cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Implementasi Kriptosystem Menggunakan Metode Algoritma Ecc Dengan Fungsi Md5 Pada Sistem Database Ticketing Online Jaya Santoso Sirait; Rumani Rumani; Marisa W. Paryasto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan data merupakan sesuatu yang penting di dalam perkembangan teknologi terutama di bidang teknologi informasi. Data yang tersimpan harus dapat terjamin keamanannya sehinga tidak menimbulkan penyalahgunaan data. Salah satunya dalam pembelian tiket, semakin berkembangnya zaman kita dapat membeli tiket secara online. Namum rentan akan pembobolan data terutama pada bagian data pembeli. Ada pun solusi untuk mengatasi pembobolan data tersebut sistem seharusnya memakai kriptografi.  Dengan kriptografi pembeli dapat mengirimkan data secara aman, karena menggunakan proses enkripsi. Dalam penelitian tugas akhir ini akan merancang suatu sistem yang dapat menjaga keamanan pada sistem pembelian tiket online dengan menggunakan Algoritma Kurva Eliptik dan MD5 dimana enkripsi dilakukan dengan public key dan verifikasi dengan fungsi MD5. Dari percobaan serangan dengan Man in middle  tidak bisa terjadi karena tidak mempunyai publik key yang berbeda dengan server aslinya. Penggunaan algoritma ECC dan MD5 sangat di anjurkan untuk penggunaan suatu aplikasi terutama yang membutuhkan jaringan yang rentan akan serangan dan pencurian dari pihak lain. 
Analisis Kinerja Proyek Dengan Metode Earned Value Management Pada Proyek Shutdown Sto Kecamatan Tanjungsari Adelia Widiningrum; Imam Haryono; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Proyek Shutdown STO Tanjungsari adalah proyek modernisasi jaringan fiber optik dengan melakukan shutdown Sentral Telepon Ostomat (STO) di 334 lokasi di Kecamatan Tanjungsari. Untuk membandingkan kinerja aktual dalam hal lingkup, jadwal dan biaya terhadap perencanaan untuk membuat keputusan yang tepat dalam status dan kinerja proyek dibutuhkan pengendalian dengan menggunakan metode Earned Value Management karena dapat mengintegrasikan ketiga hal tersebut. Status dan indeks kinerja proyek pada hari kalender proyek ke dua puluh dua menyatakan bahwa proyek mengalami keterlambatan yang merugikan proyek sebesar Rp. 2,680,000.00 dengan keterlambatan proyek 98% dari perencanaan dan proyek mendapatkan overruns anggaran sebesar 94% dari nilai yang telah dikeluarkan proyek pada periode tersebut dengan jumlah sebesar Rp. 7,410,000.00. Selain itu dilakukan forecasting sebagai tindakan korektif status dan kinerja proyek yang lalu. Diperkirakan durasi proyek untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar 31 hari periode kalender proyek dengan total biaya untuk sisa pekerjaan (EAC) sebesar Rp. 140,170,00.00 dilihat dari kinerja proyek sebelumnya. Selain itu diperkirakan juga biaya total untuk sisa pekerjaan hingga proyek selesai atau ETC sebesar Rp. 7.770,000.00 dengan ukuran peramalan status proyek bersifat defisit dari nilai VAC yang dihitung sebesar (Rp. 7,410,000.00) dan proyek akan terselesaikan menurut perhitungan peramalan TCPI. Kata kunci: Proyek Infrastruktur, Pengendalian Proyek, Earned Value Management, Kinerja Proyek, Forecasting. Abstract— STO Tanjungsari Shutdown Project is a modernization project of fiber optic network for 334 locations in Tanjungsari Sub-district. To compare actual performance of the scope, schedule and cost with planning for making right decisions in project's status and performance, required controlling by using Earned Value Management method because it can integrate these three things. Status and index of project performance on the 22nd day indicate that project was behind schedule that caused loss revenue of Rp. 2,680,000.00 with 98% of delays from planning and project get 94% of overruns budget from issued value with amount of Rp. 7,410,000.00. In addition, forecasting is done as a corrective action of past project status and performance. It is estimated that the project duration to complete work is 31 days with total cost for the remaining work (EAC) of Rp. 140,170,00.00 from previous project performance. It is also estimated that cost for remaining work until the project is completed or ETC is Rp. 7,770,000.00 with size of the project's forecasting status is a deficit from VAC value that calculated about (Rp. 7,410,000.00) and the project will complete based on the TCPI forecasting calculation. Keywords: Infrastructure Project, Project Control, Earned Value Management, Project Performance, Forecasting.
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution (lte) Di Kota Bandung Menggunakan Metode Optimal Fractional Frequency Reuse (offr) Sebagai Manajemen Interferensi Rizwan Jufri Nst; Rina Pudji Astuti; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan akan kebutuhan informasi yang dapat diakses dimana saja menjadi hal yang sangat penting bagi semua user khususnya bagi user yang berada di daerah tepi dari suatu base station, sering sekali mendapatkan sinyal yang sangat lemah. Lemahnya sinyal bisa terjadi akibat interferensi dari banyak sinyal. Oleh karena itu pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan LTE yang dapat meningkatkan performansi khususnya bagi user yang berada di tepi sel. Perencanaan didasarkan pada dua hal, yaitu dari kapasitas bisa didapatkan jumlah sel yang akan digunakan dan pada cakupan bisa didapatkan alokasi daya pancar yang dibutuhkan oleh suatu base station. Untuk mengurangi interferensinya akan digunakan teknik pengalokasian frekuensi yaitu skema frekuensi reuse yang menerapkan metode Optimal Fractional Frequency Reuse. Simulasi perencanaan dilakukan dengan menggunakan software Atoll. Dari perencanaan melalui perhitungan didapatkan hasil estimasi kebutuhan throughput perencanaan sampai tahun 2021 untuk wilayah kota Bandung sebesar 23.189,681Mbps dengan jumlah user yang dapat dilayani sebanyak 632.388 user. Radius sel di tiap-tiap klasifikasi daerahnya sebesar 0.4km (Dense urban), 0.58km(Urban) dan 0.95km(Sub urban). Jumlah site yang diperlukan untuk meng-cover wilayah kota Bandung hingga 5 tahun kedepan ada sebanyak 245 site. Nilai CINR terkecil dengan OFFR hanya ada di 0,03% dari total luas area kota Bandung. Kata kunci: LTE, perencanaan kapasitas, perencanaan cakupan, interferensi, OFFR
Analisis Name Matching Untuk Nama Arab Menggunakan Metode N-gram Dan Jaccard Similarity Muhammad Rizki Chairulloh; Moch. Arif Bijaksana; Bambang Ari Wahyudi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam ilmu Rijalul Hadis dijelaskan tentang sejarah ringkas para rawi hadis dan riwayat hidupnya, baik dari generasi sahabat, tabi’in maupun tabi’it tabi’in. Dari pengertian tersebut, kedudukan ilmu ini sangat penting, sebab nilai suatu hadis sangat dipengaruhi oleh karakter dan perilaku serta biografi perawi itu sendiri. sebagai contoh nama Muhammad dengan Muhamad, itu adalah nama yang sama meskipun dengan ejaan yang berbeda. Sehingga perlu adanya penelitian untuk menentukan kecocokan nama meskipun dengan ejaan yang berbeda. Pencocokan nama pada penelitian ini menggunakan metode n-gram untuk memecah nama menjadi bagian substring kemudian dihitung nilai kecocokannya dengan metode jaccard similarity dengan nilai treshold yang diberikan sebesar >= 0.7 Selain itu, dilakukan perhitungan untuk menilai kinerja dari metode yang digunakan yaitu n-gram dan jaccard similarity dengan menghitung nilai precision, recall, f-measure dan akurasi. Penilaian kinerja ini didapatkan dengan membandingkan hasil yang diberikan oleh sistem dengan gold standart yang telah dibuat dan diverifikasi oleh ahlinya. Dari pengujian yang telah dilakukan rata-rata akurasi yang didapatkan sebesar 0.85714286. ini berarti menunjukan sistem yang dibuat sudah baik. Kata kunci : n-gram, jaccard similarity, precision, recall, f-measure Abstract In the science of Rijalul Hadith it is explained about the concise history of the hadith narrators and their biographies, both from the generation of friends, tabi’in and tabi’it tabi’in. From this understanding, the position of science is very important, because the value of a hadith is strongly influenced by the character and behavior and the biography of the narrator itself. as an example of Muhammad’s name with Muhammad, that is the same name even though with a different spelling. So there needs to be research to determine the name match even with different spellings. Name matching in this study uses the n-gram method to break the name into a substring, then the suitability value is calculated with the jaccard similarity method with the given threshold value of >= 0.7. In addition, a calculation is performed to assess the performance of the method used is n-gram and jaccard similarity by calculating the values of precision, recall, f-measure and accuracy. This performance assessment is obtained by comparing the results provided by the system with gold standards that have been created and verified by experts. From the tests that have been done, the average accuracy obtained is 0.85714286. this means showing the system is already good. Keywords: n-gram, jaccard similarity, precision, recall, f-measure
Perancangan Layout Vlsi Untuk Arsitektur Set Instruksi Pada Prosesor Multimedia Muhammad Nur Ramadhan Alam; Agung Nugroho Jati; Fairuz Azmi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini telah dirancang sebuah layout VLSI (very large scale IC ) untuk sekumpulan set instruksi yang berguna untuk proses pengambilan data audio. Set instruksi yang dirancang memiliki panjang 16 bit. Data audio yang diolah disimpan di ROM. Layout direalisasikan menggunakan perangkat lunak Electric VLSI. Layout yang dirancang mulai dari gerbang – gerbang dasar hingga layout untuk komponen – komponen yang terlibat dalam proses pengambilan data. Layout dirancang menggunakan teknologi 300nm. Dari penggunaan teknologi 300nm dihasilkan ukuran die size untuk setiap komponen dengan satuan ukuran mm2 (millimeter x millimeter)2 . Ukuran die size yang dihasilkan bervariasi, sesuai dengan nilai lamda (λ)2 yang didapat dari pengukuran layout untuk masing – masing komponen. Clock frekuensi yang dibutuhkan prosesor multimedia yang dirancang dari interval 44.1KHz sampaI dengan frekuensi maksimum 250MHz. Kata kunci : Layout VLSI, CMOS, ASIC, ISA, DSP, Prosesorr Multimedia
Perancangan Jaringan Fiber To The Home (ftth) Menggunakan Teknologi 10 Gigabit Capable Passive Optical Network (xgpon) Pada Komplek Pertamina Reyga Prayogo; Akhmad Hambali; Desti Madya Saputri
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fiber to the home (FTTH) adalah arsitektur jaringan fiber optik yang mendistribusikan format isyarat optik dari pusat penyedia hingga ke rumah pelanggan (home) dekat pelanggan menggunakan serat optik sebagai medium penghantarnya. Dalam perkembangannya, FTTH dapat menggunakan teknologi 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bandwidth dan kecepatan data. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan perancangan FTTH menggunakan teknologi GPON dan XGPON dengan melakukan perhitungan dan simulasi untuk mendapatkan nilai LPB, RTB dan BER. Perancangan yang dilakukan adalah merancang jaringan sampai ke rumah pelanggan dan analisa parameter kelayakan sistem dengan cara perhitungan dan simulasi dari OLT hingga FAT terjauh. Parameter kelayakan yang dianalisis adalah LPB, RTB, SNR, Q factor, dan BER. Berdasarkan hasil yang didapat dari perhitungan simulasi, maka diperoleh nilai LPB upstream terjauh 21,809 dan upstream terdekat 20,513 ,downstream terjauh 20,279 dan downstream terdekat 20,513. SNR arah downstream 28,167dB untuk terdekat dan 27.612dB untuk terjauh. Nilai SNR arah upstream 22,522 dB untuk terjauh dan 24,134 dB untuk terdekat. BER 1,112 x 10-27 untuk downstream terjauh, 2,848 x 10-30 untuk terdekat dan 1,388 x 10-11 untuk upstream terjauhdan 5,2287 x 10-11 untuk terdekat. Nilai Q factor 10,383 untuk downstream terjauh, 11,387 untuk terdekat dan 6,522 untuk upstream terjauh dan 8,5955 untuk terdekat dan untuk LPB 50,05 untuk downstream terjauh, 50,01 untuk downstream terdekat dan 50,01 untuk upstream terjauh, 49,97 untuk upstream terdekat. Kata Kunci : FTTH, FDT, FAT, GPON, XGPON Abstract Fiber to the home (FTTH) is a fiber optic network architecture that distributes optical signal formats from the center of the provider to home customers (home) near customers using optical fiber as the medium of delivery. In its development, FTTH can use 10-Gigabit Capable Passive Optical Network (XGPON) technology to meet people's needs for bandwidth and data speeds. In previous studies, FTTH was designed using GPON and XGPON technology by calculating and simulating to obtain LPB, RTB and BER values. The design is to design the network to the customer's home and analyze the feasibility parameters of the system by calculating and simulating from OLT to the furthest FAT. The feasibility parameters analyzed were LPB, RTB, SNR, Q factor, and BER. Based on the results obtained from the simulation calculation, the farthest upstream LPB value is 21,809 and the nearest upstream is 20,513, the farthest downstream is 20,279 and the nearest downstream is 20,513. SNR downstream direction is 28.167dB for the nearest and 27.612dB for the furthest. The SNR value in the upstream direction is 22,522 dB for the furthest and 24,134 dB for the closest. BER 1,112 x 10-27 for the furthest downstream, 2,848 x 10-30 for the closest and 1,388 x 10-11 for the farthest upstream and 5,2287 x 10-11 for the closest. The Q factor value is 10.383 for the furthest downstream, 11.387 for the nearest and 6.522 for the furthest upstream and 8.5955 for the closest and for LPB 50.05 for the furthest downstream, 50.01 for the nearest downstream and 50.01 for the furthest upstream, 49.97 for nearest upstream. Keywords: FTTH, FDT, FAT, GPON, XGPON
Text Dependent Speaker Verification Menggunakan I-vector Extraction Dan Gmm Viko Adi Rahmawan; Achmad Rizal; Ratri Dwi Atmaja
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dibandingkan metode verifikasi identitas biometrik lain, speaker verification memiliki kelebihan yaitu telah banyaknya perangkat mikrofon tersemat pada berbagai perangkat. Hal tersebut tentu menarik karena memungkinkan untuk ditambahnya metode verifikasi ini melalui pembaruan perangkat lunak tanpa memerlukan perangkat keras lain. Penelitian mengenai speaker verification telah banyak dilakukan beriringan dengan penelitian speaker recognition lainnya. Speaker recognition biasanya menggunakan MFCC (Mel Frequency Cepstral Coefficients) untuk melakukan pengenalan suara. Dalam tugas akhir ini akan dilakukan pengetesan akurasi sebuah sistem Text-Dependent Speaker Verification (TD-SV) yang menggunakan i-vector extraction dan Gaussian Mixture Model (GMM). I-Vector extraction diketahui memiliki akurasi yang lebih baik pada aplikasi Speaker Recognition dibandingkan dengan MFCC. Penelitian ini dapat menunjukkan berapa besar akurasi TD-SV menggunakan i-vector extraction dan GMM. Mnggunakan i-vector extraction dan GMM, didapatkan False Rejection Rate sebesar 60%, False Acceptance Rate sebesar 0% dan Error Rate sebesar 12%.Kata kunci : text dependent speaker recognition, i-vector, gaussian mixture model
Analisis Dan Simulasi Perbandingan Qos Di Routing Protokol Mpls Ospf Dan Mpls Is-is Di Jaringan Ipv6 Menggunakan Gns3 Untuk Layanan Video Streaming Arisman Putra Munggaran; Rendy Munadi; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas dari suatu layanan merupakan parameter yang perlu diperhitungkan dalam sistem komunikasi jarak jauh. Salah satu layanan yang sedang berkembang adalah video streaming. Video Streaming itu sendiri bekerja pada RTP protocol, atau komunikasi secara real-time. Untuk mewujudkan kondisi komunikasi jarak jauh yang ideal, menentukan routing protocol dari suatu sistem komunikasi dapat mempengaruhi nilai dari Quality of Service (QoS). Routing Protocol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur aliran data dan pemilihan jalur yang terjadi pada jaringan. Dengan ditambahkannya MPLS pada jaringan, diharapkan akan membantu kinerja dari routing protocol. Dalam tugas akhir ini mensimulasikan jaringan IPv6 dengan routing protocol OSPF dan juga IS-IS yang akan ditambahkan teknik MPLS dengan metode xconnect. Setelah itu akan di lakukan analisis QoS untuk layanan video streaming pada masing masing routing protocol. Simulasi dilakukan menggunakan 1 laptop yang dibagi lagi menjadi 2 PC dengan menggunakan VMware, simulator yang digunakan adalah GNS3 dan Cisco 7200 sebagai router. Hasil simulasi dan analisis yang didapat menunjukan bahwa routing protocol IS-IS yang tidak diterapkan MPLS ataupun dengan MPLS xconnect mendapatkan hasil QoS yang lebih baik dari pada OSPF di jaringan IPv6. Dapat dilihat dari perbedaan throughput hingga 61 Kbps, delay 6 ms, packet loss 3% dan jitter sebesar 3ms. Hal ini disebabkan routing protocol OSPF memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena pengenalan neighbour OSPF yang lebih rumit di bandingkan IS-IS. Kata kunci : Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming. Abstract Quality of services is a parameter that needs to be considered in a remote communication system. One of the services that is developing is video streaming. Video streaming itself works on RTP protocol, or real-time communication. To create ideal remote communication, determining routing protocol of a communication network can affect the value of Quality of Service (QoS). Routing protocol is a rule or standard that regulates data flow and determines the path that occurs on the network. With the addition of MPLS to the network, it is expected to help the performance of the routing protocol. In this final project simulate the IPv6 network with OSPF routing protocol and also IS-IS which will be added MPLS technique with xconnect method. Afterwards QoS analysis will be carried out for video streaming services. The simulation works using 1 laptop which is divided int 2 PCs using VMware, GNS3 as a simulator and Cisco 7200 as a router. The results of simulation and analysis obtained that IS-IS routing protocol without implemented by MPLS or with MPLS xconnect gets better result than OSPF on IPv6 network. It can be seen from the differences of throughput at 61 KBps, delay 6ms, packet loss 3%, and jitter 3 ms. This is because OSPF routing protocols have a higher complexity because introduction neighbours of OSPF are more complex than IS-IS. Keywords: Routing protocol, MPLS, OSPF, IS-IS, GNS3, xconnect, IPv6, video streaming.
Implementasi Mutual Information Dan Bayesian Network Untuk Klasifikasi Data Microarray Mahendra Dwifebri Purbolaksono; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian seseorang diseluruh dunia. Menurut data WHO, ada sekitar 14 juta kasus kanker baru di tahun 2012. Karena hal itu pengawasan sejak dini dibutuhkan guna mencegah pertumbuhan kanker. Selain itu pendeteksian secara dini juga merupakan hal yang dibutuhkan. Salah satu cara mendeteksi yaitu melalui ekspresi gen. Ekspresi gen merupakan metode ekstrasi gen menjadi data yang menjadi data bernama microarray. Data microarray memungkinkan terjadi proses pengklasifikasi secara langsung namun atribut dalam suatu record sangat besar sehingga memakan waktu komputasi yang lama. Karenanya dibutuhkan sistem yang dapat menyelesaikan masalah tersebut. Pada penelitian ini, sistem menggunakan pendekatan machine learning yaitu Bayesian Network. Sedangkan untuk seleksi fitur menggunakan Mutual information. Hal ini berguna untuk mengurangi attribute yang terlalu banyak. Untuk pengukuran menggunakan F1-score. Sistem yang dibangun mampu mengklasifikasi kanker dengan f1-score tertinggi mencapai 91.06%. Keyword: Bayesian Network, Mutual Information, Microarray.
Perancangan Sistem Kendali Untuk Kestabilan Pendulum Terbalik Menggunakan Metode Logika Fuzzy Amelia Septiani Rizki; Porman Pangaribuan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem pendulum terbalik saat ini banyak diaplikasikan dalam metode lepas landas dan mendarat pada pesawat terbang atau yang biasa dikenal dengan Vertical Take-Off and Land (VTOL). Prinsip sistem pendulum terbalik digunakan oleh pesawat terbang pada bagian sistem tilt-rotor. Namun, sistem pendulum terbalik memiliki stabilitas yang rendah dan bersifat nonlinear serta sangat sensitif terhadap gangguan baik gangguan dari luar (noise) atau gangguan pada sistem itu sendiri. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu teknik kendali untuk mengatasi agar pendulum terbalik dapat mempertahankan posisi kesetimbangannya. Pendulum terbalik pada dasarnya dapat dirancang dalam dua bentuk yaitu Linear Inverted Pendulum (Lintasan berbentuk transversal) dan Rotary Inverted Pendulum (lintasan berbentuk putaran). Pada tugas akhir ini, sistem pendulum terbalik yang dirancang yaitu linear inverted pedulum dengan menggunakan metode fuzzy logic controller pada sistem kestabilan sudut batang pendulum dan metode gain constant untuk kestabilan posisi cart. Sistem pendulum terbalik yang dirancang juga dapat mempertahankan kestabilannya ketika diberi gangguan baik sinyal impuls maupun sinyal pulsa. Hasil dari perancangan sistem pendulum terbalik dapat mempertahankan kestabilan batang pendulum baik dengan atau tanpa gangguan dengan nilai max overshoot 50 % untuk gangguan berupa sinyal impuls dan 89% untuk gangguan berupa sinyal pulsa. Namun, pada sistem kestabilan posisi cart terdapat error steady state setelah sistem diberi gangguan. Kata Kunci : fuzzy logic controller, linear inverted pendulum, V-TOL Abstract The inverted pendulum system is currently widely applied in takeoff and landing methods on aircraft or commonly known as Vertical Take-Off and Land (VTOL). The principle of an inverted pendulum system is used by an aircraft on the tilt-rotor system. However, the inverted pendulum system has low stability and is nonlinear and is very sensitive to interference with either noise from outside or noise on the system itself. Therefore, a control technique is needed to overcome the inverted pendulum to maintain its equilibrium position. The inverted pendulum can basically be designed in two forms: Linear Inverted Pendulum (Transversal Transverse) and Rotary Inverted Pendulum (round-shaped path). In this final project, the inverted pedulum using the fuzzy logic controller method on the pendulum system corner stability and the constant gain method for stability of the cart position. The inverted pendulum system that is designed can also maintain its stability when it is impaired both the impulse signal and the unit step signal. The result of the inverted pendulum system is that the system can maintain the stability of the pendulum rod either with or without interference with max overshoot value is 50% for impulse signal disturbance and 89% for disturbance of pulse signal. However, in the stability of the cart system there is a steady state error after the system is interrupted. Keyword : fuzzy logic controller, linear inverted pendulum, V-TOL

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue