended by 100 people, most of whom were female (58%) and housework (48%). Most of them are <65 years old (73%) with basic education level (SD+SMP) (62%). Most of the people with light and moderate activities with daily consumption patterns rich in sugar, oil and salt and low consumption of fruits and vegetables and smoking. Has a history of hypertension, DM, asthma, heart disease and stroke. And also have parents who suffer from diabetes, hypertension and stroke. The results of the interview can be seen that there is an increase in public knowledge about stroke from 30% to 85%. The results of the health examination, most of the people suffer from hypertension (62%), normal BMI status (58%) and normal blood glucose levels (94%) and high blood cholesterol levels (58%). Keywords: stroke, early detection, risk factors, counseling Abstrak Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian nomor satu di dunia baik di negara maju maupun berkembang. Prevalensi stroke di Provinsi Jambi sebesar 6,8 permil, sedangkan di Kabupaten Kerinci prevalensi stroke sebesar 21,74 permil. Faktor risiko yang dapat memicu terjadinya stroke adalah hipertensi dan DM. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini meliputi deteksi dini faktor risiko dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengendalian faktor risiko stroke. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat Desa Belui dan Desa Kayu Ahok Mangkak wilayah kerja Puskesmas Depati VII Kabupaten Kerinci. Kegiatan Pengabmas ini diikuti oleh 100 orang masyarakat, terbanyak berjenis kelamin perempuan (58%) dan pekerjaan urus rumah tangga (48%). Sebagian besar berusia < 65 tahun (73%) dengan tingkat pendidikan dasar (SD+SMP) (62%). Sebagian besar masyarakat dengan aktivitas ringan dan sedang dengan pola konsumsi harian yang kaya dengan gula, minyak dan garam serta rendah konsumsi buah dan sayur serta merokok. Memiliki riwayat penyakit hipertensi, DM, asma, jantung dan stroke. Dan juga memiliki orangtua yang menderita DM, hipertensi dan stroke. Hasil wawancara dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stroke dari 30% menjadi 85%. Hasil pemeriksaan kesehatan sebagian besar masyarakat menderita hipertensi (62%), status IMT normal (58%) dan kadar glukosa darah normal (94%) serta kadar kolesterol darah tinggi (58%). Kata kunci: stroke, deteksi dini, faktor risiko, penyuluhan
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI DI KAMPUNG YANAMAA ARSO PIR 1, KABUPATEN KEEROM PAPUA Ester Rampa; Daniel Lantang; Herlando Sinaga; Tika Romadhonni; William Manugan; Rini Prastyawati
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 Desember (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.979 KB) | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v4i2 Desember.1430

Abstract

Vaccination is the process of administering vaccines by injection into the body or dripping into the mouth to increase the production of antibodies to ward off certain diseases. The implementation of this community service activity uses several methods, namely: the presentation method, this method was chosen to explain the importance of vaccination. Question and answer method, this method is very important to find out the insight of the people in Yanamaa Arso Pir 1 village, Keerom Regency regarding COVID-19 vaccination during the current pandemic. In addition, Sharing Session on COVID-19 vaccination was also carried out. Sharing session are given to the community in providing input and guidance for the material obtained. This activity will be held on November 19, 2021. The results of this service show that the people in Yanamaa Arso Pir 1 Village, Keerom Regency are very enthusiastic about participating in the activity from beginning to end.

Page 6 of 24 | Total Record : 233