cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Tanggapan Teki terhadap Cekaman Kekeringan pada Berbagai Jenis Tanah Paiman Paiman
Vegetalika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.255 KB) | DOI: 10.22146/veg.50598

Abstract

Teki (Cyperus rotundus) merupakan salah satu gulma dominan yang dapat tumbuh pada berbagai lahan pertanian dan berbagai jenis tanah pada kondisi air yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan tanggapan teki terhadap cekaman kekeringan pada berbagai jenis tanah. Penelitian ini menggunakan percobaan pot yang disusun dalam rancangan tersarang dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu jenis tanah yang terdiri atas 4 jenis yaitu tanah pasir pantai, alluvial, vulkanik dan grumusol. Faktor kedua yaitu cekaman kekeringan yang terdiri atas empat aras yaitu 25%, 50%, 75% dan 100% kapasitas lapang. Pengamatan meliputi tinggi gulma, panjang akar, jumlah umbi, luas daun, berat daun khas, rasio tajuk akar, kandungan prolin dan bobot kering gulma. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis varian pada jenjang nyata 5%.  Perbedaan antara perlakuan dianalisis dengan uji jarak berganda Duncan pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan teki pada tanah grumusol memiliki tinggi lebih tinggi, akar lebih panjang, berat kering gulma lebih berat. Namun, teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai memiliki jumlah umbi lebih banyak, daun lebih luas, rasio tajuk akar dan kandungan prolin lebih tinggi. Daun teki terluas ditemukan pada teki yang tumbuh pada tanah pasir pantai dan grumusol. Daun tertebal ditemukan pada tanah vulkanik. Teki yang tumbuh pada tanah dengan kadar air 25% kapasitas lapang mennujukkan tinggi dan panjang akar lebih pendek, daun lebih sempit, jumlah umbi lebih sedikit, bobot kering lebih rendah dan kandungan prolin lebih tinggi. Terjadi interaksi nyata antara jenis tanah dan cekaman kekeringan pada parameter kandungan prolin daun.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Pengaruhnya Pada Angsana (Pterocarpus indicus), Tanjung (Mimusops elengi), dan Asam Jawa (Tamarindus indica) di Jalan Lingkar Alun–Alun Yogyakarta Suryana Riski Siregar; Siti Nurul Rofiqo Irwan; Eka Tarwaca Susila Putra
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.765 KB) | DOI: 10.22146/veg.42694

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang digunakan dalam bahan bakar kendaraan bermotor dan menjadi polutan. Adapun tujuan penelitian adalah mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada daun tanaman Angsana (Pterocarpus indicus), Tanjung (Mimusops elengi), dan Asam Jawa (Tamarindus indica) serta mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan klorofil, kerapatan dan lebar bukaan stomata. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, dimana daun tanaman sampel dipilih berdasarkan diameter batang batang tanaman. Data di uji ANOVA (analysis of varians) dan korelasi menggunakan R studio dan Microsoft excel. Kandungan timbal (Pb) pada tanaman tanjung (Mimusops elengi) 4,39 mg/kg, tanaman asam jawa (Tamarindus indica) 3,08 mg/kg), dan tanaman angsana (Pterocarpus indicus) 2,5 mg/kg. Kandungan timbal  (Pb) pada tanaman asam jawa tidak berbedanya tanaman tanjung dan angsana, namun kandungan timbal (Pb) pada tanaman angsana berbeda nyata dengan tanaman tanjung. Kandungan timbal (Pb) tidak berbeda nyata antar diameter batang tanaman. Pengaruh kandungan timbal (Pb) pada klorofil, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, dan biomassa pada tiga jenis tanaman menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Pengaruh kandungan yang signifikan yaitu terhadap lebar bukaan stomata tanaman asam jawa. 
Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) pada Berbagai Komposisi Media Tanam dalam Skala Pot Fridia Nur Sofiarani; Erlina Ambarwati
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.084 KB) | DOI: 10.22146/veg.44996

Abstract

Penggunaan topsoil sebagai media tanam pada budidaya cabai rawit dalam skala pot, hendaknya mulai dikurangi karena kualitas dan kuantitasnya mulai terdegradasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis dan komposisi media tanam untuk mensubstitusi sepertiga topsoil dari total media tanam yang dapat mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dalam skala pot. Penelitian dilakukan di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada di Kalitirto, Berbah, Sleman, D.I. Yogyakarta, dan Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman Fakultas Pertanian UGM pada bulan April-Desember 2018. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari 7 macam perlakuan komposisi media tanam (kombinasi dari tanah topsoil, pupuk limbah kotoran ayam, pasir, kokopit, arang sekam) dengan 1 perlakuan kontrol (tanah topsoil:pupuk limbah kotoran ayam (2:1)). Variabel yang diamati berupa variabel pertumbuhan tanaman dan komponen hasil tanaman cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis varians (ANOVA) dengan α=5%, dilanjutkan dengan uji HSD-Tukey. Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam yang diujikan menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit dalam skala pot yang tidak berbeda nyata. Subsitusi sepertiga topsoil dari total media tanam menggunakan pasir, arang sekam, kokopit, maupun campuran dari bahan-bahan tersebut dapat mendukung pertumbuhan dan hasil cabai rawit dalam skala pot, khususnya di lahan-lahan sub optimal maupun perkotaan.
Pengujian Keunggulan Empat Galur Harapan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Yayuk Dwi Rahayu; Rudi Hari Murti
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.904 KB) | DOI: 10.22146/veg.47347

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keunggulan masing-masing galur. Percobaan dilaksanakan di Balai Pengembangan dan Promosi Agribisnis Perbenihan Hortikultura (BPPAPH) Ngipiksari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Juni hingga November 2018. Bahan penelitian yang digunakan adalah empat galur harapan tomat (G6, G9, Gamato 1 dan Gamato 5) dan empat varietas pembanding (Intan, Ratna, Gondol Putih dan Gondol Hijau). Rancangan percobaan lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat ulangan sebagai blok dan terdiri atas dua set percobaan (determinate dan indeterminate). Variabel pengamatan berupa karakter kuantitatif (tinggi tanaman, diameter batang, ukuran daun, umur berbunga, umur panen optimal, ukuran buah, rongga buah, tebal daging buah, padatan terlarut total, kekerasan buah, berat per buah, dan berat buah per tanaman). Data yang didapat dianalisis dengan Uji Kontras Ortogonal pada taraf nyata α%. Hasil penelitian menunjukkan galur G6 dan G9 memiliki umur panen (78,58 hst dan 82,67 hst) lebih cepat dibandingkan Intan (87,5 hst) dan Ratna (81,3 hst). Galur Gamato 1 dan Gamato 5 memiliki rerata bobot buah per butir (103,03 gram dan 111,4 gram) lebih berat dibandingkan Gondol Putih (58 gram) dan Gondol Hijau (72,10 gram). Rerata bobot buah per pohon galur Gamato 1 (1533,55 gram) dan Gamato 5 (1715,36 gram) lebih tinggi dari pembandingnya Gondol Putih (994,62 gram) dan Gondol Hijau (1380,24 gram). Kata kunci: keunggulan; tomat; galur harapan; dataran tinggi
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L. Aggregatum group) DI LAHAN PASIR Fannisa Fatirahma; Dody Kastono
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.157 KB) | DOI: 10.22146/veg.47792

Abstract

Tanaman bawang merah memerlukan ketersediaan hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam jumlah yang cukup dan berimbang di dalam tanah untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pupuk organik cair yang cocok untuk tanaman bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian lapangan dilakukan di daerah pantai Bugel-Panjatan (Kulon Progo), dari bulan September sampai dengan Oktober 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 1 faktor yaitu pupuk organik cair. Pupuk organik cair Hormon Tanaman Unggul (POC A), pupuk organik cair Super Natural Nutrition (POC B), pupuk kombinasi Hormon Tanaman Unggul dan Super Natural Nutrition (POC C), dan tanpa pemupukan pupuk organik cair (Kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada beda nyata pada komponen pertumbuhan sedangkan pada hasil produksi terdapat beda nyata antara perlakuan kontrol dan pupuk Super Natural Nutrition. Dosis pupuk yang digunakan yaitu 3 ml/ l air, diaplikasikan dengan interval waktu 2 minggu sekali pada umur 3 mst dan 5 mst. Hasil produksi tanaman bawang merah memiliki berat segar umbi 1.056,94 g/10,5 m2 dan berat kering umbi 449,72 g/10,5 m2. Dalam konversinya hasil produksi berat segar umbi sebesar 16,77 ton/ha sedangkan untuk berat kering umbi sebesar 7,13 ton/ha.
Stomata dan Trikoma Kultivar Kedelai Anjasmoro selama pemupukan Nanosilika dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Sri Suryanti; Arif Umami
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.326 KB) | DOI: 10.22146/veg.48795

Abstract

Soybean is a very important crop commodity in Indonesia. Increasing soybean production on dryland as cultivation land need to be carried out. Dryland have issues with either of nutrient and water availability which is not supportable for plant growth. Therefore, the application of nano-silica and plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) are expected to increase nutrient absorption, synthesis of plant growth hormone and increase in plant resistance to drought stress. The growth of drought-resistant plants is able to be showed through the status of stomata and trichomes on leaves. So that, this study aimed to determine the stomata and trichome performance of soybean plants of Anjasmoro cultivar using nano-silica and PGPR as fertilizers. The study design used a completely randomized design with 2 factors with three replication. The first factor was nano silica concentration i.e. 0, 100 and 200 ppm. The second factor was PGPR concentration i.e. 0, 5, 10, and 15%. Results showed that the nanosilica and PGPR applications had no significant effect on stomata and trichome status of Anjasmoro cultivar except for stomatal aperture and the ratio of the size of the stomata openings. A positive correlation has been found in the study between stomata openings and soybean yields.
Seleksi Produksi Tahap Pertama Klon-Klon Ubijalar Berkadar Gula Tinggi Joko Restuono
Vegetalika Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.726 KB) | DOI: 10.22146/veg.51087

Abstract

Ubijalar merupakan komoditas yang memiliki nilai gizi dan komersial yang tinggi, contohnya ubi Cilembu yang dikenal juga dengan ubi madu yang harga jualnya tinggi. Ubi ini disukai konsumen karena rasanya yang manis (memiliki kadar gula tinggi). Permintaan ubi Cilembu semakin meningkat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga sudah diekspor ke mancanegara. Daya adaptasi ubi Cilembu yang sempit (umumnya tumbuh baik bila ditanam di daerah Cilembu, Jawa Barat) menjadi kendala dalam pengembangannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan merakit varietas unggul baru yang memiliki produktivitas tinggi, kadar gula tinggi serta mampu beradaptasi luas. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil dan kadar gula klon-klon harapan ubi jalar.  Penelitian dilaksanakan di kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang. Materi genetik menggunakan 40 klon ubi jalar termasukpembanding Sari dan Cilembu sebagai varietas cek. Rancangan perlakuan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga ulangan. Variabel yang diamati : hasil panen, indeks panen, bahan kering umbi, kadar air dan kadar gula reduksi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 31 klon memiiliki kadar bahankering lebih tinggi dibandingkan dengan kedua varietas cek. Rata-rata produktivitas umbi segar tertinggi dipeoleh pada klon MSU 15018-53 (38,23 t/ha), diikuti MSU 15008-36 (36,37 t/ha) dan MSU 15018-55 (35,20 t/ha). Terdapat lima klon yang memiliki kadar gula reduksi lebih tinggi dari varietas pembanding Cilembu (13,30 Brix), yaitu klon MSU 15008-22, MSU 15013-35, MSU 15013-01, MSU 15016-69, dan MSU 15007-28. Klon-klon ini berpeluang untuk dirilis sebagai varietas unggul baru dengan kadar gula tinggi.
Pengaruh Tingkat Naungan dan Takaran Pupuk Kandang Kambing Etawa terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) di Lahan Pasir Pantai Suhesti Mustika Ningrum; Tohari Tohari; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.332 KB) | DOI: 10.22146/veg.34876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat naungan kritis dan rekomendasi pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai Kultivar Dena-1 yang dibudidayakan di Lahan Pasir Pantai Samas, Bantul. Tujuan jangka panjang, informasi ini dapat digunakan sebagai tolok ukur petani dalam menentukan komposisi tanaman untuk sistem tumpangsari, pemilihan lokasi tanam, dan takaran pupuk kandang. Penelitian dilaksakan mulai bulan Maret-September 2016.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot design). Faktor utama (main plot) adalah naungan dengan tingkat 0%, 25%, dan 50%. Faktor kedua (sub plot) adalah pupuk kandang kambing Etawa takaran 0 ton/ha, 10 ton/ha, dan 20 ton/ha. Data yang dikumpulkan meliputi parameter lingkungan, fisiologi, dan agronomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan berpengaruh nyata terhadap luas daun 42 hst, bobot kering tajuk, panjang akar, bobot kering tanaman 63 hst, bobot segar tanaman 42 dan 63 hst, bobot kering tanaman 63 hst, jumlah polong hampa dan berisi, umur mulai berbunga, umur mulai terbentuk polong, dan umur panen. Takaran pupuk kandang kambing Etawa berpengaruh nyata pada luas daun dan indeks luas daun 21 hst, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan kering tanaman 63 hst. Bobot segar akar 21 dan 42 hst, rasio akar/tajuk, jumlah polong hampa dan berisi, dan hasil kedelai. Terdapat interaksi antar perlakuan pada kadar klorofil a dan klorofil total 42 hst, koefisien a dan c tinggi tanaman 42 hst, panjang akar 63 hst. Tingkat naungan kritis terjadi pada naungan 59,25% pada takaran pupuk kandang kambing Etawa 20 ton/ha dan naungan 58,16% pada takaran pupuk 0 ton/ha. Kombinasi perlakuan yang paling baik adalah taraf naungan 25% dengan pupuk kandang kambing Etawa 10 ton/ha.
Keragaan Pertumbuhan Bibit Tiga Klon Teh (Camellia sinensis L.) pada Dua Media Pembibitan Ari Murti Ahmadi; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.062 KB) | DOI: 10.22146/veg.37172

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran besar dalam peningkatan devisa negara. Pembibitan teh merupakan hal yang penting diperhatikan karena akan menentukan pertumbuhan dan kualitasnya. Media pembibitan menjadi satu hal yang menjadi perhatian karena darisanalah bibit mendapat suplai unsur hara yang diperlukan yang akan mempengaruhi pertumbuhan. Arang sekam dan limbah baglog merupakan limbah yang sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembibitan teh karena kandungan unsur haranya yang tinggi, ringan dan masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keragaan pertumbuhan bibit teh pada media yang ditambahkan dengan arang sekam dan limbah media jamur (baglog) dan dibandingkan dengan media kontrol yang selama ini digunakan. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (klon x media pembibitan) dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: TRI 2025, PS 1 dan TPS 93 dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah + arang sekam (1:2), tanah + limbah baglog (1:2) dan kontrol. Kontrol terdiri dari top soil dan sub soil dengan perbandingan 1:3. Data yang diperoleh diuji beda nyata perlakuannya dengan menggunakan sidik ragam (anova). Apabila pada sidik ragam perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan perlu dianalisis lagi dengan uji beda nyata jujur Tukey dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bibit pada tanah + arang sekam lebih baik dibandingkan pada media tanah + limbah baglog. Media tanah + arang sekam dapat dijadikan media pembibitan alternatif, adapun media tanah + limbah baglog cenderung menurunkan kualitas bibit teh.
Pengaruh Induksi Benih dengan Natrium Klorida terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai (Glycine max L.) pada Cekaman Salinitas Mohamad Nur Eko Aji Prakoso; Budiastuti Kurniasih
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.409 KB) | DOI: 10.22146/veg.42753

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh induksi benih dengan larutan NaCl terhadap pertumbuhan dan hasil tiga kultivar kedelai dalam kondisi tercekam salin.  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kawat, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada bulan Maret-Agustus 2018. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor + 1 non-salin. Faktor pertama yaitu induksi benih dengan NaCl (mM) yang terdiri atas tiga konsentrasi yaitu 0 mM, 40 mM dan 80 mM. Faktor kedua adalah kultivar kedelai yang terdiri dari kultivar Anjasmoro, Dering dan Grobogan. Salinitas tidak mempengaruhi pertumbuhan pada ketiga kultivar, namun hanya pada kultivar Dering yang mengalami penurunan hasil. Dibandingkan tanpa induksi benih, induksi benih pada konsentrasi 80 mM NaCl secara signifikan meningkatkan bobot segar tajuk. Namun demikian, semua konsentrasi induksi benih tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kedelai yang tercekam salinitas.