cover
Contact Name
Davit Nugraha
Contact Email
pharmacogenius@gmail.com
Phone
+6285314834050
Journal Mail Official
pharmacogenius@gmail.com
Editorial Address
Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacy Genius
ISSN : -     EISSN : 29644771     DOI : https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1
Core Subject : Health, Science,
A manuscripts submitted to Pharmacy Genius should be an original research article related to the field of the all scopes of Pharmaceutical Science such as: 1. Pharmaceutics, 2. Biopharmaceutics, 3. Drug Delivery System, 4. Physical Pharmacy, 5. Chemical Pharmacy, 6. Pharmaceutical Technology, 7. Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, 8. Pharmacology and Toxicology, 9. Pharmacokinetics, 10. Pharmaceutical Chemistry, 11. Pharmaceutical Biology, 12. Community and Clinical Pharmacy, 13. Regulatory Affairs and Management Pharmacy, 14. and Alternative Medicines.
Articles 83 Documents
Pengaruh Ketinggian Tempat Tumbuh Terhadap Kadar Flavonoid Total dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia Maghoni L.) Aminurita, Agus; Samodra, Galih; Fitriana, Adita Silvia
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.344

Abstract

Pendahuluan: Mahoni merupakan salah satu tumbuhan tropis dari famili Meliaceae yang berasal dari Hindia Barat. Kandungan senyawa kimia yang ada di dalam mahoni diantaranya senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Beberapa penelitian menyatakan bahwa metabolit sekunder pada tanaman dipengaruhi oleh ketinggian tempat tumbuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol daun Mahoni (Switenia maghoni L). Metode: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan metode kolorimetri untuk mengetahui kadar flavonoid total daun mahoni dan menggunakan metode dpph untuk menetapkan aktivitas antioksidan daun mahoni (Swietenia maghoni L). Hasil: Hasil analisis statistik one way ANOVA nilai signifikansinya dari analisis flavonoid total sebesar 0,000 < 0,05. Aktivitas antioksidan esktrak metanol daun Mahoni berpengaruh secara signifikan terhadap ketinggian lokasi tumbuh. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikasi (P<0,05). Kesimpulan: Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ketinggian lokasi tumbuh berpengaruh terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.)
Konseling Informasi Beserta Pentingnya Kepatuhan Dalam Penggunaan Anti Hipertensi Pada Penderita Hipertensi Sekunder Alifiar, Ilham; Rahmi, Suci Mega; Azahra, Fatimah; Aulia, Ratu; Dwiputri, Nadya; Agung, Rifki Permana
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.363

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah ≥140 mmHg (sistolik) dan/atau ≥90 mmHg (diastolik) yang menjadi penyakit berbahaya yang tidak dapat disembuhkan. Kepatuhan minum obat menjadi faktor penting yang juga menjadi permasalahan ketidakefektifan terapi pada hipertensi. Pengetahuan menjadi faktor pengaruh ketidakpatuhan terapi yang akan menjadi intervensi utama dalam penelitian. Tujuan: Penelitian bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Cilumba Kecamatan Cikatomas tentang informasi penggunaan serta kepatuhan meminum obat obat hipertensi dengan mengukur parameter pengetahuan Metode: Penelitian menggunakan metode konseling, diskusi dan tanya jawa . Intervensi yang diberikan terhadap responden penelitian yaitu konseling informasi penggunaan obat hipertensi serta pentingnya kepatuhan meminnum obat. Hasil: Responden penelitian didapati sejumlah 20 orang yang didominasi oleh perempuan dengan persentase 55% dibandingkan laki-laki dengan persentase 45%. Usia responden didominasi oleh usia lansia dengan rentang usia 46-57 tahun dengan persentase 65% dibandingkan usia dewasa dengan rentang usia 20-45 tahun dengan persentase 35%. Profil pendidikan responden didominasi oleh tamatan SD dengan persentase sebesar 85% jika dibandingkan dengan tamatan SD, SMP, SMA, S1 dengan persentase masing-masing 5%. Berdasarkan hasil intervensi konseling, keseluruhan parameter pengetahuan yang diukur mencakup cara penggunaan, dosis pemakaian, cara penyimpanan, interaksi obat, efek samping, lama penggunaan, dan cara membuang meningkat setelah diberikan intervensi konseling. Peningkatan cara penggunaan dari 35% menjadi 95%; dosis pemakaian dari 55% menjadi 100%; cara penyimpanan dari 70% menjadi 100%; interaksi obat dari 20% menjadi 85%; efek samping dari 5% menjadi 85%; lama penggunaan dari 0% menjadi 80%; dan cara membuang dari 0% menjadi 95%. Kesimpulan: Konseling informasi mengenai penggunaan terapi antihipertensi terhadap 20 responden penelitian efektif meningkatkan pengetahuan responden mengenai terapi antihipertensi
Karakteristik Parameter Mutu Ekstrak Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del) Dan Penetapan Kadar Flavonoid Berdasarkan 3 Tempat Tumbuh Hakim, Sidiq Alimul; Septiani, Gina; Endah, Srie Rezeki Nur
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 2 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i2.389

Abstract

Pendahuluan: Daun Afrika, dengan nama latinnya Vernonia amygdalina Del, adalah salah satu tanaman obat yang digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit di berbagai belahan dunia. Telah dilaporkan bahwa tanaman Vernonia amygdalina Del digunakan untuk pengobatan diabetes, demam kuning, disentri, sembelit, malaria dan sakit perut di Afrika dan Asia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik parameter mutu ekstrak dan analisis kadar flavonoid daun afrika (Vernonia amygdalina Del) berdasarkan 3 tempat tumbuh. Metode: Penelitian yang dilakukan tahapannya meliputi, Pengumpulan daun Afrika yang diambil dari 3 daerah berbeda yaitu dari daerah Padaherang, Dayeuh Luhur Dan Patimuan. Determinasi tanaman daun Afrika dilakukan di Laboratorium Universitas Padjajaran Bandung. Pembuatan simplisia dilakukan sesuai dengan tahapan standar. Skrining Fitokimia yang dilakukan untuk melihat secara kuantitatif senyawa yang terkandung di dalam ekstrak yaitu pengujian senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid, dan polifenol. Pembuatan ekstrak daun afrika menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Dan untuk penetapan kadar flavonoid menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Kesimpulan: Dapat diperoleh nilai standarisasi ekstrak yaitu berbentuk ekstrak kental, berwarna hijau kehitaman, berbau khas, dan berasa pahit. Kadar senyawa yang larut air dari wilayah Padaherang 13,6%, Patimuan 12,6% dan Dayeuh Luhur 15,4%. Kadar senyawa larut etanol dari wilayah Padaherang 29,6%, Patimuan 22,7% dan Dayeuh Luhur 33,0%. Hasil kadar kandungan flavonoid total ekstrak yaitu untuk wilayah Padaherang 53,83 mg QE/g, Dayeuh luhur 28,83 mg QE/g, dan Patimuan 23,83 mg QE/g.
Evaluasi Fisik Facial Wash Ekstrak Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Berbasis Gelling Agent Ulinnuha, Alvin; Fauziah, Fauziah; Kurniasih, Khamdiyah Indah; Nawangsari, Desy; Prabandari, Rani
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i03.396

Abstract

Pendahuluan: Perbedaan jenis Gelling Agent dapat memengaruhi sifat fisik dari sediaan dikarenakan perbedaan sifat fisika kimianya. Konsentrasi Gelling Agent yang tidak sesuai standar seperti pemakaian dengan konsentrasi tinggi atau bobot molekul besar dapat menghasilkan sediaan gel yang sulit dikeluarkan pada kemasan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik, iritasi primer, dan hedonik sediaan gel Facial Wash ekstrak daun sirsak dengan variasi Gelling Agent Na-CMC, HPMC, Carbopol 940. Metode: Metode pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan 3 formula dimana formula 1 menggunakan basis Na-CMC, formula 2 menggunakan basis HPMC, dan formula 3 menggunakaan basis Carbopol 940. Hasil: Hasil uji sifat fisik sediaan menunjukkan semua formula memenuhi rentang persyaratan sifat fisik gel yang baik. Hasil uji iritasi diketahui bahwa semua formula tidak menimbulkan edema dan eritema pada hewan uji dan mendapatkan skor indeks iritasi primer sebesar 0,0. Hasil uji hedonik didapatkan hasil formula 3 menempati ranking pertama paling disukai kemudian formula 1 pada ranking 2 dan formula 2 pada ranking terakhir. Hasil pengujian statistik sifat fisik semua parameter menunjukan signifikansi < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara F1, F2, F3 kecuali parameter tinggi busa dan persen daya busa menunjukan tidak ada perbedaan sinifikan antara F1, F2, F3 dengan signifikansi > 0,05. Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah semua formula memiliki sifat fisik yang baik, tidak menimbulkan iritasi dan memiliki hasil kesukaan yang berbeda beda.
Evaluasi Sifat Fisik Masker Clay Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) Dengan Kaolin Dan Bentonit Sebagai Basis Masker Pamungkas, Ajeng Sukma; Fauziah, Fauziah; Samodra, Galih
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.411

Abstract

Pendahuluan: Masker wajah berjenis clay sering digunakan karena memiliki kemampuan untuk meregenerasi kembali kulit. Perubahan pada kulit akan terlihat ketika masker mulai menunjukkan efek menarik pada permukaan kulit setelah mengering. Sensasi ini merangsang penyegaran kulit, dengan masker clay mampu mengangkat kotoran dan komedo ketika masker dicuci dari wajah. Hasilnya setelah menggunakan masker adalah kulit akan terlihat lebih cerah dan bersih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, iritasi dan kesukaan masker clay ekstrak etanol kulit pisang ambon (Musa Paradisiaca (L.) Kunt. var. Sapientum) dengan kaolin dan bentonit sebagai basis masker. Metode: Metode eksperimental menggunakan hewan uji untuk pengujian iritasi, dan menggunakan panelis terhadap pengujian kesukaan masker yang dihasilkan. Sampel dalam penelitian ini adalah kombinasi kaolin dan bentonit masing-masing F1(26,5%:0,5%), F2(26%:1%), F3(25,5%:1,5%), F4(25%:2%). Hasil: Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi standar organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Pengujian dengan Kruskal Wallis menunjukan perbedaan signifikansi pada pH, daya lekat, daya sebar dan waktu kering antara formula. Uji iritasi pada hewan uji menunjukan tidak terjadinya eritema dan edema, dengan indeks iritasi primer 0. Uji hedonik menunjukan semua formula disukai oleh panelis, dengan formula 3 mendapatkan skor tertinggi. Kesimpulan: Dalam penelitian pada keempat formula telah memenuhi standar pengujian, dengan hasil formula 3 lebih direkomendasikan sebagai produk masker clay.
Uji Sifat Fisikokimia Sediaan Lotion Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) Dengan Variasi Konsentrasi Asam Stearat Kusumaningtiyas, Desiana Hari; Azzahra, Fara
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.414

Abstract

Pendahuluan: Daun katuk mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan diketahui dapat berperan sebagai pelindung dari paparan radikal bebas pada kulit, untuk memudahkan penggunaanya sebagai antioksidan dibuat menjadi sediaan lotion.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fisikokimia lotion ekstrak daun katuk dengan variasi konsentrasi asam stearat berdasar pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan diameter sebar. Metode: Metode penelitian ini menggunakan menggunakan Posttest Only Group Design. Ekstraksi serbuk daun katuk dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, di formulasi  menjadi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi asam stearat F1 (5%), F2 (7,5%), F3 (10%). Pengujian organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif, pH dan diameter sebar dianalisis secara statistik menggunakan Oneway-ANOVA dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan sediaan lotion berwarna hijau tua, bau khas daun katuk, tekstur F1 dan F2 agak kental, F3 kental, uji homogenitas tidak homogen, pH pada F1,F2,F3 berturut-turut,yaitu 5,16±0,01; 5,10±0,01dan 5,04±0,01, diameter sebar didapatkan hasil yang memenuhi syarat pada F1, F2, F3 berturut-turut yaitu 8,27±0,08 cm; 8,13±0,05 cm; 6,69±0,18 cm. Kesimpulan: Sediaan lotion ekstrak daun katuk pada F1, F2, F3 memenuhi persyaratan fisikokimia pada pengujian organoleptis, pH, diameter sebar, tetapi tidak memenuhi persyaratan fisikokimia pada uji homogenitas.
Isolasi dan Identifikasi Kurkumin Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) dengan Metode Kromatografi Kolom Ramdan, Siti Rahmah Kurnia; Asih, Aas Catia; Yusuf, Anna L; Nugraha, Davit; Indriastuti, Marlina; Wahlanto, Panji
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.427

Abstract

Pendahuluan: Temulawak telah banyak digunakan oleh masyarakat dalam pengobatan tradisional dengan berbagai manfaat. Rimpang temulawak mengandung kurkumin, serat, pati, kalium oksalat, minyak atsiri, flavonoid dan zat-zat tersebut berfungsi sebagai antimikroba, mencegah penggumpalan darah, immunostimulan, anti peradangan, melancarkan metabolisme dan fungsi organ tubuh. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan isolasi kurkumin dari ekstrak etanol 95% temulawak dengan menggunakan kromatografi kolom, kemudian diidentifikasi spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400-800 nm. Metode: Metode penelitian yaitu isolasi kurkumin dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak etanol 95% temulawak dengan eluen kloroform:etanol:asam asetat glasial (94:5:1), selanjutnya dilakukan identifikasi dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400nm-800nm. Hasil: Hasil isolasi senyawa kurkumin dari ekstrak temulawak dengan eluen kloroform:etanol:asam asetat glasial (94:5:1) diperoleh dengan menggunakan kromatografi kolom berupa cairan berwarna kuning pekat, kemudian identifikasi dengan spektrofotometri UV Vis dan diperoleh nilai absorbansi tertinggi pada panjang gelombang maksimum 425 nm. Kesimpulan: Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kurkumin dapat diisolasi dari ekstrak temulawak dengan metode kromatografi kolom dan diidentifikasi dengan Spektrofotometri Uv Vis.
Pola Pengobatan dan Kajian Drug Related Problems Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Setyo Murti, Daniek Yulia; Pratiwi, Dyah Anggraeni Budhi; Aini, Zahro Nurul
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.441

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menyebabkan terjadinya berbagai macam komplikasi. Pasien rawat inap memiliki potensi besar untuk mendapatkan polifarmasi dan dapat meningkatkan resiko Drug Related Problems (DRPs) sehingga berpotensi mempengaruhi hasil klinis pasien diabetes mellitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan dan prevalensi kejadian DRPs pada pasien diabetes mellitus tipe II di Instalasi Rawat Inap RS Nur Hidayah Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif studi berdasarkan data rekam medis. Jumlah sampel pasien dihitung dari hasil perhitungan proporsi berdasarkan jumlah populasi. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan simple random sampling. Data yang didapatkan kemudian dilakukan klasifikasi permasalahan dan penyebab DRPs berdasarkan Pharmaceutical Care Network Europe Foundation Versi 9.0 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengobatan terbesar yaitu menggunakan insulin (46,6%), golongan biguanid yaitu metformin (30,2%0 dan golongan sulfonylurea yaitu glimepiride (18,6%). Sedangkan untuk DRPs terbanyak yaitu obat tanpa indikasi (14%), indikasi tidak diterapi (8%), kejadian efek buruk obat yang mungkin terjadi (11,54%) dan terlalu banyak obat diresepkan untuk satu indikasi (3,85%). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pola pengobatan terbesar menggunakan insulin dan masih terdapat kejadian DRPs pada terapi pasien DM tipe II di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul  dengan jumlah kejadian terbanyak adalah kategori obat tanpa indikasi.
Kajian Evaluatif Teknik Distribusi Obat pada Apotek di Kota Banjar Indriastuti, Marlina; Sutisna, Tatang
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 3 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i3.447

Abstract

Pendahuluan: Apotek merupakan salah satu fasilitas distribusi yang berhubungan langsung dengan konsumen, oleh karena itu harus melaksanakan prinsip-prinsip mengenai Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) agar mutu obat dapat terjaga sampai obat dikonsumsi oleh pasien. Tujuan: Mengetahui gambaran pelaksanaan CDOB pada apotek di Kota Banjar. Metode: Merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian berupa lembar pemeriksaan yang diperoleh dari BPOM diisi secara daring oleh responden. Populasi adalah 31 apoteker yang terdaftar pada Dinas Kesehatan Kota Banjar dengan sampel sebanyak 100% dari jumlah populasi. Data yang didapat berupa informasi tentang pelaksanaan aspek-aspek CDOB. Objek penelitian adalah apoteker pada sarana apotek yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kota Banjar berdasarkan data pelaporan tahun 2020. Data primer didapatkan dari hasil survey berupa jawaban responden atas pelaksanaan aspek profil sarana, bangunan dan peralatan, pengadaan, penerimaan dan penyimpanan, penyaluran, penanganan produk kembali dan kadaluarsa, pemusnahan, dan aspek lainnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kualitatif untuk dapat menentukan tindak lanjut yang mungkin diterapkan pada apotek-apotek yang belum melaksanakan CDOB dengan baik. Hasil: Berdasarkan tingkat kekritisan C (Critical) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 97,85 %. Untuk tingkat kekritisan M (Major) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 94% . Sementara untuk tingkat kekritisan m (Minor) dari aspek yang diteliti diperoleh fakta bahwa CDOB telah dilaksanakan dengan tingkat kualitas 88,71%. Kesimpulan: Pelaksanaan CDOB di Kota Banjar telah berjalan sesuai dengan Permenkes Nomor 73 tahun 2016. Dari perolehan data, implementasi CDOB di Kota Banjar pada saat dilakukan survey dalam kondisi membaik. Tindak lanjut bagi responden yang masih memiliki nilai negatif pada aspek dengan tingkat kekritisan C (Critical) adalah dengan diberikannya peringatan tertulis, sedangkan bagi temuan pada tingkat kekritisan Major maupun Minor cukup dengan dilakukannya pembinaan reguler dari instansi berwenang.
Analisis Bibliometrik dan Penambangan Teks terhadap Penelitian Obat Herbal dengan Aktivitas Anti-Inflamasi Wawasan dari Data PubMed (2015–2025) Daipadli, Daipadli; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Yuliani, Sapto
Pharmacogenius Journal Vol 5 No 1 (2026): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v5i1.921

Abstract

Pendahuluan: Inflamasi kronis yang tidak terkontrol berkontribusi signifikan terhadap patogenesis berbagai penyakit degeneratif, seperti artritis dan gangguan kardiovaskular. Meskipun efektif, penggunaan jangka panjang obat anti-inflamasi konvensional (NSAID dan kortikosteroid) sering menimbulkan efek samping serius, seperti iritasi gastrointestinal dan nefrotoksisitas. Obat herbal, dengan kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan terpenoid, menawarkan alternatif terapi yang menjanjikan dengan menekan mediator proinflamasi (TNF-α, IL-6, NF-κB) serta memodulasi stres oksidatif dengan profil keamanan yang lebih baik. Mengingat pesatnya pertumbuhan literatur di bidang ini, analisis bibliometrik diperlukan untuk memetakan arah penelitian global. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan dan menginterpretasikan lanskap penelitian obat herbal terkait aktivitas anti-inflamasi menggunakan perangkat lunak VOSviewer, guna mengidentifikasi tren utama, evolusi topik, dan kesenjangan penelitian. Metode: Data bibliometrik dikumpulkan dari basis data PubMed dengan kata kunci “herbal medicine” AND “anti-inflammation” untuk periode publikasi tahun 2015 hingga 2025. Data diproses menggunakan VOSviewer versi 1.6.20 dengan metode full counting berdasarkan co-occurrence kata kunci, dengan ambang batas minimal kemunculan lima kali untuk menyaring istilah yang relevan. Hasil: Analisis memetakan lima klaster tematik utama: (1) suplementasi dan intervensi gaya hidup; (2) efikasi klinis pada pasien; (3) mekanisme molekuler dan penyakit modern (termasuk COVID-19); (4) jalur sitokin dan sinyal seluler; serta (5) formulasi sediaan lokal. Visualisasi overlay menunjukkan evolusi tren dari fokus awal pada biomarker klinis (seperti CRP) menuju pemahaman mekanisme molekuler yang lebih dalam dan imunomodulasi. Visualisasi densitas menegaskan bahwa topik seputar pasien dan pengobatan merupakan area riset yang paling padat. Kesimpulan: Terdapat peningkatan minat global terhadap pengembangan obat herbal sebagai agen anti-inflamasi yang bergerak dari studi empiris menuju validasi mekanistik molekuler dan integrasi klinis. Penelitian ini menyoroti potensi besar obat herbal sebagai terapi komplementer yang aman, sekaligus menekankan perlunya standardisasi dan uji klinis berkelanjutan.