cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Simulasi State Of Charge Baterai Dari Hasil Purwarupa Pengereman Regeneratif Menggunakan Metode Coulomb Counting Altha Muhammad Zaqi; Ahmad Qurthobi; Kharisma Bani Adam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil dari pengereman regeneratif membutuhkan tempat penyimpanan berupa baterai agar dapat digunakan kembali pada waktu tertentu. Baterai merupakan salah satu media penyimpan energi listrik yang umum digunakan dan memiliki berbagai ketentuan sesuai kebutuhan. Untuk menghindari terjadinya overcharge dan overdischarge pada baterai, dibutuhkan sistem monitoring baterai agar dapat melakukan pengisian dan pengosongan dengan aman. Pada penelitian ini dirancang alat ukur monitoring baterai yang dapat mengukur nilai estimasi State of Charge (SOC) baterai. Pengujian ini akan menggunakan metode Open Circuit Voltage (OCV) untuk memperoleh estimasi SOC awal baterai, kemudian menggunakan metode Coulomb Counting (CC) untuk estimasi SOC pada saat pengisian baterai. Dari hasil penelitian ini, ketika nilai kecepatan mesin untuk tegangan masukan semakin besar, maka waktu pengisian, muatan yang masuk ke baterai, dan perubahan estimasi SOC(t) semakin besar. Saat nilai kecepatan mesin 382 RPM, tidak terjadi pengisian pada baterai karena tidak ada arus yang mengalir ke baterai. Sedangkan hasil terbesar diperoleh saat nilai kecepatan mesin 1538 RPM dengan waktu pengisian 0,007584611 jam atau 2,73045996 detik dengan muatan yang masuk sebesar 0,3807 Coulomb dan menghasilkan pertambahan nilai estimasi SOC(t) sebesar 0,2115% pada baterai. Kata Kunci : Pengereman Regeneratif, Baterai Lithium Polymer, State of Charge, Open Circuit Voltage. Coulomb Counting
Implementasi Cashless Payment Pada Pembayaran Denda Keterlambatan Pengembalian Buku Open Library Universitas Telkom Tiara Tiara; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ratna Mayasari
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Cashless Payment merupakan suatu metode pembayaran non-tunai. Metode pembayaran tersebut sudah diterapkan pada aplikasi perdangan elektronik (e-commerce). Dalam aplikasi e-commerce dapat menerapkan cashless payment dengan integrasi payment gateway. Payment Gateway adalah suatu jalur pembayaran non tunai yang dimana melakukan transaksi secara online dalam aplikasi. Selain aplikasi e-commerce, payment gateway dapat diintegrasikan pada aplikasi pembayaran lainnya seperti pembayaran keterlambatan pengembalian buku di Open Library Telkom University . Proses pembayaran denda saat ini masih memilki kendala yaitu peminjam tidak bisa melakukan secara cash melainkan cashless. Dengan aplikasi yang sudah terintegrasi payment gateway, peminjam dapat melakukan bayar denda secara mandiri atau disebut dengan self payment. Self payment tersebut dilakukan tanpa kontak secara langsung dengan admin. Sebagai konfirmasi ketika sudah selesa i melakukan pembayaran dengan dikirimkan email kepada user melalui Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), selain itu transaksi yang sudah dilakukan oleh user akan tersimpan dalam database sebagai riwayat pembayaran. Aplikasi pembayaran keterlambatan buku dilakukan pengujian nilai delay dari client menuju server pada payment gateway dan utillization resource dalam penggunaan CPU, Memory dan Network. Pengujian aplikasi terhadap delay menghasilkan 15.43 ms pada satu device dan 101.29 ms pada dua device, nilai pengujian sudah memenuhi ITU-T G.1010 dalam proses transaksi. Sedangkan utillization resource CPU sebesar 7%, Memory 10% dan Network I/O 151.5 Kbps Kata kunci : Cashless Payment, Payment Gateway, SMTP, Open Library, Delay, Utillization Resource Abstract Cashless Payment is a non-cash payment method. This payment method has been applied to electronic trading applications (e-commerce). In e-commerce applications, cashless payments can be implemented with payment gateway integration. Payment Gateway is a non-cash payment channel which make online transactions in the application. In addition to ecommerce applications, payment gateway can be integrated into other payment applications such as late payment for returning books at the Telkom University Open Library.The process of paying fines still have obstacles, when patron can’t transaction via cash, but cashless. With an application that has an integrated payment gateway, patrons can pay fines independently , which is known as self payment. Self payment not made directly interacting with admin. As confirmation when the payment has been completed by sending an email to the user via the Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), and transactions that have been made by the user will be stored in the database as payment history.The book delay payment application has been testing for delay from the client to the server on the payment gateway and resource utilization in CPU, Memory and Network usage. Application testing for delay produces is 15.43 ms on one device and 101.29 ms on two device the value of testing has met the ITU-T G.1010 standard of delay in process transactions. Meanwhile value of utilization resource for CPU is 7%, Memory 10% and Network I/O 151.5 Kbps. Keywords: Cashless Payment, Payment Gateway, SMTP, Open Library, Delay, Utillization Resourc
Perancangan Manajemen Risiko Operasional Spbe/e-government Elektronik Pada Kategori Sumber Daya Manusia, Data Dan Informasi, Aplikasi, Dan Keamanan Berdasarkan Permen Panrb Nomor 5 Tahun 2020: Studi Kasus Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Fritasya Dwiputri Suryoputro; Lukman Abdurrahman; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna. Dengan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah atau SPIP bahwa wajib untuk menerapkan manajemen risiko SPBE. Manajemen risiko adalah upaya untuk menghindari adanya risiko yang terjadi. Salah satu instansi pemerintahan yaitu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat sudah menerapkan SPBE sebagaimana yang telah diatur pada Perpres No. 95 Tahun 2018 pada pasal 46 yang menjelaskan bahwa pelaksanaan manajemen SPBE berpedoman pada Standar Nasional Indonesia. Permen PANRB Nomor 5 tahun 2020 tentang Pedoman Manajemen Risiko SPBE menjadi standarisasi untuk penerapan rancangan manajemen risiko operasional SPBE. ISO 31000:2018 dan COBIT 5 for risk digunakan sebagai referensi tambahan. Pada penelitian ini penulis membedakan dua jenis risiko yaitu risiko negative dan risiko positif. Hasil dari penelitian ini berupa profil risiko yang diidentifikasi untuk dievaluasi dan ditangani. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi 3 aspek, yaitu apek personil, proses, dan teknologi. Kata kunci : SPBE, Manajemen Risiko, SPIP, Abstract SPBE is a government organization that utilizes information and communication technology to provide services to users. With the provisions of Government Regulation No. 60/2008 concerning the Government Internal Control System or SPIP, it is mandatory to implement SPBE risk management. Risk management is an effort to avoid the risk that occurs. One government agency, namely, the Regional Government of West Bandung Regency has implemented SPBE as stipulated in Perpres No. 95 of 2018 in article 46 which explains that the implementation of SPBE management is guided by the Indonesian National Standards. PANRB Regulation No. 5 of 2020 concerning the SPBE Risk Management Guidelines becomes the standard for implementing the SPBE operational risk management design. ISO 31000: 2018 and COBIT 5 for risk are used as additional references. In this study, the authors distinguish two types of risk, namely negative risk, and positive risk. The results of this study are in the form of a risk profile that is identified to be evaluated and handled. This research resulted in recommendations of 3 aspects, namely musty personnel, processes, and technology. Keywords: E-Government, SPBE , Risk Management
Sistem Deteksi Pelanggaran Zebra Cross Pada Kendaraan Sepeda Motor Menggunakan Algoritma YOLOv4 Chianyung, Chianyung; Setianingsih, Casi; Paryasto, Marisa W
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Kecelakaan lalu lintas akhir-akhir ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Kecelakaan terjadi karena kurangnya kesadaran diri dari masyarakat akan peraturan lalu lintas itu sendiri. Polisi sebagai institusi yang membantu masyarakat dalam mengedukasi pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas harus tidak boleh lelah dalam menjalankan tugasnya. Salah satu cara edukasi yang dilakukan kepolisian adalah dengan cara pengawasan lalu lintas. Mereka turun ke lapangan untuk menindak pelanggar-pelanggar yang tidak mematuhi aturan, tentunya cara seperti ini memiliki beberapa kekurangan seperti SDM yang terbatas dan juga waktu yang terbatas. Dengan itu teknologi sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan fungsi pengawasan yang lebih fleksibel. Sistem berbasis object detection dapat digunakan sebagai solusi untuk menindak pelanggaran khususnya kendaraan sepeda motor yang seringkali diam di area zebra cross saat lampu merah sedang menyala. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada tugas akhir ini menunjukan bahwa sistem pendeteksi pelanggar kendaraan sepeda motor pada zebra cross berbasis deteksi objek menggunakan algoritma YOLO ini mendapatkan hasil Precision 100%, Recall 100%, F1-Score 100%, Average IoU 82.23%, Average Loss 2.31%, mAP 99.99% serta akurasi yang didapatkan mencapai 99.66% dengan parameter yang digunakan adalah rasio data latih 70% : 30% data uji, Batchsize 64, Learning Rate 0.004, dan Max Batches 4000.Kata kunci —  deep learning, lalu lintas, deteksi objek, YOLO
Analisis Perancangan Jaringan Backhaul Serat Optik Untuk Layanan Komunikasi Lte Penumpang Kereta Cepat Jakarta-surabaya Sub Pekalongan-cepu Joses Steven Tarigan; Erna Sri Sugesti; Rina Pudji Astuti
eProceedings of Engineering Vol 9, No 2 (2022): April 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kereta api merupakan salah satu moda transpotasi massal yang sangat digemari masyarakat daripada transportasi lainnya karena biaya yang relatif murah, nyaman dan sesuai waktu. Oleh sebab itu, Indonesia akan membangun sarana transportasi kereta cepat pada rute Jakarta – Surabaya dengan kecepatan 140 km/jam pada frekuensi 900 Mhz. Pada teknologi backbone optik dapat digunakan pada SDH (Synchronous Digital Hierarchy) STM-64 DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing), teknologi jaringan akses menggunakan XG-PON, dan teknologi core network LTE (Long Term Evolution) menggunakan EPC. Rancangan yang dibuat berupa dengan parameter delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, DAN BER dengan ketentuan standar ITU-T G.987, ITU-T G696.1 DAN 3GPP TS23.203. Parameter delay pada link terjauh downstream yaitu 2,12274208 ms, sedangkan pada sisi upstream 2,12271064 ms. Parameter terendah LPB pada sisi dowstream bernilai -24,421 dBm, Q-factor 5,8221, BER 2,99 x 10-9 , dan RTB 0,046097796 ns. Nilai parameter terendah pada link akses upstream LPB -24,896 dBm, Q-factor 5,669152517, BER 7,39 x 10-9 dan RTB 0,046097843 ns. Pada sisi backbone nilai terendah LPB -26,09, Q-factor 6,425875721, BER 6,71 x 10-11, dan RTB 0,046098000 ns. Kata Kunci: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM-64 Abstract The train is one of the most popular public transportation than other transportation. because the costs are relatively cheap, convenient and timely. Therefore, Indonesia will build fast train transportation facility on the Jakarta - Surabaya route with a speed of 140 km/hour at a frequency of 900 MHz. Optical backbone technology can be used in Synchronous Digital Hierarchy (SDH) STM-64 Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM), access network technology using XG-PON and LTE (Long Term Evolution) core network technology using EPC. The design is made with parameters delay, power link budget, Q-factor, rise-time, SNR, AND BER with standard provisions of ITU-T G.987, ITU-T G696.1 AND 3GPP TS23,203. Delay parameter on the farthest downstream link which is ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.2 April 2022 | Page 331 2.12274208 ms, while on upstream side is 2.12271064 ms. The lowest parameter of LPB on dowstream side is -24,421 dBm, Q-factor 5.8221, BER 2.99 x 10-9, and RTB 0.046097796 ns. The lowest parameter value on LPB upstream access link is -24,896 dBm, Q-factor 5.669152517, BER 7.39 x 10-9 and RTB 0.046097843 ns. On the backbone side, the lowest value is LPB -26.09, Q-factor 6.425875721, BER 6.71 x 10-11, and RTB 0.046098000 ns. Keywords: Backhaul, LTE (Long Term Evolution), XGPON (10-Gigabit Passive Optical Network), STM64
Pemodelan Arsitektur Proses Bisnis Berdasarkan Pedoman Spbe Pada Bidang Sistem Informasi Manajemen Diskominfotik Dki Jakarta Menggunakan Pendekatan Enterprise Architecture M Rizki Hardiyanto; Falahah Falahah; Ryan Adhitya Nugraha
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bentuk penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada pengguna SPBE. SPBE memiliki domain, salah satunya domain arsitektur bisnis. Pada bidang Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DISKOMINFOTIK) Provinsi DKI Jakarta, arsitektur bisnis mengoptimalkan fungsi bisnis agar dapat menyesuaikan dengan adanya perubahan bisnis, terutama menyelaraskan tugas pokok dan fungsi setiap unit. Bidang SIM dalam melaksanakan fungsinya masih tidak optimal sehingga dalam setiap tindakan atau aktifitas yang terjadi masih mengalami tumpang tindih fungsi bisnis. Maka diperlukan pendefinisian pada arsitektur bisnis agar dapat menghasilkan keluaran berupa pemodelan arsitektur proses bisnis yang sesuai dengan pedoman SPBE. Pemodelan arsitektur proses bisnis dapat dihasilkan apabila telah mendefinisikan arsitektur bisnis, dengan menggunakan pendekatan Enterprise Architecture (EA) Yang mencakup keluaran berupa peta proses bisnis, proses bisnis utama dan proses bisnis lintas fungsi. Kata Kunci : sistem informasi, arsitektur bisnis, proses bisnis, SPBE, enterprise architecture
Product Design of Portable Oscilloscope Using Arduino to Analyze Signal Wildan Maulana; Nyoman Bogi Aditya Karna; Ridha Muldina Negara
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An electrical signal is an electrical voltage or current that carries information. The term electrical signal in a circuit can refer to voltage or current. Voltage or often people call with potential differences, is the energy carried out to move a single charge, while an electric current is a change in the speed of a charge with respect to time or charge that flows in units of time. In a research or scientific project, measurement tools are often needed that can project the form of electrical signals to be seen and studied. One measuring instrument commonly used is the oscilloscope (oscilloscope). Oscilloscopes are usually used to observe the exact wave shape of an electrical signal. This measuring instrument works based on data samples, the higher the data sample, the more accurate the electronic equipment. Oscilloscopes usually have very high data samples, so Oscilloscopes are very expensive electronic measuring devices. If an oscilloscope has a sample rate of 10 Ks / s (10 kilos of sample / second = 10,000 data per second), then this tool will read 10,000 times a second. However, not all scientific research or projects require a type of Oscilloscope that has such a high level of accuracy, there are some of them needed just to learn a basic introduction to electrical signals, there are several other cases needed to be practically portable, so it is easy to use at the time is required. But in the market today, Oscilloscope products are dominated by products of manufacturing manufacturers with large and heavy dimensions, of course with relatively very expensive costs and generally for the needs of laboratory procurement. Keywords: Oscilloscope, Electrical Signal, Portable, Electronic Measuring Instruments.
Analisis Kelayakan Usaha Pembukaan Cabang Kedai Kinetik Di Tinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Raihan Fachrezi Yunus; Nanang Suryana; Sinta Aryani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kedai Kinetik merupakan sebuaha bisnis yang bergerak di bidang kuliner khususnya minuman dengan bahan baku berbasis kopi dan non kopi. Dalam penelitian ini, aspek yang dilakukan dalam menganalisis aspek pasar yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang berada di Kota Tangerang. Responden yang menjadi target adalah laki-laki dan perempuan yang berusia dari 18 tahun hingga 25 tahun. Untuk data teknis dan data aspek finansial digunakan berdasarkan data sekunder yang dapat didapatkan dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner tersebut menunjukan bahwa persentase pasar potensial Kedai Kinetik sebesar 88%, pasar tersedia 82%, dan juga pasar sasaran dari Kedai Kinetik sebesar 0,4%. Hasil perhitungan aspek finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk perdiode 20212025 adalah Rp. 402.400.692, persentase IRR sebesar 59%, dan juga PBP sebesar 2.05 tahun. IRR yang diperoleh oleh Kedai Kinetik ini melebihi nilai dari MARR yaitu 13.74%. Kata Kunci: Kedai Kinetik, Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP. Abstract Kedai Kinetik is a business that is engaged in culinary, especially beverages with coffee-based and non-coffee-based raw materials. In this study, aspects carried out in analyzing market aspects is by distributing questionnaires to 100 respondents in the city of Tangerang. Target respondents were men and women aged 18 to 25 years. Technical data and financial aspect data are used based on secondary data that can be obtained from various sources. The results of the distribution of the questionnaire showed that the percentage of potential Kinetic Store was 88%, the market was available 82%, and also the target market of Kedai Kinetic was 0.4%.The calculation results of the financial aspects show that the NPV value for the period 2021-2025 is Rp. 402.400.692, IRR percentage of 59%, and also PBP of 2.05 years. IRR obtained by this Kinetic Store exceeds the value of MARR which is 13.74%. Keywords: Kedai Kinetik, Feasibility Analysis, NPV, IRR, PBP
Identifikasi Penyakit Pada Daun Kopi Menggunakan Metode Local Binary Pattern Dan Random Forest Begita Wahyuningtyas; Iwan Iwut Tritoasmoro; Nur Ibrahim
eProceedings of Engineering Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Kopi adalah hasil perkebunan yang sangat penting dan merupakan salah satu penghasil devisa terbesar dalam perekonomian Indonesia. Namun, tingkat kualitas dan kuantitas produksi kopi di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kematian tanaman kopi akibat terinfeksi penyakit, sehingga perlu dilakukan pencegahan awal dengan mengidentifikasi penyakit. Identifikasi dapat dilakukan dengan melihat perubahan warna dan bentuk fisik dari daun. Namun, karena lahan perkebunan kopi yang luas dengan jumlah tanaman yang banyak membuat petani kesulitan dalam mengidentifikasi penyakit dengan tepat. Pada tugas akhir ini telah dirancang sistem pengolahan citra digital yang dapat megidentifikasi penyakit pada daun kopi. Penyakit daun kopi diidentifikasi kedalam 3 jenis penyakit, yaitu Leaf Blight, Leaf Miner, dan Leaf Rust. Proses pengolahan citra digital menggunakan metode ekstraksi ciri Local Binary Pattern dan metode klasifikasi Random Forest. Dataset yang digunakan sebanyak 240 citra, terbagi menjadi 192 citra data latih dan 48 citra data uji. Dari hasil pengujian diperoleh akurasi terbaik sebesar 95,83% dengan menggunakan parameter ukuran citra 128x128 piksel, radius LBP = 1, dan nestimators Random Forest = 100. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibangun dapat berjalan dengan baik dalam mengidentifikasi penyakit pada daun kopi. Kata Kunci: kopi, penyakit daun, local binary pattern, random forest
Perancangan Dashboard Aksi Mitigasi Pencegahan Keterlambatan Proyek Perakitan Rear Cone Nc212i Menggunakan Fault Tree Analysis Di Pt. Abc Reanatami Irawan; Wawan Tripiawan; Devi Pratami
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. ABC telah melaksanakan proyek perakitan rear cone NC212i yang mengalami masalah berupa keterlambatan di lima operasi dan banyaknya material issue semenjak tahun 2017 meskipun proyek baru dilaksanakan tahun 2020. Proses evaluasi keterlambatan proyek pun dilakukan dengan metode Fault tree analysis dan method of obtaining cut sets (MOCUS) yang bertujuan mengetahui sumber masalah. Proses evaluasi keterlambatan dimulai dari identifikasi pekerjaan yang terlambat berdasarkan data laporan kemajuan proyek dan data keterlambatan proyek. Tahapan evaluasi berikutnya adalah melakukan identifikasi prasyarat dan menyusun kombinasi faktor-faktor keterlambatan. Penyusunan kombinasi faktor ini terbagi jadi empat jenis yaitu kejadian, agen, faktor, dan sub-faktor keterlambatan. Proses evaluasi selanjutnya adalah penggambaran pohon kesalahan atau Fault tree analysis (FTA) dilanjutkan dengan analisis MOCUS yang bertujuan mencari minimal cut set. Ketiga faktor keterlambatan tersebut diberikan solusi pencegahan masing-masing. Penentuan solusi tersebut dikaitkan dengan aspek-aspek yang ada berupa manusia (man), metode (method), dan informasi (information). Solusi aksi mitigasi pencegahan keterlambatan berupa rancangan sistem yang mengintegrasikan ketiga aspek tersebut. Proses evaluasi keterlambatan ini disusun ke dalam sebuah dashboard berbasis spreadsheet untuk mempermudah pemahaman dan visualisasi pihak perusahaan. Proyek ini telah selesai dilaksanakan sehingga hasil penelitian akan digunakan sebagai lesson learned untuk proyek selanjutnya. Kata Kunci: keterlambatan, evaluasi keterlambatan proyek, fault tree analysis, MOCUS, dan faktor keterlambatan

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue