Articles
8,304 Documents
Pembuatan Aplikasi Penerima Data Eeg Tiga Kanal
Sania Marcellina Bryan;
Achmad Rizal;
Sugondo Hadiyoso
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Otak merupakan pengendali utama fungsi tubuh. Apabila otak dalam kondisi sehat maka mendorong terhadap kesahatan tubuh dan mental, namun sebaliknya jika otak terganggu maka kesehatan tubuh dan mental juga terganggu. Electroencephalograph (EEG) umumnya digunakan dalam berbagai bidang ke ilmuan khususnya dibidang kesehatan yang berfungsi untuk merekam aktivitas gelombang sinyal pada otak. Mindwave merupakan salah satu perangkat EEG yang paling terjangkau untuk suatu penelitian. Tugas akhir ini akan menyajikan analisis sinyal EEG tiga kanal dengan menggunakan software LabVIEW. Pada software ini akan menunjukan hasil rekaman dan hasil sinyal setelah di filter. Analisis ini menggunakan metode Fast Fourier Transform(FFT) yang digunakan untuk mengubah sinyal EEG yang berbasiskan domain waktu ke domain frekuensi. Selanjutnya di filter untuk mendapat sinyalsinyal yang terdapat pada setiap kanalnya yaitu delta (1-4)Hz, theta (4-8)Hz, alpha (8-13)Hz dan beta (1330)Hz. Berdasarkan pengolahan sinyal yang telah dilakukan maka akan menghasilkan sebuah aplikasi yang menampilkan klasifikasi sinyal pada personal computer (PC) yang terhubung dengan LED untuk mengidentifikasi sinyal yang lebih dominan pada saat perekaman. Sistem yang telah dibuat menujukan hasil dengan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan perangkat EEG lainnya. Kata kunci : Electroencephalograph, Mindwave, Fast Fourier Transform, LabVIEW, Filter
Perancangan Dan Implementasi Hovercraft Sebagai Pemantau Banjir
Imam Azhari;
Burhanuddin Dirgantoro;
Agung Nugroho Jati
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bencana banjir yang sering kali terjadi di kota Bandung telah menimbulkan banyak kerugian yang cukup besar seperti rusaknya sarana prasarana umum dan juga menghambat sistem kerja, pendidikan, serta perekonomian didaerah ini. Dikarenakan seringnya terjadi banjir di kota ini, maka diperlukan suatu alat yang secara langsung memantau keadaan pada saat banjir. Namun untuk pemantauan yang maksimal, dibutuhkan alat yang dapat melintasi bebagai rintangan dan berbagai medium. Alat tersebut adalah Hovercraft, sebuah kendaraan amphibi mini yang dapat melintasi medan darat, air, lumpur maupun ladang bakau dan tahan dengan segala kondisi cuaca, digerakkan menggunakan tiga buah propeller untuk melayang dan bermanuver yang juga dilengkapi dengan kamera untuk memantau keadaan banjir di daerah Bandung Selatan. Hovercraft menggunakan arduflyer untuk kontrol sistem, serta unuk display dan sistem mekanik menggunakan motor servo untuk menggerakkan flaps. Hovercraft menggunakan 1 motor brushless sebagai pengangkat dan 2 motor brushless sebagai pendorong. Kata kunci : Hovercraft, Pemantau Banjir, Arduflyer, Brushless.
Implementasi Dan Analisis Performansi Wireless Distribution System Pada Layanan Video Conference
Rivaldi Fawzian;
Rendy Munadi;
Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi jaringan nirkabel (wireless) yang berkembang saat ini sangatlah pesat dan dibutuhkan. Dengan teknologi ini kita tidak perlu untuk menyambungkan kabel Ethernet ke perangkat kita untuk dapat terhubung ke suatu jaringan ataupun internet. Kebutuhan jaringan nirkabel (wireless) dapat dipengaruhi oleh semakin pesatnya pertumbuhan perangkat-perangkat yang praktis untuk dibawa oleh suatu individu. Kebutuhan manusia yang selalu ingin update akan perkembangan dunia sosial ataupun teknologi mengharuskan suatu individu untuk selali terhubung ke suatu jaringan internet. Terlebih dalam suatu perusahaan diharuskan karyawan untuk selalu terhubung dengan jaringan perusahaan tersebut untuk urusan pekerjaan. Seiring meningkatnya pertumbuhan dan kebutuhan jaringan nirkabel (wireless) menyebabkan perluasan area jaringan nirkabel (wireless) untuk suatu layanan agar tidak terputus-putus ketika kita harus berpindah area atau tempat. Oleh sebab itu, salah satu solusi untuk memperluas jaringan wireless adalah dengan menggunakan metode wireless distribution system. Wireless distribution system adalah sistem yang memungkinkan untuk interkoneksi antar Access Point (AP) sehingga jaringan wireless terbentuk mempunyai area yang luas. Pada tugas akhir ini, penulis akan memasang wireless distribution system dalam keadaan dynamic dimana akan memudahkan dalam membuat suatu jaringan yang luas. Namun jika dipasang dalam keadaan dynamic, jaringan wireless yang terbuat akan mudah terjadi looping. Maka dari itu penulis juga akan memasukkan metode Rapid Spanning Tree Protocol untuk mencegah looping paket yang akan terkirim. Sebuah perangkat Access Point (AP) belum tentu memiliki metode wireless distribution system. Pada topologi ini juga dibutuhkan bandwidth management agar dapat memaksimalkan bandwidth yang dibentuk. Pada wireless distribution system sebuah access point yang dijadikan root AP akan terhubung ke router atau server dengan kabel Ethernet. Penulis juga akan menggunakan router mikrotik untuk bandwidth management pada jaringan wireless yang akan dibuat Pada proposal tugas akhir ini akan diimplementasikan dan dianalisa dynamic wireless distribution system pada layanan video conference. Perancangan yang dilakukan adalah memodelkan 2 client yang akan melakukan video conference dengan menggunakan 1 server. Lalu membagi traffic ke access point station lalu di kirim ke access point lain dengan menggunakan metode wireless distribution system. Kemudian akan dilakukan analisa pada layanan video conference
Desain Dan Implementasi Voice Command Menggunakan Metode Mfcc Dan Hmms
Muslim Sidiq;
Tjokorda Agung Budi Wirayuda;
Siti Sa'adah
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semakin seringnya interaksi manusia terhadap teknologi menuntut pengembangan metode interaksi dengan mesin ke arah yang lebih natural. Suara yang merupakan komunikasi yang paling sering digunakan manusia menjadikannya salah satu metode interaksi yang natural. Maka dari itu pengembangan sistem yang dapat mengenali ucapan manusia sebagai suatu aksi pada mesin dapat menjadi satu pilihan untuk permasalahan tersebut. Voice command yang merupakan sistem speech recognition untuk meberikan fungsi dan aksi pada sistem yang telah didefinisikan sebagai Command dan Control systems. Nilai amplitudo diambil dari sinyal suara masukan, sehingga didapatkan kumpulan angka real yang menjadi nilai masukan untuk ekstraksi ciri. Metode ekstraksi ciri yang digunakan pada tugas akhir ini adalah Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC). Tahapan awal MFCC adalah memecah nilai amplitudo sinyal masukan menjadi frame-frame yang diolah dengan menggunakan mel-filterbak yang diadaptasi dari cara kerja pendengaran manusia. Hasil ekstraksi ciri kemudian dibuat menjadi codebook yang digunakan sebagai inputan simbol pada HMM untuk membentuk model dari setiap kata. Ketika pengujian ciri dari sinyal uji yang telah dikuantisasi kemudian dicocokan dengan model yang telah dibuat pada tahap sebelumnya, sehingga kata dapat dikenali. Dari hasil pengujian, sistem dapat mengenali kata yang diucapkan penutur dengan nilai akurasi rata-rata sebesar 93.89% pada lingkungan tanpa noise, dan 58.1% pada lingkungan dengan noise. Kata kunci: Voice Command, MFCC, HMMs
Implementasi Dan Analisis Konsep Personal Learning Environment Pada Learning Management System
Irwinda Putri;
Kusuma Ayu Laksitowening;
Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Sebagai aplikasi e-learning, Learning Management System (LMS) cenderung lebih memfasilitasi kebutuhan institusi dimana tools dan konten belajar ditentukan oleh pengajar atau institusi, serta disimpan dan dikelola secara terpusat. Akibatnya, LMS kurang fleksibel bagi pelajar untuk mengelola lingkungan belajarnya sendiri. serta berkolaborasi dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain. Keterbatasan itu dapat ditangani dalam konsep Personal Learning Environment (PLE) yang memfasilitasi pelajar membangun lingkungan belajarnya sendiri serta mendukung kolaborasi dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain tanpa terikat institusi. Pada penelitian ini, dikemukakan bagaimana konsep PLE dapat diterapkan pada LMS melalui sebuah aplikasi yang mendukung konsep PLE kemudian mengintegrasikannya dengan LMS. Ini memungkinkan pelajar membangun PLE-nya melalui LMS sehingga hal baru yang perlu dipelajari dapat dikurangi. Pada akhir penelitian dilakukan expert evaluation untuk mengetahui kualitas aplikasi dari segi kemudahan navigasi, program bantuan atau tutorial, teknis dan estetika, serta kualitas aplikasi dalam membangun sebuah PLE. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sudut pandang expert dua aspek terakhir dinilai sudah cukup baik. Kata kunci: learning management system, personal learning environment, expert evaluation
Perencanaan Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Corazza A452 Dan Corazza Ff100 Line 3 Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs)
Triastuty Pardede;
Rd. Rohmat Saedudin;
Sutrisno Sutrisno
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK PT XYZ merupakan perusahaan yang menghasilkan produk keju olahan yang memiliki 6 line varian produk. Salah satu produknya ada pada sistem line 3. Berdasarkan total downtime masing-masing line, line 3 memiliki total downtime mesin tertinggi. Selain itu, performansi mesin akan sangat mempengaruhi hasil produksi. Rangkaian proses produksi pada line 3 ini dimulai dari cooking pada mesin sthepan kettle, filling pada mesin corazza FF100 dan packing cartoon pada mesin corazza A452. Mesin Corazza FF100 dan mesin corazza A452 memiliki jumlah frekuensi kerusakan tertinggi pada line 3. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi proses produksi. Untuk mendukung performasi mesin maka dibutuhkan suku cadang yang selalu tersedia ketika ada komponen atau part yang mengalami kegagalan atau kerusakan. Penentuan criticality items akan membantu prioritas pengadaan suku cadang dengan menggunakan Reliability Centered Spares (RCS). Selain itu, penentuan jumlah kebutuhan suku cadang selama satu periode juga diperlukan untuk memastikan berapa banyak suku cadang yang dibutuhkan selama satu periode dengan menggunakan metode Poisson Process. Penentuan minimum dan maksimum stock level berdasarkan service level juga akan membantu untuk memastikan suku cadang akan selalu tersedia saat dibutuhkan dan akan mengurangi kemungkinan stockout. Pada hasil RCS didapatkan 5 komponen dan 8 parts pada mesin Corazza A452, 1 komponen dan 18 parts pada mesin Corazza FF100 yang termasuk pada level criticality A dan B. Selanjutnya dengan metode Poisson Process didapat jumlah kebutuhan suku cadang untuk periode 1 tahun dan stock level berdasarkan service level didapatkan jumlahnya untuk masing-masing komponen dan parts. Total Inventory cost untuk dengan mempertimbangkan variabel ordering cost, stockout cost, holding cost dan purchasing cost didapat totalnya adalah Rp 485.127.352,20. Keywords: Reliability Centered Spares, Poisson Process, Service Level
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Double Inverted Fl (difl) Pada Range Frekuensi (3,3 – 3,4) Ghz
Miftahul Ridho;
Zulfi Zulfi;
Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan manusia terhadap teknologi komunikasi juga semakin meningkat, terutama di bidang teknologi komunikasi wireless. Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX), teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu contoh alat pendunkung dalam dalam teknologi tersebut, yakni antena. Antena didefinisikan sebagai suatu transformator struktur transmisi antara saluran transmisi dengan gelombang ruang bebas berupa suatu gelombang elektromagnetik atau sebaliknya. Antena berfungsi sebagai penerima dan pelepas energi elektromagnetik sehingga memiliki peranan penting dan mutlak harus ada dalam suatu komunikasi wireless. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi antena mikrostrip DIFL bekerja pada frekuensi range frekuensi 3,3 – 3,4 GHz. Frekuensi ini merupakan salah satu frekuensi kerja dari teknologi. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini yaitu antena mampu menghasilkan karakteristik yang bekerja pada frekuensi tengah 3,35 GHz dengan bandwidth sebesar 100 MHz untuk nilai VSWR < 1,5. Keyword: Double Inverted –FL antenna, WiMAX
Perbandingan Protokol Keamanan Wireless Sensor Network Leap Dan Rkp
Taufik Akbar;
Fazmah Arif Yulianto;
Sidik Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Protokol keamanan pada jaringan merupakan hal yang sangat penting dan mempengaruhi keberlangsungan jaringan. Jaringan sensor nirkabel merupakan jaringan yang rentan dalam hal keamanan, kerentanan ini dapat menyebabkan kebocoran informasi, pemalsuan informasi, bahkan penyusupan kedalam jaringan yang dapat merusak jalur informasi pada jaringan. Terbatasnya kapasitas memori dan energi pada sensor menyebabkan tidak sembarang protokol kemanan dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis performa protokol keamanan Localized Encryption and Authentication Protocol (LEAP) dan Random Key Pre-distribution (RKP) yang dapat digunakan pada jaringan sensor nirkabel dan membandingkan manakah yang lebih baik dengan menggunakan aplikasi NS3. Kata Kunci : Wireless Sensor Network, Jaringan Sensor Nirkabel, LEAP, RKP, NS3
Analisis Dan Perancangan Aplikasi Personal File Menggunakan Metode Itterative Incremental Pada Telkom Pcc
Bala Putra Dewa;
Yuli Adam Prasetyo;
Irfan Darmawan
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Telkom Professional Certification Center (TPCC) merupakan salah satu lembaga atau perusahaan penyedia jasa pelatihan di Indonesia, perusahaan tersebut didirikan sebagai wujud dedikasi PT. Telekomunikasi Indonesia, tbk. Melalui yayasan pendidikan telkom dengan menawarkan pelatihan berstandar nasional maupun internasional untuk membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Sebelum menggunakan nama Telkom Professional Certification Center, nama lembaga ini adalah Telkom Professional Development Center (Telkom PDC). Dalam menjaring mahasiswa, lembaga ini bergabung dengan Seleksi Masuk Bersama Telkom (SMBB Telkom). Namun pada Januari 2015, Telkom PDC tidak lagi tergabung dengan seleksi tersebut dikarenakan target customer bukan hanya mahasiswa, melainkan pegawai profesional. Dengan adanya kondisi tersebut, Telkom PCC mulai memiliki masalah dalam mengatur dan mengelola pelatihan yang ditawarkan, baik internal dan eksternal. Telkom PCC membutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mengelola data user, data trainer, data pelatihan dan pembayaran untuk membantu meningkatkan produktivitas agar tetap berjalan seperti tujuan awal adanya lembaga tersebut. Kata kunci :Personal File, Telkom PCC, Metode Itterative dan Incremental
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip S-band Susunan Linier Untuk Radar Kapal
Arnold Nicolas;
Heroe Wijanto;
Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak Radio Detection and Ranging (RADAR) berfungsi untuk mendeteksi, mengukur jarak, ketinggian dan memetakan suatu objek. Karena kemampuannya itu RADAR dapat digunakan untuk melihat objek- objek di laut dan udara pada jarak jangkauan yang luas meskipun cuaca buruk seperti hujan badai dan kabut. Teknologi RADAR merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu lembaga dan aparat negara dalam mengawasi dan mengamankan perairan Indonesia. Salah satu bagian RADAR yang berperan penting adalah Antena. Antena ini mampu melakukan proses kirim-terima sinyal yang mendeteksi keberadaan suatu objek di sekitar RADAR dalam jarak tertentu. Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai pembuatan antena untuk RADAR kapal dengan menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line dengan bentuk patch rectangular dengan jumlah 8 elemen yang dibuat secara bersusun satu kali delapan. Untuk mempermudah proses perancangan digunakan software simulasi CST Microwave Studio 2010. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi antena sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi antena digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antena dengan frekuensi tengah 3.006 GHz, dengan bandwidth 100 MHz, pada VSWR 1.002, serta memiliki gain sebesar 10.17 dB. Kata kunci : Antena Mikrostrip, Radar, S-Band