cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perancangan Aplikasi Website Berbasis IoT Untuk Pemantauan dan Kontrol Pada PLTA di Desa Tambolosu Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Alfian, Devid; Irawan, Budhi; Hasibuan, Faisal Candrasyah
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Dengan di buatnya PLTA di desa yang arus listriknya terbatas perlu di lakukan pemantauan dan kontrol daya listrik agar semua warga desa dapat merasakan sumber arus listrik yang sama dengan adanya perancangan aplikasi website berbasis IoT untuk pemantauan dan kontrol pada PLTA akan membantu dalam pengaliran listrik yang terbatas pada kantor desa dan gazebo. Dalam penelitian ini dilakukan proses visualisasi data daya listrik yang dapat menjadi data acuan untuk melakukan pemantauan dan kontrol daya listrik pada kantor desa dan gazebo yang akan ditampilkan pada aplikasi website ini. Dengan aplikasi website ini dapat mengatur aliran listrik kantor desa dan gazebo yang di inginkan, Tersedia juga notifikasi yang akan membantu kepada staf dalam melakukan pemantauan aliran listrik yang memakai listrik berlebih. Dengan aplikasi website yang di telah buat kemudian akan diuji kecepatan data yang masuk secara real-time yang dapat visualisasikan pada halaman aplikasi website dengan hasil pengujian delay monitoring dengan rata-rata 319 milidetik dan delay kontrol dengan rata-rata 10.983 detik. Dengan dilakukannya pengujian alpha dan beta maka hasil dari alpha sesuai dengan perancangan aplikasi website ini dapat “Sesuai Harapan” dan pengujian Beta Validitas mendapatkan hasil “Valid” lalu Reliabilitas mendapatkan hasil r11 = 0.912 maka mendapatkan Reliabilitas “Sangat Tinggi”Kata kunci — aplikasi website, IoT, internet of things, pemantauan dan kontrol, PLTA
Rancang Bangun Alat Penyiraman Otomatis Berbasis Internet Of Things Dengan Notifikasi Whatsapp M. Dwiki Fadhilah; Iman Hedi Santoso; Sri Astuti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Petani di Indonesia sangat mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air ditanaman. Kekurangan air mempengaruhi tumbuh kembang tanaman, sehingga keberhasilan panen sangat dipengaruhi oleh seberapa cukup tanaman mendapat asupan air dari tanah. Penyiraman otomatis tanaman berdasarkan kelembapan tanah dengan notifikasi Whatsapp dapat menerima notifikasi berupa pesan berbasis mikrokontroler adalah salah satu cara yang dapat digunakan untuk memantau tanaman tetap tercukupi kebutuhan air-nya. Sehingga pemilik tanaman hanya perlu memantau perkembangan tanaman tanpa harus terjun ke perkebunan. Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler dan menggunakan sensor Soil Moisture YL-69 dan sensor suhu DHT11 untuk mengukur kelembapan tanah maka hasil pengukuran kelembapan tanah yang diperoleh akan dikirim ke smartphone pemilik dalam bentuk notifikasi Whatsapp. Keypad untuk mengganti tingkat kelembapan yang diinginkan dan dapat menyesuaikan dengan semua tanaman. Ketika sensor mendeteksi tanah sedang kering, ESP32 akan memerintahkan Relay menghidupkan pompa air dan menyiram tanaman. Hasil pengujian sistem penyiraman otomatis dapat berfungsi dengan baik. Secara keseluruhan kinerja sistem penyiraman otomatis ini sesuai dengan rancangan yaitu berhasil mendapatkan informasi kelembapan tanah dari aplikasi Whatsapp. Dari pengujian dan analisis QoS didapatkan nilai QoS terbaik saat free hours dini hari dengan Delay terkecil sebesar 1,895 second, Throughput terbesar yaitu 2241,7667 bps, nilai packetloss terendah yaitu 0%. Kata Kunci : ESP32, Keypad, Whatsapp Abstract Farmers in Indonesia rely heavily on rainwater to meet their water needs. Lack of water affects the growth and development of plants, so that the success of the harvest is greatly influenced by how well the plants get enough water intake from the soil. Automatic watering of plants based on soil moisture with Whatsapp notifications can receive notifications in the form of microcontrollerbased messages is one way that can be used to monitor plants that their water needs are met. So that the plant owner only needs to monitor the development of the plant without having to go into the plantation. This system uses ESP32 as a microcontroller and uses a YL-69 Soil Moisture sensor and a DHT11 temperature sensor to measure soil moisture, the results of the soil moisture measurement obtained will be sent to the owner's smartphone in the form of a Whatsapp notification. Keypad to change the desired humidity level and can adapt to all plants. When the sensor detects that the soil is dry, the ESP32 will instruct the relay to turn on the water pump and water the plants. The test results of the automatic watering system can function properly. Overall, the performance of this automatic watering system is in accordance with the design, namely successfully obtaining soil moisture information from the Whatsapp application. From testing and QoS analysis, the best QoS value was obtained during free hours in the early hours of the morning with the smallest delay of 1.895 seconds, the largest throughput of 2241.7667 bps, and the lowest packetloss value of 0%. Keywords : ESP32, Keypad, Whatsapp
High Power Amplifier 5,6 - 5,7 Ghz Dengan Metode Penguatan Tiga Tingkat Untuk Aplikasi Radar Cuaca Zainul Umam Takdir; Bambang Setia Nugroho; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuaca yang ekstrim dan tidak menentu kadang dapat menimbulkan bencana, oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang canggih serta dapat menjangkau wilayah yang luas. Radar merupakan salah satu teknologi yang dapat memantau cuaca dengan area cakupan yang luas. Maka dari itu radar membutuhkan penguat agar mendapat hasil yang lebih optimal. Tugas akhir ini membuat sebuah High Power Amplifier (HPA) dimana dalam sistem radar sangat dibutuhkan, HPA merupakan komponen yang berguna untuk menguatkan power sinyal yang kemudian diteruskan ke antena pemancar dengan rentan frekuensi tertentu. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan penguatan daya tiga tingkat agar lebih optimal. Tugas akhir ini didesain dan direalisasikan suatu HPA untuk implementasi Radar cuaca C-Band yang bekerja pada frekuensi 5,6-5,7 GHz. Beberapa pertimbangan utama dalam desain HPA diantaranya, gain, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), power input dan power output. Komponen aktif yang digunakan dalam merancang HPA yaitu MIC GALI 19+, dan MIC GALI 2+. Simulasi penguat HPA menggunakan aplikasi pemodelan rangkaian. Hasil simulasi HPA tiga tingkat pada frekuensi 5,6 GHz memiliki gain sebesar 37,058 dB, VSWR input sebesar 1,140, VSWR output 1.050. Pada hasil pengukuran HPA tiga tingkat pada frekuensi 5,6 GHz menghasilkan gain sebesar 10,9 dB, VSWR input sebesar 1,278, VSWR output 3,187 Kata Kunci: High Power Amplifier, Radar Cuaca,C-band .
Desain Dan Implementasi Radio Am Untuk Komunikasi Di Dalam Laut Krisna Rangga Pradhana; Nyoman Bogi Aditya Karna; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi radio AM adalah komunikasi radio yang menggunakan modulasi AM. Modulasi yang perancangan dan pembuatanya mudah tetapi ketahanan terhadap noise-nya rendah. Dan dengan semakin berkembangnya teknologi, pengiriman data tidak hanya dilakukan di udara saja tapi juga didalam air laut.Pada pengiriman data di air laut, masih sering dijumpai menggunakan SONAR(Sound,Navigation and Ranging) yang memancarkan gelombang suara yang nanti akan dipantulkan kembali jika mendeteksi benda tertentu. Pada penelitian ini penulis membuat alat yang berupa transmitter dan receiver radio AM untuk komunikasi radio AM. Dengan rangkaian transmitter dan receiver yang dibuat dilakukan pengukuran redaman di udara dengan mengukur nilai Vpp, persentase redaman dan nilai FSL yang dilakukan pada jarak transmitter dan receiver sejauh 0,1 m sampai dengan 12 m. Dari hasil pengujian dan pengukuran diketahui nilai persentase redaman dari alat yang telah dibuat dengan menggunakan frekuensi carrier 490KHz didapatkan persentase redaman dari jarak 0,1 m sampai 12 m sebesar (-416%) - 48%. Lalu dengan menggunakan frekuensi carrier 544KHz pada jarak yang sama diperoleh nilai redaman sebesar (-31%) – 77%. Sedangkan untuk redaman propagasi menggunakan frekuensi 490KHz didapatkan redaman dari jarak 0,1 m sampai 12 m sebesar - 4,80 dB – -6,30 dB. Lalu dengan menggunakan frekuensi 544KHz pada jarak yang sama diperoleh nilai redaman sebesar -5,78 dB – -14,52 dB. Disini bisa dikatakan bahwa memang semakin jauh jarak antara transmitter dan receiver maka nilai redaman akan semakin besar. Kata kunci: komunikasi radio AM, modulasi AM, persentase redaman
Sistem Monitor Dan Kontrol Listrik Secara Real Time Berbasis Mikrokontroler Fikri Muhammad Farhan; Endang Rosdiana; Indra Wahyudin Fathonah
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik adalah suatu energi yang tidak akan bisa lepas dari kebutuhan manusia sehari – hari. Dalam penggunaannya, masih jarang orang yang memperhatikan penggunaan energi listrik yang dikonsumsi oleh beban dikarenakan kurangnya pemantauan energi dan biaya yang terpakai oleh perangkat elektronik, serta biaya yang harus dikeluarkan. Di samping itu pemakaian energi listrik akan boros bilamana pemakaian perangkat elektronik tidak terpantau dan terkendali. Untuk itu telah dilakukan pembuatan alat yang dapat memonitor sekaligus mengontrol penggunaan energi dan biaya listrik yang dikeluarkan melalui LCD dan smartphone. Dari proses penelitian diperoleh data error % dengan, arus 2.6%, daya 2.36% energi 0.3% dan biaya 0.3%. Kata kunci: daya, energi, biaya, listik, monitor, smartphone, LCD Abstract Electrical energy is an energy that cannot be separated from human daily needs. In its use, there are still few people who pay attention to the use of electrical energy consumed by the loads, due to lack of energy and costs monitoring used by electronic devices, and costs to be paid. Besides, the use of electrical energy will wasteful when the use of electronic devices is not monitored and controlled. For this reason, a tool for monitoring and controlling energy usage and electricity costs has been developed through LCD and smartphone. Several data were obtained from the results of the research process. Including % error data, 2.6% current, 2.36% power, 0.3% energy, and 0.3% costs. Keyword: power, energy, cost, electrical, monitoring, smartphone, LCD
Antena Monopole Elips Ultra Wideband (UWB) Sebagai Sensor Tingkat Bending Utami Ananda Ridwan; Aloysius Adya Pramudita; Harfan Hian Ryanu
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Antena dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat dengan mengedepankan ukuran yang lebih kecil sesuai dengan kemajuan perangkat komunikasi. Ketika antena diletakkan di suatu material antena akan mengalami bending. Dengan adanya penekukan pada antena yang diletakkan pada permukaan struktur maka muncul sifat conformal dan tentunya perubahan ini akan mengakibatkan adanya pengaruh penekukan pada karakteristik antena seperti return loss, bandwidth, dan VSWR. Penelitian ini dilakukan dengan proses analisis menggunakan software dan direalisasikan menggunakan antena mikrostrip printed monopole ultra wideband dengan patch elips, substrat berbahantextile cordura dengan permitivitas relative (ER) = 1.6, ketebalan dielektrik 0.5mm sedangkan patch, feedline, dan groundplane menggunakan bahan copper tape dengan ketebalan dielektrik 0.1 mm, dan triplek sebagai objek observasi bending antena. Dari hasil simulasi dan pengukuran lapangan telah didapatkan dan diamati bahwa perubahan-perubahan yang terjadi ketika antena mengalami penekukan adalah adanya perubahan pada karakteristik antena seperti nilaireturn loss, bandwidth, dan VSWR.Hasilpengukuran semakinkecil radiustekukan yang terjadi pada antena maka nilai return loss akan semakin kecil, fractional bandwidth dan VSWR akan semakin besar. Sedangkan semakin besar radius tekukan yangterjadi pada antena maka nilai return loss akan semakin besar, fractional bandwidth dan VSWR akan semakin kecil. Kata kunci— Antena Mikrostrip, Ultra Wideband, Bending, Antena Monopole
Perancangan Jadwal Pembuatan Rearcone Pesawat Nc212 Menggunakan Metode Critical Path Method (cpm) Pada Pt. Dirgantara Indonesia Yoga Pratama Darmawan; Ika Arum Puspita; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara Indonesia adalah sebuah perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang pembuatan pesawat terbang dan helikopter. Pesawat terbang dan helikopter termasuk salah satu transportasi yang memiliki sistem keamaan yang baik sehingga dalam proses pembuatannya diperlukan ketelitian dan harus sesuai dengan standardisasi yang ada. PT. Dirgantara Indonesia menerapkan sistem make-to-order sehingga pesawat akan dibuat setelah pesanan masuk. Saat ini PT. Dirgantara Indonesia sedang melaksanakan proyek pembuatan pesawat NC212. Pesawat NC212 ini terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu nose, main body,dan tail. Berdasarkan pengumpulan data pada divisi Component Assembly (CA) didapatkan bahwa pada pembuatan RearCone bagian tail pesawat NC212 mengalami keterlambatan yang mengakibatkan proses pembuatan pesawat NC212 tidak sesuai rencana jadwal. Jadwal merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek, selain biaya dan kualitas. Dalam menyelesaikan masalah tersebut, dibutuhkan proses pengendalian terkait jadwal pada pembuatan RearCone pesawat NC212 menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode CPM dalam penjadwalan proyek pembuatan rearcone NC212 untuk proyek sejenis. CPM digunakan untuk mengidentifikasi jalur kritis yang ada pada proses pembuatan RearCone pesawat NC212 dan didapatkan hasil 44 hari kerja dengan 19 aktivitas kritis. Kata kunci : Penjadwalan Proyek, Critical Path Method, Project Schedule Management.
Uji Tingkat Keausan Blade Pada Mesin Hammer Mill Menggunakan Metoda Finite Element Methods (fem) Dengan Pengembangan Konsep Aditya Novinda Hendrawan; Agus Kusnayat; Yusuf Nugroho Doyo Yekti
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi pakan ternak dengan menggunakan mesin hammer mill. Salah satu bagian paling penting untuk memperkecil ukuran atau butiran halus pakan ternak pada mesin hammer mill yaitu pada bagian blade hammer. Kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan oleh blade dapat menurun jika terjadi keausan. Perancangan pada penelitian ini menggunakan metode Finite Element Methods untuk mengetahui nilai stress, strain, dan deformasi blade hammer dan particle size yang dihasilkan. Hal tersebut dapat diperbaiki dengan kualitas blade hammer yang baik dari segi bentuk, material dan partikel yang digunakan oleh blade hammer. Blade Hammer mill pada konsep 1 menjadi konsep terbaik dilihat dari nilai stress dan strain yang dihasilkan. Kata Kunci- Blade hammer, Hammer mill, keausan, Finite Element Methods, Stress dan Strain. Abstract CV. XYZ is a company that produces animal feed using a hammer mill machine. One of the most important parts to reduce the size or fine grain of animal feed on a hammer mill machine is the blade hammer. The production quality and quantity produced by the blade may deteriorate in case of wear. The design in this study uses a Finite Element Methods to determine the value of stress, strain, and deformation of the hammer blade and the resulting particle size. This can be improved by good blade hammer quality in terms of shape, material and particles used by the blade hammer. The blade hammer mill in concept 1 is the best concept seen from the value of stress and strain generated. Keywords- Blade hammer, Hammer mill, wear, Finite element Methods, Stress and Strain.
Performansi Photodetektor Pin Dan APD Pada Sistem Komunikasi Cahaya Tampak Di Bawah Air Dengan Pulse Position Modulation Windy Christalia; Akhmad Hambali; Rizky Satria
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Underwater Visible Light Communication (UVLC) merupakan suatu pengembangan dari Visible Light Communication (VLC). Menggunakkan dua scenario dengan menggunakan Positive Intrinsic Negative Photodetector (PIN-PD) dan Avalanche Photodetector (APD) dengan menggunakan Pulse Position Modulation (PPM), serta menggunakan kanal air laut (pure water) dengan sumber cahaya dari Light Emitting Diode (LED). Pada UVLC terdapat loss propagasi pada pure water yang dipengaruhi oleh attenuasi pada air yang terjadi karena kombinasi linier dari koefisian hamburan dan absorpsi. Penelitian ini dikatakan layak apabila menghasilkan BER ≤ 10-3 .Kata kunci : UVLC, photodetector, PIN, APD,PPM, LED, BER
Pengaruh Variasi Durasi Dan Interval Penyemprotan Pada Sistem Pertanian Aeroponik Untuk Budidaya Cabai Rawit (capsicum Frutescens L.) Ary Halimawan; Ahmad Qurthobi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu bumbu masakan yang cukup populer di Indonesia. Hal ini menyebabkan permintaan akan cabai rawit di pasaran cukup tinggi jika dibandingkan komoditas sayuran lainnya. Namun, sayangnya kebutuhan masyarakat akan cabai rawit tidak selalu dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini dikarenakan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran selalu berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perubahan jumlah persediaan cabai rawit di pasaran juga dipengaruhi oleh pasokan dari petani yang bertindak sebagai pemasok utama cabai rawit di pasaran. Oleh karena itu, diperlukan metode penanaman yang dapat membuat tanaman cabai rawit dapat tumbuh lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional yang menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari variasi durasi dan interval penyemprotan terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit yang akan ditanam dengan menggunakan metode aeroponik. Penelitian dilakukan dengan membuat dua buah sistem aeroponik yang identik, salah satu sistem memiliki sprayer yang akan aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit, sedangkan sistem yang lain akan memiliki sprayer yang akan aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit. Hasilnya, tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan kemudian mati selama 15 menit memiliki rata -rata pertumbuhan batang 3,06 kali lebih cepat dan rata-rata pertumbuhan akar yang 1,47 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan tanaman pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Hal ini dikarenakan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 30 detik dan mati selama 15 menit memiliki bagian akar yang sudah mulai kering sehingga dapat menyerap lebih banyak oksigen jika dibandingkan dengan tanaman yang ditanam pada sistem aeroponik dengan sprayer yang aktif selama 5 detik dan kemudian mati selama 3 menit. Kata kunci: Cabai rawit, Kelembapan, Lebih cepat, Aeroponik Abstract Thai Chilli (Capsicum frutescens L.) is one of the most popular spices in Indonesia. This causes the demand for thai chilli on the market to be higher when compared to other vegetable commodities. However, people’s need for thai chilli cannot always be met properly. This is because the amount of thai chilli in the market always fluctuates from time to time. The fluctuating amount of thai chilli supplies on the market is also influenced by supplies from farmers who act as the main suppliers of thai chilli on the market. Therefore, other planting methods that can make thai chilli plants grow faster are needed. The purpose of this research was to understand the effect of variation in spraying duration and interval on aeroponic system for thai chilli plants growth. The research was doing by making two identical aeroponic systems, one of system will have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes, while the other system will have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes. The result, plants on the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minute have an average stem growth of 3.06 times faster and an average root growth of 1.47 times faster when compared to the plants that planted on the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and turn off for 3 minutes. This is because the plants that are planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 30 seconds and turn off for 15 minutes have dry root’s part so they can absorb more oxygen when compared to plants that planted in the aeroponic system that have sprayer turn on for 5 seconds and then turn off for 3 minutes. Keywords: Thai Chili, Humidity, Faster, Aeroponic

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue