cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6281313120202
Journal Mail Official
journaldiksi@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JISSC DIKSI
ISSN : 28288505     EISSN : 28286715     DOI : https://doi.org/10.54801/jisscdiksi
JIC Diksi bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu komunikasi dan dakwah. Jurnal ini berfokus pada masalah : Ilmu Komunikasi dan Dakwah Sosiologi komunikasi dan dakwah JIC Diksi aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in the field of communication and da’wah. This journal focuses on the issues of involving : Communication and Da’wah Science Comunication Sosiolog and dan Da’wah
Articles 35 Documents
Hakikat Manajemen Dakwah Elvi Filaemi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI IAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.932 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.121

Abstract

Dakwah merupakan salah satu hal yang bisa dikatakan wajib dilakukan bagi setiap muslim. Sebelum melakukan dakwah kepada orang lain, kita sudah seharusnya sudah mempunyai ilmu tentang dakwah itu sendiri. Dimulai dengan apa pengertian dakwah, hakikat dilakukannya dakwah, dan manajemen dakwah. Dakwah pada zaman ini dilakukan melalui 2 dimensi yaitu dimensi maya dan dimensi nyata. Pada prinsipnya ada 6 faktor pendukung agar dakwah terlakasana dengan baik yaitu perencanaan, mencari berbagai tindakan, prosedur kegiatan, penjadwalan, penentuan lokasi, dan dana. Tujuan dari penelitian adalah menemukkan hakikat manajemen dakwah. Sebelum pelaksanaan dakwah dilakukan, diperlukan perencanaan yang matang supaya tujuan yang hendak dicapai bisa terwujud. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi pustaka (Library Reseacrh).
Ngaji On The Street (NGAOS) Studi Terhadap Gerakan Dakwah Rumah Qur’an Al-Fath Indonesia Nely Nulianti; Aldebaran Oki
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI IAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.541 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.122

Abstract

Ngaji On The Street (NGAOS) adalah salah satu program rumah Qur'an Al-Fath Indonesia. Program ini mendidik anak muslim yang dilakukan di jalanan karena merupakan strategi yang bertujuan untuk mengubah generasi muda menjadi generasi Kail Umma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jangkauan metode dakwah yang digunakan oleh Rumah Quran Al Fath Indonesia dalam program NGAOS. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kualitas Dakwah Islam terutama bagi anak jalanan, dengan menggunakan strategi dan metode dakwah tertentu. Diharapkan hasil akhirnya menjadi kegiatan positif yang dapat membantu anak jalanan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan Direktur Al Fath Quran House. Masalah dari penelitian ini adalah belum meratanya pemerataan pendidikan kepada masyarakat kelas bawah dan rendahnya kesadaran orang tua untuk mendidik anaknya menjadi anak yang berkompeten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah dalam Rumah Quran Al-Fath memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan akademik anak jalanan. Namun kenyataannya masih trial and error.
Dakwah Edukasi Digital: Analisis Konten Akun Instagram Mubadalah.Id Dalam Edukasi Keadilan Gender Anggi Ayu Pratiwi; Bannan Naelin Najihah; Hamdan Rizal
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI IAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.468 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.123

Abstract

Instagram sangat populer dewasa ini, tetapi tidak selalu kabar baik yang tersebar, maka edukasi melalui ini sangat efektif untuk meluruskan pemikiran yang keliru. Pernah beredar pesan bahwa istri harus taat kepada suami tanpa tapi, hal ini menerapkan budaya otoriter dalam praktik berkeluarga Islami. Penelitian dilakukan untuk mengetahui dakwah edukasi digital melalui pesan-pesan dakwah @mubadalah.id soal keadilan gender, penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, dan analisis postingan secara tekstual dan kontekstual. Founder @mubadalah.id adalah tokoh yang sudah lama berkecimpung dalam isu tentang Islam dan gender serta melakukan pergerakan terkait pemberdayaan perempuan. Beliau membuat formulasi tentang keadilan gender secara kultural dapat diterima dengan persefektif Islam dan mulai berimplikasi pada transformasi sosial. Dakwah @mubadalah.id lebih banyak kepada tema hak dan kewajiban perempuan dalam kurun waktu dua tahun. Instagram menjadi peluang untuk menyebarkan syiar Islam tentang keadilan gender.
Retorika Dakwah Ustaz Adi Hidayat Di Channel Youtube Adi Hidayat Official: Analisis Teori Retorika Aristoteles Azis Muslim
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI IAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.639 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.124

Abstract

Ustaz Adi Hidayat adalah sosok ustaz yang memiliki seluruh aspek dalam teori retorika Aristoteles.Dengan itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana retorika Ustaz Adi Hidayat dan untuk mengetahui bagaimana unsur ethos, pathos dan logos Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya melalui Channel Youtube Adi Hidayat Official.Teori Retorika Aristoteles adalah teori retorika yang menyebutkan bahwa seorang retor harus memiliki 3 aspek yang sangat penting saat untuk bisa memersuasi pendengar. 3 aspek tersebut adalah: (1) Ethos: kelayakan seorang pembicara dalam berbicara, kredibilitas pembicara di hadapan pendengar. (2) Pathos: kemampuan pembicara untuk menyajikan materi yang bisa menyentuh sisi emosi. Kemampuan pembicara untuk membangkitkan sisi emosi pendengar. (3) Logos: kemampuan pembicara untuk menyampaikan argumentasi yang masuk akal, kemampuan pembicara untuk meyakinkan pendengar dengan argumentasi yang bisa mengunci akal pendengar.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif karena data yang didapatkan adalah data dari hasil observasi terhadap objek penelitian dan studi kepustakaan.
DAKWAH DIGITAL : Aplikasi Mosfeed dalam Menyebarkan Nilai-Nilai Islam Femmy Putri Nursyifa; Bannan Naelin Najihah
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.165

Abstract

Lebih dari setengah penduduk Indonesia merupakan pengguna media sosial secara aktif pada kala dua tahun terakhir. Seiring dengan kemudahan teknologi yang ditawarkan para penyedia aplikasi, media sosial juga memiliki dampak buruk seperti mendorong arus cyberbullying, penyebaran hoax, ujaran kebencian, konten pornografi dan scamming. Di tengah hiruk pikuk pengaruh buruk media sosial berdasar kebebasan aturan aplikasi bagi para pengguna, peranan agama sangat dibutuhkan sebagai alat kontrol sosial. Sebuah aplikasi baru bernama Mosfeed hadir menyediakan berbagai kebutuhan sosial berbasis agama. Penelitian ini menjelaskan tentang seluk beluk aplikasi Mosfeed dengan pendekatan teori komunikasi digital menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitian lapangan. Pada penelitian ini ditemukan bahwa aplikasi Mosfeed telah mencakup tiga metode dakwah antara lain dakwah bil lisan, dakwah bil qalam dan dakwah bil hal. Dari aspek komunikasi aplikasi Mosfeed menggunakan pendekatan komunikasi kelompok (group communication), komunikasi massa (mass communication) dan komunikasi organisasi (organization communication).
Rambu-Rambu Komunikasi dalam Islam Badru Rifa'i
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.178

Abstract

Komunikasi Islam, yang merupakan seperangkat aturan dan prinsip yang diterapkan dalam berkomunikasi dalam Islam. Rambu-rambu ini didasarkan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebijaksanaan, dan kasih sayang. Berkomunikasi dengan jelas dan jujur, sopan santun, dan memperhatikan pendapat orang lain adalah penting dalam komunikasi Islam. Menghormati perbedaan pendapat dan menghindari fitnah dan spekulasi juga penting dalam komunikasi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang memfokuskan pada interpretasi dan analisis data dan studi literatur (library research) dengan menganalisis sumber-sumber seperti kitab-kitab klasik Islam, buku-buku teks, jurnal-jurnal ilmiah, dan artikel-artikel yang berkaitan dengan rambu-rambu komunikasi Islam. Hasil dan pembahasan tentang rambu-rambu komunikasi Islam memiliki pengaruh positif pada kualitas hubungan interpersonal dan komunikasi. Penelitian juga menunjukkan bahwa penerapan rambu-rambu komunikasi Islam dalam praktik sehari-hari dapat membantu memecahkan masalah-masalah dan membangun kerjasama yang lebih baik antar individu dan masyarakat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi rambu-rambu komunikasi Islam memiliki peran penting dalam membangun hubungan baik dan dapat membantu memecahkan masalah dan membangun komunikasi yang efektif dan berkualitas yaitu berkomunikasi dengan jelas dan jujur, berkomunikasi dengan sopan santun, mendengarkan dengan baik, menghormati perbedaan pendapat, menghindari fitnah dan spekulasi, berdakwah dengan lemah lembut, dan menjaga hubungan dengan orang lain.
Dakwah Inklusif Kontemporer Nurcholis Madjid Yuda Nur Suherman; Hendi Rustandi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.179

Abstract

Persona Nurcholish Madjid sangat penting dalam wacana Islam inklusif. Tulisan-tulisannya memiliki kecenderungan kuat untuk mempromosikan Islam sebagai agama inklusif. Artikel ini berfokus pada entitas dakwah inklusif yang digagas oleh Nurcholish Madjid dan kepentingannya dalam konteks keagamaan. Kajian ini menelaah dakwah inklusif yang berkembang dari gagasan Nurcholish Madjid dan merupakan salah satu inisiatif yang diambil untuk menyebarkan dakwah Islam sekaligus menjadi sumber untuk menggunakan dakwah Islam dalam praktiknya. Dalam penelitian ini metode yang dipergunakan yaitu deskritif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan saintifik dakwah dan penelitian kepustakaan. Untuk melakukan penelitian, perlu mengkaji ide-ide yang diungkapkan subjek (Nurholish Madjid) dalam banyak literatur, termasuk buku, jurnal, dokumen, dan sumber ilmiah lain yang terkait erat. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa dakwah inklusif seperti yang dilakukan Nurholish Madjid diperlukan dalam masyarakat majemuk di Indonesia. Kemajuan di berbagai bidang mendorong penyebaran dakwah inklusif ini, sekaligus menunjukkan bahwa masalah-masalah kemasyarakatan seperti ekstremisme, eksklusivitas, dan fundamentalisme harus disikapi dan disikapi dengan bijak. Alhasil, dakwah inklusif ini bisa menjadi pengantar Islam yang rahmatan lil alamin.
Dakwah Politik M. Natsir Nurdin Qusyaeri
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.180

Abstract

Dengan perspektif sosio-historis, penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kepustakaan. Penelitian kualitatif merupakan bagian dari penelitian ini. Dengan menelaah dokumen atau teks, penelitian ini termasuk dalam kategori kajian sejarah. Kajian ini mengkaji gagasan Mohammad Natsir tentang dakwah politik serta teknik dan pendekatannya dalam memperkenalkan dan membumikannya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Mohammad Natsir memiliki gagasan memodernisasi politik Islam dalam aktivitas dakwah politiknya. Inti gagasan Natsir tentang modernisme politik adalah menerapkan ajaran politik, sosial, dan spiritual Islam yang terdapat dalam Al-Qur'an dan Hadits dengan tetap fleksibel dan up to date dengan perkembangan zaman. Natsir memanfaatkan sektor pemerintahan dan sektor pembangunan masyarakat untuk menyebarkan dakwah politik. Dengan metodologi dakwah politik yang Natsir dipraktikkan yaitu menggunakan strategi dakwah berbasis tulisan, lisan, dan aksi. Perkembangan teori dakwah yang lebih umum, khususnya yang berkaitan dengan dakwah politik di Indonesia, diantisipasi menjadi salah satu implikasi dari penelitian ini.
Perjuangan Bersenjata Pena Para Jurnalis Dakwah Dede Mulyadin; Arif Permadi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.181

Abstract

Dinamika yang berbeda mempengaruhi bagaimana dakwah Islam berkembang, dan keduanya dipengaruhi oleh khalayak sasaran pesan (da'i) dan realitas khalayak yang dituju (mad'u). Kondisi sosial yang harus dihadapi oleh gerakan dakwah saat ini dan yang akan datang secara otomatis mengharuskan terciptanya model pertumbuhan gerakan dakwah yang sistematis, teoretis, dan praktis. Kegiatan menulis (jurnalisme) merupakan salah satu contoh dakwah bil qalam, atau berdakwah dengan pena. Para da’wah harus mengambil dakwah bil qalam lebih serius daripada dakwah bil lisan. Alasan utamanya adalah masyarakat sekarang cenderung menggunakan media (media massa) untuk mencari berbagai jenis informasi yang mereka butuhkan, dan media tertulis dapat disimpan dalam waktu yang lama, memungkinkan orang untuk mengaksesnya kembali dan mencangkup objek yang lebih luas. metodologi yang digunakan dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis metode kualitatif dan menggunakan pendekatan keputakan guna menggali serta menggambarkan keadaan yang sebenarnya penulis memakai metode deskriptif. hasil penelitian ini untuk dapat mengetahui landasan berdakwah melalui tulisan serta mengetahui sejauh mana pernah jurnalis muslim dalam pengembangan berdakwah.
Fenomena Pengemis Virtual di Tiktok : (Analisisa Semiotika Dekonstruksi Jacques Derrida) Abdul Jalil Hermawan
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 01 (2023): JISSC-DIKSI Februari 2023
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i01.186

Abstract

Hadirnya berbagai macam platform media sosial menambah keriuhan pesan-pesan yang disampaikan para pembuat konten. Pesan komunikasi massa dalam upaya mempengaruhi pun bermetamorfosis bukan lagi sekedar mempengaruhi dalam pretensi politik, ideologis dan upaya mempengaruhi nilai nilai budaya. Tetapi kini hadir fenomena pesan yang disampaikan dengan menjual kesedihan dan kesengsaraan hidup. Berbagai konten dengan narasi kesedihan dan kesengsaraan dalam media sosial, khususnya dalam platform Tiktok, diproduksi oleh para pembuatnya dengan memaanfaatkan mudahnya rasa iba masyarakat kita kepada orang yang terkena musibah dan kesulitan hidup, sehingga mengundang kepedulian dan berbagai partisipasi. Keterampilann para content creator menggunakan narasi keprihatinan yang mengundang simpati dan reaksi menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memaparkan fenomena para pengemis digital yang marak dalam platform Tiktok. Sebagai pisau analisanya, peneliti menggunakan Semiotika dekonstruksi Jacques Derrida. Hasil penelitian ini menunjukan bahw, dalam melakukan aksinya para pembuat konten ini menampilkan berbagai macam tanda semiotis. Dalam konteks dekonstruksi Derrida pemaknaan pengemis digital ini dimaknai dengan lima hal. Dari opisisi oposisi biner, kesejarahan, pemaknaan teks tak tunggal, pemberian ruang kepada teks teks marjinal dan dekonstruksi merupakan sebuah peristiwa.

Page 2 of 4 | Total Record : 35