cover
Contact Name
Davit Nugraha
Contact Email
pharmacogenius@gmail.com
Phone
+6285314834050
Journal Mail Official
pharmacogenius@gmail.com
Editorial Address
Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacy Genius
ISSN : -     EISSN : 29644771     DOI : https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1
Core Subject : Health, Science,
A manuscripts submitted to Pharmacy Genius should be an original research article related to the field of the all scopes of Pharmaceutical Science such as: 1. Pharmaceutics, 2. Biopharmaceutics, 3. Drug Delivery System, 4. Physical Pharmacy, 5. Chemical Pharmacy, 6. Pharmaceutical Technology, 7. Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, 8. Pharmacology and Toxicology, 9. Pharmacokinetics, 10. Pharmaceutical Chemistry, 11. Pharmaceutical Biology, 12. Community and Clinical Pharmacy, 13. Regulatory Affairs and Management Pharmacy, 14. and Alternative Medicines.
Articles 94 Documents
Interaksi Obat Antihipertensi dengan Obat Anti Inflamasi Non Steroid Terhadap Tekanan Darah: Tinjauan Literatur Dinda Chalysta Aryni; Oktafany; Zulpakor Oktoba; Nurmasuri
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1045

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien hipertensi umumnya menggunakan obat lain secara bersamaan, salah satunya obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Namun, penggunaan OAINS diketahui dapat memengaruhi tekanan darah dan efektivitas terapi antihipertensi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan obat antiinflamasi non steroid terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi yang menjalani terapi antihipertensi berdasarkan temuan penelitian yang ada. Metode: Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed dan Elsevier pada periode 2015-2025. Artikel yang memenuhi kriteria dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan OAINS dapat memengaruhi tekanan darah dan berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi. Besarnya peningkatan tekanan darah bervariasi tergantung jenis OAINS dan kombinasi antihipertensi yang digunakan. OAINS non selektif dan selektif COX-2 dilaporkan dapat meningkatkan tekanan darah. Sedangkan, pada aspirin dosis rendah tidak menunjukkan peningkatan tekanan darah yang bermakna. Simpulan: Penggunaan OAINS bersamaan terapi antihipertensi memerlukan perhatian khusus karena dapat memengaruhi tekanan darah dan menurunkan efektivitas terapi. Pemilihan jenis OAINS yang tepat disertai pemantauan tekanan darah secara berkala dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko klinis.
Pendekatan Bioinformatika pada Skizofrenia melalui Identifikasi Variasi dan Ekspresi Gen pada Populasi Asia Tenggara Dadi Supriadi; Ilham Alifiar; Nur Rahayuningsih
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1056

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah gangguan neuropsikiatri kompleks dengan komponen genetik yang signifikan. Identifikasi variasi genetik yang berkontribusi terhadap penyakit ini dapat membantu dalam memahami mekanisme patogenesis dan pengembangan terapi yang lebih tepat sasaran. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi genetik yang berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui pendekatan bioinformatika berdasarkan data genomik. Metode: Penelitian ini dilakukan dalam lima tahap, yaitu (1) identifikasi lokus genetik yang berhubungan dengan skizofrenia menggunakan basis data GWAS, (2) analisis variasi dan ekspresi gen melalui Portal GTEx, (3) pemetaan posisi gen pada kromosom menggunakan Ensembl, (4) analisis dampak variasi genetik pada fungsi biologis dengan SNP Nexus, dan (5) pemetaan distribusi alel dalam populasi menggunakan HaploReg. SNP dengan kategori “mungkin merusak” dan “kemungkinan merusak” diprioritaskan untuk analisis lebih lanjut. Hasil: Dari 5985 SNP yang diidentifikasi, penyaringan dilakukan berdasarkan nilai p, duplikasi, dan jenis variasi hingga diperoleh 22 SNP. Analisis lebih lanjut menemukan bahwa 4 SNP (rs1051061, rs1801133, rs2011425, dan rs3764002) terkait dengan skizofrenia, dengan dua di antaranya (rs1801133 dan rs3764002) dikategorikan sebagai "kemungkinan merusak". SNP rs3764002 pada gen WSCD2 menunjukkan skor tertinggi (0,997), yang mengindikasikan dampak terbesar pada patogenesis skizofrenia. Kesimpulan: Variasi genetik tertentu, khususnya pada gen VRK2, MTHFR, UGT1A, dan WSCD2, berpotensi memengaruhi risiko skizofrenia melalui berbagai mekanisme molekuler, termasuk regulasi ekspresi gen, metabolisme neurotransmiter, dan stres oksidatif.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Swamedikasi Diare Pada Pelajar SMK Insan Mulia Yogyakarta Daniek Yulia Setyo Murti; Yuli Nurullaili Efendi; Kaila Elma Ananta
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1064

Abstract

Pendahuluan: Diare masih merupakan salah satu penyakit yang sering dialami kelompok remaja di Indonesia karena beberapa faktor penyebab antara lain, infeksi, alergi makanan dan intoleransi laktosa. Upaya penting bagi remaja untuk mengenali gejala, penyebab dan cara penanganan diare yang tepat untuk mencegah komplikasi seperti dehidrasi. Penanganan untuk beberapa kasus diare ringan dapat diatasi dengan upaya swamedikasi. Oleh karena itu pengetahuan tentang swamediaksi diare merupakan hal penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada pelajar SMK Insan Mulia Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan suatu fenomena dengan data berupa angka, dengan sampel berjumlah 54 siswa dipilih secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Hasil: Mayoritas siswa (90,7%) mempunyai tingkat pengetahuan yang baik dan untuk sikap swamedikasi yang baik sebesar 63%. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan  tidak ada hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada siswa SMK Insan Mulia Yogyakarta dengan nilai signifikansi sebesar 0,361 (p value >0,005) dan arah korelasi positif sebesar 0,528. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi diare pada siswa SMK Insan Mulia.
Penggunaan Metformin Sebagai Terapi Adjuvan Pada Pasien Kanker Payudara: Literature Review Sri Rahmat Molidia
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1079

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis di dunia dengan sekitar 2,3 juta kasus baru setiap tahun. Perkembangan strategi drug repurposing mendorong pemanfaatan kembali obat yang telah ada untuk indikasi baru dalam terapi kanker. Metformin, obat lini pertama untuk diabetes melitus tipe 2, dilaporkan memiliki potensi aktivitas antikanker dan berpotensi digunakan sebagai terapi tambahan pada kanker payudara. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum berbagai penelitian mengenai potensi penggunaan metformin sebagai terapi adjuvan pada pasien kanker payudara. Metode: Kajian literatur ini menggunakan pendekatan seleksi artikel berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database ScienceDirect terhadap publikasi jurnal penelitian yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2026 menggunakan kata kunci “metformin”, “breast cancer”, “breast neoplasm”, “treatment”, “therapy”, dan “management”. Artikel yang diinklusi merupakan jurnal internasional yang membahas penggunaan metformin pada kanker payudara dan tersedia dalam bentuk full text. Analisis dilakukan dengan membandingkan persamaan dan perbedaan temuan dari artikel yang diperoleh. Hasil: Sebanyak enam penelitian diinklusi dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metformin berpotensi meningkatkan overall survival pada pasien kanker payudara dengan diabetes, menurunkan risiko kejadian kanker payudara, serta memperbaiki biomarker metabolik seperti estradiol, insulin, leptin, dan HOMA-IR. Studi eksperimental juga menunjukkan bahwa metformin dapat meningkatkan efek antitumor melalui kombinasi dengan terapi target serta menghambat proliferasi sel kanker melalui mekanisme molekuler tertentu. Kesimpulan: Metformin memiliki potensi sebagai terapi adjuvan dalam pengobatan kanker payudara melalui berbagai mekanisme biologis dan molekuler serta memberikan implikasi penting dalam bidang kefarmasian, khususnya dalam pengembangan strategi drug repurposing dan optimalisasi terapi kanker.
Studi Etnomedisin Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Di Desa Purbosono Kertek Wonosobo Mutiara Tiara; Tiyas Putri Nugraheni; Kusmini Kusmini; Yanverty Idda L; Anggoro Wicaksono
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1080

Abstract

Pendahuluan: Etnomedisin merupakan bidang ilmu yang mempelajari bagaimana masyarakat memahami dan mengelola masalah kesehatan dengan pengetahuan tradisional mereka. Salah satunya adalah masyarakat Desa Purbosono yang masih mempertahankan praktik pengobatan tradisional menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.). Daun sirih hijau telah lama dikenal dan digunakan sebagai tanaman obat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter Use Value (UV), Fidelity Level (FL), dan Informant Consensus Factor (ICF). Serta bagaimana cara pengolahan daun sirih hijau pada masyarakat Desa Purbosono. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Hasil disajikan dalam bentuk persentase sebelum dianalisis menggunakan tiga parameter utama. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, sirih hijau dimanfaatkan masyarakat Desa Purbosono untuk mengobati 11 jenis penyakit. Nilai Parameter Use Value tertinggi sebesar 0,55 dan nilai Fidelity Level tertinggi sebesar 55% pada penyakit keputihan, hasil pada parameter UV dan FL termasuk kategori sedang. Pada parameter Informan Consensus Factor memiliki nilai paling kuat yaitu 1 pada penyakit mimisan dan bau mulut. Cara mengolah daun sirih hijau paling banyak dengan cara direbus. Kesimpulan: Sirih hijau memiliki tingkat pemanfaatan yang cukup tinggi pada  masyarakat Desa Purbosono. Berpotensi dalam pengembangan obat tradisional yang didasarkan pada kearifan lokal, serta mendukung penerapan obat tradisional dalam layanan kesehatan masyarakat.
Recent Research Mapping On The Effects Of Mango (Mangifera Indica L.) On Autoimmune Diseases: A Bibliometric Study Afnizar Fawwaz; Nurhidayati Harun
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.1143

Abstract

Introduction: Autoimmune diseases are characterized by dysregulated immune responses that result in chronic inflammation and progressive tissue damage. Mango (Mangifera indica) and its principal bioactive compound, mangiferin, have gained increasing scientific attention because of their immunomodulatory, anti-inflammatory, and antioxidant properties. However, the global research landscape regarding their potential role in autoimmune disease management has not yet been comprehensively mapped. Objectives: To present a bibliometric research mapping on the effects of mango fruit in the management of autoimmune diseases and to identify current research trends, emerging directions, and existing knowledge gaps. Methods: A data extraction table containing article metadata, including title, authors, publication year, journal, keywords, abstract, main topic, and relevance, was used as the research instrument. Literature was retrieved from PubMed, Scopus, and Web of Science using the keywords “mango and autoimmune” and “mangiferin and inflammation.” Eligible studies investigated the effects of mango fruit or its bioactive compounds on immune regulation and autoimmune diseases. Zotero was used for reference management, while VOSviewer and Biblioshiny were employed to analyze keyword co-occurrence, research trends, and author collaboration networks. Results: Bibliometric analysis revealed that the dominant keywords were “nonhuman,” “mouse,” “in vivo study,” and “drug efficacy,” indicating that current research is primarily based on experimental animal models. Cluster analysis identified immunological themes involving regulatory T lymphocytes, TH17 cells, and dendritic cells, alongside molecular pathways including NF-kappa B, antiapoptotic activity, and cell death, all associated with mangiferin-mediated immune regulation. Overlay visualization demonstrated that these immunological and molecular pathway-related keywords represent recent research hotspots. Although “mangiferin” was not a dominant keyword, its established association with these pathways highlights its potential as a promising therapeutic candidate for autoimmune disease management while emphasizing the need for further mechanistic and clinical investigations.
Analisis Efektivitas Tamoxifen Berdasarkan Faktor Klinis, Genetik, dan Kepatuhan Pasien : Literature Review Rizka Maulidiah; Cindy Marseli
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1151

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara dengan reseptor hormon positif (HR+) merupakan subtipe yang paling banyak ditemukan, dengan terapi endokrin seperti tamoxifen dan aromatase inhibitors (AI) sebagai standar utama pengobatan. Meskipun efektif menurunkan risiko kekambuhan, keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemberian obat, variasi genetik pasien, resistensi tumor, dan kepatuhan pasien. Polimorfisme gen CYP2D6, hilangnya ekspresi reseptor estrogen, serta ketidakpatuhan akibat efek samping menjadi tantangan utama dalam optimalisasi terapi. Selain itu, pemanfaatan biomarker klinis dan pendekatan pemantauan gejala secara aktif berpotensi mendukung terapi yang lebih efektif dan terpersonalisasi. Ulasan ini bertujuan mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi endokrin pada kanker payudara HR+ sebagai dasar pengembangan strategi penatalaksanaan yang lebih optimal dan terpersonalisasi. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan mengevaluasi secara komprehensif seluruh determinan penentu keberhasilan terapi endokrin guna menyajikan landasan penatalaksanaan kanker payudara yang lebih mutakhir dan terpersonalisasi. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode checklist PRISMA menggunakan database PubMed. Hasil: Kajian menunjukkan bahwa efektivitas tamoxifen dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, status reseptor hormon, biomarker klinis, dan kepatuhan pasien. Strategi kombinasi, pengaturan waktu konsumsi, serta pemantauan gejala aktif dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan resistensi tumor dan ketidakpatuhan pasien menjadi hambatan utama. Kesimpulan: amoxifen efektif sebagai terapi kanker payudara HR-positif, terutama dalam menurunkan risiko kekambuhan. Efektivitasnya dipengaruhi oleh strategi terapi, faktor genetik, dan profil biologis pasien. Strategi peralihan ke AI serta konsumsi pada malam hari dapat meningkatkan keberhasilan terapi, sedangkan polimorfisme CYP2D6 dan hilangnya reseptor estrogen dapat memicu resistensi. Selain itu, rendahnya kepatuhan pasien akibat efek samping menjadi hambatan utama keberhasilan terapi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terapi yang terpersonalisasi melalui pemilihan strategi pengobatan yang tepat, pengujian genetik, dan pemantauan gejala secara aktif untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
Manajemen Farmakoterapi dan Terapi Non-Farmakologis Kehamilan dengan Suspect B20 di Kabupaten Ciamis: Studi Kasus Intervensi Interval Trimester Ketiga Aulia Ridla Fauzi; Rosidah Solihah; Sandriani Sandriani; Sri Wulan Ratna Dewi; Resna Litasari; Sri Utami Asmarani; Metty Nurherliyany; Rian Ismail
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1161

Abstract

Pendahuluan: Penemuan kasus ibu hamil dengan suspect B20 (HIV+) pada trimester ketiga menciptakan kondisi kritis kejar waktu (race against time) untuk menurunkan beban virus sebelum persalinan. Apoteker dan tim medis di fasilitas pelayanan kefarmasian memegang peran vital dalam mengoptimalkan regimen obat. Tujuan: Menganalisis manajemen terapi farmakologis berbasis penekanan virus secara akseleratif serta strategi non-farmakologis untuk mendukung kepatuhan dan status nutrisi pada dua ibu hamil suspect B20 trimester ketiga di Kabupaten Ciamis. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif berbasis analisis data sekunder rekam medis dua pasien ibu hamil di faskes Kabupaten Ciamis. Hasil: Pasien 1 (P1: G4P1A2, 33 minggu) memiliki riwayat dua kali abortus, sedangkan Pasien 2 (P2: G1P0A0, 28 minggu) adalah primigravida. Terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah inisiasi segera regimen Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART) berbasis Dolutegravir (TLD) karena kinetika supresi virusnya yang cepat. Terapi non-farmakologis difokuskan pada pemantauan kepatuhan minum obat menggunakan metode Pill Count, edukasi nutrisi makronutrien, serta konseling psikososial terstruktur untuk mereduksi stigma. Kesimpulan: Keberhasilan pemutusan transmisi vertikal pada deteksi lambat trimester ketiga sangat bergantung pada agresivitas pemilihan lini obat antiretroviral (farmakologis) yang diimbangi dengan monitoring kepatuhan dan konseling intensif (non-farmakologis) oleh tenaga kefarmasian di Kabupaten Ciamis
Bibliometric Analysis of Herbal Therapy Interventions for Postpartum Depression in Maternal Health Wulan Anugrah Pauji Salam; Rosidah Solihah; Aulia Ridla Fauzi; Sandriani; Elis Noviati
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1162

Abstract

Background: Postpartum depression (PPD) is one of the most common maternal mental health disorders, affecting mothers' well-being, maternal–infant bonding, and child development. Although pharmacological treatment remains the standard approach, concerns regarding medication safety during breastfeeding have increased interest in herbal therapy as a complementary or alternative intervention. Scientific publications on herbal therapy for PPD have grown substantially; however, the global research landscape has not been comprehensively mapped. Objective: This study aimed to analyze global research trends, publication characteristics, collaboration networks, influential authors, institutions, countries, journals, and emerging research themes related to herbal therapy interventions for postpartum depression in maternal health using bibliometric analysis. Methods: A bibliometric study was conducted using publications retrieved from the Scopus database. Relevant documents published between [insert study period, e.g., 2000–2025] were identified using predefined search keywords related to postpartum depression, herbal therapy, and maternal health. Bibliometric indicators, including annual publication trends, country and institutional productivity, authorship, citation analysis, journal performance, keyword co-occurrence, co-authorship, and thematic evolution, were analyzed using Biblioshiny (RStudio) Results: The bibliometric analysis demonstrated a continuous increase in scientific publications on herbal therapy for postpartum depression over the study period. Research productivity was concentrated in several high-income countries, with strong international collaborations among leading institutions. Frequently occurring keywords included postpartum depression, herbal medicine, Chinese herbal medicine, maternal health, complementary therapy, and mental health, indicating a growing research focus on integrative approaches for maternal mental health. Citation analysis identified several highly influential publications that have shaped the development of this research field, while network visualization revealed emerging themes involving complementary medicine, breastfeeding, anxiety, and maternal well-being. Conclusion: Research on herbal therapy interventions for postpartum depression has shown significant global growth and increasing scientific interest. Bibliometric mapping provides valuable insights into the intellectual structure, research hotspots, and collaboration patterns in this field. The findings may serve as a reference for researchers, clinicians, and policymakers in developing evidence-based complementary interventions and identifying future research priorities in maternal mental health.
Penetapan Kadar Flavonoid Pada Salep Ekstrak Biji Mahoni (Swietenia macrophylla) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis nia kurniasih; Adis Dwi Elianti; Nurhidayati Harun; Susan Sintia Ramdhani; Marlina Indriastuti
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 2 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i2.1163

Abstract

Pendahuluan: Luka pada kulit merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif terapi terus dikembangkan karena relatif aman dan memiliki aktivitas biologis yang potensial. Biji mahoni (Swietenia macrophylla) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan topikal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan menentukan kadar flavonoid pada sediaan salep ekstrak biji mahoni menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode: Ekstrak biji mahoni diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan ke dalam sediaan salep dengan variasi konsentrasi ekstrak 30% (F1), 40% (F2), dan 50% (F3). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Penetapan kadar flavonoid dilakukan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi aluminium klorida (AlCl₃) dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan salep. Kadar flavonoid meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 12,22 mg QE/g pada F1, 16,87 mg QE/g pada F2, dan 20,00 mg QE/g pada F3. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar formula (p = 0,002). Kesimpulan: Sediaan salep ekstrak biji mahoni memenuhi parameter evaluasi fisik dan mengandung flavonoid yang kadarnya meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar flavonoid dalam sediaan salep.

Page 9 of 10 | Total Record : 94