cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Meander Line Pada Band Uhf Untuk Aplikasi Pembaca Rfid As’ad Muhammad Nashrullah; Bambang Setia Nugroho; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak RFID (Radio Frequency Identification) dapat mendeteksi dan mengidentifikasi objek tanpa menggunakan kabel (wireless) dengan jarak lebih jauh. Pada sistem RFID dilengkapi antena agar dapat menangkap sinyal yang berisi informasi produk tertentu, dan selanjutnya diproses ke server sistem. Kemampuan antena dalam menangkap sinyal adalah salah satu parameter penting agar menjadi sistem RFID yang baik. Perancangan dilakukan pada band frekuensi UHF (Ultra High Frequency), karena memiliki kecepatan lebih tinggi dan dapat membaca jumlah tag yang lebih banyak (bulk reading). Pada tugas akhir ini, dilakukan perancangan dan realisasi antena mikrostrip yang berbentuk meander line sebagai pembaca RFID dengan substrat FR-4. Band frekuensi yang digunakan adalah band UHF (923 – 925) MHz. Rentang tersebut berdasarkan pada regulasi frekuensi di Indonesia untuk aplikasi RFID yang dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia pada Peraturan Nomor 34 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Alat Dan Perangkat Telekomunikasi Jarak Dekat. Hasil perancangan antena ini memiliki ukuran substrat 120,85 mm x 37,5 mm. Pada frekuensi kerja 924 MHz didapatkan VSWR sebesar 1,363, bandwidth 21,659 MHz, pola radiasi bidireksional, gain -3,59 dB dan polarisasi ellips. Kata Kunci: Antena, antena mikrostrip, meander line, RFID, UHF. Abstract RFID (Radio Frequency Identification) can detect and identify objects without using a cable (wireless) with a longer distance. The RFID system has an antenna so that it can capture signals that contain certain product information, and then process it to the system server. The antenna's ability to capture signals is one of the important parameters in order to become a good RFID system. The design is carried out on the UHF (Ultra High Frequency) frequency band, because it has higher speed and can read more number of tags (bulk reading). In this final project, a meander line shaped microstrip antenna is designed and realized as an RFID reader with FR-4 substrate. The frequency band used is the UHF (923 - 925) MHz band. The range is based on frequency regulation in Indonesia for RFID applications issued by the Indonesian Minister of Communication and Informatics in Regulation No. 34 of 2012 concerning Technical Requirements of Near-Distance Telecommunication Tools and Equipment. The results of this antenna design have substrate size of 120.85 mm x 37.5 mm. At 924 MHz working frequency, the VSWR is 1.363, the bandwidth is 21.659 MHz, the radiation pattern is bidirectional, the gain is -3.59 dBi and the polarization of the ellipse. Keywords: Antenna, microstrip antenna, meander line, RFID, UHF.
Analisis Dan Solusi Dampak Interferensi Dari Sinyal Lora Pada Komunikasi Seluler Band 8 Dan Usulan Untuk Penggelaran Jaringan Lora Di Indonesia Ar Risqi Herlambang Raharjo; Uke Kurniawan Usman; Yudi Tri Jayadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis dan memberikan hasil analisis dari dampak interferensi perangkat LoRa terhadap jaringan seluler pada band 8 yang sudah terlebih dahulu digelar dan memiliki izin penggunaan frekuensi yang teregulasi oleh KOMINFO. Penggelaran jaringan LoRa di Indonesia menggunakan frekuensi 902-928 MHz . dilakukan scenario interferensi menggunakan pemodelan Monte Carlo dengan tool Spectrum Engineering Advance Monte Carlo Analysis Tools (SEAMCAT). Bahwa telah dilakukan simulasi interferensi LoRa terhadap sistem LTE, UMTS, dan GSM. Kondisi penggelaran co-channel tidak memungkinkan dilakukan dikarenakan performansi LTE, UMTS dan GSM mengalami penurunan. Kondisi performansi seluler LTE, UMTS dan GSM mengalami peningkatan setelah ditambah guard band antar komunikasi LoRa dengan seluler LTE, UMTS dan GSM. Dari hasil simulasi yang telah dilakukan di usulkan guard band minimum 3 MHz antara komunikasi seluler dengan LoRa untuk yang berdekatan dengan komunikasi uplink seluler maupun downlink seluler, guard band ini diharapkan dapat mencegah terjadinya penurunan performansi komunikasi seluler pada kondisi nyata di lapangan. Kata kunci : IoT, LoRa, Interferensi, legacy technologies, monte carlo analysis Abstract This study analyzes and provides the results of an analysis of the impact of LoRa interference on cellular networks in band 8 which is already above previously it was held and had permission to use frequency regulated by KOMINFO. LoRa network deployment in Indonesia uses the frequency 902- 928 MHz. an interference scenario was performed using Monte Carlo modeling with the Spectrum Engineering Advance Monte Carlo Analysis Tools (SEAMCAT) tool. That the LoRa interference simulation has been carried out on the LTE, UMTS system, and GSM. Co-channel deployment conditions are not possible because LTE, UMTS and GSM performance have decreased. The condition of cellular performance in LTE, UMTS and GSM has increased after being added guard band between LoRa communication with LTE, UMTS and GSM cellular. From the simulation results that have been carried out in the proposed minimum guard band of 3 MHz between cellular communication with LoRa for those close to uplink communication cellular and cellular downlink, guard band is expected to prevent the decline in cellular communication performance in real conditions in the field. Keywords: IoT, LoRa, Interference, legacy technologies, monte carlo analysis
Implementasi Dan Analisis Performansi Wireless Distribution System Pada Layanan Video Streaming Yusuf Budiman; Ahmad Tri Hanuranto; Rendy Munadi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan terhadap kebutuhan informasi, yang tidak hanya berupa informasi teks dan gambar saja akan tetapi juga melibatkan aspek multimedia yang ada. Salah satu yang dimaksud adalah informasi video streaming. Pada saat mengakses video streaming diperlukan bandwidth yang cukup besar dan mengakibatkan biaya yang besar. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan mengimplementasikan Wireless Distribution System (WDS) dengan mode wireless Repeater/Bridge WDS pada perangkat access point (AP) untuk mengembangkan jaringan nirkabel tanpa harus menggunakan kabel sebagai access point, melainkan memanfaatkan jalur nirkabel sebagai backbone. Pada Tugas Akhir ini dimplementasikan dan dianalisis performansi Wireless Distribution System (WDS) pada layanan video streaming dengan menggunakan raspberry pi sebagai server lalu di distribusikan ke pada client melalui jaringan local wireless dengan mode Wireless Distribution System (WDS), sehingga client bisa mengakses video streaming tanpa internet. Dalam pengujian ini menggunakan parameter-parameter yang dihitung dalam hasil akhirnya adalah packet loss, delay, dan troughput. Dari hasil implementasi dan analisis dapat diketahui nilai dari parameter Quality of Service (Qos). Diketahui bahwa delay skenario 1 untuk video streaming pada jarak 15m router client 1 didapatkan delay terkecil 0,1264s dan pada jarak 15m obstacle acces point 2 client 2 mendapatkan delay yang besar 4,662s begitu juga pada skenario 2 jarak 30m access point 1 client 1 didapatkan 0,548s dan 30m obstacle access point 2 client 2 didapatkan 4,662s, throughput pada skenario 1 yang mendapatkan nilai yang besar terdapat pada jarak 15m router client 1 didapatkan 1,1 Mbps dan jarak 15m obstacle acces point 2 client 2 didapatkan 0,78 Mbps mendapatkan nilai terkecil begitu juga pada skenario 2 jarak 30m router client 1 didapatkan 0,98 Mbps dan 30m obstacle acces point 2 client 2 didapatkan 0,45 Mbps dan Packet Loss pada Skenario 1 dan 2 mendapatkan loss packet sebesar 0%. Kata Kunci: WDS, Raspberry pi, Access Point, Video Streaming, QoS Abstract A Along with the development of information needs, which is not only text and image information but also involve the multimedia aspects that exist. One of the intended information is streaming video. When accessing streaming video required bandwidth is considerable and leads to big cost. The solution of the problem is by implementing a Wireless Distribution System (WDS) with a WDS Repeater/Bridge Wireless mode on an access point (AP) device to develop wireless networks without having to use the cable as Access points, but rather utilizing wireless lines as backbone. This final project is implementated and analyzed, the performance and analysis of Wireless Distribution System (WDS) perform in the video streaming service using the Raspberry Pi as a server and then distributed to the client through a local Wireless network with the mode Wireless Distribution System (WDS), so the client can access streaming video without internet. In this test, using parameters calculated in the final result is packet loss, delay, and troughput. From the results of implementation and analysis can be seen the value of the Service Quality (Qos) parameter. It is known that the delay scenario 1 for streaming video at a distance of 15m client router 1 gets 0.1264s delay and at a distance of 15m access point constraints 2 client 2 gets a huge delay 4,662s as well as in scenario 2 the distance 30m access point 1 client 1 gets 0.548s and 30m obstacle access points 2 clients 2 get 4,662s, throughput in scenario 1 which gets a large value at a distance of 15m client router 1 gets 1.1 Mbps and 15m distance obsolete access points 2 clients 2 gets 0.78 Mbps gets better value in scenario 2 the distance of 30m client router 1 is 0.98 Mbps and 30m access point barrier 2 client 2 is 0.45 Mbps and Package Loss in Scenario 1 and 2 gets packet loss of 0%. Keywords: WDS, Raspberry pi, Access Point, Streaming Video, QoS
Perancangan Perbaikan Website Tel-u Career Berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengguna Menggunakan Integrasi Web Usability Dan Model Kano (studi Kasus Pada Alumni Universitas Telkom) Sevy Safira Handini; Agus Achmad Suhendra; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Pengembangan Karir yang dimiliki oleh Universitas Telkom saat ini disebut dengan Tel-U Career, Tel-U Career saat ini memiliki website dan media sosial aktif guna untuk menunjang pelayanan, khususnya bagi lulusan Universitas Telkom, mahasiswa, dan stakeholder. Namun, sampai saat ini pihak Tel-U Career mendapatkan keluhan sebesar 15% dari total keseluruhan pengguna website Tel-U Career, sehingga perlu dilakukan perancangan perbaikan website dengan mengindentifikasi kebutuhan pengguna terhadap penggunaan website Tel-U Career. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi True Customer Needs dari penggunaan website Tel-U Career menggunakan integrasi Web Usability dan Model Kano sehingga dapat diketahui prioritas kebutuhan pengguna untuk meningkatkan layanan website. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan alumni Universitas Telkom untuk menggali Voice of Customer, didapatkan 23 atribut kebutuhan pengguna website Tel-U Career. Kemudian dari hasil penelitian, didapatkan 13 atribut kebutuhan yang belum memenuhi harapan dari pengguna dan Sembilan atribut kebutuhan yang telah memenuhi harapan dari pengguna website Tel-U Career. Berdasarkan hasil integrasi Web Usability dan Model Kano, didapatkan 13 True Customer Needs yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan berdasarkan urutan prioritas peningkatan. Dengan demikian, website Tel-U Career dapat melakukan perbaikan dan penigkatan terhadap penggunaan layanan aplikasi secara optimal. Kata Kunci: Pusat Pengembangan Karir, website Tel-U Career, Web Usability, Model Kano, Analisis Kebutuhan, True Customer Needs.
Perhitungan Intensitas Radiasi Matahari Berdasarkan Pola Sebaran Awan Menggunakan Metode Support Vector Regression (svr) Ventiano Ventiano; Ery Djunaedy; Amaliyah Rohsari Indah Utami
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi dapat diketahui melalui lintasanmatahari. Tingkat intensitas radiasi matahari dipengaruhi oleh banyak faktor, yang terpenting adalahposisi, pola, serta sebaran awan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara awan dengan intensitasradiasi matahari menggunakan metode Support Vector Regression (SVR). Data awan diperoleh dariMETARs dan data intesitas radiasi matahari dari PySolar dan University of Oregon. Hasil perhitunganmodel menunjukan nilai koefisien determinasi (R²) yang dihasilkan oleh model perhitungan adalahsebesar 0,80022, dimana model mampu menghitung nilai global solar pada kondisi clear sky dan cloudysky dengan nilai persentase error dinyatakan dalam NMBE sebesar 10,38 %, serta CVRMSE sebesar21,03%. Data hasil penelitian ini dapat diperlukan untuk membuat desain bangunan agar didapat kondisitermal yang baik.Kata kunci: machine learning, intensitas radiasi matahari, awan, support vector regression (SVR)AbstractThe intensity of solar radiation received by the surface of the earth can be known through the path of thesun. The level of radiation intensity is influenced by many factors, the most important is the potition,pattern, and distributon of clouds. This research analyzes the relationship between clouds and theintensity of solar radiation using the Support Vector Regression (SVR) method. Cloud data were obtainedfrom METARs and solar radiation intensity data from PySolar and the University of Oregon. The modelcalculation results show the coefficient of determination (R²) generated by the calculation model is0.80022, where the model is able to calculate the global solar value in clear sky and cloudy sky conditionswith the percentage error value expressed in NMBE of 10.38%, and CVRMSE of 21.03%. The data fromthe results of this study are needed to create a building design to obtain good thermal conditions.Keywords: machine learning, radiation intensity, cloud, support vector regression (SVR)
Pengaruh Efek Nonlinear Pada Jaringan Ng Pon2 Menggunakan Media Transmisi Highly Nonlinear Fiber Muhamad Prasetyo Notonegoro; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi fiber optik yang sekarang sedang dikembangkan yakni Next Generation Passive Optical Network 2 (NG PON2). NG PON2 diciptakan untuk memenuhi jaringan broadband masa depan yang sangat tinggi tingkat kebutuhnya, serta membutuhkan banyak pengembangan. NG PON2 telah di standarisasikan oleh ITU-T G.989 series pada tahun 2015, dengan menggabungkan 4 Optical Line Terminal (OLT) menggunakan teknologi Time and Wavelength Division (TWDM). Skenario Pengujian yakni dengan menggunakan 32 ONU dan 64 ONU serta membandingkan antara media transmisi Highly Nonlinear Fiber dan G.652.C dengan menganalisis efek nonlinear yang terjadi pada kedua media transmisi tersebut. Penggunaan 4 panjang gelombang dengan kecepatan 40 Gbps untuk arah downstream dan 10 Gbps untuk arah upstream. Berdasarkan data dari simulasi HNLF terjadi efek nonlinear yang mempengaruhi hasil perfomansi LPB, QFaktor dan BER. Pada jarak 21 km dengan 32 ONU HNLF didapatkan hasil LPB = - 22,59 dBm, Q-Faktor = 12,53, BER = 1,7 x 10-36. Sedangkan untuk SMF LPB = -19,44 dBm, Q-Faktor = 19,83 BER = 7,47 x 10-88 . Sedangkan pada 64 ONU HNLF didapatkan hasil LPB = -23,49 dBm, Q-Faktor = 10,82, BER = 9,78 x 10-28 untuk SMF LPB = -19,72 dBm Q-Faktor = 19,25, BER = 5,36 x 10-83. Perbedaan performansi yang terjadi pada kedua media transmisi ini disebabkan oleh Four Wave Mixing terjadi yang dihitung didapatkan sebesar -86,64 dBm. Kata kunci : TWDM, HNLF, NG PON2, Nonlinear Efek, Four Wave Mixing Abstract Optical fiber technology now being developed is Next Generation Passive Optical Network 2 (NG PON2). NG PON2 created for fulfil broadband network future that very high demand, also needs developed. NG PON2 already in standardization ITU-T G.989 series in 2015, with four aggregation OLT using TWDM. The Testing Scenario uses 32 ONU and 64 ONU and compare between HNLF and G.652.C media transmission by analysing nonlinear effect that happened in two media transmission. It uses 4 wavelength with 40 Gbps speed for downstream and 10 Gbps speed for upstream. Based on data HNLF simulation, there is an nonlinear effect that affected performance result LPB, Q-factor and BER. The result obatain from 21 km with 32 ONU HNLF is LPB = - 22,59 dBm, Q-Faktor = 12,53, BER = 1,7 x 10-36. While for SMF LPB = -19,44 dBm, Q-Faktor = 19,83 BER = 7,47 x 10-88 . Whereas for 64 ONU HNLF obtain LPB = -23,49 dBm, Q-Faktor = 10,82, BER = 9,78 x 10-28 for SMF is LPB = -19,72 dBm Q-Faktor = 19,25, BER = 5,36 x 10-83. The difference between performance the media transmission caused by Four Wave Mixing that get calculation result of -86,64 dBm. Keywords: TWDM, HNLF NG PON2, Effect Nonlinear, Four Wave Mixing
Penentuan Kebijakan Persediaan Menggunakan Metode Inventori Tak Tentu Berisiko Terkendali Dan Estimasi Kebutuhan Suku Cadang Menggunakan Rantai Markov Untuk Mengurangi Total Biaya Persediaan Hasna Nurhasanah; Ari Yanuar Ridwan; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Trisula Textile Industries TBK merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri tekstil khususnya untuk seragam dan fashion. Produk utama dari Trisula adalah kain atau fabric yang terbuat dari 100% polyester serta kombinasinya dengan rayon dan katun, yang telah dikenal di dalam dan luar negeri dengan merek Bellini dan Caterina. Melalui salah satu anak perusahaan dari Trisula yaitu PT MIDO Indonesia, kain-kain tersebut dirancang dan diproduksi menjadi seragam dan dikirimkan kepada pelanggan. Kegiatan produksi yang diterapkan oleh Trisula adalah berdasarkan pesanan atau make-to-order. Secara singkat proses produksi kain ini terbagi menjadi enam tahapan, yaitu texture, twisting, sizing, weaving, dyeing finishing, dan final inspection. Dari ke enam tahapan tersebut diketahui bahwa bagian produksi weaving memiliki waktu breakdown terlama. Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah suku cadang mesin Ishikawa 2001 yang seringkali tidak tersedia ketika sedang dibutuhkan. Untuk memfokuskan penelitian maka dilakukan critically analysis system agar peneliti dapat mengetahui subsistem kritis yang nantinya akan dilakukan perhitungan untuk kebijakan persediaan. Penelitian ini pun memperhitungkan perkiraan kemungkinan kebutuhan suku cadang kritis untuk satu tahun ke depan menggunakan rantai markov. Kebijakan persediaan akan dilakukan menggunakan metode inventori tak tentu berisiko terkendali. Pemilihan metode inventori tak tentu berisiko terkendali ini memberikan penghematan pada total biaya persediaan sebesar 64% jika dibandingkan dengan kondisi aktual. Kata Kunci: Persediaan, Critically Analysis System, Rantai Markov, Metode Inventori Tak Tentu Berisiko Terkendali Abstrack PT Trisula Textile Industries TBK is a private company engaged in the textile industry especially for uniforms and fashion. The main products of Trisula are fabrics made of 100% polyester and their combinations with rayon and cotton, which have been known at local and abroad with the brand Bellini and Caterina. Through one of the subsidiaries of Trisula, PT MIDO Indonesia, the facrics are designed and produced to be uniform to be sent to customers. The production activities applied by Trisula are order-based or make-to-order. Briefly the fabric production process is divided into six stages, namely texture, twisting, sizing, weaving, dyeing finishing, and final inspection. From the six stages, it is known that the weaving production section has the longest breakdown time. After being traced it turned out that the cause was Ishikawa 2001 spare parts which were often not available when needed. To focus the research, critically analysis system is carried out so that researcher can find out the critical subsystems which will later be calculated for inventory policy. This research also takes into estimating the possibility of critical spare parts needs for the next one year using the Markov chain. Inventory policy will be carried out using random inventory policy method. The selection of this method provides savings at total inventory costs for 64% when compared to actual conditions. Keywords: Inventory, Critically Analysis System, Markov Chain, Random Inventory Policy
Perencanaan Sistem Komunikasi Kabel Laut Jasuka Link Alternatif Tanjung Pakis-pontianak Bagas Sidiq Haryanto; Kris Sujatmoko; Akhmad Hambali
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan media transmisi kabel optik dimana kabel optik tersebut digelar bukan didarat melainkan di dalam laut. Semakin banyaknya pertumbuhan penduduk di Indonesia, maka semakin banyak yang membutuhkan proses pertukaran data. Kapasitas existing tidak memungkinkan untuk melayani banyaknya kebutuhan penduduk melakukan pertukaran data. Kondisi dengan nilai load traffic 77 \% pada link Tanjung Pakis-Tanjung Pandan. Link utama yang terdapat pada Tanjung Pakis – Tanjung Pandan apabila terjadi over traffic maka akan mengakibatkan putusnya link sehingga perlu dibuatnya link alternatif yang mampu menghandle apabila terjadi kondisi yang tidak diingiinkan. Dari semua skenario yang dirancang, skenario 3 dikatakan layak dengan perancangan link menggunakan tipe kabel G.655 sejauh 973,52 kilometer dengan 9 buah penguat EDFA mendapatkan nilai Link Power Budget -12,78 dBm dengan nilai SNR sebesar 26,02 dB, nilai Q-factor sebesar 9,99 dan nilai Bit Error Rate sebesar 8,59 x 10- 24 . Dikatakan layak berdasarkan nilai minimum setiap parameter performansi. Kata Kunci : SKKL, kabel optik, kapaitas, existing, alternatif Abstract The Cable Communication System (SKKL) is a communication system that uses optical cable transmission media that is held not in the sea. The more population growth in Indonesia, the more people need the data exchange process. Existing capacity does not allow to serve the many needs of the population to exchange data Conditions with a 77 \% load traffic value on the Tanjung Pakis-Tanjung Pandan link. The main link found in Tanjung Pakis - Tanjung Pandan if there is over traffic will result in link disconnection so that an alternative link needs to be made that can handle in the event of an undesirable condition. Of all the scenarios designed, scenario 3 is said to be feasible with the design of link using the type of cable G.655 as far as 973.52 kilometers with 9 EDFA amplifiers getting the value of Link Power Budget -12.78 dBm with SNR value for 26.02 dB, the value of Q-factor is 9.99 and the value of Bit Error Rate is 8.59 x 10- 24. It is said to be feasible based on the minimum value of each performance parameter. Keywords : SKKL, optical cable, capacity, existing, alternative.
Efek Penempatan Panel Surya Terhadap Produksi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Cirata 1 Mw Fuad Fauzi Wibowo; Mamat Rokhmat; Aripriantoni Aripriantoni
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakEnergi alternatif selalu bertumbuh dengan pesat dikarenakan pertumbuhan dan permintaan energi di dunia terus berkembang.Dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat bahan fosil lama kelamaan akan menipis dan habis, maka untuk memenuhikebutuhan tersebut perlu memanfaatkan energi terbarukan, salah satunya adalah energi matahari yang dimanfaatkan menjadienergi listrik dengan menggunakan panel surya ( solar photovoltaic panel ). Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ciratamerupakan pembankit listrik terbesar di pulau Jawa dengan kapasitas 1 MWp, dengan luas kurang lebih 1 hektar. Panel surya yangdigunakan yaitu jenis thin film dengan tipe CIS (Copper Indium Selenium). Ada tiga penempatan instalasi panel surya di PLTSCirata yaitu sistem di atas tanah (ground mounted), rooftop, dan parking shade dipasang menghadap ke arah terbit matahari dengansudut kemiringan 10 ÌŠ dari atas tanah. Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data produksi harian dengan intensitas database per-30 menit, data iradiasi, data temperatur panel surya serta faktor lingkungan. Sehinga didapatkan hasil perbandinganproduksi energi panel surya dengan kapasitas masing-masing percobaan sebesar 20kW, terjadi perbedaan output produksi yaituenergi maksimal sebesar 87,9 kWh pada ground mounted, 83,81 kWh pada parkingshade, dan 81,39 kWh pada rooftop.. Sehinggapanel surya yang terpasang diatas tanah menghasilkan energy yang lebih optimal di Pembangkit Listrik Tenaga Surya Cirata 1MWp. Kata Kunci : Panel Surya, PLTS. AbstractAlternative energy is always growing rapidly because of the growth and demand of energy in the world continues to grow. With theincreasing energy needs of fossil materials over time will be depleted and depleted, then to meet these needs it is necessary to userenewable energy, one of which is solar energy that is used as electrical energy using solar panels (solar photovoltaic panels). CirataSolar Power Plant (PLTS) is the largest electricity bank in Java with a capacity of 1 MWp, with an area of approximately 1 hectare. Thesolar panels used are thin film with type CIS (Copper Indium Selenium). There are three solar panel installations in Cirata PLTS,namely a ground mounted, rooftop, and parking shade system mounted facing the rising sun with a slope of 10 from the ground. Thedata used in this study are daily production data with intensity data bases per 30 minutes, irradiation data, solar panel temperature dataand environmental factors. So that the results of the comparison of solar panel energy production with the capacity of each experiment is20kW, there is a difference in production output, namely maximum energy of 87.9 kWh on ground mounted, 83.81 kWh on parkingshade, and 81.39 kWh on rooftop. solar panels installed on the ground produce more optimal energy in the Cirata 1 MWp Solar PowerPlant.Keywords: Solar Panel, PLTS.
Perancangan Dan Implementasi Smart Trash Bin Menggunakan Metode Logika Fuzzy Adelia Pramita Dewi; Ramdhan Nugraha; Sony Sumaryo
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat sampah adalah tempat untuk menampung sampah secara sementara. yang biasanya terbuat dari logam atau plastik. Di dalam ruangan tempat sampah umumnya diletakkan di dapur untuk membuang sisa keperluan dapur seperti sisa makanan atau botol-botol bekas. Ada juga tempat sampah khusus kertas yang digunakan di kantor. Tempat sampah yang isinya tercampur akan membutuhkan waktu lagi untuk memilah sampah tersebut agar menjadi sampah yang sejenis.Dengan adanya alasan yang telah disebutkan diatas, maka dibutuhkan tempat sampah yang dapat memilah sampah secara otomatis. Tugas akhir ini membuat rancangan hardware untuk Smart Trash Bin yang dapat memilah sampah secara otomatis. Yaitu sampah kering jenis botol plastik, kertas dan kaleng. Kata Kunci : Sampah, Tempat Sampah, Pemilah Sampah Otomatis

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue