cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6281313120202
Journal Mail Official
journaldiksi@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JISSC DIKSI
ISSN : 28288505     EISSN : 28286715     DOI : https://doi.org/10.54801/jisscdiksi
JIC Diksi bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu komunikasi dan dakwah. Jurnal ini berfokus pada masalah : Ilmu Komunikasi dan Dakwah Sosiologi komunikasi dan dakwah JIC Diksi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of communication and da’wah. This journal focuses on the issues of involving : Communication and Da’wah Science Comunication Sosiolog and dan Da’wah
Articles 35 Documents
Pesan Dakwah dalam Tradisi Pupujian: Analisis Isi Syair Pupujian di Masjid Uswatun Hasanah Kampung Leuwi Dulang Kecamatan Pameungpeuk Kab. Bandung Rustandi, Hendi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v3i01.257

Abstract

Tradisi melantunkan Pupujian di Masjid Uswatun Hasanah yang berada di Kampung Leuwi Dulang RT 02 RW 02 Desa Rancamula Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung, dilakukan dalam rangka syiar Islam dan ajakan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan shalat berjamaah. Ada 12 jenis syair Pupujian yang dinadomkan di masjid tersebut yaitu: Nabi Ahir Jaman, Éling-Éling, Masa Alloh, Paniatan Ngaos, Tujuh Golongan Ahli Surga, Solawat ka Nabi, Nasab Rosul, Alam Mahsar, Istigfar, Ngabagéakeun nu Susah, Robana Ya Robana, dan “Pangalaman Santri” Ke 12 jenis syair Pupujian tersebut dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis). Analisis Pupujian tersebut dilakukan pada struktur pesan dan jumlah bait. Dari pengamatan itu terlihat bahwa paling sedikit syair Pupujian terdiri dari 2 bait, dan paling banyak 24 bait. Jumlah baris bervariasi, dua baris, empat dan enam baris atau larik. Pesan dakwah yang terkandung dalam setiap judul syair Pupujian yang diteliti yaitu: (a) mengingatkan umat Islam agar selamanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama (Ibadah), (b) meuji Keagungan Allah Dzat Pencipta alam dan seisinya (Tauhid), (c) menyeru umat Islam agar banyak berdoa dan berdzikir mengingat Allah SWT (Zikir), (d) seruan bertobat kepada Allah (Akhlak), (e) senantiasa melantunkan shalawat kepada Nabi (Ibadah) dan (f) berisi nasihat agar manusia bersabar dan tawakal kepada Allah terutama dalam menghadapi segala musibah dan ujian, termasuk ujian dalam menuntut ilmu (Akhlak).
Urgensitas Mempelajari Ilmu Dakwah: Tela’ah Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Nurhasanah, Nunung
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v3i01.258

Abstract

Ilmu dakwah sebagai bagian dari ilmu ke-Islaman bertitik tolak dari pendekatan deduktif-normatif yang bersumber dari wahyu. Selanjutnya dikembangkan dengan pendekatan induktif, sehingga memberikan bobot sebagai disiplin ilmu yang berkarakteristik khusus. Dalam kerangka filsafat, ilmu dakwah disandarkan pada tiga aspek yang merupakan dasar bagi eksistensi ilmu, yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Dakwah sebagai disiplin ilmu termasuk ilmu yang masih baru, sehingga sebagian orang masih mempersoalkan pada ranah epistemologinya. Dari sisi aksiologi, Ilmu dakwah sudah demikian kokoh. Pada perkembangannya, ilmu dakwah telah mempunyai ruang lingkup atau bingkainya. Ilmu dakwah diperkirakan masih akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat. Dalam ranah Aksiologi, ilmu dakwah perannya cukup urgen dan strategis. Persoalan-persoalan manusia, sosial, masyarakat, yang semakin kompleks menuntut dakwah mewujudkan perubahan pada terciptanya cita-cita Islam. Maka mempelajari ilmu dakwah oleh para aktivis dakwah menjadi perlu demi terciptanya rahmatan lil alamin dan izzatul islam wal muslimin.
Realitas Media dan Konstruksi Sosial Media Rifa'i, Badru
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v3i01.259

Abstract

Media massa sebagai jendela realitas, tampaknya harus ditinjau dari perspektif lebih kritis. Ungkapan pesimistis atas realitas media ini bukan wacana baru dalam kajian ilmu komunikasi massa. Media kerapkali mengkonstruksi realitas sesuai dengan citra yang ingin dibangunnya. Tulisan ini mengkaji realitas media dan konstruksi sosial media. Dalam hal realitas media menyoroti peran-peran yang seharusnya dilakukan media massa beserta seluruh komponen yang ada di dalamnya. Teori yang digunakan untuk menggambarkan realitas dan konstruksi sosial media ini adalah teori fakta sosial, teori definisi sosial, dan teori konstruksi sosial. Teori fakta sosial melihat realitas sebagai sesuatu yang eksternal, objektif dan ada. Sedangkan teori konstruksi sosial berpandangan bahwa realitas memiliki dimensi subjektif dan objektif. Manusia merupakan instrumen dalam menciptakan realitas yang objektif melalui proses eksternalisasi, sebagaimana ia memengaruhinya melalui proses internalisasi yang mencerminkan realitas yang subjektif. Perbedaan perspektif teori diatas telah melahirkan pembenaran bahwa berita adalah tafsir media terhadap realitas. Sedangkan pada perspektif lain, wartawan tidak boleh menambahkan opini pribadinya pada fakta yang diberitakan
Mengasah Keterampilan Literasi Media; Menjadi Good Citizen Di Era Disrupsi Informasi Qusyaeri, Nurdin
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v3i01.260

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah menghantarkan masyarakat memasuki era disrupsi informasi. Melalui berbagai aplikasi berbasis internet hadir jutaan informasi dalam satu menit bahkan detik. Saat ini, dengan perangkat canggih tersebut, siapapun dapat memproduksi informasi, melakukan edit atau mereproduksi, serta menyebarkan informasi. Kondisi ini menuntut setiap individu memiliki keterampilan literasi agar dapat memilah informasi secara ijak. Tulisan ini bertujuan untuk menginvestigasi upaya dalam meningkatkan keterampilan literasi media untuk memperkuat peran individu dalam masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung jawab di era disrupsi informasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, tulisan ini menganalisis efektivitas berbagai strategi pelatihan dan pendekatan dalam meningkatkan literasi media dan pembentukan good citizen. Melalui tulisan ini disarankan bahwa, pendekatan yang berfokus pada pengembangan keterampilan kritis dalam menganalisis dan menyaring informasi, serta pemahaman tentang implikasi etis dan sosial dari konsumsi media, dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pembentukan good citizen di tengah tantangan disrupsi informasi. Implikasi dari temuan ini untuk pengembangan program-program pendidikan dan pelatihan literasi media juga dibahas.
Pengetahuan Moral Sebagai Basis Pembentukan Karakter Manusia: Analisis Teori Perkembangan Moral Lawrence Kohlberg dan Kajian Al-Qur’an Surat Lukman Ayat 12-14 Soleh, Komarudin
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 3 No. 01 (2024): JISSC-DIKSI Februari
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/x3b17075

Abstract

Studi ini mengintegrasikan perspektif psikologi dan spiritualitas dalam memahami peran pengetahuan moral dalam pembentukan karakter manusia. Melalui analisis teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dan kajian Al-Qur'an Surat Lukman ayat 12-14, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara pengembangan moral dari sudut pandang psikologis dan spiritual. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis narasi-narasi moral dalam kedua sumber tersebut, dengan fokus pada tahapan-tahapan perkembangan moral menurut Kohlberg dan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan konsistensi antara tahapan-tahapan perkembangan moral yang diidentifikasi oleh Kohlberg dengan nilai-nilai moral yang diajarkan dalam Al-Qur'an. Implikasi dari integrasi antara psikologi moral dan ajaran spiritual dalam pembentukan karakter manusia juga dibahas, dengan penekanan pada pentingnya pengetahuan moral sebagai landasan utama dalam mengarahkan individu menuju perilaku yang etis dan bertanggung jawab. Kesimpulannya, studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara pengetahuan moral, perkembangan karakter, dan spiritualitas dalam konteks kehidupan manusia.

Page 4 of 4 | Total Record : 35