cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Dan Analisis Purwarupa Untuk Sistem Pemantauan Fiber Optik Dengan Power Meter Optik Berbasis Esp8266 Aulia Nugraha; Akhmad Hambali; Efri Suhartono
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat ini Optical Power Meter (OPM) banyak digunakan dalam sistem komunikasi serat optik. OPM adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur nilai daya dari suatu sinyal optik yang ditransmisikan. Umumnya OPM digunakan untuk mengetahui kualitas dari sebuah jaringan sistem komunikasi serat optik yang telah dibangun. Oleh karena itu OPM dapat digolongkan sebagai alat yang penting dalam sistem komunikasi serat optik. Namun, OPM memiliki beberapa kelemahan. Selain termasuk kedalam alat yang mahal, OPM juga tidak dapat menampilkan hasil pengukuran pada platform/perangkat lain. Dari kelemahan tersebut maka dikembangkan suatu alat yang lebih efisien, lebih terjangkau dan dapat dibuat sendiri, serta memiliki kemampuan sistem monitoring terhadap hasil pengukuran sinyal optik yang kemudian ditransmisikan melalui jaringan Internet of Things (IoT). Sistem pengukuran OPM memanfaatkan modul Small Form-Factor Pluggable (SFP) yang diintegrasikan dengan nodeMCU ESP8266. Setelah dilakukan implementasi dan analisis didapatkan kesimpulan akurasi sensor photodetector dengan nilai 99%, dengan sistem bekerja pada kondisi LOS mencapai 120m dan kondisi NLOS mencapai 40m. Aplikasi dan pengujian ini dilakukan dengan QoS pada level 0 mendapatkan delay rata-rata dari broker menuju subscriber sebesar 17ms dan throughput sebessar 63Bytes/s. Selain itu broker masih bekerja dengan baik setelah menjalani pengujian ketahanan selama 30 hari. Kata Kunci : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT. Abstract At present Optical Power Meter (OPM) is widely used in fiber optic communication system. OPM is a device to measure the power value of a transmitted optical signal. Generally OPM is used to determine the quality of a network of fiber optic communication systems that have been built. Therefore, OPM can be classified as an important tool in fiber optic communication system. However, OPM has several weaknesses. In addition to being an expensive tools, OPM also can’t display the measurement results on other platforms/devices. From these weaknesses, developed a more efficient, more affordable and self-made tool, and has the ability to monitor the results of optical signal measurements then transmitted through the network of Internet of Things (IoT). The OPM measurement system utilizes the Small-form Factor Pluggable (SFP) module that is integrated with the ESP8266 nodeMCU. After the implementation and analysis, got the conclusion of photodetector sensor accuracy with 99% value, with system working on condition of LOS reach 120m and NLOS condition reach 40m. Application and testing is done with QoS at level 0 getting average delay from broker to subscriber of 17ms and throughput sebessar 63Bytes/s. In addition brokers still work after endurance testing for 30 days. Keyword : OPM, Monitoring, SFP, nodeMCU ESP8266, MQTT
Perancangan Dan Realisasi Bandpass Filter Mikrostrip Ring Square Resonator Pada Frekuensi X-band (9.4 Ghz) Untuk Radar Fm-cw Pengawas Pantai Rizky Maulana Putra; Bambang Setia Nugroho; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa  ini  perkembangan  teknologi  di  Indonesia,  khususnya  dalam  bidang  telekomunikasi berkembang semakin pesat. Hal tersebut juga tidak terlepas dari perangkat-perangkat yang mendukung terjalinnya komunikasi dengan baik dan lancar. Filter merupakan suatu perangkat transmisi yang memiliki fungsi untuk melewatkan frekuensi tertentu dengan meloloskan frekuensi yang diinginkan (passband) dan meredam frekuensi yang tidak diinginkan (stopband). Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan sebuah Bandpass filter menggunakan metode ring square resonator berbasis mikrostrip untuk radar FM-CW pengawas pantai. Radar ini menggunakan sebuah Bandpass filter yang bekerja pada frekuensi X-band, dimana frekuensi X-band itu sendiri berada pada rentang 8GHz – 12 GHz. Filter yang digunakan berbasis mikrostrip mengingat frekuensi kerjanya yang tinggi. Untuk mendapatkan hasil tersebut, filter ini harus memiliki tingkat akurasi slope yang tajam dan memiliki bandwidth 60 MHz. Pada perancangan bandpass filter  menggunakan metode ring square resonator dan simulasinya Ansoft HFSS 15.0. Filter yang dirancang menggunakan Substrat Rogers Duroid 5880. Pada tugas akhir ini telah dibuat sebuah Bandpass filter memiliki frekuensi kerja 9.367 GHz – 9.43 GHz, dan frekuensi tengah pada Bandpass filter ini yaitu sebesar 9.4 GHz dengan bandwidth 63 MHz. Nilai return loss sebesar -10.977 dB, nilai insertion loss sebesar -3.917 dB. Kata kunci: Filter, Bandpass Filter, frekuensi X-Band, Radar FM-CW, pengawas pantai, ring square resonator.
Perancangan Dan Realisasi Antena Tekstil Body Centric Untuk Komunikasi Wbans Merghita Zahrah Yuliandari; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi wireless merupakan bagian penting dalam perkembangan sistem komunikasi generasi ke-4. Dan salah satu dari teknologi yang dikembangkan saat ini adalah Body Centric Wireless Communications (BCWCs). Teknologi BCWCs yang dipakai pada tugas akhir ini adalah Wireless Body Area Networks (WBANs). Dan pada perkembangannya kini antenna tidak hanya berbentuk seperti antenna yang biasa tetapi kini sudah ada antenna yang berbahan dasar kain. Dalam merancang sebuah antenna, dilakukan studi parametrik untuk mendapatkan dimensi antenna yang bisa bekerja pada frekuensi UWB dan bisa digunakan untuk komunikasi BCWCs. Jenis antenna yang digunakan adalah microstrip patch hexagonal, pada bagian substrat digunakan bahan aramid fabric dan untuk patch dan groundplane menggunakan bahan tekstil zelt electro fabric. Selain itu antenna body centric ini juga menggunakan phantom dalam simulasi untuk menggantikan bagian-bagian tubuh manusia seperti skin,fat, muscle, dan bone yang berdekatan dengan antenna. Tugas akhir ini membahas tentang bagaimana hasil simulasi dan pengukuran parameter antenna berdasarkan bahan antenna tekstil dan bagaimana pengaruh tubuh terhadap performansi antenna pada jarak tertentu. Parameter yang akan dilihat adalah VSWR, impedansi, pola radiasi, dan gain. Simulasi dilakukan dalam software CST Microwave Studio. Perancangan dan simulasi antena tekstil body centric menghasilkan antenna yang bisa diaplikasikan untuk komunikasi WBANs yang bekerja pada rentang frekuensi UWB. Hasil yang didapatkan dalam tugas akhir ini meliputi frekuensi kerja sebesar (3.1 - 10.6) GHz, bandwidth selebar 7.5 GHz, VSWR≤ 2, impedansi input mendekati 50 Ω, gain sebesar 3.914 dBi di frekuensi center yaitu 6.85 GHz pada pengukuran antena saat dekat 2 mm dari tubuh manusia, memiliki polarisasi elips dan pola radiasi omnidirectional. Kata kunci : antena tekstil body centric, mikrostrip patch hexagonal
Perancangan Dan Implementasi Algoritma Genetika Pada Sistem Penjadwalan Perkuliahan Meita Dian Hapsari; Burhanuddin Dirgantoro; Budhi Irawan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Penjadwalan mata kuliah dalam suatu kampus, masih menjadi isu yang menarik dan secara luas masih diteliti oleh banyak orang. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan hasil paling optimal dan sesuai yang diinginkan untuk sistem penjadwalan mata kuliah khususnya di universitas-universitas yang memiliki banyak mahasiswa, dosen dan mata kuliah. Pada penelitian ini penulis mengimplementasikan Algoritma genetika untuk menghasilkan kombinasi penjadwalan matakuliah yang optimal. Algoritma genetika merupakan suatu metode heuristic yang dikembangkan berdasarkan prinsip genetika dan proses seleksi alamiah Teori Evolusi Darwin. Struktur algoritma genetika yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan proses inisialisasi, elitisme, seleksi roulette whell, crossover, mutasi dan simpan individu terbaik dan generasi terakhir. Pada penelitian ini maksimal populasi sebanyak 15 individu dan probabilitas crossover banding probabilitas mutasi 0,9 : 0.1 . Hasil pengujian yang telah dilakukan menghasilkan nilai fitness sebesar 0.98 dengan waktu kurang lebih 22 jam atau kurang dari 24 jam dan untuk hasil import penggabungan dari database relational ke algoritma genetika menghasilkan nilai fitness yang lebih baik dengan waktu yang lebih singkat dibanding proses running hanya algoritma genetika.Terdapat batasan mayor dan minor pada pengimplentasian pengujian penjadwalan di Universitas Telkom. Batasan mayor meliputi tidak adanya bentrok mata kuliah, tidak adanya bentrok dosen dan kesesuaian hari mengajar dosen yang diharapkan dapat terpenuhi seluruhnya. Adapula batasan minor yang meliputi ideal kesesuaian hari lebih dari 1hari,kapasitas ruangan dan kesesuaian fakultas ruangan. Dimana batasan minor ini diberikan toleransi jika tidak seluruhnya terpenuhi. Dengan hasil nilai fitness yang telah mencapai 0.98 tersebut batasan mayor sudah seluruhnya terpenuhi,dan ada beberapa batasan minor yang tidak dapat terpenuhi namun tidak lebih dari 2% dari kemungkinan solusi yang ada. Kata Kunci : Algoritma Genetika , Penjadwalan
Analisis Pengaruh Metode Reduksi Dimensi Minimum Redundancy Maximum Relevance Pada Klasifikasi Kanker Berdasarkan Data Microarray Menggunakan Classifier Support Vector Machine Firda A. Ma’ruf; Adiwijaya Adiwijaya; Untari. N. Wisesty
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan total 8,8 juta orang meninggal akibat kanker di tahun 2015 [1]. Teknologi DNA microarray yang dikembangkan oleh Patrick O. Brown, Joseph DeRisi, dan David Botstein memungkinkan untuk mengamati beribu-ribu ekspresi gen dalam waktu bersamaan. Namun, permasalahan yang dihadapi terhadap penggunaan teknologi microarray ini adalah karakteristik data microarray yang memiliki dimensi yang besar. Dimensi yang besar ini akan berpengaruh terhadap performansi klasifikasi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan penggunaan Minimum Redundancy Maximum Relevance (MRMR) sebagai metode reduksi dimensi dan Support Vector Machine (SVM) sebagai classifier. Principal Component Analysis (PCA) juga digunakan sebagai perbandingan. MRMR adalah metode reduksi dimensi yang menyeleksi fitur berdasarkan nilai relevansi yang tinggi dan nilai redundansi yang rendah. Sedangkan PCA adalah metode yang mengektraksi fitur berdasarkan principal component yang diperoleh dari perhitungan nilai eigen dan vektor eigen. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kanker usus besar, data kanker paru-paru, data kanker ovarium, dan data kanker leukemia. Hasil pengujian pada data kanker paru-paru membuktikan bahwa sistem yang diusulkan dapat memberikan F1-score sebesar 1 dari penggunaan metode reduksi dimensi MRMR dan classifier SVM dengan fungsi kernel linear dan kernel polynomia, dengan jumlah fitur yang digunakan untuk klasifikasi adalah sebesar 10% dari jumlah fitur asli. Hal ini berarti akurasi dari klasifikasi adalah 100% dan performansi sistem yang dibangun sangatlah bagus.
Penerapan Sistem Akutansi Menggunakan Openerp Pada Pt. Kharisma Buana Jaya Dengan Metode Spiral Ridho Arya Duta Mahendra; Nia Ambarsari; R. Wahjoe Witjaksono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang garmen.  Proses akutansi pada perusahaan melakukan perhitungan, pencatatan dan pencetakan laporan akutansi pembelian dan penjualan perusahaan. Seiring berjalannya waktu, perusahaan mengalami peningkatan pembelian dan penjualan perusahaan. Saat ini kondisi bagian akutansi yaitu belum adanya sistem yang terintegrasi dengan bagian purchase, sales management, warehouse, dan manufactur bisnis, sistem pencatatan, validasi dan perhitungan akutansi pada bagian pembelian dan penjualan masih membutuhkan waktu yang lama dan kurang akurat karenadilakukan secara manual, laporan akuntansi masih dikerjakan secara manual menggunakan microsoft excel sehingga tidak bisa di analisis maupun dicetak secara real time. Semua masalah tersebut muncul karena tidak adanya tempat penyimpanan data yang terpusat serta tidak adanya sebuah sistem yang terintegrasi. Solusi yang tepat untuk masalah tersebut yaitu dengan menerapkan sistem erp pada perusahaan sehingga setiap data dan proses dapat tersimpan baik dan terintegrasi antar tiap bagian di perusahaan. Perusahaan ini merupakan perusahaan menengah yang tidak punya anggaran khusus untuk investasi sistem ERP. Sehingga solusi dari implementasi ERP ini menggunakan aplikasi open source. OpenERP merupakan aplikasi open source yang bersifat dinamis dan mudah dilakukan penyesuaian dengan kebutuhan perusahaan. Sistem akutansi pada OpenERP membutuhkan penyesuaian sehingga dapat cocok dengan kondisi perusahaan. Penerpan OpenERP ini menggunakan metode spiral, tahap-tahapan metode ini yaitu melakukan perumusan masalah, penetapan tujuan, analisis proses bisnis saat ini, analisis proses bisnis OpenERP, analisis gap fit dan risiko. Analisis ini digunakan untuk penyesuaian proses bisnis target dengan kondisi perusahaan. Sehingga menghasilkan pemecahan masalah yaitu bagian akuntansi dapat terhubung dengan bagian manufactur, sales, purchase, dan warehouse, dapat melakukan pencatatan transaksi, validasi transaksi dan mencetak laporan transaksi secara cepat dan akurat, dan sumber daya pada perusahaan dapat berjalan dengan optimal. Kata kunci : ERP, OpenERP, Akuntansi, Metode Spiral
Pengaruh Penyisipan Tembaga Cu Menggunakan Metode Pulse Plating Pada Sel Surya TiO2 Ramadan Gumilar; Mamat Rokhmat; Edy Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dipelajari pengaruh penyisipan logam tembaga pada sel surya organik. Penyisipan logam Cu pada lapisan TiO2 dilakukan dengan metode pulse plating pada variasi tegangan dan duty cycle. Material TiO2 yang dicampurkan dengan aquades lalu dideposisikan pada FTO menggunakan metode spray. Lapisan TiO2 disisipi logam tembaga Cu dengan metode pulse plating sehingga membentuk lapisan kontak logam yang menjadi lintasan bagi elektron untuk mengalir lebih cepat menuju elektroda (FTO). Polimer elektrolit digunakan sebagai transport hole yang tersusun atas campuran LiOH dan PVA. Struktur sel surya yang telah dibuat dikarakterisasi dengan menggunakan I-V meter Keithley 617 untuk mengetahui performansi sel surya. Karakteristik I-V menunjukan terjadi peningkatan efisiensi sel surya TiO2 disisipi logam Cu dengan pulse plating sebesar 0,147% dibandingkan dengan sel surya TiO2 disisipi logam Cu dengan elektroplating sebesar 0,04%. Kata kunci: TiO2 , pulse plating, pulse reverse elekrodeposisi, metode spray
Rancang Bangun Sistem Kontrol Level Dan Temperatur Boiler Dengan Metode Pid Dan Kontrol Dua Posisi Reynaldo Sandy Montolalu; Fiky Yosef Suratman; Porman Pangaribuan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kontrol level air dan temperatur pada boiler adalah komponen yang sangat penting. Ketidakstabilan pada salah satu dari komponen tersebut dapat menyebabkan kegagalan sistem, yang berakibat pada kerusakan pada boiler. Oleh karena itu dibutuhkan teknik kontrol otomatis untuk mengatur level air dan temperatur pada boiler. Metode PID digunakan untuk mengontrol suhu pada boiler dengan menggunakan sensor thermocouple sebagai sensor suhu dengan heater electric sebagai aktuatornya. Teknik kontrol dua kondisi dengan skala ketinggian yang sudah ditentukan digunakan untuk mengontrol level boiler tersebut. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi level air adalah sensor konduktif dengan pompa air DC RS360SH sebagai aktuatornya . Semua aksi kontrol akan diproses di Arduino. Hasil dari pengujian kontrol suhu didapatkan akurasi pengontrolan 99.2% dengan menggunakan overshoot 1% dan settling time 2250 detik. Kontrol dua posisi bekerja dengan baik pada level air dengan Toff 3967 detik dan Ton sebesar 78 detik pada setpoint 12 cm dan nilai minimum 8cm pada suhu 98 C. Kata kunci : Boiler, PID, Arduino, Heater Electric, Pompa Air, On-Off
Usulan Jadwal Maintenance Mesin Untuk Mengurangi Opportunity Lost Akibat Terjadinya Unreliability Pada Mesin Weaving Shuttle Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Cost Of Unreliability (cour) Latief Setiawan; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil di Indonesia yang berada di Majalaya, kab. Bandung. PT. ABC memproduksi barang tekstil yaitu sarung. Untuk memproduksi sarung, proses produksinya cukup kompleks, namun beberapa proses masih menggunakan tenaga manusia untuk pembuatannya. Untuk proses yang memakai mesin yaitu pada proses weaving, mesin yang digunakan yaitu mesin Weaving shuttle bermerek RRT dan Suzuki. Dari hasil perhitungan risiko menggunakan Risk-Based Maintenance , mesin Weaving shuttle mempunyai risiko sebesar Rp. 5.441.055.159 atau sebesar 22.36% dari total kapasitas produksi. Risiko tersebut telah melewati kriteria penerimaan risiko yang telah ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 10% dari total kapasitas produksi. Setelah itu, dihitung biaya yang disebabkan ketidakmampurawatan mesin dengan metode Cost Of Unreliability dengan hasil Rp. 172.316.806 berdasarkan active repair time (Corrective time) , dan Rp. 187.784.793 berdasarkan pada downtime. Interval waktu perawatan didapat dari hasil perhitungan RAM yang menghasilkan interval maintenance sebesar 16 jam, dari hasil tersebut dihitung dengan menggunakan metode Cost Of Unreliability dan kesimpulannya biaya yang disebabkan ketidakmampurawatan adalah Rp.0 karena dengan interval maintenance yang ketat akan menjaga performansi mesin sehingga tidak ada kerusakan di jam produksi. Kata Kunci – Risk Based Maintenance , Cost Of Unreliability, Interval Maintenance . Abstract PT. ABC is a company engaged in the textile industry in Indonesia located in Majalaya, Kab. Bandung. PT. ABC produces textile goods that is sarong. To produce sarongs, the production process is quite complex, but some processes still use human power for its manufacture. For the process of using the machine that is in the weaving process, the machine used is Weaving shuttle branded PRC and Suzuki. From the calculation of risk using Risk-Based Maintenance , Weaving shuttle machine has a risk of Rp. 5.441.055.159 or 22.36% of the total production capacity. The risk has passed the risk acceptance criteria set by the company that is equal to 10% of total production capacity. After that, the calculated costs caused by the incompetence machine with Cost Of Unreliability method with the results of Rp. 172.316.806 based on active repair time (Corrective time), and Rp. 187.784.793 based on downtime. The interval of maintenance time is obtained from the calculation of RAM which resulted in maintenance interval of 16 hours, from the result is calculated by using Cost Of Unreliability method and the conclusion of the company do not have the cost caused by the lack of maintenance because with strict maintenance interval will keep the machine performance. Keywords – Risk Based Maintenance , Cost Of Unreliability, Interval Maintenance .
Green Shythesis Dan Karakterisasi Fotokatalitik Nanopartikel Zno Melysa Melysa; Abrar Abrar; Dani Gustaman Syarif
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanopartikel ZnO telah disintesis dengan metode sol gel dan memanfaatkan ekstrak belimbing wuluh sebagai chelating agent. Kemudian, nanopartikel ZnO dikarakterisasi menggunakan TEM dan XRD. Dari hasil karakterisasi diperoleh ukuran rata-rata nanopartikel sebesar 80.26±1.22 nm sampai 261.695±0.0017 nm dan struktur kristal wurtzite. Proses fotokatalitik diamati melalui pengujian fotodegradasi pada 10 ppm larutan metil biru (MB) dengan katalis nanopartikel ZnO sebanyak 10 mg, 20 mg, 30 mg dan dikenai sinar UV. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar MB yang terdegradasi dipengaruhi oleh konsentrasi nanopartikel ZnO dan lama waktu penyinaran oleh sinar UV. Larutan MB terdegradasi optimum pada waktu penyinaran selama 240 menit dengan konsentrasi nanopartikel ZnO sebanyak 20 mg dan menyisakan konsentrasi MB sebanyak 33.27±0.97%. Kata Kunci : nanopartikel ZnO, Fotokatalis, Degradasi, Metil Biru

Page 40 of 831 | Total Record : 8304


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue