cover
Contact Name
Muhammad Anggie J. Daulay
Contact Email
anggie.fbsunimed@yahoo.com
Phone
+6281370069751
Journal Mail Official
jurnalsasindounimed@unimed.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jalan Willem Iskandar Pasar 5 Medan Estate Kode Pos 20221 Provinsi Sumatra Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Sastra Indonesia
urnal Sastra Indonesia (Sasindo) merupakan media publikasi hasil penelitian dan kajian konseptual dalam bidang sastra, media pembelajaran sastra, linguistik, seni budaya, multimedia senimatografi, dan kajian media massa. Bidang sastra memuat tentang ilmu sastra, sejarah sastra, kritik sastra, dan apresiasi sastra serta pembelajarannya. Bidang lingustik memuat kajian fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, serta terapannya. Bidang seni budaya berkaitan dengan dunia kesusastraan. Bidang multimedia senimatografi memuat kajian film dan dasar-dasar senimatografi, serta pada bidang media massa meliputi kajian jurnalistik sastrawi.
Articles 318 Documents
PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM FILM “GUNDALA” KARYA JOKO ANWAR PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA Vivi Lisry Agus Mayani Simorangkir; Muhammad Surip
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.996 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v10i2.31151

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan problematika sosial berdasarkan faktor ekonomi, politik, dan sosial yang terdapat dalam film Gundala karya Joko Anwar menggunakan teori sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan data dari hasil menyimak dan mencatat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka dengan analisis data berupa teknik memilah, mengumpulkan, mengidentifikasi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian film Gundala dibagi menjadi tiga bagian: Pertama, Faktor ekonomi yang terbagi atas tiga contoh yaitu kemiskinan, kejahatan dan pengangguran didapat hasil penelitian berjumlah 4 data dengan persentase sebesar 13,3%. Kedua faktor politik terbagi atas empat contoh yaitu pembunuhan, penyuapan, kolusi, dan rapat paripurna, didapat hasil penelitian berjumlah 10 data dengan persentase sebesar 33,3%.  Ketiga faktor sosial yang dibagi atas empat contoh yaitu konflik batin, intoleransi, demonstrasi dan pengorbanan, didapat hasil penelitian berjumlah 16 data dengan persentase sebesar 53,4%. Kata Kunci : Film Gundala, Problematika Sosial, Sosiologi Sastra.
ANALISIS PENANDA DAN PETANDA IKLAN ROKOK PADA PAPAN REKLAME DI KOTA MEDAN Ebenezer Simorangkir; M. Oky F Gafari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v4i1.3931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi penanda (signifier) dan petanda (signified) iklan rokok pada papan reklame. Serta memaknai makna denotasi dan konotasi didalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi dan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis semiotik dengan berlandaskan pada teori Roland Barthers, yaitu pemaknaan penanda, petanda, denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menjelaskan mengenai penanda dan petanda yang terdapat pada iklan rokok Dunhill Mild, Djarum Super MLD, Magnum Blue, dan A Menthol. Dari setiap iklan memiliki makna denotasi dan konotasi yang berbeda. Misalnya, Dunhill Mild edisi Discover Fine Taste memiliki makna konotasi simpel dan minimalis, iklan Djarum Super MLD edisi Pleasure, Style, Confidence memiliki makna konotasi rokok yang sedang trend atau rokok yang sedang digandrungi oleh masyarakat karena menawarkan sesuatu dan cita rasa yang baru, iklan rokok Magnum Blue edisi Style tanpa Batas memiliki makna konotasi gaya yang bebas dan tanpa batas, dan yang terakhir iklan rokok A Menthol edisi Ada Ingin Dalam Dingin Go A Head memiliki makna konotasi pikiran yang tenang disetiap keinginan. Kata kunci: Penanda, Petanda, Iklan rokok, Papan reklame.
METAFORA DALAM TANGGAP WACANA PANYANDRA UPACARA PANGGIH MANTEN ETNIS JAWA Gunawan Gunawan; Malan Lubis
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.356 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v6i2.7769

Abstract

METAFORA DALAM TANGGAP WACANA PANYANDRA UPACARA PANGGIH MANTEN ETNIS JAWAOlehGunawanDr. Malan Lubis, M.Hum.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis metafora yang terdapat dalam Panyandra Upacara Panggih Manten Etnis Jawa. Serta makna yang terkandung pada metafora tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan teknik wawancara, teknik catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah Mencatat hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti terhadap informan, Mengidentifikasi dan menerjemahkan tanggap wacana panyandra upacara panggih manten kedalam bahasa Indonesia, Mengelompokkan dan menjelaskan kandungan makna metafora dari tanggap wacana panyandra upacara panggih manten etnis jawa, dan kemudian melakukan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan mengenai jenis-jenis metafora yang terdapat dalam panyandra upacara panggih manten etnis jawa serta menjelaskan makna yang terkandung didalam metafora tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terdapat 21 satuan metafora pada panyandra upacara pernikahan adat Jawa, dan telah memenuhi semua kategori yang ada dalam hierarki ruang persepsi manusia model Michael Haley dan menempatkan kategori living sebagai kategori ruang persepsi manusia dengan presentase tertinggi yakni 30% (6 satuan), selanjutnya adalah kategori object dan human dengan jumlah presentase 15% (masing-masing 3 satuan), selanjutnya urutan ketiga adalah kategori cosmos, energy, dan animate dengan jumlah presentase 10% (masing-masing 2 satuan, sementara tiga kategori selanjutnya memiliki jumlah presentase terendah yaitu kategori being, substance, dan terrestrial yang memiliki jumlah presentase 5% (masing-masing 1 satuan). Kata Kunci: Metafora, Panyandra Panggih Manten,  Semantik.
PENGARUH STRATEGI READING GUIDE TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA CERPEN KELAS X SMA AL-HIDAYAH MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014 BADRUL AINI
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v2i1.629

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jelas pengaruh strategi reading guide dan Strategi Inkuiri dalam meningkatkan kemampuan membaca cerpen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Al-Hidayah Medan dengan jumlah 125 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 siswa yang diambil secara homogen dengan random control-group design. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data adalah penugasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, tepatnya Quasi eksperimenKata Kunci: Pengaruh –Strategi Reading Guide –Membaca Cerpen
Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Struktur Teks Eksemplum Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Think Pair And Share Pada Siswa Kelas VIII-3 SMP Negeri 1 Tigapanah Tahun Pelajaran 2018/2019 Elsa Stepany Sitompul; Dian Syahfitri; Oktaviandi Bertua Pardede
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.405 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v8i1.14410

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mengidentifikasi struktur teks eksemplum dengan menggunakan model pembelajaran think pair and share  pada siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 1 Tigapanah Tahun Pelajaran 2018/2019. Pelaksanaan penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ada pada pembelajaran mengidentifikasi struktur teks eksemplum pada siswa yang masih tergolong rendah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan  kemampuan mengidentifikasi struktur teks eksemplum dengan menggunakan model pembelajaran think pair and share. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan tindakan kelas. Subjek penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 1 Tigapanah yang terdiri dari 16 laki-laki dan 14 perempuan. Data dalam penelitian ini berupa foto, RPP, silabus, hasil pembelajaran mengidentifikasi struktur teks eksemplum, dan catatan hasil wawancara. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Prosedur penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengidentifikasi struktur teks eksemplum siswa meningkat setelah menerapkan model pembelajaran think pair and share (TPS). Dilihat dari hasil penilaian tes siswa  pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 64,26%  dan meningkat pada siklus II 81,86%. Dilihat dari persentase ketuntasan klasikal siswa pada siklus I 56,66% meningkat pada siklus II 80%. Sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran think pair and share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi struktur teks eksemplum pada siswa kelas VIII-3 SMP Negeri 1 Tigapanah.Kata kunci : Struktur Teks Eksemplum, Think Pair And Share.
Wacana Merbayopada upacara perkawinan Batak Pakpak: kajian tindak tutur Flora Sinamo
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v3i3.1541

Abstract

Merbayo merupakan bentuk perkawinan yang ideal bagi suku pakpak. Karena semua hak dan kewajiban kedua mempelai terpenuhi dengan kesepakan yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pesta adat merupakan serangkaian dari Merbayo pada upacara perkawinan dari Batak Pakpak. Dalam Pesta merbayo perkawinan Batak Pakpak ada beberapa tahapan/ rangkaian peristiwa mulai dari mengririt „meminang‟, mersiberen tanda „Tukar cincin‟ menglolo/mengkata utang „menentukan mas kawin‟, dan upacara adat. Setiap rangkaian tersebut dipandu oleh perkata kata. Ia akan memandu melaluituturan yang disampaikan, namun dalam hal ini peneliti memilih hanya pada tahap upacara adat. Sumber data dalam penelitian inim ialah Perkata-kata dalam upacara perkawinan Batak Pakpak. Adapun kajian yang digunakan adalah kajian Tindak tutur dalam Pragmatik. sebagai teori yang membahas bagaimana konteks mempengaruhi penafsiran kalimat. Dari hasil perolehan data ditemukan 61 tututan ilokusi, dalam wacana Merbayo perkawinan Batak Pakpak yang paling dominan adalah tindak tutur Asertif/representatif sebanyak 26 tuturan (42,62%), selanjutnya tindak tutur Ekspresif sebanyak 12 tuturan (19,67%), tindak tutur direktif sebanyak 10 tuturan (16,39%), tindak tutur deklaratif sebanyak 7 tuturan (11,47%). dan yang terakhir tindak tutur komisif sebanyak 6 tuturan, (9,83%).Kata Kunci : Wacana, Pragmatik, Tindak tutur, Konteks, Merbayo
METODE IMAJINATIF DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DI KELAS V SD Fhitria Siska Pulungan
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.328 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v8i2.26760

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar bahasaa Indonesia siswa setelah diterapkannya metode imajinatif di kelas V SDN 010123 Aek Loba Pekan Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dirancang pelaksanaan 2 siklus. Tiap siklus memiliki beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi atau pengamatan dan refleksi. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pada tes pratindakan sebesar 51,2 termasuk dalam kategori kurang, sedangkan nilai rata-rata pada siklus I mencapai 73,3 termasuk dalam kategori cukup. Dengan demikian peningkatan nilai rata-rata kemampuan membaca dari pratindakan ke siklus I sebesar 43,8%. Pada siklus II, nilai rata-rata yang dicapai adalah 88,3 sehingga mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 20,7%. Berdasarkan tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode imajinatif dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indoensia siswa di Kelas V SDN 010123 Aek loba Pekan Tahun Pelajaran 2018/2019.  Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Imajinatif, Bahasa Indonesia
UNSUR STRUKTURAL DALAM CERITA RAKYAT SIMARDAN ANAK DURHAKA Henni Julia Citra Sitorus; Abdurahman Adisaputera; M Oky Fardian Gafari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.738 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v11i2.42559

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam cerita rakyat dari kota Tanjungbalai yang berjudul “Simardan Anak Durhaka”. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori unsur struktural oleh Robert Stanton yang menjabarkan tema, fakta-fakta cerita dan sarana sastra. Hasil penelitian menyatakan bahwa nama tokoh Si Mardan menjadi sebuah simbol anak durhaka di memori masyarakat kota Tanjungbalai. Cerita rakyat juga menyampaikan sebuah simbol makanan khas dari suku yang terdapat di Sumatera Utara. Selain itu cerita rakyat tersebut mengandung ironi verbal yang menggambarkan sosok ibu dan anak dengan cara yang berbeda dari realita. Implikasi penelitian ini memberikan penyegaran makna bahwa cerita rakyat tidak hanya mengenai anak durhaka tetapi tersirat di dalamnya sebuah simbol dan ironi.Kata kunci: unsur struktural, makna, cerita rakyat. 
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DI LAPAS WANITA KELAS II A MEDAN Meta Ika Gulo; Mara Untung Ritonga
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.994 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v6i1.7648

Abstract

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DI LAPAS WANITA                                              KELAS II A MEDAN Oleh                     Meta Ika Gulo ( ikameta739@gmail.com)                                    Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum., Ph.D Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis- jenis implikatur dan makna implikatur pada percakapan narapidana di Lapas Wanita Kelas II A Medan. Jenis penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, wawancara, dan catat. Teknik ini digunakan agar memperoleh data secara detail dan menyeluruh. Dari hasil penelitian ditemukan 50 ujaran mengandung implikatur percakapan yang paling dominan muncul adalah implikatur percakapan khusus sebanyak 18 tuturan (36%), selanjutnya implikatur konvensional sebanyak 15 tuturan(30%) kemudian implikatur percakapan umum sebanyak 11 tuturan (22%) dan terakhir implikatur berskala sebanyak 6 tuturan(12%). Hasil penelitian implikatur percakapan di Lapas Wanita Kelas II A Medan menunjukan bahwa implikatur yang paling dominan ialah implikatur percakapan khusus hal ini berdasarkan sudut penggunaan bahasa narapidana cenderung menggunakan kata-kata khusus dan topik khusus yang hanya kalangan sesama napi yang mengerti akan makna atau maksud tuturan tersebut, sedangkan orang lain yang akan sulit untuk memahami apa yang diujarkan oleh para napi di Lapas Wanita Kelas II A Medan. Kata Kunci : Implikatur, Makna, Lapas
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMP NEGERI 5 BINJAI TAHUN PEMBELAJARAN 20011/2012 Puspa Rinda Silalahi
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Sasindo
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v1i2.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan realisasi kesantunan berbahasa di lingkungan sekolah, (2) Mendeskripsikan pelanggaran prinsip kesantunan yang terjadi pada percakapan di lingkungan sekolah, (3). Mendeskripsikan tingkat  kesantunan berbahasa siswa yang terjadi di lingkungan sekolah. Sumber data  dalam penelitian ini adalah percakapan yang diperoleh dari rekaman percakapan di lingkungan SMP Negeri 5 Binjai baik di kelas maupun di luar kelas. Adapun percakapan yang di teliti adalah percakapan siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kesantunan berbahasa sangat dipengaruhi oleh jarak atau hubungan status antara penutur dengan mitra tutur. Semakin dekat jarak hubungan sosial kedua peserta tutur maka semakin tidak santun bahasa yang disampaikan. Sebaliknya semakin jauh jarak hubungan sosial maka semakin santunlah tuturan di antara peserta tutur. (2) Dalam percakapan di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 5 Binjai percakapan yang santun di tandai dengan terpenuhinya prinsip kesantunan Leech yaitu skala ketidaklangsungan sedangkan pelanggaran yang ditemukan adalah pelanggaran pada maksim kebijaksanaan dan pelanggaran skala ketidaklangsungan, (3) Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tingkat kesantunan berbahasa di Lingkungan Sekolah SMP Negeri 5 Binjai dapat dikatakan cukup santun karena dari hasil penelitian tuturan yang memenuhi prinsip kesantunan berbahasa Leech lebih banyak ditemukan dari pada yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa Leech. Kata Kunci : Kesantunan Berbahasa, Pragmatik, Skala Kesantunan.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 14 No. 1` (2025): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol. 13 No. 3 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol 13, No 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 13 No. 2 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 13 No. 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 13, No 1 (2024): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 12, No 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol. 12 No. 3 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI DESEMBER Vol 12, No 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS Vol 12, No 1 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI APRIL Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO Vol 11, No 1 (2022): JURNAL SASINDO Vol 10, No 2 (2021): JURNAL SASINDO Vol 10, No 1 (2021): JURNAL SASINDO Vol 9, No 2 (2020): JURNAL SASINDO Vol 9, No 1 (2020): JURNAL SASINDO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL SASINDO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL SASINDO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL SASINDO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL SASINDO Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Sasindo Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Sasindo Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SASINDO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL SASINDO Vol 4, No 3 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 2 (2015): JURNAL SASINDO Vol 4, No 1 (2015): JURNAL SASINDO Vol 3, No 4 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 3 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 2 (2014): JURNAL SASINDO Vol 3, No 1 (2014): JURNAL SASINDO Vol 2, No 4 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Sasindo Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Sasindo Vol 1, No 01 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 3 (2012): Jurnal Sasindo Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Sasindo More Issue