cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Pemodelan Klaim Asuransi Menggunakan Distribusi Mixture Exponentia
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Klaim asuransi adalah permintaan resmi kepada perusahaan asuransi untuk meminta pembayaran atas musibah yang tidak terduga. Klaim asuransi tidak dapat diperhitungkan secara pasti dan membuat perusahaan asuransi rentan mengalami kerugian. Maka diperlukan model klaim asuransi untuk mengatasi masalah tersebut. Model klaim yang diperoleh dapat digunakan untuk mengukur risiko kerugian perusahaan. Dalam penelitian sebelumnya yang memodelkan risiko asuransi dengan Exponential, menunjukkan bahwa model memiliki risiko tinggi. Dalam Tugas Akhir ini akan dibahas mengenai model Mixture Exponential untuk memperbaiki model Exponential. Pada model Exponential terdapat satu parameter lambda. Untuk memperbaiki estimasi parameter distribusi, dilakukan penambahan sehingga terdapat dua parameter lambda pada model Mixture Exponential. Hasil Tugas Akhir menunjukkan bahwa model Mixture Exponential lebih baik karena memiliki nilai VaR lebih besar dan pelanggaran yang lebih sedikit dibandingkan dengan model Exponential. Kata kunci : klaim asuransi, model mixture exponential, VaR Abstract Insurance claims are formal requests to insurance companies to request payment for unexpected misadventure. Insurance claims cannot be calculated with certainty and make insurance companies vulnerable to losses. Then an insurance claim model is needed to overcome the problem. The claim model obtained can be used to measure the risk of corporate losses. In a previous study that modeled insurance risk with Exponential, it showed that the model had a high risk. In this Final Project we will discuss the Exponential Mixture model to improve the Exponential model. In the Exponential model there is one lambda parameter. To improve the estimation of distribution parameters, an addition is made so that there are two lambda parameters in the Exponential Mixture model. The Final Project results show that the Exponential Mixture model is better because it has a greater VaR value and fewer violations compared to the Exponential model. Keyword : insurance claim, mixture exponential model, VaR
Implementasi Kontrol Pid Pada Sistem Robot Beroda Untuk Pelacak Posisi Dengan Gps Wahyu Rangga Pratama; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Robot pelacak posisi merupakan salah satu teknologi robot beroda yang memiliki misi bergerak secara otomatis dari posisi awal menuju posisi yang diberikan dengan memanfaatkan koordinat pada sumbu x dan sumbu y untuk melacak posisi. Dalam penggunaannya, RTP dapat berfungsi untuk memindahkan barang secara otomatis, membantu dalam melakukan pemetaan bidang tanah, dan menjadi supir otomatis untuk mengantarkan manusia. Namun agar RTP dapat berfungsi dengan baik, maka harus dipadukan dengan sistem global positioning (GPS) dan kompas. GPS merupakan sistem untuk memberikan posisi dan navigasi global dengan menggunakan satelit untuk memperoleh titik kordinat yaitu longitude (sumbu x) dan latitude (sumbu y). Kompas merupakan sistem untuk menentukan arah mata angin pada RTP saat bergerak menuju posisi yang dituju. Agar RTP dapat bergerak secara otomatis maka dibutuhkan suatu sistem kontrol. Sistem kontrol yang akan digunakan merupakan parameter kontrol PID. Sistem kontrol yang dirancang untuk robot pelacak posisi menggunakan metodedengan Kp = 12, Ti= 0.83 s , Ki = 14.55 , Td = 0.21 s ,dan Kd = 2.48. Kata Kunci: Robot Pelacak Posisi,GPS, PID, Ziegler- Nichols. Abstract Position tracking robot is one of the wheeled robot technology which has a mission to move automatically from the initial position to the given position by utilizing coordinates on the x axis and y axis to track position. In its use, RTP can function to move goods automatically, help in mapping land parcels, and become an automatic driver to deliver humans. But in order for RTP to function properly, it must be combined with a global positioning system (GPS) and compass. GPS is a system to provide global positioning and navigation by using satellites to obtain coordinate points that are longitude (x axis) and latitude (y axis). Kompas is a system to determine the direction of the wind on RTP when moving towards the intended position. In order for RTP to move automatically, a control system is needed. The control system that will be used is a PID control parameter. A control system designed for position tracking robots using the Zieglernichols method Kp = 12, Ti= 0.83 s , Ki = 14.55 , Td = 0.21 s ,and Kd = 2.48 Keywords: Position Tracking Robot,GPS,PID. Ziegler- NicholImplementasi Kontrol Pid Pada Sistem Robot Beroda Untuk Pelacak Posisi Dengan Gps
Pengembangan Motif Terumbu Karang Jenis Pavona Decussaata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Dengan Metode Lindemayer System (l-system) Abdul Rohim; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan kerajinan dari Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dalam pengembangannya batik memiliki begitu banyak corak, hal ini dikarenakan keranekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Motif batik banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dari pengrajin. Keanekaragaman biota laut di Indonesia dapat menjadi acuan untuk mengembangkan motif batik yang baru. Salah satunya dengan menggunakan terumbu karang sebagai motif batik. Pada tugas penelitian ini, telah dibuat motif karang jenis pavona decussata dengan menggunakan metode L-System. Pada pembuatan motif karang ini, terdapat beberapa operasi matematika yang memiliki fungsi untuk membentuk gambar karang. Dari hasil pengujian dengan melakukan survey, 7% menyatakan sangat layak, 46% menyatakan layak dan 36% menyatakan cukup layak karang pavona decussata dijadikan motif batik. Kata kunci : Batik, Pavona Decussata, L-System, Aplikasi Web. Abstract Batik is a craft from Indonesia that has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. In its development batik has so many features, this is due to the ethnic and cultural diversity in Indonesia. Batik motifs are heavily influenced by the surrounding environment of craftsmen. Marine biota in Indonesia can be a reference for developing new batik motifs. One of them is by using coral as a batik motif. In this research, pavona decussata type coral motif was made using the L-System method. In making this coral motif, there are several mathematical operations that have a function to form coral images. From the results of testing by conducting a survey, 7% stated that it was very feasible, 46% said it was feasible and 36% stated that it was worthy of the coral pavona decussata as a batik motif.. Keywords: Batik, Pavona Decussata, L-System, Web Aplication.
Perancangan Instrument Pengukuran Konsentrasi Gas Hidrogen Pada Reaktor Biogas Bagian Anaerobic Digester Wisnu Abdiguna Surahman Murti; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biogas merupakan salah satu cara untuk mendapatkan energi terbarukan. Biogas dapat diperoleh dengan proses anaerob. Salah satu produk biogas untuk energi terbarukan ialah hidrogen. Gas hidrogen merupakan unsur paling melimpah di alam semesta dengan persentase sekitar 75% dari total massa unsur di alam semesta. Hidrogen merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan karena tidak menimbulkan emisi gas buang yang berbahaya. Gas hidrogen tidak berwarna, tidak berbau dan mudah terbakar. Karena sifatnya yang mudah terbakar, gas hidrogen dapat dijadikan sumber bahan bakar. Namun data konsentrasi gas hidrogen (H2) sulit didapatkan, karena pada saat ini alat untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen sangat terbatas. Maka dari itu untuk memecahkan permasalahan diatas ialah dengan membuat suatu alat ukur. Pada penelitian ini dibuat instrumen pengukuran konsentrasi gas hidrogen (H2) pada biogas dari hasil fermentasi nasi, jagung, dan kentang dalam Anaerobic Digester Reactor dengan skala 10 liter menggunakan sensor MQ-8 dengan rentang pengukuran sebesar 100-10.000 PPM untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen (H2). Instrument pengukuran yang sudah dibuat nantinya dilakukan kalibrasi agar layak digunakan untuk mengukur konsentrasi gas hidrogen (H2). Perancangan instrumen pengukuran ini menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler yang nantinya akan dikalibrasi dengan membandingkan hasil sensor MQ-8 dan hasil gas chromatograph sebagai nilai akhir. Kata kunci: Biogas, Konsentrasi Gas Hidrogen, MQ-8, Arduino Uno. Abstract Biogas is one way to get renewable energy. Biogas can be obtained by anaerobic process. One of the biogas products for renewable energy is hydrogen. Hydrogen gas is the most abundant element in the universe with a percentage of about 75% of the total mass of elements in the universe. Hydrogen is alternative energy that is eco friendly because it doesn’t cause harmful exhaust emissions. Hydrogen gas is colorless, odorless and flammable. Because of its flammability, hydrogen gas can be used as a fuel source. But the data on the concentration of hydrogen gas (H2) is difficult to obtain, because at this time the equipment for measuring the concentration of hydrogen gas is very limited. Therefore to solve the above problems is to make a measuring instrument. In this study, there will be made a set of measurement instrument for the concentration of hydrogen gas (H2) in biogas was made from fermented rice, corn, and potatoes with a scale 10-liter Anaerobic Digester Reactor using MQ-8 sensor with a measuring range of 100- 10,000 PPM to measure hydrogen gas concentration ( H2). Measurement instruments that have been made will then be calibrated so that they are suitable to be used to measure the concentration of hydrogen gas (H2). The design of this measurement instrument uses Arduino Uno as a microcontroller which will be calibrated by comparing the results of the MQ-8 sensor and the gas chromatograph result as the final value. Key word: Biogas, Hydrogen Gas Concentration, MQ-8, Arduino Uno..
Klasifikasi Topik Berita Berbahasa Indonesia Menggunakan Multilayer Perceptron Grace Tika; Adiwijaya Adiwijaya; Niken Dwi Wahyu Cahyani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berita adalah salah satu representasi dari kehidupan nyata sosial yang selalu menggambarkan isu-isu yang masih banyak dan sering dibagikan oleh masyarakat. Setiap hari, selalu ada pembaruan berita sehingga menjadikannya berita yang baru dan membuat berita mengalir semakin banyak. Dengan adanya internet membuat berita lebih mudah dan cepat tersebar luaskan. Karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat melakukan klasifikasi terhadap berita agar berita tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan kategori seperti Teknologi, Budaya, Pendidikan, dan lain-lain. Salah satu cara yang dapat mengatasi permasalah tersebut adalah dengan adanya sistem klasifikasi menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Metode jaringan syaraf tiruan ini dapat menciptakan suatu pola pengetahuan dengan kemampuan belajar (self organizing) dan secara optimasi, jaringan syaraf tiruan dapat menemukan jawaban terbaik. Sehingga metode jaringan syaraf tiruan ini menarik dan bagus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dari hasil terbaik penelitian yang didapat ini dinyatakan dalam F1-measure micro-average dengan nilai performansi mencapai 77,44% dimana data berita berbahasa Indonesia yang digunakan memiliki berbagai macam keragaman yang dapat mempengaruhi proses stemming. Kata kunci : Berita, text preprocessing, text classification, Multilayer Perceptron Abstract News is one of the representation of real social life that always illustrates issues that are still many and often shared by the community. Every day, there is always a news update so that it makes new news and makes the news flow more and more. With the internet, the news makes it easier and faster to spread. Because of that problem, it requires a system that can classify news so that the news can be grouped by categories such as Technology, Culture, Education, and others. One method that can overcome this problem is the existence of a classification system using Artificial Neural Networks (ANN). This artificial neural network method can create a pattern of knowledge with self-organizing and optimization, artificial neural networks can find the best answer. So this artificial neural network method is interesting and good for overcoming these problems. The results of this research are stated in F1-measure micro-average with performance values reaching 77.44% which is the data of Indonesian news has various types that can influence the stemming process. Keywords: News, text preprocessing, text classification, Multilayer Perceptron
Pergerakan Dan Kontrol Kaki Pada Robot Pemanjat Dinding Muhammad Fadel Nugraha; Mohamad Ramdhani; Ramdhan Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robot pemanjat dinding merupakan robot yang dapat berjalan pada medan vertikal. Robot ini terinspirasi oleh hewan cicak yang dapat menempel pada dinding. Robot ini dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam bidang ketinggiancontohnya seperti pada pembersihan kaca luar gedung dan pembersihan pada bidang industri lainnya. Namun robot pemanjat dinding mempunyai salah satu kekurangan yaitu robot harus inisialisasi terlebih dahulu pada medan vertikal. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengontrol robot mulai dari posisi horizotal ke posisi vertikal secara otomatis. Pada dasarnya, robot pemanjat dinding dapat menggunakan kaki maupun roda. Untuk robot pemanjat dinding yang menggunakan roda maka akan lebih cepat mencapai ketinggian tertentu, sedangkan yang menggunakan kaki akan lebih kokoh dan kuat saat menempel. Dalam perkembangannya, robot pemanjat dinding sudah sangat berkembang pesat.Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam perancangan robot diantaranya metode Vacuum Suction, Magnetic Devices For Climbing Ferrous Surface, Attraction Force Based On Aerodynamic Principles, dan Dry Adhesives. Tujuan dari beberapa metode tersebut adalah mencari sistem yang paling efektif untuk mengangkat beban sampai ketinggian yang tidak terbatas. Pada tugas akhir ini, telah dirancang sebuah robot yang dapat bergerak dari medan horizontal ke medan vertikal secara bergantian. Keakuratan untuk setiap motor yang digunakan adalah motor servo A = 71.33%, motor servo B = 68.66% , dan motor servo C = 69.33%. Waktu yang dibutuhkan untuk satu langkah pergerakan robot secara horizontal adalah 31.636s. waktu yang dibutuhkan untuk bergerak 90º adalah 15.82s. Sedangkan untuk saru langkah pada medan vertikal selama 47.45s. Kata Kunci: Vacuum Suction, Robot Pemanjat Dinding, Motor servo
Perancangan Dan Pembangunan E-commerce Studiospace Menggunakan Framework Codeigniter Dengan Metode Iterative Incremental Datuk Arief Vikry; Irfan Darmawan; Nia Ambarsari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fotografi merupakan seni yang mempunyai banyak sekali peminat dari berbagai lapisan masyarakat. Dunia fotografi semakin berkembang termasuk juga kepada sektor bisnis, dimana banyak sekali penyedia jasa foto studio menawarkan paket-paket jasa fotografi yang mereka miliki. Seiring berkembangnya teknologi informasi khususnya internet mampu mengubah gaya hidup sebagian orang di Indonesia, salah satu pemanfaatan teknologi internet adalah aplikasi electronic commerce atau sering disebut ecommerce. Dengan adanya e-commerce perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumennya dengan lebih efisien Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan aplikasi e-commerce Studiospace yang dapat membantu para penyedia jasa foto studio untuk mempublikasikan paket-paket jasa fotografi dan mempermudah para pelanggan mendapatkan informasi tentang paket-paket jasa fotografi serta juga kemudahan bertransaksi atas pesanan paket jasa fotografi. Kata Kunci — electronic commerce, teknologi informasi, fotografi, foto studio Abstract Photography is an art that has a lot of enthusiasts from various layers of society. The world of photography is growing including the business sector, in which many service providers of photography offering packages that they have. As the development of information technology, especially the Internet can change the lifestyle most people in Indonesia, one of the applications of internet technology is often called electronic commerce or ecommerce. With the advent of e-commerce companies can establish business relationships with business associates or customers with more efficient. The aim of this study is to create an e-commerce application named Studiospace that can help service providers of photography to publish their packages and make it easier for customers to get information about the packages of photographic services as well as the ease of transaction-to-order photography service packages. Keywords — electronic commerce, information technology, photography, studio photo
Antena Helix Mode Axial Untuk Sensor Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (cp-sar) Pada Pesawat Tanpa Awak Aqil Aztris; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi radar yang digunakan untuk membuat gambar dua atau tiga dimensi suatu objek. SAR menggunakan sensor berupa antena yang  polarisasi gelombang yang dipancarkan berbentuk sirkular atau bisa disebut dengan Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR). CP-SAR dapat meminimalisir pergeseran fasa ketika gelombang melewati lapisan ionosfer, sehingga meningkatkan kualitas data citra yang dihasikan. Sistem CP-SAR akan digunakan pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) JX-1 sebagai ground testing. Pada penelitian ini dirancang antena helix dengan menggunakan mode axial untuk menghasilkan polaradiasi unidirectional, Right Hand Circular Polarized (RHCP) terhadap sumbu catuan.  Teknik pencatuan yang digunakan teknik pheriperal. Untuk teknik matching impedance mengunakan penambahan ¼ lilitan. Proses desain dan simulasi menggunakan software simulator antena. Proses realisasi menggunakan kabel tembaga dengan nilai konduktivas 5,7 x 107 mho/m. dan memiliki ketebalan  4 mm. Antena helix mode axial menghasilkan gain 9,61 dB , axial ratio 1,03 dB, VSWR 1,46 , return loss -14,97 dB, pola radiasi unidirectional dan bandwidth 568 MHz. Di desain 4 lilitan dengan total panjang antena adalah 29 cm dan memiliki berat 1,5 kg.     Kata Kunci: Antena Helix, Polarisasi Sirkular, CP-SAR, RHCP  Abstract Synthetic Aperture Radar (SAR) is one form of development of radar technology that is used to make two or three-dimensional images of an object. SAR uses a sensor consisting of a wave-polarized antenna that is emitted circularly or can be called a Circular Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR). CP-SAR can minimize the compilation phase shift through the ionosphere, thereby increasing the quality of the image image produced. The CP-SAR system will be used on the JX-1 Unmanned Aerial Vehicle (UAV) as a land test. In this study a helix antenna was designed for CP-SAR onboard UAV by using axial mode to produce unidirectional radiation pattern, the Right Hand Circular Polarized polarized Circular Right Hand (RHCP) on the axis of the union. The rationing technique used is pheriperal technique. For impedance matching techniques, use ¼ winding. Design and simulation process using antenna simulator software. The evaluation process uses copper cables with conductivity values of 5.7 x 107 mho / m. and has a thickness of 4 mm. The helix mode antenna produces 9.61 dB axial gain, 1.03 dB axial ratio, 1.46 VSWR, -14.97 dB return loss, unidirectional radiation pattern and 568 MHz bandwidth. 4 turns designed with a total antenna length of 29 cm and weighing 1.5 kg. Keywords: Helix Antenna, Circular Polarization, CP-SAR, RHCP
Perancangan Sistem Manajemen Kinerja Menggunakan Metode Performance Prism Di Pt Bhakti Unggul Teknovasi Muhammad Abdal Sidin; Christanto Triwibisono; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan bertambahnya jumlah dan kebutuhan fasilitas mahasiswa Telkom University dari tahun ke tahun, hal ini mendorong perusahaan untuk terus-menerus meningkatkan performanya agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Be Tel-U dituntut untuk senantiasa mengevaluasi kinerja karyawannya, meningkatkan performansi kerja dan memberikan layanan konsumen semakin baik agar dapat bertahan dari ketatnya persaingan usaha. Penelitian ini menjelaskan tentang manajemen pengukuran kinerja di PT Bhakti Unggul Teknovasi (Be Tel-U) menggunakan metode Performance Prism. Pengukuran kinerja perlu dilakukan pada Be Tel-U dengan menggunakan metode Performance Prism agar dapat merefleksikan kebutuhan dan keinginan dari setiap stakeholder yang diidentifikasikan dalam bentuk indikator (objective). Pengukuran kinerja dalam penelitian ini akan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan beberapa metode antara lain pembobotan dengan Analytical Hierachy Process (AHP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap KPI dan Scoring Sistem dengan metode Objectives Matrix (OMAX) untuk mengetahui nilai indeks total perusahaan pada tingat korporasi. Hasil rancangan menunjukkan bahwa ada 5 stakeholder di Be Tel-U meliputi: Pimpinan, Karyawan, Supplier, Pelanggan, dan Masyarakat sekitar. Hasil perancangan pengukuran kinerja pada Be Tel-U dengan Performance Prism disepakati terdapat 62 KPI keseluruhan, 12 KPI pimpinan, 16 KPI karyawan, 11 KPI pelanggan, 11 KPI Suplier, dan 12 KPI masyarakat. Hasil pengukuran ini menjadi landasan bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi dan menentukan rencana kerja perbaikan sehingga harapan dari semua stakeholder dapat terpenuhi. Kata kunci: Indikator, GAP Analysis, Performance Prism, KPI (Key Performance Indicator) Abstract Along with the increasing number and needs of Telkom University student facilities from year to year, this encourages companies to continue to improve their performance in order to compete with other business people. Be Tel-U is required to continuously evaluate the performance of its employees, improve performance, and provide better customer service in order to survive in intense competition. This study describes the management of performance measurement at PT Bhakti Unggul Teknovasi (Be Tel-U) using the Performance Prism method. Performance measurement needs to be done on Be Tel-U by using the Performance Prism method to reflect the needs and desires of each stakeholder identified in the form of objective indicators. Performance measurement in this study will be carried out in stages by using several methods including weighting with Analytical Hierachy Process (AHP) to determine the scale of priority values of each KPI and Scoring System with the Objectives Matrix (OMAX) method to determine the company's total index value at the level company. The design results show that there are 5 stakeholders in Be Tel-U including: Leaders, Employees, Suppliers, Customers and the surrounding Community. The results of design performance measurements at Be Tel-U with Prism Performance agree that there are 62 KPIs in total, 12 KPI leaders, 16 KPI employees, 11 KPI customers, 11 KPI Supliers, and 12 KPIs of society. These measurement results form the basis for management to evaluate and determine improvement work plans so that the expectations of all stakeholders can be fulfilled. Keywords: Indicator, GAP Analysis, Performance Prism, KPI (Key Performance Indicator)
Analisis Ukuran Risiko Expected Shortfall Pada Indeks Pasar Saham Reima Agustina Kusumawardani; Deni Saepudin; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengukuran risiko penting untuk dilakukan, terutama dalam dunia investasi yang berkaitan dengan jumlah dana yang besar. Salah satu ukuran risiko dalam manajemen keuangan adalah Expected Shortfall (ES). ES adalah nilai ekspektasi dari return jika return tersebut melampaui batas return maksimum (Value-at-Risk). VaR merupakan kerugian (return negatif) maksimum yang mungkin terjadi selama periode waktu dan tingkat kepercayaan tertentu. Pada tingkat kepercayaan 𝟗𝟎%, akan dicari nilai return terkecil yaitu 𝑽𝒂𝑹. Sehingga peluang munculnya nilai return kurang dari 𝑽𝒂𝑹 adalah 𝟎,𝟏. VaR tidak memperhatikan setiap kerugian yang ada dibawahnya. ES merupakan solusi untuk menyelesaikan masalahan tersebut. Hasil perhitungan menyatakan bahwa dari beberapa tingkat kepercayaan, terdapat return negatif yang lebih kecil dari VaR dan ES terbukti dapat mengatasinya. Hasil penelitian dari perhitungan ES empiris dan ES teoris menyatakan bahwa selisih error kedua perhitungan tidak jauh berbeda. Penelitian ini menghitung VaR dengan memodifikasi metode Historical Simulation dan melakukan analisis perhitungan risiko ES dengan melibatkan fungsi distribusi dari peubah acak atau observasi. Pada perhitungan ES dilibatkan nilai VaR, tingkat kepercayaan dan jumlah observasi. Data yang akan digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah data return mingguan dari indeks saham JKSE. Kata kunci : expected shortfall, value at risk, risiko, return, historical simulation, fungsi distribusi Abstract Risk measurement is important to do, especially in the world of investment relating to large amounts of funds. One of risk measure in financial management is Expected Shortfall (ES). ES is the expected value of return if the return exceeds the maximum return limit (Value-at-Risk). VaR is the maximum loss (negative return) that may occur over a period of time and a certain of confidence level. At a 90% confidence level, the smallest return value, called VaR. So the probability of the return value less than VaR is 0.1. VaR does not give information to any losses below it. ES is a solution to solve this problem. The calculation results state that from several levels of confident, there is a negative return that is smaller than VaR and ES is proven to be able to overcome it. The results of the empirical and theorists ES calculation declare that the error deviation between the two calculations is not much different. This study calculates VaR by modifying the Historical Simulation method and analyzing ES risk calculations by involving the distribution function of random variables or observations. The ES calculation involves the VaR value, confidence level and number of observations. The data that will be used in this Final Project is the weekly return data from the JKSE stock index. Keywords: expected shortfall, value at risk, risiko, return, historical simulation, distribution function

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue