cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,307 Documents
Studi Kelayakan Sistem Induksi Medan Magnet Menggunakan Single Tranceiver Pada Bahan Ferromagnetik Dan Non- Ferromagnetik Dian Arum Novitasari; Dudi Darmawan; Mahfudz Al'Huda
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dibuat sistem induksi medan magnet yang menggunakan satu koil pemancar dan satu koil penerima. Adanya eksitasi sinyal sinus pada koil pemancar (transmitter) menimbulkan medan magnet yang berubah-ubah sehingga menimbulkan gaya gerak listrik (ggl) induksi pada koil penerima (receiver). Salah satu faktor yang mempengaruhi besar nya medan magnet adalah permeabilitas medium antara koil pemancar dan penerima. Jika Penggunaan sinyal eksitasi kumparan dan yang terukur berupa kumparan pada sisi penerima atau biasa disebut electrodeless. Pengembangan awal ini didasari dengan konsep metoda Magnetic Inductance Tomography (MIT). Perancangan awal koil dan sistem koil dibantu dengan Simulasi COMSOL 4.4 Multiphysics®.  Simulasi COMSOL dapat  menunjukkan nilai induktansi, sebaran pola medan magnet. Koil dibuat berupa solenoida menggunakan kawat dengan diameter 0.8 mm, jumlah dan panjang lilitan masingmasing 50 dan 48 mm.  Secara keseluruhan perbedaan nilai induktansi pada simulasi dengan eksperimen adalah 0.017 mH. Dengan input sebesar 10 Volt didapatkan jarak maksimum dan minimum koil masing – masing  2 cm dan 11 cm. Frekuensi kerja sistem koil yaitu 5 MHz. Sistem koil ini mampu membedakan bahan ferromagnetik dan non-ferromagnetik berupa parafin, campuran paraffin dan besi, besi dan baja. Sistem koil juga mampu membedakan kondisi cacat berupa lubang dengan diameter 16 cm dengan jarak antar koil 4 cm. Kata kunci : koil, induksi medan magnet, arus eddy Abstract  A magnetic field induction system has been developed using single coil transmitter and reciever. The presence of a sine signal excitation on the transmitter coil generates an alternating magnetic field causing an induced electromotive force (emf) to the receiver coil (receiver). One of the factors that affect the magnitude of the magnetic field is the permeability of the medium between the transmitting and receiving coils. If the use of coil and measured excitation signals are coils on the receiving side or commonly called electrodeless. This initial development is based on the concept of Magnetic Inductance Tomography (MIT) method. The initial design of coils and coil systems is aided by COMSOL 4.4 Multiphysics® Simulation. COMSOL simulation can show inductance value, magnetic field pattern distribution. The coil is made of a solenoid using a wire of 0.8 mm in diameter, the number and length of windings of 50 and 48 mm respectively. Overall difference of inductance value in simulation with experiment is 0.017 mH. With an input of 10 Volt, the maximum and minimum distance of each coil are 2 cm and 11 cm respectively. The working frequency of the coil system is 5 MHz. The coil system is capable of distinguishing ferromagnetic and non-ferromagnetic materials in the form of paraffin, paraffin and iron mixture, iron and steel. Coil system is able to distinguish the defect condition of a hole with a diameter of 16 cm with a distance between coils 4 cm. Keywords:coils, magnetic field induction, eddy current.
Perbaikan Program Komunikasi Pemasaran Brownies Kukus Rasa Cokelat Brownies Vannisa Menggunakan Metode Benchmarking Reza Fajrul Rahmadi; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstraksi Usaha Kecil Menengah (UKM) Brownies Vannisa memproduksi brownies kukus dimana salah satu produk yang memiliki penjualan paling tinggi yaitu brownies kukus rasa cokelat (original). Produk brownies kukus rasa cokelat ini sangat digemari dibandingkan dengan brownies kukus lainnya. UKM Brownies Vannisa memiliki target untuk meningkatkan penjualan, namun UKM Brownies Vannisa memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mempromosikan produk brownies kukus yang dimilikinya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan perbaikan komunikasi pemasaran yang tepat untuk UKM Brownies Vannisa agar dapat memberikan informasi kepada target pasar, menarik minat pembeli dan dikenal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode benchmarking terhadap UKM lain yang memiliki produk sejenis, dan telah sukses dipasaran. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu dengan wawancara mendalam dan observasi, serta memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan melalui berbagai publikasi ilmiah, buku, dan literatur. Berdasarkan hasil analisis gap, dapat dirumuskan bahwa rekomendasi program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan oleh UKM Brownies Vannisa adalah penggunaan spanduk, optimalisasi penggunaan media sosial Facebook, Twitter, Instagram dan menjadi partner GO-FOOD untuk memperluas jangkauan pemasaran. Rekomendasi selanjutnya adalah pemberian potongan harga dan paket harga untuk mendorong konsumen dalam melakukan pembelian dan mengikuti kegiatan bazaar guna menjangkau pasar dalam jumlah yang cukup besar. Kata kunci: UKM Brownies Vannisa, komunikasi pemasaran, benchmarking
Stego-kripto Berbasis Noise Dengan Menggunakan Kurva Eliptik M. Luthfan Alwafi; Marisa W Paryasto; Ida Wahidah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknik hacking yang semakin berkembang menjadikan sebuah pesan tidak lagi terjaga kerahasiaannya. Selain itu, pencurian data yang bersifat pribadi juga menjadi salah satu masalah yang harus diatasi. Teknik kriptografi dan steganografi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Tugas akhir ini membahas tentang teknik kriptografi yang digunakan untuk meningkatkan keamanan suatu pesan. Teknik yang digunakan adalah kriptografi-steganografi yang berbasis noise. Teknik ini merupakan gabungan dari teknik kriptografi dan steganografi, dimana sebuah noise akan dienkrip dan disisipkan di anatara deretan pesan yang dikirim. Algoritma yang digunakan adalah algoritma El-Gamal kurva eliptik (Eliptic Curve Crytography) yang kemudian dimodifikasi (Modified El-Gamal). Algoritma ini juga yang akan digunakan pada proses dekripsi di penerima, dimana penerima akan mengidentifikasi pesan yang bernilai acak dan besar (noise), yang merupakan titik di luar kurva dari persamaan kurva yang telah ditentukan sebagai persamaan proses enkripsi dan dekripsi. Dengan teknik tersebut, sebuah noise akan terlihat seperti pesan terenkripsi biasa. Sehingga, hanya penerima yang berhak yang mengetahuinya. Maka dari itu, semakin banyak noise yang disisipkan, maka waktu dekripsi penerima berhak akan semakin cepat dan kompleksitasnya juga menurun. Sedangkan penerima tidak berhak memerlukan waktu yang lebih lama saat mendekripsi pesan dan juga kompleksitasnya meningkat. Dengan demikian, tugas akhir ini menjawab isu tersebut, dimana tingkat keamanan sebuah pesan akan meningkat dan terjaga kerahasiannya. Kata kunci : Kriptografi-Steganografi, Eliptic Curve Cryptography, Modified El Gamal, Noise ABSTRACT The growing hacking technique makes a message no longer kept secret. In addition, personal data theft is a problem that must be resolved. Cryptography and steganography techniques are one of the solutions to resolve that problem. This final project discusses cryptographic techniques used to improve the security of a message. The technique used is noise-based cryptography-steganography. This technique is a combination of cryptography and steganography techniques, where a noise will be encrypted and inserted between the lines of messages sent. The alogorithm used is Eliptic Curve Cryptography (ECC) algorithm which is the modified (Modified El-Gamal). This algorithm will also be used in decryption process in the receiver, where the receiver will identify the message of random and big valuable (noise), which is the point beyond the curve of the curve equation that has been defined as the equation of the encryption and decryption process. With this technique, a noise will look like a normal encrypted message. So, only authorized user knows it. Therefore, the more noise is inserted, then the authorized user‘s decryption time will become fast and the complexity is decreases. While the unauthorized user need more time when decrypting messages and also increasing the complexity. Thus, this final task answer the issues, where the security level of a message will increased and a message will be kept confidential. Keyword : Cryptography-Steganography, Eliptic Curve Cryptography, Modified El-Gamal, Noise
Perancangan Dan Analisis Antena Massive Mimo Mikrostrip Patch Persegi Panjang Dengan Polarisasi Linier Untuk Komunikasi 5g (28 Ghz) Alfrina Dyah Purnamasari; Rina Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi 5G adalah suatu perkembangan teknologi terbaru yang diperkirakan akan mulai diimplementasikan di Indonesia pada tahun 2020. Teknologi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan layanan berbasis teknologi nirkabel (mobile wireless). Terutama kebutuhan akan very hight data rate, great service, low latency, dan support high mobility yang belum dapat terpenuhi oleh teknologi sebelumnya. Pada tahun 2020, diperkirakan jaringan mobile dapat terkoneksi kapan saja dan dimana saja. Salah satu kriteria 5G adalah mampu beradaptasi dengan jumlah user yang menggunakan. Teknik on/off merupakan salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk melihat pola dari beberapa parameter dari suatu antena. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan dan analisis antena massive MIMO mikrostrip dengan pencatuan proximity feed berpolarisasi cross linier untuk komunikasi 5G (28 GHz). Kemudian, telah dilakukan juga perancangan antena Massive MIMO dual frekuensi pada frekuensi 28/38 GHz. Pada penelitian tersebut, belum dilakukan belum dilakukan perancangan antena planar massive MIMO pada frekuensi 28 GHz. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan antena Massive MIMO berpolarisasi linier yang bekerja pada frekuensi 28 GHz dan dilakukan penerapan teknik on/off . Antena yang dirancang adalah antena mikrostrip berjumlah 64 elemen antena dengan bentuk patch persegi panjang, berpola radiasi unidireksional dengan menggunakan substrat rogers duroid 5880. Optimasi dilakukan pada tiap tahapan perancangan antena dari 1 antena, 2 antena, empat antena, 8 antena, 16 antena, dan 64 antena. Antena massive MIMO yang telah dirancang memperoleh bentuk polarisasi linier dengan nilai Return Loss rata-rata dibawah -10dB, gain rata-rata diatas 7,5 dB, dan bandwidth lebih besar dari 667 MHz. Kemudian dilakukan teknik on/off dan melihat pengaruh terhadap parameter antena yang telah di buat.Kata kunci : Antena massive MIMO, 5G, Polarisasi Linier
Pengklasifikasian Topik Hadits Terjemahan Bahasa Indonesia Menggunakan Latent Semantic Indexing dan Support Vector Machine Hafizh Fauzan; Adiwijaya Adiwijaya; Said Al Faraby
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hadits dijadikan sumber hukum dalam agama Islam selain Al-Qur’an, Ijma dan Qiyas, dimana dalam hal ini, hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu sistem yang dapat mengkategorikan kelas dari hadits shahih Bukhari terjemahan Bahasa Indonesia. Topik ini dipilih untuk membantu masyarakat Islam yang ingin memahami dari setiap hadits merupakan berupa informasi, larangan atau anjuran. Support Vector Machine digunakan karena dapat melakukan klasifikasi dengan memberikan performansi yang baik untuk dataset yang memiliki fitur yang sangat banyak. Latent Semantic Indexing sebagai metode pemilihan fitur digunakan karena dapat mereduksi fitur dengan menghilangkan fitur yang tidak penting (noise term). Penelitian ini juga memanfaatkan metode Bootstrap Aggregating (Bagging) untuk meningkatkan akurasi. Hasil akurasi yang didapatkan dengan menggunakan Latent Semantic Indexing dan Bagging pada klasifikasi Support Vector Machine sebesar 84.67% pada data hadits single label. Kata kunci : hadits, support vector machine, pemilihan fitur, latent semantic indexing, bootstap aggregating, klasifikasi teks, single label Abstract Hadith is used as the source of Islamic law other than Qur’an, Ijma and Qiyas, hadith is the second of Islamic law after the Qur’an. This study attempted to build a system than can classify shahih hadith of Bukhari in Indonesian Translation. This topic was chosen to help Muslims who want to understand from each hadith is in the form of informations, prohibitions or suggestions. Support Vector Machine was chosen because it can perform classification by providing good performance for dataset with a large number of features. Latent Semantic Indexing as a feature selection method was chosen because it can reduce features by eliminating unimportant features (noise term). This study also using Bootstrap Aggregating (Bagging) method to improve accuracy. The accuracy results show that by using Latent Semantic Indexing and Bagging on Support Vector Machine classification is 84.67% of single label hadith data. Keywords: hadith, support vector machine, feature selection, latent semantic indexing, bootstrap aggregating, text classification, single labe
Analisis Performansi Perencanaan Lte-unlicensed Dengan Metode Supplemental Downlink Dan Carrier Aggregation Di Wilayah Jakarta Pusat Andi Achmad Akbar Wisani; Uke Kurniawan Usman; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah resmi membuka layanan akses internet berkecepatan tinggi yang kerap disebut 4G Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE pada spektrum 1800 MHz. Komersialisasi 4G LTE pada frekuensi 1800 MHz yang telah dilakukan dipastikan akan berdampak pada ketersediaan spektrum di masa depan. Oleh karena itu diperlukan teknologi LTE Advanced yang mampu menggabungkan beberapa spektrum frekuensi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan LTE in Unlicensed Spectrum (LTE-U) dengan metode Carrier Aggregation (CA). Pada Tugas Akhir ini perancangan LTE-U dibuat dengan 2 skenario, yaitu supplemental downlink dan carrier aggregation. Perancangan LTE-U ini dilakukan dengan menggunakan bandwidth 20 MHz di frekuensi licensed 1800 MHz (primary cell) dan 5 MHz di frekuensi unlicensed 2.4 GHz. Perancangan ini dilakukan dengan studi kasus wilayah Jakarta Pusat dengan menggunakan dengan Telkomsel sebagai operatornya. Perancangan ini dilakukan dengan metode planning by capacity dan planning by coverage. Pada Tugas Akhir ini didadapatkan bahwa metode yang paling cocok untuk diterapkan di wilayah Jakarta Pusat adalah metode carrier aggregation by capacity planning dengan jumlah eNodeB 36 site. Pada simulasi, metode ini memiliki rata-rata signal level sebesar -75.36 dBm, rata-rata CINR level sebesar 13.39 dB, presentase user connected 89.4%, serta rata-rata throughput sebesar 5570,69 Mbps. Keyword : LTE-U, WiFi, 1800MHz, 2.4 GHz, 5 GHz, Dimensioning
Modualtor Full Duplex Pada Sistem Radio Over Fiber Dengan Metode Ofdm Muhammad Fajar Nugraha; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Radio over fiber (ROF) merupakan suatu proses pengiriman sinyal radio melalui kabel serat optik. Dengan menggunakan kabel serat optik, maka kualitas sinyal suara yang ditransmisikan tetap bagus atau dapat dikatakan gangguan yang timbul selama proses transmisi kecil, sehingga sinyal yang dibawanya tetap bagus. Orthogonal Frequency Division (OFDM) merupakan teknik modulasi multi-carrier di jaringan nirkabel, OFDM memiliki skema single-carrier untuk mengatasi kondisi saluran tanpa filter dengan pemerataan yang kompleks. Pada tugas akhir ini dilakukan pengumpulan data, setelah melakukan pengumpulan data maka tentukan spesifikasi perangkat berupa modulator optik dan tetapkan parameter yang akan digunakan. Langkah selanjutnya lakukan Simulasi dengan beberapa skenario menyesuaikan berapa banyak perangkat modulator yang telah ditentukan, setelah dilakukan lakukan anlisis pada simulasi yang telah dilakukan maka setiap skenario akan menghasilkan nilai parameter yang berbeda karena spesifikasi setiap perangkat berbeda, jika simulasi dan keluaran parameter tidak sesuai dengan parameter yang di tetapkan maka dilakukan pergantian perangkat hingga parameter dapat terpeuhi. Perhitungan dan Simulasi yang telah dilkukan pada Sistem ROF dengan metode OFDM berbasis full duplex pada Modulator Optik mampu bekerja pada RF band 5 Ghz dan bit rate 1 Ghz pada modulator MZM, EAM, AM, dan PM. Dengan nilai Q Factor yang hanya memenuhi standar ITU-T yaitu MZM dengan nilai 8.97 pada perancanaan dan 6.891 pada simulasi serta nilai BER 2.38 𝑥 10−12 dan 2.74 𝑥 10−12 pada simulasi. Kata kunci: OFDM, ROF, Q-Factor, Bandwidth, LPB, RTB ABSTRACT Radio over fiber (ROF) is a process of sending radio signals through fiber optic cables. Using a fiber optic cable, the quality of the transmitted voice signal remains good or can be said disturbance arising during the transmission process is small, so the signal is still good. Orthogonal Frequency Division (OFDM) is a multicarrier modulation technique in wireless networks, OFDM has a single-carrier scheme to address unfiltered channel conditions with complex equalization. In this final project conducted data collection, after collecting the data then specify the device specifications in the form of optical modulator and set parameters to be used. The next step is to do the simulation with some scenarios to adjust how many modulator devices have been determined, after done anlisis on the simulation that has been done then each scenario will produce different parameter values because the specifications of each device is different, if the simulation and output parameters are not in accordance with the parameters in the set then made the turn of the device until the parameters can be fulfilled. Calculations and Simulations have been performed on ROF system with full duplex-based OFDM method in Optical Modulator able to work on RF band 5 Ghz and 1 Ghz bit rate on modulator MZM, EAM, AM, and PM. With Q Factor value which only meets ITU-T standard that is MZM with value 8,97 in perancanaan and 6,891 at simulation and value BER 𝟐. 𝟑𝟖 𝒙 𝟏𝟎−𝟏𝟐 and 𝟐. 𝟕𝟒 𝒙 𝟏𝟎−𝟏𝟐 in simulation. Keywords: Audio Watermarking, Fast Fourier Transform, Singular Decomposition Value
Klasifikasi Sinyal Eeg Menggunakan Deep Neural Network Dengan Stacked Denoising Autoencoder Dieka Nugraha Karyana; Untari Novia Wisesty; Jondri Nasri
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan emosi merupakan kunci untuk membangun sebuah human computer interacton yang alami, yaitu komputer yang memiliki kecerdasan emosional dalam memberikan tanggapan. emosi dapat dikenali salah satunya melalui EEG (electrocephalonogram). Deep Learning berfokus pada menemukan reperesentasi fitur bertingkat yang dimana pada tingkatan fitur yang lebih tinggi merepresentasikan lebih banyak aspek abstrak dari data. Dengan menggunakan deep learning, data EEG dapat ditemukan representasi bertingkatnya dan dijadikan sebagai input kepada classifier agar dapat dilakukan Klasifikasi. Pada tugas akhir ini emosi diklasifikasi dengan menggunakan metode deep learning dengan Stacked Denoising AutoEncoder sebagai pembangun dari Deep Neural Network. Hasil pengujian terbaik untuk 4 kelas didapatkan nilai f1 score sebesar 0.3578 menggunakan data PCA. Sedangkan untuk klasifikasi 2 kelas didapatkan nilai f1 score sebesar 0.5656 untuk klasifikasi valence dan 0.5891 untuk klasifikasi arousal. Proses klasifikasi menggunakan data per orang menghasilkan performansi dengan rerata f1 score sebesar 0.5488. Penambahan jumlah hidden layer dan peningkatan nilai corruption level menyebabkan efek yang bervariasi terhadap peformansi DNN. Kata kunci : EEG, DNN, autoencoder, klasifikasi
Pemanfaatan 2-D Phase Congruency dan Momen Fungsi Karakteristik untuk deteksi Face Splicing Ida Bagus Dwi Satria Kusuma; Rimba Whidiana Ciptasari; Febryanti Sthevani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemalsuan citra semakin marak dan semakin sulit dideteksi seiring dengan perkembangan teknologi dan kemampuan mengolah citra. Manipulasi citra dapat mengakibatkan dampak negatif yang besar. Salah satu jenis pemalsuan citra adalah image splicing, yaitu manipulasi citra yang memotong beberapa bagian dari sebuah citra dan menempelnya ke citra lain. Kasus splicing yang berfokus pada area wajah disebut face splicing. Untuk mendeteksi manipulasi tersebut, ada metode deteksi image splicing berbasis 2-D Phase Congruency dan momen fungsi karakteristik dengan classifier SVM. Namun metode tersebut belum memiliki hasil yang baik untuk kasus face splicing. Dalam tugas akhir ini, diusulkan pengembangan metode tersebut dengan reduksi dimensi fitur menggunakan PCA. Sistem dievaluasi menggunakan ROC Curve dengan variasi parameter PCA terhadap kasus face splicing tanpa dan dengan post-processing, serta gabungan keduanya. Sistem yang diusulkan memberikan nilai AUC terbaik sebesar 90.99% dengan nilai excellent classification. Sistem yang diusulkan berhasil mendeteksi pemalsuan citra berjenis face splicing. Kata kunci : pemalsuan gambar, deteksi pemalsuan gambar, forensik gambar Abstract Recently, image manipulation are getting more difficult to detect along with the development of technology and image processing skills. However, image manipulation undermines trust and has a bad impact in society. One of the most common image manipulation known is image splicing, which crops and paste some region of image into another image. Image splicing which focuses on face is called face splicing. One of detection methods proposed are based on 2-D Phase Congruency and Statistical Moment of Characteristic Function using SVM as its classifier. But this method did not provide good result for face splicing case. On this paper, improvement based on dimension reduction using PCA.System are evaluated using ROC Curve with variation of PCA’s parameters on face splicing case with and without post-processing, and combination of them. The proposed system have improved than the past method. The proposed system gave AUC score 90.99% which grade excellent classification. The proposed system successfully detected face splicing. Keywords: image forensic, image manipulation detection, image manipulation
Perancangan Kebutuhan Program Prime Time Sore Pada Radio K-lite Bandung Dengan Menggunakan Integrasi Service Quality Model Dan Model Kano Afina Hardyanti; Yati Rohayati; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Kontinental Lintas Telekomunikasi (Radio K-Lite) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyiaran radio dengan segmentasi usia 25-45 tahun. Salah satu program prime time radio K-Lite adalah ‘Afternoon Lite’ yang menyajikan informasi mengenai teknologi dan ICT (Information and Communication Technology) diselingi dengan musik, hadir setiap hari Senin-Jumat pukul 15.00-18.00 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pendengar radio K-Lite program ‘Afternoon Lite’ untuk memperbaiki kualitas layanan menggunakan integrasi Service Quality Model dan Model Kano dengan mengidentifikasi 17 atribut kebutuhan yang akan dikelompokkan kedalam dimensi Service Quality yaitu, announcer competence, program content, contact, technical quality dan uniqueness. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner terhadap 100 responden yang merupakan pendengar radio K-Lite. Berdasarkan hasil pengolahan data Service Quality Model didapatkan 9 atribut lemah dan 8 atribut kuat. Berdasarkan klasifikasi kategori Kano terdapat tiga atribut berkategori Must be, tujuh atribut berkategori One dimensional, lima atribut berkategori Attractive, dan dua atribut berkategori Indifferent. Hasil integrasi kedua metode menghasilkan 9 atribut yang menjadi True Customer Needs dan akan ditingkatkan. Kata Kunci: Atribut Kebutuhan, Service Quality Model, Model Kano, Integrasi Service Quality Model dan Model Kano, True Customer Needs

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue