cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Penentuan Rute Pariwisata Kota Bandung Menggunakan Algoritma Particle Swarm Optimization Yodie Dalyono; Anisa Herdiani; Aniq Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan kota Bandung dari wisatawan tahun ke tahun meningkat sehingga menyebabkan tempat pariwisata Kota Bandung menjadi lebih banyak.Kemudahan yang diberikan oleh teknologi untuk membantu wisatawan dalam menentukan tempat pariwisata yang akan dikunjungi dengan suatu perangkat lunak seperti Google Maps dan Waze. Namun hingga saat ini masih sangat sedikit perangkat lunak dengan fungsi menentukan rute dengan batasan-batasan seperti batasan hari berwisata dalam pengunjungan suatu tempat pariwisata. Pembangunan perangkat lunak untuk pencarian rute menggunakan algoritma Particle Swarm Optimization. Algoritma tersebut kerap digunakan dalam penyelesaian masalah karena kesederhanaan dan kemudahan penggunaan untuk beradaptasi untuk mengaplikasikan berbagai masalah dan memberikan nilai yang optimal baik nilai kontinyu maupun diskrit. Dengan pengujian paramater variabel konstanta pada algoritma PSO, untuk menguji apakah algoritma PSO baik atau tidaknya untuk mencari rute optimal. Dengan pengujian tersebut, ditemukan angka parameter yang menghasilkan total waktu tempuh yang optimal, dan dengan pengujian tersebut ditemukan bahwa perbandingan antara algoritma PSO dan AIS, algoritma PSO dapat menemukan hasil total waktu tempuh yang lebih optimal. Kata Kunci: Pariwisata, Algoritma, PSO, AIS, Parameter, Variabel.
Komparasi Performansi Antena Mikrostrip C-band Susunan 4-elemen Antara Bahan Tembaga Dan Emas Claudia Kurniaty; Heroe Wijanto; Joko Suryana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan terpenting bagi masyarakat modern. Komunikasi dibutuhkan untuk memperoleh atau memberi informasi dari atau kepada orang lain. Kebutuhan untuk mendapatkan informasi semakin meningkat seiring berkembangnya jaman, sehingga manusia membutuhkan alat komunikasi yang dapat digunakan kapanpun dan di manapun mereka berada. Salah satu sistem komunikasi yang merupakan andalan bagi perkembangan integrasi sistem telekomunikasi secara global adalah sistem komunikasi nirkabel (wireless) di mana propagasi gelombang elektromagnetik (microwave) sebagai media transmisinya. Semakin bertambahnya popularitas sistem nirkabel (wireless), pengembangan antena untuk sistem ini menjadi semakin penting. Karena itulah, antena dianggap sebagai tulang punggung sistem nirkabel (wireless). Microstrip antenna merupakan antena yang saat ini banyak digunakan karena memiliki keunggulan dan mudah diintegrasikan. Namun, jenis antena ini memiliki kelemahan, antara lain : lebar pita (bandwith) yang sempit dan gain yang kecil, sehingga performanya kurang baik apabila digunakan dalam komunikasi terrestrial – radio link. Pada tugas akhir ini telah dirancang sebuah microstrip antenna array 4 yang bertujuan untuk meningkatkan gain antena. Sebagai komparasi, dirancang dua antena yang sama menggunakan dua material yang berbeda yaitu, emas dan tembaga. Antena ini dirancang untuk bekerja efektif pada frekuensi tengah 7450MHz dengan bandwidth 700MHz, pola radiasi unidirectional, polarisasi linear, gain ≥ 10dBi. Perancangan antena ini menggunakan substrat dielektrik FR-4 (𝜀𝑟 = 4.3) dengan ketebalan 1.6 mm. Untuk proses simulasi antena dibantu dengan software CST Microwave Studio. Hasil dari tugas akhir ini berupa perbandingan efektivitas kerja antara dua microstrip antenna yang dirancang menggunakan dua material yang berbeda dengan parameter return loss, VSWR, polarisasi, pola radiasi dan gain. Dan dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa metode array dapat meningkatkan gain, dimana gain yang dihasilkan sebesar 10.97 dB pada tembaga dan 10.96 dB pada emas, kemudian nilai VSWR pada hasil realisasi sebesar 1.435 di frekuensi 7.190GHz – 7.870GHz pada antenna tembaga dan 1.442 di frekuensi 7.475GHz – 7.980GHz pada antenna emas, dan pola radiasi yang dihasilkan adalah unidirectional dengan polarisasi elips. Adanya perbedaan antara hasil simulasi dan hasil pengukuran dipengaruhi oleh ketepatan dan ketelitian saat pabrikasi yang nantinya dapat mempengaruhi kinerja dari antenna ini. Kata kunci: Microstrip antenna, terrestrial, radio link, gain, wireless.
Implementasi Web Server Cluster Menggunakan Metode Load Balancing Pada Container Docker, Lxc, Dan Lxd Rivaldy Arif Pratama; Ratna Mayasari; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Load balancing merupakan salah satu metode pada cluster computing yang dapat digunakan untuk meningkatkan skalabilitas serta mengurangi beban kerja sebuah server dengan cara mendistribusikan beban trafik ke beberapa server cluster secara seimbang agar trafik dapat berjalan dengan optimal, sehingga tidak menyebabkan server tersebut kelebihan beban (overload) atau bahkan down. Dalam penerapannya, teknologi virtualisasi berbasis container dapat digunakan untuk mengimplementasikan load balancing dengan memanfaatkan HAProxy sebagai load balancer. Container merupakan sebuah teknologi virtualisasi yang dapat memungkinkan program yang berjalan didalamnya berhubungan langsung dengan linux kernel pada host operating system. Tidak seperti Virtual Machine, container tidak menggunakan hardware untuk virtualisasi. Pada beberapa penelitian, container dipercaya sebagai platform yang ringan dibanding hypervisor, sehingga menjadi alasan yang tepat dan memungkinkan untuk melakukan proses load balancing pada container dalam tugas akhir ini. Tugas akhir ini akan diimplementasikan sistem load balancing yang dijalankan diatas tiga container yaitu Docker, LXC, dan LXD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga container tersebut dari sisi layanan web server dan resource utilization pada saat server menggunakan load balancing dan tidak menggunakan load balancing (single server). Dari hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa kinerja server yang menggunakan load balancing memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan single server. Pada penelitian ini juga diketahui bahwa Docker menunjukkan hasil performansi yang lebih baik pada parameter throughput, response time, dan request per second. Sedangkan LXC menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter request loss dan CPU utilization. Dari segi fairness, algoritma Round Robin lebih fair dibanding Least Connection dengan nilai fairness index mencapai 1. Kata kunci : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD Abstract Load balancing is a method in cluster computing that can be used to increase the scalability and decrease the server workloads by distributing traffic load to several clusters of server in equals, in order that the traffic can run optimally, so that it doesn't cause the server becomes overload or down. In it's implementation, the container-based virtualization can be used to implement the load balancing by using HAProxy image as the load balancer. Container is the virtualization technology that allows the program run directly connects with linux kernel in host operating system. Different from Virtual Machine, container doesn't use hardware to virtualize. In some researches, it's believed that container is more lightweight than hypervisor, so that it allowed to process load balancing on the container in this final project. This final project will implement load balancing system that are run on three containers, those are Docker, LXC, and LXD. This research is to know the performance from those three containers from web server services side and resource utilization when server are using load balancing and not (single server). From the research, we know that the performance of server using load balancing had better result than the single server. In this final project we also got that Docker showed better performance on throughput, response time, and request per second. While LXC showed better result on request loss and CPU utilization parameters. In terms of fairness, Round Robin algorithm is more fair than Least Connection with the fairness index is 1. Keywords : Load Balancing, Cluster Computing, Container, Docker, LXC, LXD
Implementasi Dan Analisis Kesamaan Semantik Antar Kata Berbahasa Inggris Dengan Metode Positive Pointwise Mutual Information Cosine KD Krisna Dwipayana; Moch. Arif Bijaksana; Mohamad Syahrul Mubarok
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterkaitan semantik adalah salah satu jenis pengukuran yang ada pada text mining untuk menggambarkan bagaimana hubungan antara kata. Tujuan dari pengukuran keterkaitan semantik ini adalah untuk memperoleh nilai yang merepresentasikan seberapa besar keterkaitannya. Pointwise Mutual Information (PMI) merupakan salah satu pengukuran secara statistik untuk keterkaitan semantik yang telah banyak digunakan. Penerapan PMI diketahui mengalami bias untuk sepasang kata dengan frekuensi rendah, hal ini menyebabkan adanya pengembangan berupa varian pada pengukuran PMI untuk menghindari keadaan bias tersebut. Positive Pointwise Mutual Information Cosine (PPMIC) merupakan salah satu varian yang digunakan dalam tugas akhir ini untuk menghitung keterkaitan semantik. Perhitungan nilai PPMIC dilakukan pada dataset yang didapat dari brown corpus. Nilai PPMIC yang didapat oleh aplikasi dihitung korelasinya dengan Word- Sim-353 yang merupakan indeks keterkaitan kata berdasarkan sudut pandang manusia. Hasil dari penelitian pada tugas akhir ini merupakan nilai korelasi antara skor yang dihasilkan sistem dengan gold standard SimLex-999, WordSim353 dan Miller and Charles yang akan menghasilkan nilai kolerasi yang akan menunjukan seberapa akurat metode pengukuran PPMIC. Kata Kunci: Keterkaitan Semantik, Pointwise Mutual Information,Positive Pointwise Mutual Information Cossine.
Studi Pengaruh Penggunaan Filter Kalman Pada Pengukuran Intensitas Cahaya Dalam Sistem Smart Home Muhammad Pandu Aryo Gumilang; Ery Djunaedy; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Smart Home merupakan informasi dan teknologi terintegrasi yang berbasis hardware dan software dengan fokus untuk memaksimalkan keamanan serta kenyamanan pemilik hunian tempat tinggal. Rumah yang nyaman adalah rumah yang memiliki pencahayaan yang baik di setiap ruangannya, pencahayaan dalam rumah dibutuhkan untuk optimalisasi setiap aktivitas, perbedaan aktivitas manusia dalam suatu rumah membutuhkan intensitas cahaya tertentu. Standar Nasional Indonesia memiliki nilai refrensi intensitas cahaya untuk menjadikan ruangan yang nyaman, untuk ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja adalah 120 ~ 250 lux. Untuk membuat smart home yang memiliki pencahayaan yang baik maka dibutuhkan tolak ukur pencahayaan di dalam rumah, salah satu sensor cahaya yang dapat dijadikan alat ukur adalah sensor LDR (Light Dependent Resistor), Sensor LDR memiliki kekurangan yaitu hasil sensor yang berfluktuasi, data yang dihasilkan sensor LDR belum baik untuk sistem pengukuran dan akan menyulitkan sistem smart home itu sendiri. maka dari itu dibutuhkan filter kalman yaitu filter yang dapat memprediksi nilai sehingga didapatkan hasil yang stabil, hasil akhir menunjukan bahwa filter kalman mampu menghilangkan fluktuasi dengan error 7.57% sehingga akurasi relative pengukuran adalah 92.43% lebih baik dibanding tidak menggunakan filter kalman, untuk correlation pearson 0.995 dan nilai standar deviasi 19.88. Kata Kunci: Smart Home, Smart House, eHome, Intensitas Cahaya, Filter Kalman Abstrak The Smart Home system is information and integrated technology based on hardware and software with a focus on maximizing the security and comfort of residential dwellers. A comfortable house is a house that has good lighting in each room, lighting in the house is needed to optimize each activity, the difference in human activity in a house requires a certain intensity of light. The Indonesian National Standard has a light intensity reference value to make the room comfortable, for the living room, dining room, and work space is 120 ~ 250 lux. To make a smart home that has good lighting, a lighting measurement is needed in the house, one of the light sensors that can be used as a measuring instrument is the LDR (Light Dependent Resistor) sensor, the LDR sensor has a fluctuating sensor result, the data generated by the sensor LDR is not good for measurement systems and will complicate the smart home system itself. Therefore it is necessary to use the Kalman filter which is a filter that can predict values so that a stable result is obtained, the final result shows that the Kalman filter is able to eliminate fluctuations with an error of 7.57% so that the relative accuracy of measurement is 92.43% better than not using the Kalman filter, for Pearson correlation 0.995 and the standard deviation value of 19.88. Keywords: Smart Home, Smart House, eHome, Light Intensity, Kalman Filter, Logaritmic
Strategi Perusahaan Kelapa Sawit Berdasarkan Return Saham Terhadap Rasio Keuangan (eps, Roe, Dan Der) Dan Faktor Ekonomi Makro, Go Public Pada Periode 2011-2015 Ciptaningrum Luthfi Nur Afuah; Endang Chumaidiyah; Rita Zulbetti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share, Return On Equity, Debt to Equity Ratio, inflasi, dan kurs secara parsial dan simultan terhadap return saham perusahaan Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan return saham. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 10 perusahaan dari 16 perusahaan Sub Sektor Perkebunan Kelapa Sawit yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. Adapun alat analisis yang digunakan yaitu analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Return On Equity, Debt to Equity Ratio, dan inflasi secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Sedangkan secara simultan Earning Per Share, Return On Equity, Debt to Equity Ratio, inflasi, dan kurs berpengaruh signifikan terhadap return saham. Berdasarkan faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap return saham tahun 2011-2015, PT. Eagle High Plantations Tbk dapat dijadikan sebagai perwakilan untuk mengidentifikasi kinerja saat ini dan menganalisis strateginya. Perumusan strategi dilakukan dengan menggambarkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Sehingga dapat ditentukan posisi kompetitif dan rumusan strategi. Perumusan strategi menggunakan analisis SWOT dan metode AHP. Kata Kunci: Earning Per Share, Return On Equity, Debt to Equity Ratio, Ekonomi Makro, Analisis SWOT, Metode AHP
Analisis Pembangkit Elektrik Menggunakan Media Air Garam Sebagai Larutan Elektrolit Siti Zaenab Nurul Haq; Ekki Kurniawan; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak kebutuhan akan energi semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi didunia, terutama kebutuhan energi elektrik yang semakin lama semakin banyak. air garam dapat dijadikan salah satu sumber energi alternative sebagai media yang digunakan untuk menghasilkan sumber energi elektrik. Air garam yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah NaCl atau biasa disebut sebagai garam dapur. Dengan jembatan garam sederhana yang dibuat, dipercobakan bagaimana media air garam bereaksi dengan elektrode dalam menghasilkan energi elektrik. Percobaan ini menggunakan 3 elektrode berbeda yaitu besi (Fe), almunium (Al) dan seng (Zn). Kata kunci : air garam, elektrik, elektrode, jembatan garam Abstract the need for energy is increasing along with technological advancements in the world, especially the need for electrical energy which is increasingly increasing. salt water can be used as an alternative energy source as a medium used to produce electrical energy sources. Salt water that is often found in everyday life is NaCl or commonly referred to as kitchen salt. With a simple salt bridge made, it was tested how salt water media reacted with the electrode to produce electrical energy. This experiment uses 3 different electrodes are iron (Fe), aluminum (Al) and zinc (Zn). Keywords: salt water, electric, electrode, salt bridge
Antena Mikrostrip Mimo 4x4 Bowtie 2,4 Ghz Untuk Aplikasi Wifi 802.11n Fauzia Kurnia Hadist; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Local Area Network (WLAN) adalah suatu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio untuk bertukar informasi sebagai media tansmisi. IEEE 802.11x menjadi standar untuk komunikasi WLAN. IEEE telah merilis standar 802.11n dengan menawarkan peningkatan data rate hingga 500 Mbps, bandwidth selebar 40 MHz, keunggulan reabilitas, serta didukung oleh teknologi MIMO. Teknologi MIMO adalah penggunaan multi antena baik disisi transmitter maupun receiver untuk mengatasi multipath fading. Selain itu penggunaan teknologi MIMO juga memiliki daya tembus penghalang yang baik, serta menjangkau daerah yang lebih luas jika bekerja pada frekuensi 2,4GHz. Tugas akhir ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 untuk aplikasi teknologi WiFi yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Antena mikrostrip memiliki bentuk yang mudah untuk diimplementasikan di Access Point. Patch Bowtie dipilih agar dapat memberikan bandwidth yang lebar, serta disusun menjasi MIMO agar mengatasi multipath fading. Pada hasil fabrikasi, antena mikrostrip MIMO Bowtie 4×4 ini memiliki hasil fabrikasi dengan nilai VSWR ≤ 1,32 , gain ≥ 2,89 dBi, Return loss ≤ -17,394 dB, nilai mutual coupling ≤ -28,369 dB, serta memiliki polarisasi sirkular dan pola radiasi omnidireksional.Kata Kunci: Antena Mikrostrip Bowtie, MIMO, WIFI
Sistem Pembangunan Korpus Suara Spontan Bahasa Indonesia Muhammad Ramadhan; Suyanto Suyanto; Arif Bijaksana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan Ucapan Kontinu Kamus Besar atau PUKKB merupakan sistem pengenalan suara yang paling mutakhir. Sistem ini mampu mengenali berbagai macam suara dan kata yang diucapkan orang. Kemampuan pengenalan tersebut didapat dengan melatih sistem menggunakan korpus suara membaca dan korpus suara spontan. Korpus suara merupakan elemen penting dalam melatih sistem tersebut, terutama korpus suara spontan. Korpus ini menjadi referensi cara pengucapan bagi sistem tersebut. Beberapa bahasa seperti bahasa Inggris, sistem seperti ini mudah dikembangkan karena terdapat banyak korpus suara yang beredar, tetapi untuk beberapa bahasa seperti bahasa Indonesia, korpus suara yang beredar masih sedikit. Dengan memadukan desain aplikasi pengumpul suara seperti Eyra, Woefzela dan Data Hound penulis mengembangkan aplikasi serupa untuk diaplikasikan dalam pembangunan korpus suara bahasa Indonesia, terutama dalam pengumpulan data suara. Kata kunci: Under-resourced, korpus suara spontan, cakupan triphone, pembangkitan pertanyaan, balanced sentence set.
Analisis Dan Simulasi Pencarian Reff Dan Verse Lagu Pada Musik Digital Dengan Metode Linear Predictive Coding (lpc) Shimon Anterio Armando Sinaga; Rita Magdalena; I Nyoman Apraz Ramatryana
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang ini perkembangan kemajuan teknologi dibidang pengolahan sinyal digital telah berkembang pesat. Salah satu pengembangannya adalah dalam pengolahan musik digital. Pengaplikasian pada musik digital ini adalah dengan menentukan bagian-bagian lagu seperti verse dan reff. Dengan hal ini, memudahkan mendapatkan bagian-bagian lagu yang diingkinkan. Oleh karena itu, pada penelitian ini, dibuat suatu simulasi untuk menentukan bagian lagu verse dan reff selanjutnya, dengan mendengar bagian pertama dari lagu tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode ekstraksi ciri suara yang disebut dengan Linear Predictive Coding. Metode-metode ini diaplikasikan pada software pemrograman Matlab. Sistem yang dirancang ini menentukan verse dan reff lagu berikutnya, dengan syarat diketahui letak detik pada verse dan reff pertamanya. Setelah dilakukan pengujian dengan skenario berbeda pada sistem yang dirancang maka didapatkanlah beberapa hasil akurasi. Untuk pengujian pertama, yaitu pada verse dan reff lagu, dengan skenario penentuan frame window yang bagus untuk digunakan, yakni pengujian frame window 250ms, 500ms, 750ms dan 1000ms. Dari hasil yang telah diuji, kedua (verse dan reff) tersebut, mendapat hasil yang baik pada frame window 2000ms. Pada pengujian kedua, dengan membandingkan orde yang digunakan. Orde yang diuji adalah 2, 4, 8 dan 12. Data lagu dari masing-masing orde, diuji dengan jumlah 36 lagu. Setelah diuji, dapat dianalisis dan diakurasi bahwa, untuk yang orde 2 mendapat 91%, orde 4 mendapat akurasi 94%, serta orde 8 dan 16 masing-masing mendapat akurasi 97%. Kata Kunci : Verse Lagu, Reff lagu, Linear Predictive Coding (LPC)

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue