Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles
222 Documents
LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENGATASI SISWA YANG PROKRASTINASI AKADEMIK: Studi Kasus Kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo
Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.636 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.63
Setiap siswa pasti pernah mengalami kesulitan belajar, hanya saja ranah kesulitannya berbeda-beda. Ada siswa yang sulit untuk memulai mengerjakan tugas dan menunda-nunda untuk belajar. Bentuk kesulitan semacam ini biasanya disebut prokrastinasi akademik. Permasalahan belajar yang ditandai dengan penundaan untuk belajar ini terjadi pada lima siswa kelas VII SMP Jati Agung Sidoarjo. Tingkat prokrastinasi akademik mereka tergolong tinggi sehingga membuat guru Bimbingan Konseling membuat terobosan untuk memberikan layanan bimbingan belajar yang dikhususkan untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik. Adapun materi layanan bimbingan belajar meliputi: motivasi belajar, managemen waktu, cara membuat keputusan dan cara mengerjakan tugas yang baik. Layanan bimbingan belajar untuk mengatasi siswa yang prokrastinasi akademik sudah sesuai dengan prosedur dan sudah sesuai tujuan bimbingan belajar yaitu memberikan layanan agar siswa mempunyai kebiasaan belajar yang baik.
IMPLEMENTASI METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK–ANAK MI/SD
Zainollah Zainollah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.463 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.64
Pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak kecil (young children) menuntut guru untuk selalu kreatif dan inovatif dalam mendesign aktivitas pembelajaran di kelas. Pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak kecil tidak mudah mengingat anak-anak kecil mempunyai karakteristik dan keunikan tersendiri dalam mempelajari sebuah bahasa. Setiap guru tentu menginginkan kegiatan pembelajaran yang efektif dan bermutu baik. Namun, persoalannya adalah bagaimana pembelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak dapat dilakukan secara efektif dan maksimal. Maka, guru sebagai fasilitator, pelaksana dan pengembang kurikulum harus mampu menentukan metode pengajaran yang kreatif, inovatif dan relevan untuk anak-anak kecil. Salah satu metode pembelajaran bahasa Inggris yang relevan untuk anak-anak kecil adalah metode Total Physical Response (TPR). TPR adalah sebuah metode pengajaran bahasa yang sampai detik ini masih dianggap sebagai metode yang sangat populer dan relevan untuk diterapkan dalam pengajaran bahasa Inggris untuk ana-anak kecil baik di MI maupun SD. Oleh karena itu, artikel ini akan mencoba untuk menjelaskan secara detail tentang metode Total Physical Response (TPR) serta implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak kecil di MI/SD.
SEMANTIK DALAM BAHASA: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia
Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.415 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.65
Kajian mendasar dalam ilmu bahasa adalah kajian semantik yang meliputi studi tentang bagaimana makna dibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakan dinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi. Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian semantik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tata bahasa dan unsur lain. Penelitian ini berkaitan dengan medan makna tersebut. Apa sajakah jenis-jenis makna serta faktor perubah makna dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bagaimanakah perkembangan semantik dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang menyerap bahasa Arab.
MANAJEMEN BOS DAN KEDIGDAYAAN MADRASAH
Hosnan Hosnan
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.591 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.66
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Madrasah Negeri anggarannya diletakkan pada daftar isian Penggunaan Anggaran Satker madrasah yang bersangkutan yang pelaksanaannya harus disesuaikan dengan memakai prinsip transparansi, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan pemerintah, sehingga memerlukan sistem manajemen yang modern mulai perencanaan alokasi dana masing-masing madrasah, pengorganisasian personil yang sesuai dengan job description didasarkan keikhlasan dan penuh kejujuran, dan kemantapan pengkoordinasian semua pihak yang terkait serta didukung keberadaan leadership yang mumpuni dan berwibawa. Manajemen BOS yang baik akan menciptakan keunggulan program pendidikan madrasah serta akan muncul kelebihan dan kedigdayaan madrasah dalam mengelola sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana, kegiatan belajar mengajar serta output atau lulusan mempunyai daya saing yang tinggi dan sangat bermutu kalau dibandingkan dengan sekolah atau madrasah lainnya, pada akhirnya madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata tetapi benar-benar suatu lembaga pendidikan yang bonafid, bermutu dan mempunyai daya tarik yang mempesonakan semua pihak.
PERDEBATAN TEOLOGIS AL-QUR’AN: TEORI DAN IMPLIKASINYA
Nur Rahmad Yahya Wijaya
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (475.195 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.67
Tulisan ini membicarakan perdebatan teologis di antara kelompok Ahl al-H}adi>s\ dan Mu‘tazilah mengenai Al-Qur'an. Apakah Al-Qur'an, sebagai kala>m al-La>h dan merupakan sifat atau perbuatan-Nya? Selain itu, tulisan ini selanjutnya juga melihat beberapa implikasi yang memungkinkan dari perdebatan awal ini. Berdasarkan uraian di atas terlihat bahwa para teolog terbagi ke dalam dua kelompok dalam menetapkan Al-Qur'an sebagai kala>m al-La>h. Kelompok pertama, Ahl al-Sunnah wa al-Jama>‘ah, yang terdiri dari Ibn H}anbal dan H}ana>bilah, al-Asy‘ari> dan Asy‘ariyyah, serta al-Ma>turi>di> dan Ma>turi>diyyah menetapkan bahwa Al-Qur'an, sebagai kala>m al-La>h, adalah qadi>m dan tidak diciptakan. Al-Asy‘ari> menemukan bahwa doktrin kekadiman Al-Qur'an-nya Ibn H}anbal tidak dapat menjelaskan bagaimana sifat Tuhan yang qadi>m ini dapat berhubungan dengan Nabi saw. untuk diwahyukan kepadanya. Dengan demikian, al-Asy‘ari> membagi kalam Tuhan kepada kalam mental dan kalam verbal. Kelompok kedua, kelompok minoritas, yaitu Mu‘tazilah, menegaskan bahwa menganggap Al-Qur'an sebagai kala>m al-La>h yang qadi>m akan membuat pemahaman bahwa ada yang qadi>m lain selain Tuhan itu sendiri.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MULTIKULTURALISME DAN IMPLEMENTASINYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 1 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (296.451 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i1.68
Pendidikan agama Islam multikulturalisme merupakan salah satu pelajaran yang diharapkan agar mampu mengubah orientasi pendidikan agama yang menekankan aspek sektoral fiqhiyah menjadi pendidikan agama yang berorientasi pada pngembangan aspek Universal Rabbaniyah, sehingga dengan hal tersebut dapat memupuk jiwa toleransi beragama dan membudayakan hidup rukun antar umat beragama, serta dapat meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi berbudi pekerti luhur. Tekhnik pembelajaran berempati bisa digunakan dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam multikulturalisme di lembaga pendidikan.
INTEGRASI AGAMA DAN SAINS: Tela’ah Pemikiran Konsep Pendidikan Islam Imam Jalaluddin As-Suyuti dan Implementasinya di Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura
Ahmad Shiddiq
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (412.942 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i2.69
The dichotomy of education in Indonesia is a problem in constructing a paradigm of integrative education. Pesantren which has been symbolized as an Religion of educational institution, actually is not just a religious education. Pesantren is a place of learning knowledge of the world and the hereafter. Integration of Religion and Science in education Pesantren (Implementation Book Itman dirayah ad-li al-Qurra 'Annuqayah by Imam Jalaluddin As-Suyuti in pesantren Annuqayah).This article uses two approaches methodology: First, the library reseach (library research), is used to facilitate the course of research-based literature, especially the book of Itman ad-dirayah li al-Qurra 'Annuqayah by Imam Jalaluddin As-Suyuti as the cornerstone of the conception of knowledge boarding while the second, field research (fieldwork) as a way to obtain data on the implementation of the conception of the book of knowledge boarding Itman dirayah ad-li al-qurra 'Annuqayah by Imam Jalaluddin as-Suyuti in pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep. These two approaches are done for research to be carried out, are Conceptual and Applied. So this research was more holistic and integrative. Imam Jalaluddin Assuyuti view that there are fourteen (14) disciplines / knowledge which includes religious sciences, sciences Arabiyah and general sciences, namely Humanities, Medicine and Anatomy. Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep is an institution of Islamic education has the vision and mission and the foundation of integrative education between science and religion with the 14 knowledge contained in the book Itman ad-dirayah li al-Qurra 'Annuqayah are then summarized in kitam mandhumatun Annuqayah work Kiai Mahfudh Husaini.
EMANSIPASI DALAM PERSPEKTIF MAZHAB KRITIS: Studi Atas Pemikiran Max Horkheimer dan Theodor W. Adorno
Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.963 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i2.70
Dalam masyarakat modern, ditandai dengan problem kemanusiaan yang belum teratasi. Problem tersebut semisal dominasi kekuasaan atas mayoritas. Kekuasaan terhadap mayoritas itu mengakibatkan berbagai berbentuk penindasan, perbudakan yang harus diakhiri. Terkait dengan alasan tersebut maka tugas ilmuwan sosial harus bertanggung jawab terhadap berbagai ketimpangan sosial. Tanggung jawab ini adalah melakukan emansipasi terhadap kelompok mayoritas yang berada dalam posisi tersubordinasi oleh dominasi atau ideologi. Dengan emansipasi, masyarakat modern dapat keluar dari belenggu dominasi atau ideologi, yang telah menimbulkan ketimpangan tersebut. Bentuk ketimpangan sosial tersebut relatif sulit terditeksi sebab telah menjadi laten. Dimana ketimpangan itu telah menjadi kesadaran massal. Maka emansipasi yang dimaksud adalah menyadarkan masyarakat akan adanya ketimpangan yang tidak disadari, oleh karena telah menjadi kesadarannya. Agar ketimpangan sosial diketahui, maka posisi subversib cukup penting dilakukan.
KONSEP MANUSIA PERSPEKTIF FILOSOF MUSLIM: Studi Komparatif Pemikiran Ibn Sina dengan Al-Ghazali
Ali Rahmat
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.948 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i2.71
Kajian tentang konsep manusia kali ini hanya dibatasi pada konsep manusia perspektif Ibn Sina dan al-Ghazali. Ibn Sina mengemukakan bahwa hakikat dari manusia terdiri dari dua unsur yaitu: jasad dan nafs. Dua unsur ini memiliki perbedaan antara jasad dan nafs yang terdapat pada hewan dan tumbuhan. Kehadiran nafs dalam jasad sebagai penjelmaan baginya. Jasad merupakan alat bagi nafs. Selain itu, terdapat pula hubungan yang kuat antara jasad dan nafs. Nafs tidak akan mencapai tahap fenomenal tanpa adanya jasad. Sedangkan menurut al-Ghaza
HUMANISME PESANTREN: Analisis Terhadap Karakteristik Kehidupan Pesantren
Abdul Hadi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.296 KB)
|
DOI: 10.52185/kariman.v4i2.72
Pendidikan ideal adalah pendidikan yang tidak hanya mampu membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, tetapi pendidikan ideal adalah pendidikan yang mampu membenahi segala aspek kehidupan peseta didik baik dari sisi intelektual maupun moral karena pendidikan ideal bertujuan membantu mengoptimalkan dan mengaktualkan potensi kemanusian. Penyediaan pendidikan ideal akan membentuk manusia yang saling menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kesamaan dan kebersamaan serta saling menghormati kesamaan posisi dalam aspek nilai kemanusiaan. Pendidikan ideal tersebut dapat ditemukan pada pola pendidikan islam seperti pesantren yang merupakan tempat tinggal para santri atau anak didik untuk dibenahi kepribadiannya yang selaras dengan tujuan pendidikan pada umumnya yaitu membentuk manusia berintelektual dan bermoral. Karakteristik kehidupan dunia pesantren yaitu kesederhanaan dan kemandirian yang bertujuan membentengi diri dari ideologi luar, pembentukan akhlak dan kepribadian, kebersamaan dan kesamaan yang akan bermuara pada proses berperikemanusiaan yang menganggap tidak ada perbedaan antara manusia, karakteristik tersebut selaras dengan nilai humanisme islam yang merupakan konsep tujuan pedidikan yaitu kebebasan, dalam artian manusia adalah makhluk yang mandiri dan bebas berpikir dengan dilandasi aturan Tuhan, persamaan dan persaudaraan sesuai dengan ajaran islam bahwa yang membedakan antar manusia tidak lain hanya tingkat ketaqwaannya.