cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 222 Documents
TRADISI SHOLAWATAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI MASYARAKAT LENTENG BARAT SUMENEP: Manifestasi Dakwah dan Silaturrahmi Shidqiyah Shidqiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.767 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.73

Abstract

Tradisi sholawatan merupakan tradisi nenek moyang yang diwariskan turun temurun dari generasi kegenerasi. Tradisi shalawatan adalah pertemuan dua arus yaitu tradisi Islam (ajaran membaca shalawat) dan tradisi setempat yaitu tradisi guyub yang merupakan ciri masyarkat Madura. Secara umum masyarakat desa atau masyarakat agraris adalah masyarakat guyup yang diikat oleh tali tradisi setempat. Tradisi setempat di manapun merupakan artikulasi dari nilai-nilai yang diyakininya yang menyejarah yang pada akhirnya membentuk sosial order atau ketraturan sosial. Demikian juga masyarakat Lenteng Barat Sumenep yang secara georafis berada di Pedalaman, tapi mereka mampu menafsirkan universalitas Islam (yang berupa ajaran dakwah dan silarurrahmi) dengan lokalitas yang bernama tradisi kompolan shalawatan. Tradisi kompolan sholawatan merupakan perwujudan dakwah dan silaturrahmi antar warga, karena dalam tradisi sholawatan ini ajaran dan syariat Islam dapat tersampaikan. Selain itu dalam tradisi shalawatan ini juga terjadi silaturrahmi antar warga. Silaturrahmi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja karena sudah menjadi tradisi bagi mereka.
KORELASI PEMIKIRAN ULAMA TERHADAP PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM Nisrina Hikmawati
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.383 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.74

Abstract

Persoalan theologis sejak masa awal peradaban umat manusia tak pernah ada titik temu. Satu kelompok dengan kelompok lainnya memiliki pemikiran dengan rumpun konsep yang beraneka. Keanekaragaman pemikiran itu terus berlanjut hingga paruh abad berikutnya. Yaitu, sejak manusia terus mengalami proses kemajuan. Baik kemajuan dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan relasi-relasi sosial lainnya. Semua pemikiran dengan rumpun konsep yang berbedasatu sama lain adalah warna warni kehidupan. Dan semua itu hal yang wajar dan menjadi hukum alam yang menuntut untuk disikapi dengan arif dan bijaksana. Sikap ini pada prinsipnya akan membentuk miniatur pemikiran yang ada pada setiap generasi akan berbeda-beda. Sehingga, mencoba menelaah pemiiran dari satu dekade terhadap dekade selanjutnya akan membuka ruang lebih dinamis dan harmonis. Pemiiran yang berbeda akan menemukan titik temu dari sisi kesamaan prinsip, teori dan tujuan yang hendak dicapai oleh buah pemikiran tersebut. Termasuk titik temu antara pemikiran para ulama terdahulu dengan pemikir modern.
PARADIGMA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NASIONAL Mukhlis Mukhlis
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.763 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.75

Abstract

Paradigma merupakan suatu kepercayaan nilai yang dimiliki oleh semua masyarakat untuk menunjukkan sesuatu yang konkrit agar menjadi dasar terjadinya suatu pemecahan permasalahan. Pendidikan islam yang berkembang saat ini memiliki tujuan agar manusia bisa mengabdikan dirinya pada Allah, yang diujudkan dengan melakukan ritual peribadatan. Pada konteks pendidikan nasional pendidikan Islam sudah mendapat legalitas pendidikan berlatar belakang agama yang tertuang dalam Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.
MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Siti Hairiyah
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 4 No. 2 (2016): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.286 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v4i2.76

Abstract

Pendidikan agama Islam multikulturalisme merupakan salah satu pelajaran yang diharapkan agar mampu mengubah orientasi pendidikan agama yang menekankan aspek sektoral fiqhiyah menjadi pendidikan agama yang berorientasi pada pngembangan aspek Universal Rabbaniyah, sehingga dengan hal tersebut dapat memupuk jiwa toleransi beragama dan membudayakan hidup rukun antar umat beragama, serta dapat meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi berbudi pekerti luhur. Tekhnik pembelajaran berempati bisa digunakan dalam mengimplementasikan pendidikan agama Islam multikulturalisme di lembaga pendidikan.
تحليل الأخطاء النحوية في استعمال النواسخ الصغرى في التعبير التحريري: دراسة وصفية تحليلية في جامعة الكريمية لعلوم التربية بسومنب–مادورا - جاوى الشرقية Pahar Kurniadi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.145 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.77

Abstract

وسكان إندونيسيا يحتاجون إلى تعليم اللغة العربية مسلمين كانوا أو غيرهم. وبالأخصّطلبة المعهد الإسلامي. فهؤلاء الطلبة يدرسون اللغة العربية من خلال النحو أكثر من خلال المهارات الأربع. والمشكلات التي تواجه دارسي اللغة العربية في إندونيسيا لا تخلو عن الجوانب الأربعة الآتية:[1] الجانب التعليمي، ما يتعلق بالمنهج والمعلّم والوسائل التعليمية؛ والجانب الثقافي والاجتماعي، ما يتعلق بالبيئة والمجتمع؛ والجانب اللغوي، ما يتعلق بخصائص اللغة العربية؛ والجانب السياسي، ما يتعلق بالصلات الدبلوماسية والقرارات القومية. [1]Matsna HS, Problematika Pengajaran Bahasa Arab di Indonesia. Makalah disajikan pada Pertemuan Ilmiah Nasional Bahasa Arab (PINBA I), Malang, 1999, 24 September. p. 5
HUBUNGAN HUKUM ISLAM DENGAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT Jamiliya Susantin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.576 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.78

Abstract

Kajian hukum islam ini memfokuskan pada hukum keluarga dimana polarisasi dalam rumah tangga yakni antara suami dan istri dalam keluarga dapat dibedakan menjadi empat macam: (i) hubungan kepemilikan, yang secara finansial maupun emosional, istri dianggap sebagai milik suami; (ii) hubungan pelengkap, yaitu peran istri sebagai pelengkap dari kegiatan suami; (iii) hubungan hirarkial, yaitu suami sebagai atasan dan tuan di rumahnya, sementara istri sebagai bawahan dan kawula; (iv) hubungan kemitraan, yaitu suami melakukan peran publik dan domestik, yaitu meskipun suami berperan utama sebagai pencari nafkah, dalam hal-hal yang menjadi urusan rumah tangga istri, suami mampu melakukannya. Namun, Ketika realitas kehidupan masyarakat industrial-modern yang didominasi oleh keluarga inti menuntut kaum perempuan untuk ikut bekerja dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka realitas yang demikian ini akan menimbulkan tuntutan pembaruan dalam penerapan hukum keluarga Islam sehingga lebih memenuhi rasa keadilan masyarakat.
SEMANTIK DALAM BAHASA: Studi Kajian Makna Antara Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia Anwar Rudi
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.23 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.79

Abstract

Kajian mendasar dalam ilmu bahasa adalah kajian semantik yang meliputi studi tentang bagaimana makna dibangun, diinterpretasikan, diklarifikasi, tertutup, ilustrasi, disederhanakan dinegosiasikan, bertentangan dan mengulangi. Makna bahasa, khususnya makna kata, terpengaruh oleh berbagai konteks. Makna kata dapat dibangun dalam kaitannya dengan benda atau objek di luar bahasa. Dalam konsepsi ini, kata berperan sebagai label atau pemberi nama pada benda- benda atau objek-objek yang berada di alam semesta. Kalimat, ujaran dan proposisi perlu dipahami dalam kajian semantik. Dalam keseharian, kerap tidak kita bedakan atau kalimat dengan ujaran. Kalimat sebagaimana kita pahami satuan tata bahasa yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek dan predikat. Sedangkan ujaran dapat terdiri dari satu kata, frase atau kalimat yang diujarkan oleh seorang penutur yang ditandai oleh adanya unsur fonologis, yakni kesenyapan. dalam semantik kedua konsep ini memperlihatkan sosok kajian makna yang berbeda. Makna ujaran, misalnya lebih banyak dibahas dalam semantik tindak tutur. Peran konteks pembicaraan dalam mengungkapkan makna ujaran sangat penting. Sementara kajian makna kalimat lazimnya lebih memusatkan pada konteks tata bahasa dan unsur lain. Penelitian ini berkaitan dengan medan makna tersebut. Apa sajakah jenis-jenis makna serta faktor perubah makna dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia. Bagaimanakah perkembangan semantik dalam bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang menyerap bahasa Arab.
RESPON KIAI TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENYETARAAN MADRASAH DINIYAH DI SUMENEP Ach Syaiful
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 5 No. 1 (2017): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.293 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v5i1.80

Abstract

Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya kebijakan politik pendidikan penguasa (pemerintah) memberikan nuansah tersendiri bagi pendidikan madrasah diniyah di pesantren berupa dampak positif dan negatif. Integrasi pendidikan agama dan umum di pesantren pada madrasah diniyah merupakan bentuk pemikiran inklusi para kiai pimpinan pesantren. Penyetaraan madrasah diniyah oleh pemerintah artinya memberikan peluang yang sama kepada lulusannya (sesuai ijazahnya) disamping mengembalikan nilai dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan pesantren. Dengan demikian, para kiai yang dijadikan obyek dalam penelitian ini sepakat dengan adanya penyetaraan madrasah diniyah dengan catatan pesantren diberikan otonomi dalam konteks tertentu, seperti pengembangan kurikulum dan bentuk evaluasinya (ujian).
Urgensi Pengembangan Supervisi Elektronik Berbasis Website Bagi Pengawas Pendidikan Agama Islam di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Amiruddin Amiruddin
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.219 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan supervisi elektronik berbasis website bagi pengawas pendidikan agama islam di lingkungan Kementerian Agama Sumenep. Pengembangan model supervisi ini didasarkan pada permasalahan pelaksanaan supervisi faktual yang meliputi masalah banyaknya lembaga pendidikan yang menjadi binaan pada setiap Pengawas dan kondisi geografis yang kurang mendukung bagi pelaksanaan supervisi faktual dan manual. Berdasarkan pada beberapa analisa pelaksanaan supervisi faktual, potensi teknologi yang dimiliki oleh guru dan pengawas di lingkungan Kemenag Sumenep dan kondisi struktur jaringan internet di wilayah Sumenep, maka penting dikembangkan model supervisi pendidikan elektronik berbasis website.
Strategi Quantum Learning dalam Pendidikan Akidah Akhlak di Madarah Ibtidaiyah Mukhlis Mukhlis
Kariman: Jurnal Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2018): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.271 KB) | DOI: 10.52185/kariman.v6i2.87

Abstract

Quantum Learning merupakan pembelajaran yang dapat mengubah suasana belajar yang menyenangkan serta mengubah kemampuan dan bakat alamiah peserta didik menjadi bermanfaat bagi mereka sendiri dan bagi orang lain. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar Guru dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat demi tercapai pembelajaran yang efektif. Terdapat beberapa strategi Quantum Learning diantaranya, mendudukkan murid secara nyaman, Memasang musik latar di dalam kelas. Selain itu Guru melaksanakan pembelajaran yang menggunakan alam sebagai tempat untuk mendekatkan siswa dengan peningkatan keimanan, mengajak siswa pada suatu alam baik pegunungan, laut atau tempat-tempat lain yang ada pada lingkungan sekolah untuk mengagumi ciptaan Allah, dan dapat menggunakan berbagai materi, seperti materi bercerita mengenai Nabi dan Malaikat dengan cerita yang menarik dan menyenangkan.

Page 8 of 23 | Total Record : 222