cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 222 Documents
Urgensi Deteksi Dini dan Intervensi Anak yang Mengalami Learning Difficulty Kholifatus Sa’diyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.252 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.88

Abstract

Terdapat beberapa faktor kesulitan belajar diantaranya Faktor intern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang muncul dari dalam diri siswa yang meliputi gangguan atau kekurangan kemampuan psiko-fisik siswa. Faktor ekstern siswa, yakni hal-hal atau keadaan-keadaan yang meliputi semua situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang tidak mendukung aktivitas belajar siswa. Deteksi dini bisa dilakukan dengan Melakukan observasi kelas untuk melihat perilaku menyimpang siswa ketika mengikuti pelajaran, memeriksa penglihatan dan pendengaran siswa khususnya yang diduga mengalami, mewawancarai orang tua atau wali, memberikan tes diagnostik bidang kecakapan tertentu untuk mengetahui hakikat kesulitan belajar serta memberikan tes kemampuan intelegensi (IQ) yang dibantu oleh para Psikolog. Intervensi yang bisa dilaksanakan untuk kesulitan belajar diantaranya adalah menggunakan remedial teaching (program perbaikan). Dalam hal menyusun menyusun remedial teaching sebelumnya guru perlu menetapkan tujuan pengajaran remedial, materi remedial, metode remedial, alokasi remedial serta evaluasi kemajuan siswa setelah mengikuti program pengajaran remedial.
Hamzah Fansuri dan Doktrin Wahdat Al-Wujud di Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.278 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.89

Abstract

Tokoh sufi Nusantara yang meninggalkan beberapa karya, salah satunya adalah Hamzah fansuri. Kontroversi doktrin Wahdat al-Wujud pernah diadopsi dari tokoh sufi besar, Ibn ‘Arabi. Doktrin tasawuf Hamzah Fansuri selain mendapat sambuatan banyak kalangan–terlabih dikalangan para muridnya–juga mendapat krirtik dari sebagian kalangan muslim lainnya. Sebagai doktrin dalam khazanah dunia tasawuf Nusantara, Wahdat al-Wujud Hamzah Fansuri sebagai menifastasi dan kelanjutan dari gagasan Sufi terkemuka, Ibn ‘Arabi yang dipopulerkan oleh salah muridnya. Wahdat al-Wujud Hamzah Fansuri sebagai faham yang mengajarkan bahwa keesahan Tuhan sama sekali tidak bertentangan dengan konsep penampakan pengetahuan Tuhan yang sangat variatif dalam kehidupan nyata. Dari-Nya, dalam dunia nyata terlahir penampakan dhahir dan batin dari Wujud yang Satu, yakni Tuhan.
Penerapan Model Konstruktivisme dalam Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Ainul Falah Ach Baidlawi Bukhari
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.221 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.90

Abstract

Penerapan model konstruktivisme dalam pembelajaran kitab-kitab kuning tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan keberhasilan pembelajaran kitab-kitab kuning itu sendiri kepada para santri. Adapaun langkah-langkah penerapan model konstruktivisme dalam pembelajaran kitab Kuning terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu tahap perencanaan, mencakup (a) penentuan masalah, (b) pemecahan masalah, (c) indikator keberhasilan, (d) kegiatan pembelajaran, (e) rencana pembelajaran tatap muka, (f) skenario pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan (g) evaluasi, serta tahap tahap pelaksanaan mencakup (a) membagi kelompok belajar, (b) membagikan lembar kertas kerja, (c) memberikan masalah atau materi pelajaran, (d) presentasi, dan (e) penilaian. Adapun efektivitas penerapan model konstruktuvisme dalam pembelajaran kitab Kuning sangat efektif, baik dari segi proses pembelajaran maupun hasil pembelajaran. Keefektifan penerapan dari segi proses pembelajaran ditunjukkan dengan semangat belajar tinggi dari santri, sedangkan keefektifan dari segi hasil pembelajaran ditunjukkan dengan pemahaman baik santri terhadap materi pelajaran kitab Kuning.
Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. M. Athiyah Al-Abrasyi Musayyidi Musayyidi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.886 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.91

Abstract

Muhammad Athiyah al-Abrasyi adalah seorang tokoh pendidikan yang hidup pada masa pemerintahan Abd. Nasser yang memerintah Mesir pada tahun 1954-1970. Beliau adalah satu dari sederetan nama yang tidak boleh dilupakan oleh para cendekiawan Arab dan muslimin. Beliau adalah penulis tentang pendidikan keislaman dan pemikiran, umurnya yang mendekati 85 tahun akan selalu terasa pengaruhnya bagi generasi sesudahnya. Beliau dilahirkan pada awal April tahun 1897 dan wafat pada tanggal 17 Juli 1981. Beliau memperoleh gelar diploma dari Universitas Darul Ulum tahun 1921, dan tahun 1924 beliau terbang ke Inggris, disana beliau mempelajari ilmu pendidikan, psikologi, sejarah pendidikan, kesehatan jiwa, bahasa Inggris berikut sastranya. Pada tahun 1927 beliau memperoleh gelar sarjana pendidikan dan psikologi dari universitas Ekstar. Seperti diketahui pada zaman kejayaan Islam, Negeri Mesir dikenal sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan di samping Baghdad, Damaskus, Cordova dan lain-lain. Tetapi kemudian ketika dunia Islam mengalami kemunduran, Mesirpun turut merasakannya, lebih-lebih setelah negeri ini berturut-turut di jajah Perancis dan Inggris. Akibatnya Mesir mengalami kemunduran di bidang pemikiran pada umumnya dan pendidikan pada khususnya. Di dorong kenyataan pahit inilah Muhammad Athiyah al-Abrasyi mencoba kembali menggali nilai-nilai dan unsur-unsur pembaharuan yang terpendam dalam khazanah perkembangan pendidikan Islam di masa jayanya. Ia mencoba mencari titik persamaan dasar pendidikan Islam dan pendidikan modern.
Analisis Multiple Intelligences dalam Diri Anak Menurut Munif Chatib Lailatul Qadariyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.651 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.93

Abstract

Konsep pembelajaran berbasis Multiple Intelligences perspektif Munif Chatib adalah suatu koreksi terhadap kecerdasan seseorang tidak hanya berdasarkan pada Intelligences Quotient (IQ) yang hanya mengukur kemampuan seseorang hanya berdasarkan pada linguistik, matematik logis dan spasial saja. Dalam konsep pendidikan Multiple Intellegences Munif Chatib lebih menekankan pada The Best Proses bukan The Best Input dimana sekolah unggul adalah sekolah yang fokus pada kualitas proses pembelajaran, bukan pada kualitas input siswanya. Kedua, menjadi anak terdidik atau istimewa adalah menetekankan pada kreativitas guru dan keahlian dalam mengaplikasikannya, hal ini dapat kita lakukan dalam dunia pembelajaran antara guru dan murid. Munif Chatib mengartikan strategi mengajar dengan menekankan kepada kekreativitas guru sehingga jumlah dan nama strategi itu harus luas dan tak terbatas. Jadi, apapun namanya, strtegi Multiple Intelligences akan menjadi wadah yang sangat luas dan dapat menampung semua istilah metodologi pembelajaran. Guru memberikan wadah bagi siswa untuk Praktek Turun Lapangan (PTL) supaya siswa bisa merasakan betapa indahnya pendidikan. Dan ini merupakan suatu keterampilan guru untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Membentuk Anak Berkepribadian Handal Melalui Pendidikan Kemasyarakatan Abdul Hadi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.927 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.94

Abstract

Pendidikan masyakat adalah suatu gerakan pendidikan ditujukan bagi persekutuan-persekutuan hidup sehingga mempunyai pandangan, sikap, kebiasaan dan kemampuan tertentu yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Pendidikan masyarakat diartikan sebagai layanan pendidikan yang diperuntukkan bagi masyarakat tanpa melihat perbedaan tingkat pendidikan usia, status sosial atau meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dengan berusaha maksimal untuk menjadi pribadi yang dapat dindalkan dan dapat menjadi yang diharapkan. Dari beberapa program yang dilaksanakan oleh pendidikan kemasyarakatan diharapkan mampu menjadi penyeimbang pendidikan sekolah dimana melalui program pendidikan masyarakatan yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi bekal dalam membentuk anak menjadi manusia yang siap pakai siap bersaing dalam era milineal yang dapat berguna untuk dirinya sendiri terlebih untuk orang lain.
الإملاء فى الكتابة Bambang Hermanto
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.369 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.95

Abstract

الإملاء لغة هو الإمهال والتأخير، وإطالة الوقت والعمر حتى يتسع الزمن للتمتع بالشيء المحبوب. واصطلاحا : تصوير اللفظ بحروف هجائه بأن يطابق المكتوب المنطوق في ذوات الحروف. والإملاء هو تحويل الأصوات المسموعة المفهومة إلى رموز مكتوبة (الحروف) على أن توضع هذه الحروف في مواقعها الصحيحة من الكلمة وذلك لاستقامة اللفظ وظهور المعنى المراد
Eksistensi Orang Tua Sebagai Pendidik dalam Perspektif Hadits Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.65 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.96

Abstract

Penelitian ini membahas eksistensi orang tua sebagai pendidik dalam perspektif hadits. Hal ini dilatarbelakangi oleh semakin abainya orang tua terhadap proses pendidikan anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan teologis kepada para orang tua tentang kewajibannya dalam mendidik anak. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Setelah melakukan penelitian terhadap hadits Nabi yang bertema pendidikan, khususnya hadits yang menjelaskan tentang eksistensi orang tua sebagai pendidik dapat ditarik sebuah garis besar bahwa eksistensi tersebut berkaitan dengan tanggung jawab, peran dan fungsi orang tua. Tanggung jawab, peran dan fungsi tua tersebut meliputi; Himayah (perlindungan, penjagaan atau pemeliharaan), Ri’ayah (bimbingan), Wilayah (pengaturan) dan Kifayah (mencukupi). Empat konsep tersebut dijelaskan dalam pembahasan penelitian ini.
Konsep Pendidikan Islam KH. A. Wahid Hasyim Ach Syaiful
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.183 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.97

Abstract

Diantara sekian banyak pemikir dan pemerhati pendidikan Islam di Indonesia, nama Wahid Hasyim masih menjadi “barang” langkah dan kurang mendapat perhatian tentang ide-idenya berkenaan dengan problem pendidikan Islam kekinian. Selain pemikiran dan perjuangannya yang berkenaan dengan Negara, sosok Wahid Hasyim juga banyak memikirkan strategi dan kemajuan pendidikan Islam dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan masyarakat akan kebutuhan terhadap dunai pendidikan.
Pendidikan Agama Islam (PAI) Sebagai Wujud Revolusi Mental Generasi Bangsa Siful Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.289 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.98

Abstract

Pendidikan merupakan tanggungan bersama, pemerintah, masyarakat dan yang mempunyai rasa kepedulian dengan dunia pendidikan di Negeri ini, pada akhir-akhir ini gerakan revolusi mental pendidikan didengungkan oleh para pemangku kebijakan yang dalam hal ini adalah pemerintah, dilakukannya revolusi tersebut tujuan akhirnya adalah untuk memajukan negeri ini. Salah satu langkah kongkrit yang dilakukan adalah melalui gerakan perbaikan pendidikan yang diterapkan di Negeri kita tercinta ini. Perubahan wajah pendidikan, yang pada awalnya hanya menekankan pada kemampuan intelektual semata yang kemudian kurang memperhatikan kecerdasan afektif dan spritualitas, hal tersebut kemudian dinilai oleh sebagian orang sebagai proses yang gagal,untuk itu, pendidikan karakter merupakan salah satu solusi alternative agar Negeri ini keluar dari persoalan mental tersebut.Dasar pendidikan yang bernuansakan karakter dapat terimplementasikan dengan cara mengelaborasikan konsep pendidikan ini dengan karakter yang dapat membentuk mental positif yang kemudian memperbaiki dan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Pendidikan Agama merupakan suatu langkah yang cukup logic untuk dapat disandingkan dengan pendidikan yang selama ini didengungkan oleh para praktisi pendidikan, karena dengan menyandingkan, mengintegrasikan keduanya akan memberikan warna yang baru bagi pendidikan di Negeri ini.

Page 9 of 23 | Total Record : 222