cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 222 Documents
Sekolah Unggul Mandiri: Mengonsep Pendidikan Murah Berkualitas Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.407 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.100

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sekolah unggulan yang mayoritas menerapkan pembiayaan yang sangat mahal. Semua biaya operasional sekolah hampir dibebankan kepada orang tua siswa sehingga masyarakat menengah ke bawah sulit untuk menjangkau sekolah unggulan. Oleh karena itu usulan penulis untuk menjadikan sekolah unggul yang biayanya murah adalah dengan menjadikan sekolah mandiri dengan menerapkan tahapan-tahapan konsep berikut: 1). Maksimalisasi anggaran pendidikan 20%, 2). Melaksanakan Subsidi Silang, 3). Pemanfaatan dana CSR Perusahaan dan 4). Membangun badan usaha milik sekolah.
Universitas Islam Negeri dan Renaisans Baru Pendidikan Islam di Indonesia Kutsiyyah Kutsiyyah
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.032 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.101

Abstract

Dikotomi ilmu yang menjadi warisan dalam bangsa ini mengakibatkan kemandegan dalam peradaban Islam. Salah satunya dalam pendidikan Islam yang telah kalah jauh dari kemajuan ilmu-ilmu Eropa sejak berabad-abad lamanya. Munculnya inovasi-inovasi baru dalam sistem pendidikan Islam, yakni perpaduan ilmu umum & agama akan menjadi arah baru bagi bangkitnya pendidikan Islam di Indonesia. Misalnya pemaduan pendidikan pesantren dan kampus sebagaimana banyak disampaikan oleh pakar pendidikan Islam. Model ini, penulis melihat bisa saling melengkapi dalam memanfaatkan kelebihan dan menutupi kekurangan masing-masing untuk diterapkan pada pendidikan masa kini. Maka dengan perubahan status STAIN/IAIN menjadi UIN memberikan angin segar bagi tumbuhnya pendidikan Islam di Indonesia, yang utuh, holistik, integratif dan responsif terhadap era modern ini. Pengkotak-kotakan ilmu akan teratasi dengan konsep integrasi keilmuan yang ditawarkan oleh masing-masing UIN.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa di MI Darul Ulum Talaga Ganding Sumenep Abdul Hadi
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.534 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.102

Abstract

Keluarga adalah sekolah pertama untuk anak sebelum anak hidup didunia pendidikan sekolah anak lebih dulu hidup dilingkungan keluarga dan dari keluargalah akan tercipta pribadi-pribadi tertentu yang akan membaur dalam satu masyarakat. Pendidikan keluarga adalah pendidikan pertama dan utama yang akan menggoreskan keilmuan dasar pribadi anak dan pendidikan dalam keluarga akan melekat mengiringi pendidikan dan keilmuan yang didapatkan didunia sekolah. Guru dalam pendidikan keluarga adalah orang tua yang bertugas mengasuh anak-anak mereka agar siap menghadapi pendidikan selanjutnya berupa pendidikan sekolah karena tingkat penguasaan materi pelajaran yang disampaikan hingga tercapainya prestasi belajar pada pendidikan sekolah sangat dipengaruhi oleh pola asuh bagaimana anak akan dibentuk kepribadiannya oleh orang tuanya.
Pendekatan Ilmu Psikologi dalam Studi Islam Mukhlis Mukhlis
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.616 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.103

Abstract

Ilmu jiwa merupkan ilmu yang mengkaji tentang jiwa manusia dengan menggunakan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kajian ilmu jiwa. Ilmu jiwa dengan agama memiliki hubungan yang sangat erat karena ilmu jiwa meliputi gejala-gejala kejiwaan dalam kaitannya dengan realisasi keagamaan. Selain itu kajian studi Islam yang menggunakan pendektan ilmu jiwa dapat dilihat pada ritual keagamaan manusia yang sudah menjadi suatu keyakinannya. Ritual dan keyakinan ini harus dibarengi dengan ilmu pengetahuan keagamaan yang mendalam.
Dinamika Konsep Kepemimpinan dalam Islam: Dari Khilafah, Imamah Sampai Imarah Rasuki Rasuki
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.793 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.104

Abstract

Tulisan ini fokus pada tiga term kaitan dengan kepemimpinan dalam percaturan politik Islam. Kepemimpinan (leadership) dalam dunia Islam menjadi wacana yang terus berkembang. Istilah pemimpin/penguasa di dalam politik Islam tidak pernah bersifat tunggal. Tiga konsep yang terus berkembang seperti Khilafah, Imamah dan Imarah—selain konsep lainnya—dimana ketiganya memiliki makna masing-masing dan sekaligus pernah terwujud dalam kehidupan politik umat Islam. Pengalaman tersebut berlangsung setelah meninggalnya Muhammad sebagai seorang Nabi dan sekaligus sebagai pemimpin kepala negara. Perbedaan pilihan term pemimpin dikalangan muslim juga berimplikasi terhadap model kepemimpinan politik praksis dengan nash al-Qur’an maupun hadis Nabi sebagai pijakan utamanya.
Money Politic di Tengah Dilema Kesejahteraan Masyarakat Hafid Hafid
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.013 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.105

Abstract

Money politic akan tumbuh berkembang karena keimanan kepada Allah yang mulai menurun. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor salah satunya karena kesejahteraan masyarakat yang sebagian rendah. Kesejahteraan adalah tuntutan semua manusia hidup untuk melangsungkan kehidupannya dalam upaya menghambakan diri kepada Allah SWT. Dengan segala upayanya kesejahteraan mesti dilakukan. Aktifitas politik bukanlah kegiatan yang hina dan memalukan. Sebab segala kegiatan untuk mengatur hubungan yang berkaitan dengan kesejahteraan suatu masyarakat dalam sebuah negara dan bangsa adalah kegiatan politik. Bukanlah Rasulullah mendirikan negara Islam di Madinah itu bukan kegiatan politik.
Perbuatan Moral dan Pertimbangan Batin Ideal: Menelusuri Filsafat Etika di Dalam Studi Islam Nur Rahmad Yahya Wijaya
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.996 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.106

Abstract

Sebagai bagian dari kajian yang membicarakan segala sesuatu ‘sebagaimana seharusnya’, filsafat etika khusus mempelajari perbuatan manusia. Yang ditanyakannya setidaknya tiga hal. Pertama, apa ukuran perbuatan yang tepat? Kedua, ‘apa’ yang seharusnya manusia perbuat? Ketiga, ‘mengapa’ manusia harus berbuat? Pertanyaan kedua dapat dijawab dengan menjawab pertanyaan pertama: yang harus diperbuat manusia adalah perbuatan yang ‘benar’, atau perbuatan yang ‘baik’; dua hal ini merupakan dua hal yang berbeda. Sedangkan pertanyaan ketiga dapat dijawab dengan memberikan alasan yang menjelaskan pertimbangan batin mengapa perbuatan itu dilakukan. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, istilah-istilah teknis di dalam kajian etika, baik yang berasal dari Islam sendiri, maupun yang berasal dari Barat, dipaparkan, dan untuk selanjutnya dijadikan sebagai patokan ideal. Uraian singkat atas aliran-aliran etika dan model etika, baik di dalam filsafat etika Barat, maupun filsafat etika Islam, yang ditemukan di dalam kajian Ilmu Kalam, Filsafat Islam, Tasawuf, dan Ilmu Akhlak demikian juga, dijabarkan. Penjabaran atas aliran-aliran dan model-model etika ini selanjutnya dianalisis, dikritik, dan dicari sintesisnya. Setelah diuraikan sintesisnya, dirumuskan kemudian poin-poin terbaik di antara pemikiran etika tersebut. Dan pertanyaan keempat yang ingin dijawab dalam tulisan ini adalah apa poin-poin terbaik di antara aliran-aliran dan model-model etika tersebut yang dapat dirumuskan menjadi model etika utama di dalam Islam?
Improving Reading Comprehension Of The Students Of Economic Department At STIS Nuruddhalam Sumenep Through SQ3R Strategy Shokhikhatul Khasanah
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.044 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.107

Abstract

This research was conducted to improve the reading comprehension ability of the students of Economic Department at STIS Nuruddhalam, Sumenep through SQ3R strategy. Due to the problem found that the reading comprehension ability of the students to comprehend the text was unsatisfactory. This research employed two –cycle’s classroom action research and implemented in the 20 students of the first semester of the Students of Economic Department STIS Nuruddhalam, Sumenep. The instruments to collect the data were observation sheet, field notes and the reading comprehension test. The result of this research dicated that SQ3R strategy improved the student's reading comprehension ability that can be seen from the student's score in post test through their gain compare with their score in pretest. In cycle I there were 10 out of the students (50%) achieved 10 points greater than their score in pretest. While in cycle II, there were 15 students out of 20 students (75%) achieved 10 points greater than their score in pretest. Besides, the implementation of the SQ3R strategy was successful in improving the students' participation.
Kontroversi Pemikiran Hukum Ahmad Hassan Dalam Sejarah Pemikiran Hukum Islam di Indonesia Dainori Dainori
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.98 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.108

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai pemikiran hukum Ahmad Hassan. Ahmad Hassan merupakan tokoh yang aktif dalam menulis sehingga beliau banyak menghasilkan karya dalam berbagai bidang. Dalam bidang al-qur’an dan hadith, dalam bidang aqidah, sastra dan lain sebagainya. Kemudian ada tiga faktor yang mempengaruhi pemikirannya pada waktu itu, yaitu faktor turunan keluarga yang berpaham Wahhabi, faktor bacaan serta faktor pergaulan dengan ulama’-ulama’ terkemuka pada waktu juga dengan pendiri PERSIS. Karena Hassan hidup di lingkungan yang berpaham Wahhabi maka pikirannya pun secara tidak langsung mengikuti paham aliran tersebut yang tidak menolak segala macam bid’ah, taqlid dan takhayul. Hassan hanya mengakui al-qur’an dan hadith sebagai sumber hukm Islam yang pokok, sedangkan ijma’ dan qiyas tidak dapat berdiri sendiri. Hassan juga lebih memegang zahir nas dan menolak takwil nas al-Qur’an. Dari pemikiran-pemikiran beliau, maka dapat dikatakan bahwa Hassan lebih berafiliasi pada mazhab Hanbali.
Analisis Semiotika Dalam Shiir Hubb Karya Adonis Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2019): Pendidikan dan Kesilaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.77 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v7i1.109

Abstract

Karya sastra adalah penuangan ide- ide yang di imajinasikan menjadi teks yang memiliki nilai-nilai etika dan estetika. Karya sastra juga harus mampu melahirkan suatu kreasi yang indah. Proses kreatif karya sastra banyak unsur yang terlibat di dalamnya, seperti ilmu pengetahuan, wawasan, pemikiran, keyakinan dan pengalaman fisik, serta unsur imajinasi pengarang. Sebuah novel disamping memiliki unsur struktur pembangunnya, novel memiliki unsur semiotik yaitu mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, dan konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut mempunyai arti dan makna. Sehubungan pernyataan tersebut maka peneliti melakukan penelitian ini untuk menemukan unsur semiotik yang terdapat di dalam shiir Hubb karya Adonis. Setelah diteliti, ternyata dalam shiir Hubb karya Adonis ini ditemukan banyak pemakaian bahasa yang memiliki kata bernilai semiotik. Sesuai dengan judul penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni metode deskriptif yang disertai kegiatan analisis, dimana data diperoleh dengan cara membaca shiir Hubb karya Adonis. Teknik pengolahan data yang digunakan yaitu teknik telaah pustaka, teknik dokumentasi, teknik analisis dan teknik pengolahan data. Melalui analisis semiotik shiir Hubb karya Adonis banyak ditemukan tanda yang tersurat. Melalui analisis ini perlu disampaikan kepada pembaca agar dapat menghayati dan menghargai karya sastra dan memahami sistem semiotik yang terdapat dalam karya sastra tersebut.

Page 10 of 23 | Total Record : 222