cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Response of Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) terhadap Beberapa Ekstrak Kasar Tanaman Asmanizar Asmanizar; Aldywaridha Aldywaridha; Edy Sumantri; Ratna Mauli Lubis
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.882 KB) | DOI: 10.22146/veg.45597

Abstract

Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) is an important pest of soybean crop in Indonesia mainly soy bean. The insect cause seed damaged and decreasing of seed quality and quantity. The research was conducted to evaluate the insecticidal potential plant crude extract on the mortality of Green Stink Bug, N. viridula. Plant crude extracts were used in this study extracted by Soxhlet extractor. The experiment was done as oral toxicity (stomach poison) by dipping the bean pod in the crude extract solution and fed to N. viridula adult. The concentrations were 0.5 and 0.25% (volume of extract/volume of solution, v/v). The crude extracts which caused mortality effect up to 90-100% were continued to find the LC50 value.  The results revealed that N. viridula mortality was affected by crude extracts. Crude extract of Annona muricata seed, Alpinia galanga rhizome and Jatropha curcas seed, at 0.5  and 0.25% concentration showed insects mortality up to  97.5-100%. Whilst, crude extracts of Lamtana camara,  Cymbopogon nardus leaf and clumb, and P. betle leaf caused insect mortality 47.50 to 55%. Probit analysis showed that J. curcas seed crude extract was highly toxic (LC50=0.005%) to N. viridula adult followed by A. galanga rhizome crude extract (LC50=0.022%) and A. muricata seed crude extract (LC50=0.031%). These crude extracts proved to be highly potent to control N. viridula. More studies are essential to test these crude extracts and it is potential application as botanical insecticides at screen house and field.
Identifikasi Karakter Morfologi dan Agronomi Penentu Kehampaan Malai Padi (Oryza sativa L.) Lidwina Arum Meta Widyaningtias; Prapto Yudono; Supriyanta Supriyanta
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.652 KB) | DOI: 10.22146/veg.50721

Abstract

Karakter morfologi dan agronomi seperti jumlah gabah per malai banyak, daun lebar, daun tipis, daun mendatar, daun cepat luruh, serta berumur genjah merupakan karakter penentu kehampaan gabah pada malai Padi Tipe Baru (PTB). Kehampaan gabah pada malai disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter morfologi padi penyebab kehampaan malai. Dua puluh satu padi nomor aksesi padi ditanam di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kalitirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Maret hingga Agustus 2018 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Data pengamatan dianalisis dengan analysis of covariance (Ancova) dilanjutkan analisis korelasi dan analisis lintas (path analysis). Hasil penelitian mengatakan, kehampaan mampu mengurangi gabah isi sebesar 29.33%. Berdasarkan analisis korelasi karakter morfologi dan agronomi penyebab kehampaan malai antara lain panjang daun bendera, anakan produktif, kepadatan  malai dan gabah isi. Karakter tersebut beragam secara genetik sehingga dapat digunakan sebagai kriteria seleksi menurunkan kehampaan. Aksesi nomor 91 atau Q hitam dan 23 atau UGM*2 memiliki kehampaan rendah masing-masing sebesar 9.68% dan 9.92%, sehingga dapat digunakan sebagai tetua persilangan untuk menurunkan kehampaan.
Pengurangan Penggunaan Pupuk Urea Melalui Pemanfaatan Tanaman Turi Mini (Sesbania rostrata) pada Budidaya Jagung Manis Iqbal Effendy; Paiman Paiman; Neni Marlina
Vegetalika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.765 KB) | DOI: 10.22146/veg.53358

Abstract

The use of inorganic fertilizer in agriculture as well as on sweet corn cultivation is quite high. Inorganic fertilizer recommended for sweet corn is  35 kg urea ha-1, 150 kg TSP  ha-1 and 150 kg KCl ha-1. Besides high prices, its difficult to find when needed. To overcome this, an experiment was carried out by utilizing TM plants for reducing urea input. This research was carried out in Air Kuti Village, South Lubuklinggau District I, Lubuklinggau City, South Sumatera Province with an altitude of 110 meters above sea level (ASL), from April to June 2017. The experiment was arranged out in a randomized completely block design (RCBD) factorial 4 x 3 and repeated three times. The first factor was treatment combination of inorganic N fertilizer (urea) and TM plants consisted 4 kinds i.e: 75% urea and 1 TM plant, 50% urea and 2 TM plants, 25% urea and 3 TM plants, and 0% urea and 4 TM plants. The second factor was a frequency of urea application consisted of 3 levels i.e: 1-time application 15 days after planted (15 DAP), 2 times application (15 and 30 DAP), and 3 times application (15, 30 and 45 DAP). The results showed that application of urea fertilizer dosage of 25% recommended (108,75 kg urea ha-1) combinated with 3 stem of TM plants produced the best growth and yield of sweet corn. The frequency of urea application 3 times produced the best growth and yield of sweet corn.
Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Asam Jawa dan Asam Manis (Tamarindus indica L.) Aisyah Puspasari; Rohlan Rogomulyo; Didik Indradewa
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.42632

Abstract

Tanaman asam merupakan tanaman penting yang mempunyai potensi, tetapi kurang diperhatikan. Tanaman asam mempunyai manfaat sebagai rempah dan jamu tradisional. Tidak ada penelitian mengenai bagaimana komposisi media tanam yang baik untuk asam jawa dan asam manis. Atas dasar tersebut dilakukan penelitian “Pengaruh Komposisi Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Asam Jawa dan Asam Manis (Tamarindus indica L.)”. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit asam jawa dan asam manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017 di Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada, Berbah, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) faktorial 4 x 2 dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama komposisi media  tanam  antara  tanah : pupuk kandang : arang sekam 4 : 0 : 0, tanah : pupuk kandang : arang sekam 2 : 1 : 1, tanah : pupuk kandang : arang sekam 1 : 2 : 1, tanah : pupuk kandang : arang sekam 1 : 1 : 2. Faktor kedua jenis asam antara: asam jawa dan asam manis. Data hasil pengamatan dianalisis varians pada tingkat keprcayaan 95%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan, diuji lanjut dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil yang diperoleh tidak terdapat pengaruh kombinasi perlakuan media  tanam terhadap pertumbuhan bibit asam jawa dan asam manis.
Seleksi Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata) Hibrida Berdasarkan Umur, Komponen Hasil, dan Kadar Gula Pasca Panen Andiman Andiman; Rudi Hari Murti
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.44329

Abstract

Pengembangan kultivar hibrida jagung manis masih dibutuhkan karena permintaan masih tetap tinggi. Kultivar superior mempunyai umur panen yang cepat, hasil tinggi dan kandungan gula tinggi. Program pemuliaan pada jagung manis masih terus dikembangkan. Salah satu caranya yaitu menciptakan varietas unggul. Varietas unggul merupakan varietas yang memiliki potensi daya hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh genotipe F1 yang memiliki sifat unggul, yaitu berumur genjah, berproduksi tinggi, dan memiliki tingkat kemanisan tinggi. Penelitian ini dilakukan di lahan persawahan di Desa Bopongan jalan Imogiri Barat KM 5, Bantul, Yogyakarta. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah FSB × 24-8, 38 × 40, 24-8 × FMB, FM × 15-1, FM × 24-8, 24-8 × 24-4, FM × 22-3, 1 × 31, 75 × 13, 42-4 × 24-8, A × C, A × H, B × A, B × R, C × B, C × S,  R × C, R × T, T × H, dan T × K sebagai hasil persilangan, sedangkan Talenta sebagai kultivar pembanding. Hasil penelitian ini didapatkan jagung manis hibrida yang berumur genjah adalah hibrida FM × 15-1, FM × 22-3, 1 × 31, A × C, A × H, B × A, B × R, R × C, dan T × H. Jagung manis hibrida yang memiliki sifat unggul lainnya adalah hibrida T × K (karakter bobot tongkol per tanaman, bobot tongkol, dan diameter tongkol kulit tengah), B × R (karakter jumlah tongkol), 24-8 × FMB (karakter panjang tongkol kulit), FM × 24-8 (karakter jumlah baris per tongkol), dan FM × 22-3 (karakter kadar gula pasca panen digital).
Pengaruh Metode Pengendalian Gulma terhadap Dominansi Gulma serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Dela Yusuf Efendy; Prapto Yudono; Dyah Weny Respatie
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.44998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode pengendalian gulma yang efektif dan efisien untuk menekan kompetisi yang diakibatkan oleh keberadaan gulma pada pertanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tri Dharma Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Banguntapan, Bantul, dan Laboratorium Manajemen dan Produksi Tanaman Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan April hingga Juli 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan satu faktor dan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang digunakan adalah metode pengendalian gulma yakni: W0 (tanpa pengendalian gulma) sebagai kontrol negatif, W1 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1 MST), W2 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1 dan 2 MST), W3 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1, 2, dan 3 MST), W4 (pengendalian gulma secara mekanis pada umur kedelai 1, 2, 3 dan 4 MST), W5 (pengendalian gulma menggunakan bioherbisida kenikir konsentrasi 400 g.L-1 pada umur kedelai 1 MST), W6 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 200 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), W7 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 300 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), W8 (pengendalian gulma menggunakan herbisida sintetis dosis 400 mL.m-2 pada umur kedelai 1 MST), dan W9 (perlakuan bebas gulma) sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara perlakuan pengendalian gulma terhadap bobot kering gulma, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan tanaman, produktivitas, dan kehilangan hasil tanaman kedelai. Perla kuan pengendalian gulma secara mekanis hingga umur 3 MST (W3) paling efektif dan efisien menekan pertumbuhan gulma dan menghasilkan produktivitas tanaman kedelai setara dengan perlakuan bebas gulma.
Pengaruh Kompos Rumput Laut dan Azolla terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Puguh Bintang Pamungkas; Okti Purwaningsih; Herman Budi Susetyo
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.46199

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun ketersediaanya masih belum mencukupi kebutuhan dalam negeri, sehingga harus dipenuhi dari impor. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksinya adalah penggunaan bahan organik yang dapat memenuhi kebutuhan hara tanaman bawang merah tanpa memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Bahan organik yang digunakan adalah kompos Azolla dan rumput laut, dimana rumput laut laut mengandung auksin, sitokinin, etilen, asam absisat, dan giberelin, sedangkan Azolla memiliki kandungan N, P, K, Ca dan Mg. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakter agronomis tanaman bawang merah terhadap pemberian bahan organik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2019 di Dusun Glondong, Purwobinangun, Pakem, Sleman DIY, ketinggian tempat 600 mdpl. Jenis tanah yang digunakan dalam penelitian adalah tanah Regusol. Lokasi penelitian mempunyai curah hujan rata-rata 125,8 mm, temperatur rata-rata 25,2oC, kelembaban rata-rata 78,2%, dan lama penyinaran matahari 7,5 jam. Penilitian menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor (rumput laut dan kompos Azolla) dan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), laju tinggi tanaman (cm/minggu), jumlah daun (helai), laju pertumbuhan daun (helai/minggu), jumlah umbi (rumpun), diameter umbi (cm), bobot segar umbi (g), dan indeks panen (%). Hasil penelitian pada variabel pertumbuhan menunjukkan bahwa perlakuan Rumput Laut 1000 ppm+Tanpa Kompos Azolla memberikan hasil yang cukup baik jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Untuk variabel hasil, walaupun tidak ada perbedaan yang nyata dalam jumlah dan bobot umbi, namun untuk indeks panen menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. 
Pengaruh Pemangkasan Batang Utama dan Cabang Primer terhadap Hasil dan Kualitas Pare (Momordica charantia L.) Qaanitatul Hakim Ipaulle; Dody Kastono
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.49845

Abstract

Pare merupakan jenis tanaman sayur yang banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia di bidang kuliner, kosmetik, hingga obat herbal. Banyaknya kebutuhan masyarakat tersebut harus seimbang dengan produktivitas pare. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan teknik pemangkasan yang tidak banyak dilakukan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara perlakuan pemangkasan batang utama dengan cabang primer untuk meningkatkan hasil dan kualitas pare. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2019 di dusun Kuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta. Rancangan penelitian disusun dengan rancangan petak terbagi faktorial 2 x 5, tiga blok sebagai ulangan. Petak utama terdiri dari dua taraf yaitu pemangkasan dan tanpa pemangkasan cabang primer. Anak petak terdiri dari lima taraf yaitu tanpa pemangkasan batang utama, pemangkasan menyisakan 13, 16, 19, dan 21 ruas. Data diuji menggunakan analisis varians, jika terdapat signifikansi diantara perlakuan kemudian dilanjutkan dengan uji Honestly Significant Difference dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan batang utama dan cabang primer memberikan pengaruh nyata pada jumlah cabang primer dengan interaksi antar faktor, namun tidak berbeda nyata terhadap jumlah bunga betina dan bunga jantan per tanaman, rasio bunga betina: jantan, fruit set, jumlah buah per tanaman, bobot segar buah, panjang dan diameter buah. Hal tersebut mengindikasi perlakuan pemangkasan batang utama dan cabang primer yang dilakukan nyatanya malah menurunkan jumlah buah per tanaman, bobot segar buah per buah, sehingga bobot buah per tanaman juga menurun. Meski begitu, hasil uji korelasi antar ketiga variabel tersebut dengan produktivitas tanaman menunjukkan hubungan signifikan korelasi positif yang cukup-sangat kuat.
Pengaruh Umur Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) pada Hidroponik NFT Arik Santoso; Nugraheni Widyawati
Vegetalika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.52570

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa ssp. chinensis) merupakan jenis sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT umur bibit adalah salah satu aspek penentu dalam peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur bibit terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy dan menentukan umur bibit yang memberikan hasil tertinggi sawi pakcoy dengan budidaya hidroponik NFT. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal terdiri atas lima variasi umur bibit dengan ulangan sebanyak lima kali. Umur bibit yang diuji adalah 0 HSS, 5 HSS, 10 HSS, 15 HSS dan 20 HSS. Pengamatan pertumbuhan tanaman sawi meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan klorofil. Komponen hasil yang diamati yaitu bobot segar tajuk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur bibit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy. Pada budidaya sawi pakcoy secara hidroponik sistem NFT hasil tertinggi diperoleh jika ditanam langsung dari bibit 0 HSS atau menggunakan bibit berumur 5 HSS. Penggunaan umur bibit yang tepat dalam budidaya pakcoy secara hidroponik NFT dapat mendukung pertumbuhan dan hasil yang optimal pada akhir masa panennya.
Keragaan Agronomik Populasi F4 Hasil Persilangan Padi IR 36 dengan Padi Merah PWR Suprayogi Suprayogi; Mei Ary Praptiwi; Ahmad Iqbal; Tri Joko Agustono
Vegetalika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.36231

Abstract

Upaya peningkatan produksi dan memperbaiki tekstur beras merah dilakukan dengan menyilangkan padi varietas IR36 dan Padi Merah PWR untuk menghasilkan galur padi merah yang bertekstur pulen. Tujuan penelitian adalah: untuk mengetahui keragaan agronomik populasi F4 hasil persilangan IR 36 dan Padi Merah PWR; untuk mendapatkan galur-galur F4 yang akan dilanjutkan menjadi generasi F5; dan untuk mengetahui kadungan amilosa galur-galur terseleksi. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) ter-augmentasi dengan tiga ulangan digunakan untuk menempatkan galur-galur dan varietas cek (Padi Hitam, Mentik Wangi, IR 36 dan Padi Merah PWR). Hasil penelitian menunjukkan masih adanya segregasi transgresif pada karakter umur berbunga, jumlah gabah permalai, panjang malai dan bobot gabah per rumpun, sedangkan tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total dan bobot 1000 biji sudah seragam. Berdasarkan karakter agronomik yang masih bersegregasi dan analisis kandungan amilosa terpilih empat galur yang dilanjutkan menjadi generasi F5 yaitu: IRPM 114218284, IRPM 114218224, IRPM 11224542, IRPM 11224543. Individu terpilih memiliki kandungan amilosa dalam kategori sedang.