cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Perancangan Service Blueprint Layanan Jasa Pabrik Genteng “rhm Sokka” Menggunakan Metode Service Quality Dan Kano Syaeful Mujab; Agus Suhendra; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri genteng Sokka adalah basis ekonomi masyarakat kecamatan Pejagoan maka dari itu persaingan antar pabrik genteng cukup tinggi terutama dalam hal kualitas layanan yang diberikan kepada konsumen. Salah satu industri genteng Sokka yang dipilih sebagai objek penelitian ini adalah pabrik genteng RHM Sokka. Pada tahun 2017 ini menjadi masa sulit bagi perusahaan untuk meningkatan profit perusahaan. Ketatnya persaingan antar perusahaan genteng Sokka dan adanya permasalahan pada buruknya kualitas layanan jasa terhadap pelanggan menjadi masa kendala tidak tercapainya target penjualan pabrik genteng RHM Sokka. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi perancangan Service Blueprint layanan jasa pabrik genteng RHM Sokka. Metode ini digunakan untuk memahami pengalaman pelayanan dari kacamata pelanggan, dan untuk memperjelas kontribusi atau peran masing-masing bagian dalam service delivery. Kemudian dilakukan perhitungan menggunakan integrasi metode service quality dan Model Kano. Rekomendasi berisi atribut kebutuhan pabrik genteng RHM Sokka yang diprioritaskan untuk ditingkatkan sebagai true customer needs yaitu peralatan, perlengkapan dan sarana yang memadai, pemberian informasi yang up to date dan menggunakan teknologi informasi, pabrik memberikan pelayanan tepat waktu, siap dan tanggap untuk menangani respon permintaan dari konsumen, kemudahan untuk memperoleh informasi tentang ketersediaan stok produk, kemudahan dalam proses transaksi pembelian produk, kontak langsung antara konsumen dengan karyawan mudah, karyawan menguasai informasi produk yang terkait. Kata kunci: Merancang Layanan Jasa, Service Blueprint, Service Quality, dan Kano
Rancang-bangun Sitem Pengontrolan Beban Pada Dc Power House Azizar Rakhman; Ekki Kurniawan; Kharisma Bani Adam
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Terdapat sekitar 20 persen penduduk Indonesia yaitu sebanyak sepuluh juta kepala keluarga yang tersebar di berbagai daerah terpencil tidak dapat menikmati listrik. Ketidakjangkauan daerah terpencil membuat penyaluran listrik yang tidak merata. Untuk itu diperlukan sumber listrik yang dapat dihasilkan oleh alam. Sumber daya alam yang mudah didapatkan pada daerah terpencil adalah cahaya matahari. Diperlukan panel surya untuk mengubah sinar matahari menjadi sumber listrik. Penggunaan daya yang tidak teratur dapat mengakibatkan baterai akumulator cepat rusak dan daya yang dihasilkan panel surya akan cepat habis. Maka dari itu diperlukan pengontrolan beban agar daya dapat disalurkan secara teratur. Selain itu dibuat sebuah penjadwalan terhadap beban yang akan digunakan. Penjadwalan dengan metoda look up table akan mudah dipahami oleh masyarakat umum, karena prinsip kerja yang tidak rumit. Terdapat dua buah look up table yaitu look up table 100%, dan look up table 30%. Relai diperlukan untuk memutus dan menyambungkan beban secara otomatis. Modul RTC akan membuat penjadwalan menjadi lebih praktis. Penggunaan beban sumber listrik arus searah akan membuat daya yang dihasilkan tidak mengalami loss yang sangat besar. Hasil yang diperoleh dari sistem adalah tegangan maksimal panel surya sebesar 20,93Volt, yaitu pada pukul 12.45WIB. Pengontrolan dengan menggunakan look up table berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Daya yang dihasilkan oleh panel surya selama satu hari yaitu sebesar 181,800155Watt-hour, dengan konsumsi daya sebesar 306,0634Watthour. Daya yang disimpan pada baterai akumulator sebesar 112,736305 Watt-hour, sedangkan daya yang disalurkan oleh baterai akumulator selama satu hari sebesar 216,63835 Watt-hour dalam keadaan cerah sepanjang hari. Sistem bekerja sesuai dengan kapasitas baterai pada saat itu. Dengan adanya DC power house ini permasalahan kelistrikan daerah dapat teratasi. Kata kunci: Panel surya, relai, modul RTC
Identifikasi Usia Berdasarkan Pengolahan Citra Radiografi Panoramik Gigi Molar Pertama Mandibula Dengan Metode Local Binary Pattern (lbp) Dan Klasifikasi Support Vector Machine (svm) Rizqi Shaumi Puspa Ayu Amanda; Bambang Hidayat; Fahmi Oscandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Forensik merupakan interaksi dari ilmu kedokteran forensik dan ilmu hukum. Bagian tubuh yang banyak digunakan dalam bidang forensik untuk mengidentifikasi usia adalah gigi. Bagian dari gigi yang dapat menjadi indikator penentu usia manusia adalah pulpa. Ukuran pulpa akan mengalami penyempitan seiring bertambahnya usia yang disebabkan oleh deposisi dentin sekunder. Karena proses ini terjadi terus menerus maka dapat digunakan sebagai parameter identifikasi usia. Pada penelitian ini, gigi yang dipakai untuk mengidentifikasi usia adalah pulpa gigi akar jamak, yaitu pulpa gigi molar pertama mandibula dengan menggunakan teknik radiografi panoramik. Pada tugas akhir ini sistem yang dikembangkan untuk mengidentifikasi usia menjadi 3 kelompok usia yaitu anak-anak, remaja, dewasa menggunakan Local Binary Pattern (LBP) sebagai metode ekstraksi ciri dan Support Vector Machine (SVM) sebagai metode klasifikasi. Kemudian dari metode tersebut diperoleh data ciri statistik, sehingga dapat diklasifikasikan untuk menentukan usia. Dari hasil pengujian, sistem yang dibuat mampu mengidentifikasi usia berdasarkan gigi molar pertama mandibula dengan nilai akurasi maksimum sebesar 63,21% dengan waktu komputasi 0,8780 detik. Hasil ini didapatkan menggunakan parameter LBP yaitu kombinasi parameter orde satu mean dan entropy dengan nilai radius=4 dengan ukuran resize 512x512. Pada proses klasifikasi SVM jenis kernel terbaik yang digunakan adalah kernel RBF menggunakan multiclass OAO. Dalam penilitian ini penulis juga mencoba untuk melakukan pengujian dengan tidak melakukan pengelompokkan usia (per usia, 54 kelas) dengan hasil akurasi 8,70%. Kata Kunci : Gigi mandibula molar pertama, Identifikasi usia, Local binary pattern (LBP), Support vector machine (SVM), Radiografi panoramik Abstract Forensic science is the application of science to criminal and civil laws. The most commonly used body parts in forensic to identify age of a victim are teeth. Teeth are also the most reliable tools in the process of identification of age if it done properly. One of part of the tooth that can be a decisive indicator of the age of man is pulp. The size of the pulp will gradually narrowing of the circumference of the pulp volume with increasing age, caused by deposition of secondary dentin. Therefore this process happens continuously then it can be used as a parameter identification of age. In this study, teeth that is used is the first mandibular first molar teeth pulp using panoramic radiograph In this Final Project writter has developed a system that can classify age using Local Binary Pattern (LBP) as a method of feature extraction and Support Vector Machine (SVM) as a method of classification. Then from these methods retrieved the statistical feauture data so it can be classified in order to determine age. From the test results, the system is able to identifyage based on mandibular first molar image with maximum accuracy 63,21% and time computation 0,8780 s. This result is obtained using LBP parameter that is combined with orde 1 parameters which are mean and entropy with radius=4 , resize 512x512. For the SVM classification process the best kernel type is RBF with multiclass OAO. In this study writter also tried not to classify age into groups(54 classes) with result 8,70%. Keywords: Mandibula first molar, Age identification, Local binary pattern (LBP), Support vector machine (SVM), Panoramic radiography
Kuantifikasi Massa Termal Dalam Bangunan Pada Daerah Tropis Kadek Surya Dharma; Ery Djunaedy; Suprayogi Suprayogi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki karakteristik suhu rata-rata 350C, sehingga pengkondisian termal dalam bangunan menjadi perhatian utama agar tercapainya kenyamanan termal bagi penghuni bangunan. Konsep massa termal merupakan mekanisme menyerap, menyimpan dan melepaskan panas pada material bangunan yang bertujuan untuk menurunkan temperatur puncak dan beban pendinginan puncak pada bangunan yang menggunakan AC. Bangunan yang mempunyai massa termal yang baik tentunya dibangun dengan material yang sesuai dengan iklim setempat. Parameter yang bisa merepresentasikan massa termal adalah kapasitas panas, effusivitas termal, diffusivitas termal, waktu termal, volume selubung dan luas permukaan dalam bangunan. Bangunan yang dibangun dengan material beton bisa dipastikan mempunyai massa termal yang lebih baik jika dibandingkan dengan bangunan yang dibangun dengan kayu ketebalan yang sama karena beton mempunyai nilai kapasitas panas yang lebih besar daripada kayu. Tetapi ketika dua bangunan dibangun dengan material beton yang berbeda jenis tidak bisa ditentukan secara langsung bangunan yang mempunyai massa termal yang lebih baik. Oleh karena itu diperlukan perhitungan massa termal dan simulasi pada masing-masing jenis bangunan untuk mendapatkan massa termal yang optimum. Massa termal optimum merupakan nilai massa termal yang sudah tidak berpengaruh lagi terhadap perubahan suhu maupun beban pendinginan dalam bangunan. Hasil penelitian memperoleh parameter yang paling merepresentasikan massa termal adalah waktu termal, karena memiliki tingkat korelasi paling tinggi terhadap suhu dalam bangunan yaitu sebesar -0.85. Waktu termal optimum setelah dianalisis yaitu sebesar 181042 s (≈50 jam). ), maka jika t > 50 jam masa termal tidak efektif lagi, karena tidak terjadi penurunan signifikan suhu dalam bangunan. Hasil dari penelitian juga menunjukkan semakin lama waktu termal maka fluktuasi suhu permukaan dalam bangunan semakin rendah. Kata kunci : Massa termal, parameter massa termal, temperatur puncak dan beban pendinginan puncak
Pengaruh Em4 (effective Microorganisme ) Pada Produksi Biogas Dengan Bahan Baku Sampah Organik Rumah Tangga Muh. Al Furqan Syafiuddin; Suwandi Suwandi; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Biogas merupakan salah satu energi alternatif yang dapat dihasilkan dari fermentasi bahan organik oleh proses anaerob. Bahan baku dalam proses produksi biogas yang digunakan pada penelitian ini yaitu, sampah organik yang berasal dari rumah tangga. Selain ketersedian bahannya yang melimpah, juga dapat mengurangi pencermaran lingkungan. Namun permasalahan terbesar dalam proses produksi biogas adalah konstruksi, dimana pada umunya permanen. Sehingga perlu dikembangkan untuk penggunaan skala rumah tangga. Salah satu yang dikembangkan saat ini adalah homebiogas mobile. Homebiogas mobile merupakan sistem penggunaan biogas skala rumah tangga yang konstruksinya yang lebih sederhana dan mudah digerakkan secara bebas. Secara alami pembentukan biogas cukup memerlukan waktu yang lama dalam proses fermentasi, oleh karena itu dibutuhkan peran aktivator. Aktivator yang digunakan pada penelitian ini EM4 (Effective mikroorganisme). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi EM4 pada produksi biogas dengan bahan baku sampah organik rumah tangga dan variasi penambahan EM4 sebesar 5%, 7% dan 9%. Penelitian tersebut dilakukan menggunakan 2 metode yaitu wet dan dry digester. Dari hasil penelitian pada metode wet dan dry digester, dengan penambahan konsentrasi EM4 9 % total produksi gas dihasilkan lebih banyak dibandungkan variasi yang lain. Sedangkan pada pengukuran kandungan gas metana, yang menghasilkan paling baik yaitu, penambahan kosentrasi EM4 9% dengan bahan insulasi rockwool sebesar 31% pada metode wet digester. Kata kunci: Biogas, Sampah organik rumah tangga, Homebiogas mobile, EM4 (Effective mikroorganisme) ABSTRACT Biogas is one of alternative energy that can be produced from fermentation of organic material by anaerob process. Raw materials in the biogas production process used in this study is, organic waste originating from households. In addition to the availability of abundant materials, also can reduce environmental contamination. But the biggest problem in biogas production process is construction, which in general is permanent. So it needs to be developed for household use. One developed today is the mobile homebiogas. Mobile Homebiogas is a household-scale biogas usage system whose construction is simpler and easier to move freely. Naturally the formation of biogas requires quite a long time in the process of fermentation, therefore it takes the role of activator. Activators used in this study EM4 (Effective microorganisms). This study aims to determine the effect of EM4 concentration on biogas production with raw materials of household organic waste and variations of EM4 addition of 5%, 7% and 9%. The research was conducted using two methods: wet and dry digester. From the results of the research on wet and dry digester method, with the addition of EM4 concentration 9% total gas production produced more dibandungkan other variations. While the measurement of methane gas content, which produces the best is the addition of EM4 concentration of 9% with rockwool insulation material of 31% on wet digester method. Keywords: Biogas, Household organic waste, Homebiogas mobile, EM4 (Effective microorganisms)
Usulan Perancangan Kebijakan Perawatan Mesin Jet Dyeing Dengan Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Pt. Xyz Dena Aprima Diputra; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ bergerak dalam bidang usaha pertenunan (weaving) sampai akhirnya perusahaan ini berkembang terus menjadi perusahaan tekstil. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, kebutuhan konsumen semakin meningkat sehingga menuntut permintaan produksi sesuai dengan target yang ditentukan. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost Of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah Reliability, Availability & Maintainability. Data-data berupa Mean Time To Failure, Mean Time To Repair berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Dari hasil pengolahan data Reliability, Availability & Maintainability Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 168 jam, sistem memiliki nilai Reliability (16%). Rata-rata nilai Maintainability sistem pada t = 31 jam adalah 91,47%. Nilai Inherent Availability sebesar 99,38% dan nilai Operational Availability sebesar 98,94%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem adalah Rp.2.315.005.900 berdasarkan waktu perbaikan dan Rp.3.998.580.070 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Availability, Cost Of Unrelliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Rectifying Antenna (rectenna) Untuk Sinyal Tv Uhf 470 - 806 Mhz Fadhli Iwanda; Zulfi Zulfi; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energy harvesting sedikit banyaknya telah membantu permasalahan krisis energi yang memiliki sumber daya terbatas. Teknik ini mengambil sumber energi eksternal dari suatu sistem yang ketersediaannya cukup berlimpah seperti sinar matahari, angin, dan gelombang radio. Selain sinar matahari, saat ini gelombang radio merupakan sumber energi yang bisa dibilang tidak terbatas karena ketersediaan sumber pancar yang banyak baik dari BTS, akses poin WLAN, maupun stasiun televisi. Salah satu aplikasi energy harvesting yang memanfaatkan gelombang radio sebagai sumber adalah rectifying antenna (rectenna). Gelombang radio yang ada di udara bebas diterima oleh antena dan kemudian diubah menjadi tegangan DC. Penelitian tugas akhir ini merancang sistem rectenna sederhana yang terdiri dari antena dan rectifier. Antena yang dirancang merupakan antena mikrostrip vivaldi berjenis tapered slot dan bisa beroperasi pada sinyal TV UHF frekuensi 470 – 806 MHz. Rangkaian rectifier yang dirancang berjenis voltage multiplier dengan menggunakan kombinasi dioda dan kapasitor sebagai penyusunnya. Dioda yang digunakan yaitu dioda Schottky tipe BAT 17. Dioda ini mampu beroperasi pada rentang frekuensi UHF (300 – 3000 MHz). Antena vivaldi hasil realisasi berbahan substrat FR-4 epoxy dengan dimensi 200 mm x 250 mm. Hasil realisasi antena vivaldi memiliki gain yang paling tinggi pada rentang frekuensi 470 – 806 MHz sebesar 2,4 dB. VSWR antena ini memiliki nilai paling tinggi sebesar 1,86 dan bandwidth lebih dari 400 MHz. Sistem rectenna berhasil mengkonversi gelombang radio menjadi tegangan DC senilai 20,2 mV dengan daya kirim 19 dBm dari antena pancar dengan jarak 60 cm pada frekuensi 806 MHz. Tegangan DC yang paling rendah dihasilkan pada frekuensi 470 MHz sebesar 0,4 mV dengan daya kirim 19 dBm dari antena pancar dengan jarak 60 cm. Kata Kunci: Antena Vivaldi, Energy Harvesting, Rectenna, Rectifier, Voltage Multiplier Abstract Energy harvesting more or less has helped energy crisis problems about limited resources. This technique takes an external source of energy from a system with abundant availability such as sunlight, wind and radio waves. In addition to sunlight, today radio waves are an almost unlimited source of energy due to the availability of many transmit sources such as BTS, WLAN access points, and television stations. One application of energy harvesting that utilizes radio waves as a source is rectifying antenna (rectenna). Radio waves in the free air are received by the antenna and then converted to DC voltage. This final project research designs a simple rectenna system consisting of antennas and rectifiers. The designed antenna is a tapered slot vivaldi microstrip antenna and can operate on 470 - 806 MHz UHF TV signals. The rectifier circuit is designed to be a voltage multiplier by using a combination of diodes and capacitors as their constituents. The diode used is the BAT 17 type Schottky diode. The diode is capable of operating in the UHF frequency range (300 - 3000 MHz). Realization of Vivaldi antenna consists of FR-4 epoxy as a substrate with dimension 200 mm x 250 mm. The results of Vivaldi antenna realization have the highest gain in the 470 - 806 MHz frequency range of 2.4 dB. VSWR of this antenna has the highest value of 1.86 and bandwidth over 400 MHz. The rectenna system successfully converts radio waves into DC voltages worth 20.2 mV with 19 dBm of radiated power from transmit antennas with a distance of 60 cm at 806 MHz frequency. The lowest DC voltage is generated at 470 MHz frequency of 0.4 mV with 19 dBm of radiated power from the transmit antenna 60 cm apart. Keywords: Energy Harvesting, Rectenna, Rectifier, Vivaldi Antenna, Voltage Multiplier
Identifikasi Umur Menggunakan Ronsen Panoramik Gigi Dengan Metode Principal Component Analysis Dan Support Vector Machine Ayu Putu Wida Vanhita; Rita Magdalena; Ratri Dwi Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia kedokteran forensik, mengidentifikasi korban berguna untuk mendapatkan data korban. Gigi adalah cara untuk mengidentifikasi paling tidak, umurnya. Karena seperti yang diketahui, gigi merupakan bagian tubuh keras dan tahan terhadap kondisi yang terindikasi menghancurkan. Gigi juga merupakan bagian yg khas dari tubuh manusia, sehingga setiap manusia akan berbeda susunan giginya. Penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi untuk mengidentifikasi umur jenazah melalui gigi menggunakan citra hasil pengolahan dari Dental Panoramic Radiograph. Dalam ilmu Odontologi, metode yang digunakan untuk mengetahui kisaran umur dari gigi adalah metode Schour dan Massler. Klasifikasi ciri yang digunakan adalah Support Vector Machine. Penelitian ini juga menggunakan Principal Component Analysis sebagai ekstraksi ciri.Kata kunci: Schour dan Masler, Dental Panoramic Radiograph, citra, Principal Component Analysis, Support Vector Machine.
Analisis Perancangan Enterprise Architecture Objek Pelaporan Wajib Pajak Orang Pribadi Direktorat Jenderal Pajak Menggunakan Togaf Adm Andyani Chris Thalia Udiono; Rachmadita Andreswari; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada fungsi pelaporan subjek orang pribadi sudah memanfaatkan aset teknologi yang ada, namun terdapat beberapa masalah. Masalah yang pertama yaitu untuk subjek wirausaha, tidak dapat mengisi langsung di aplikasi yang ada namun harus mengunggah file berekstensi .csv yang sudah diisi pada aplikasi lain ke aplikasi e-filing. Masalah kedua yaitu masih banyaknya subjek wajib pajak yang mengisi harta dan pelaporan yang tidak seharusnya. Yang harus diisi di formulir pada aplikasi e-filing haruslah sesuai dengan Pajak Bangunan Bumi atau yang biasa disebut PBB dan sesuai dengan harta yang dimiliki. Pada penyelesaian masalah, penulis menggunakan metode TOGAF 9 ADM. TOGAF 9 ADM merupakan kerangka kerja untuk menyusun Enterprise Architecture. Penulis menyarankan solusi integrasi antara data PBB serta data kepemilikan harta dengan aplikasi pelaporan. Diharapkan hasil akhir dari penyusunan Enterprise Architecture dapat menjadi acuan Direktorat Jenderal Pajak untuk memperbaiki, mengembangkan, serta memaksimalkan aset teknologi yang ada. Kata kunci: Direktorat Jenderal Pajak, pelaporan, Enterprise Architecture, TOGAF 9 ADM. Abstract In the subject reporting function the individual is already utilizing the existing technology assets, but there are some problems. The first problem is for entrepreneurial subject, can not fill directly in the existing application but must upload files with extension .csv to e-filing application. The second problem is that there are still many subjects of taxpayers who is not being honest when filling their assets. What should be filled in the form in the e-filing application must be in accordance with the Earth Building Tax and in accordance with the property owned. In solving the problem, the author uses TOGAF 9 ADM method. TOGAF 9 ADM are a framework for compiling Enterprise Architecture. The authors suggest an integration solution between Earth Building Tax data as well as property ownership data with reporting applications. It is expected that the final result of the compilation of Enterprise Architecture ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 7171 can be a reference of the Directorate General of Taxation to improve, develop and maximize existing technology assets. Keywords: Directorat General of Taxation, personal taxpayer reporting, Enterprise architecture, TOGAF ADM
Sistem Kendali Kecepatan Motor Induksi 1 Fasa Dengan Metode Linear Quadratic Regulator Berbasis Mikrokontroler Tondi Mandala Fajarullah Lubis; Porman Pangaribuan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kendali sangat memegang peranan penting saat ini. Hampir di setiap tempat ditemukan alat yang menggunakan sistem kendali, salah satunya adalah pada motor ac. Motor ac merupakan salah satu jenis motor listrik yang kecepatannya terbilang sukar untuk diatur atau dikendalikan. Oleh karena itu di perlukan sistem kendali optimal yang mempunyai indeks performansi. Salah satu bentuk dari sistem kendali optimal dengan indeks performansi adalah Linear Quadratic Regulator. Pada tugas akhir ini, di lakukan perancangan sistem kendali motor induksi 1 fasa dengan Linear Quadratic Regulator berbasis mikrokontroler. Perancangan sistem ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras meliputi mikrokontroller Arduino Uno, motor ac induksi 1 fasa, driver motor ac induksi 1 fasa, rotary encoder. Sedangkan untuk perancangan perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman arduino dan MATLAB. Hasil yang ingin dicapai dari perancangan sistem ini adalah kestabilan dan ketelitian kecepatan motor induksi 1 fasa dengan pemberian masukan yang berubah-ubah. Parameter kestabilan dan ketelitian sistem yang di ukur terletak pada karakteristik sistem yaitu berupa rise time, settling time, error state, dan over shoot. Kata Kunci : Motor Induksi, Linear Quadratic Regulator, Mikrokontroler

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue