cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,436 Documents
Penentuan Lokasi Optimal Asphalt Mixing Plant Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Fixed Charge Facility Location Problem Untuk Meminimalkan Biaya Distribusi Rendra Bagus Kusuma Jati; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) di Provinsi Jawa Barat, khususnya wilayah UPTD III, dengan menggunakan metode Fixed Charge Facility Location Problem (FCFLP). Studi ini berfokus pada minimasi biaya distribusi sekaligus memenuhi permintaan hotmix di berbagai lokasi. Data yang digunakan meliputi lokasi quarry, AMP eksisting, titik permintaan, panjang jalan, dan kondisi infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 AMP eksisting, hanya 5 lokasi yang optimal (Margaasih, Padamulya, Cipageran, Padaasih, dan Wanakerta) dengan penghematan biaya distribusi mencapai 47% (Rp3,47 miliar). Analisis sensitivitas membuktikan model ini stabil terhadap kenaikan harga BBM hingga 20%, namun peka terhadap perubahan waktu tempuh maksimal. Implikasi penelitian mencakup efisiensi sumber daya dan dasar kebijakan pembangunan infrastruktur yang lebih efektif. Kata kunci— Asphalt Mixing Plant, optimasi lokasi, Fixed Charge Facility Location Problem, biaya distribusi, hotmix.
Penentuan Prioritas Wilayah Alokasi Bantuan Bencana Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Akhmad Haidar Ramadhani; Putu Giri Artha Kusuma; Seto Sumargo
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kejadian bencana tinggi di Indonesia, namun penentuan prioritas wilayah alokasi bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih bergantung pada data eksternal seperti IRBI, tanpa mempertimbangkan variabel lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Diketahui dari data penyaluran bantuan tahun 2022 bahwa penyaluran sering kali dilakukan ke wilayah dengan indeks risiko bencana yang tidak seharusnya didahulukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kesenjangan terhadap wilayah yang seharusnya didahulukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas wilayah alokasi bantuan bencana secara lebih objektif dan terstruktur. Empat kriteria utama yang digunakan adalah populasi, risiko bencana, aksesibilitas, dan infrastruktur, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, serta data penyaluran bantuan. Hasil AHP menunjukkan bahwa populasi memiliki bobot terbesar (36,56%), diikuti risiko bencana (31,17%), aksesibilitas (17,37%), dan infrastruktur (14,90%). Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai alternatif wilayah prioritas utama, disusul alternatif wilayah Garut dan Tasikmalaya. Hasil temuan ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk terdampak dalam perencanaan bantuan. Sistem yang dihasilkan diharapkan menjadi alat bantu yang akuntabel bagi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan distribusi bantuan yang objektif dan transparan yang berbasis data. Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Bantuan Bencana, Prioritas Wilayah.
Perancangan Sistem Informasi Kriteria Penentuan Lokasi Gudang Sementara Untuk Bantuan Bencana Di Bpbd Jawa Barat Ilham Muhammad Faisal; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several sub-districts in Cianjur regency stillexperience uneven distribution of aid from the threeexisting central warehouse. This issue arises because thedistribution process is concentrated in specific areas,while other sub-districts lacak clear logistics routes andbalanced delivery frequency. Such inequality can hinderthe effective delivery of aid to communities that have notyet received Adequate support. This highlights the needto carefully consider multiple criteria when selectingtemporay warehouse locations for disaster reliefdistribution. Poor location choices can significantlyreduce the effiency of aid delivery. Therefore, a thoroughanalysis of key factors – such as proximity tobeneficiaries, safety from disaster-prone areas,availability of road infrastructure, environmentalsecurity and warehouse facilities-is essential. TheAnalytical Hierarchy Process (AHP) is one method thatcan be applied to systematically and objectively assessand prioritize these criteria, enabling the selection of themost suitable warehouse locationsKata kunci— Logistik kemanusiaan, Penentuan Lokasi Gudang,Analytic Hierarchy Process, Manajemen Logistik Indonesia,Rantai Pasokan.
Perencanaan Stowage Planning Kontainer Multi-Port Dalam Kapal Kargo Di Pelabuhan Pt. Xyz Menggunakan Model Integer Linear Programming Dengan Metode Insert-And Fix Algorithm Untuk Minimasi Jumlah Rehandle Dalam Aktivitas Bongkar Muat Di Setiap Pelabuhan Tu Muhammad Zakki Dharmawan Muly; Erlangga Bayu Setyawan; Leo Rama Kristiana
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan PT. XYZ merupakan pelabuhan yang berada di Jakarta, Indonesia. Pada penelitian ini, studi kasus mengenai Stowage Planning berupa sebuah kapal yang bersandar di Pelabuhan PT. XYZ yaitu bertujuan ke Singapura dan Jepang mengalami jumlah rehandle ketika melakukan Stowage Plan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan data historis di bulan Agustus 2024 yaitu berupa EDIFACT yang didapat dari kegiatan operasional kapal. Hal ini bisa menyebabkan KPI pada Ship Planner bisa menurun dan akan menyebabkan rehandle berlebih pada Quay Crane di pelabuhan selanjutnya. Penelitian ini mengidentifikasi spesifikasi kapal yang digunakan untuk mengantarkan seluruh kontainer. Setelah itu, penelitian ini juga harus mengidentifikasi apa saja jenis-jenis kontainer, Data yang dianalisis meliputi jenis kontainer, berat, dimensi, urutan pelabuhan tujuan, dan jumlah rehandle yang didapatkan dari hasil perekapan data historis sebelumnya. Hasil yang didapatkan dari penyelesaian masalah adalah data kapal yang memiliki 4520 TEUs dan memiliki 11 destinasi untuk rute pelayaran kapal mengangkut kontainer yang dimuat dari Indonesia, kesimpulan yang bisa didapatkan adalah hasil perencanaan Stowage Plan menggunakan model Integer Linear Programming dengan pendekatan Insert-and Fix Algorithm bisa meminimasi rehandle sebesar 59-100% untuk setiap pelabuhan tujuannya. Hal ini dapat menurunkan jumlah rehandle untuk pelabuhan tujuan dalam rute pelayaran kapal, sehingga Quay Crane tidak melakukan rehandle berlebih. Kata kunci — Pelabuhan, Stowage Plan, Rehandle, Integer Linear Programming, Insert-and-Fix Algorithm.
Usulan Alat Ukur Penilaian Praktik Green Supply Chain Pada Asphalt Mixing Plant (Amp) Menggunakan Metode Best Worst Method (Bwm) Dharma Air Putra; Putu Giri Artha Kusuma; Femi Yulianti
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Barat meningkatkan permintaan campuran aspal panas (hotmix) yang diproduksi oleh Asphalt Mixing Plant (AMP). Namun, aktivitas AMP berdampak signifikan terhadap lingkungan melalui emisi karbon. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran penerapan Green Supply Chain (GSC) pada AMP menggunakan metode Best Worst Method (BWM). Penentuan kriteria dan sub kriteria dilakukan melalui studi literatur dari jurnal ilmiah internasional, regulasi pemerintah Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada responden ahli yang dipilih berdasarkan latar belakang profesional di bidang jas konstruksi dan industri AMP Hasil menunjukkan bahwa Green Production memiliki bobot tertinggi, disusul Waste Management Recycling. Sub-kriteria tertinggi adalah Recycling of Production Waste. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria Green Production memiliki bobot tertinggi sebesar 0,372, diikuti oleh Waste Management Recycling sebesar 0,261, Green Supplier sebesar 0,183, dan Green Transportation sebesar 0,184. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk alat ukur evaluatif yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan pelaku industri sebagai panduan pengambilan keputusan serta peningkatan keberlanjutan pada AMP. Kata kunci— Green Supply Chain, Asphalt Mixing Plant (AMP), Best Worst Method (BWM), Rantai Pasok, Kriteria, Subkriteria
Usulan Kriteria Pemilihan Lembaga Usaha Sebagai Mitra Bpbd Provinsi Jawa Barat Dalam Penanganan Bencana Dengan Metode Fuzzy Ahp Ni Wayan Savitri Arsa Putri; Femi Yulianti; Putu Giri Artha Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat sebagai bagian dari Indonesiatermasuk dalam kawasan Ring of Fire, area di manasejumlah besar gempa bumi dan letusan gunung berapiterjadi di cekungan Samudra Pasifik. Menurut (BPS,2023)Jawa barat menempati urutan pertama sebagai provinsidengan jumlah bencana alam terbanyak di tahun 2023mencapai 844 kejadian. Akibat kejadian bencana tersebutmencatat sudah sebanyak 3.314.997 jiwa terdampak akibatkejadian bencana alam yang menimbulkan kerugian jiwahingga kerusakan infrastruktur. Pada penelitian ini berfokuspada situasi tanggap darurat bencana. Sesuai dalamPeraturan Kepala BNPB Nomor 12 Tahun 2014 bahwalembaga usaha memiliki peran yang cukup strategis dalammendukung penanggulangan bencana. Namun dari kondisiexisting pada BPBD Provinsi Jawa Barat dari data kemitraanyang terjalin dengan BPBD Provinsi Jawa Barat tahun 2024,yang diperoleh melalui penunjukan langsung dari e-katalogdan selama proses pemilihan mitra BPBD Provinsi JawaBarat belum memiliki acuan secara sistematis dan terstrukturdalam proses pemilihan mitra. Berdasarkan kondisi tersebut,penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan kriteriapemilihan dalam pelaksanaan pemilihan lembaga usahasebagai mitra BPBD Provinsi Jawa Barat dengan pendekatanberbasis kebutuhan. Untuk menentukan usulan kriteria,penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AnalyticalHierarchy Process (FAHP).Kata kunci — Logistik kemanusiaan, kemitraan, kriteria,sub-kriteria, fuzzy AHP
Usulan Perancangan Klasifikasi Material Suku Cadang Otomotif Menggunakan Metode FSN-XYZ dan Kebijakan Inventory Menggunakan Periodic Review (R,s) untuk Pemenuhan Fill Rate Pada PT ABC Safira Nur Shadrina
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri otomotif merupakan sektor vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional. PT ABC, sebuah perusahaan otomotif yang berfokus dalam bisnis penyedia suku cadang, menghadapi tantangan dalam mengelola suku cadang untuk tipe kendaraan Commercial Vehicle (CV), terutama dalam mencapai tingkat pemenuhan permintaan (fill rate) sebesar 80% di gudang cabang UPG. Masalah ini timbul akibat adanya ketidaksesuaian antara klasifikasi dan jumlah persediaan dengan permintaan pelanggan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem klasifikasi material menggunakan metode FSN-XYZ yang digabungkan dan merumuskan kebijakan pemenuhan persediaan berdasarkan pendekatan Periodic Review (R,s) untuk meningkatkan fill rate. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode klasifikasi FSN-XYZ secara efektif menghilangkan barang-barang yang tidak relevan dan tidak bergerak. Selain itu, kebijakan Periodic Review yang diusulkan dengan interval pemesanan ulang 6 hari, terbukti mampu membuat perusahaan mencapai fill rate 81%, yakni telah melebihi target yang ditetapkan. Studi ini memberikan kontribusi praktis dalam mendukung pengambilan keputusan manajemen persediaan suku cadang yang efektif dan efisien. Kata kunci— manajemen persediaan, spare parts, fill rate, analisis FSN-XYZ, periodic review
Usulan Perancangan Rute Distribusi Gas Lpg 3 Kg Menggunakan Capacitated Vehicle Routing Problem Heterogeneous Fleet Dengan Metode Mixed Integer Linear Programming Guna Meminimasi Biaya Transportasi (Studi Kasus Pada Pt Xyz) Najwa Taqiya Kamal; Nio Novitasari; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biaya transportasi merupakan komponen signifikan dalam operasional logistik dan menjadi perhatian utama PT XYZ, perusahaan distribusi gas LPG 3 kg di Jakarta Selatan. Selama periode Juni–November 2024, terjadi peningkatan biaya pengiriman, terutama saat permintaan tinggi. Analisis menunjukkan ketidakseimbangan pemanfaatan armada serta pola rute yang belum efisien. PT XYZ memiliki dua jenis kendaraan dengan kapasitas berbeda, namun perencanaannya belum mempertimbangkan efisiensi secara menyeluruh. Penelitian ini merancang rute distribusi optimal dengan pendekatan Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP) menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Data meliputi permintaan pelanggan, jarak antar titik, serta biaya operasional kendaraan. Model diimplementasikan menggunakan Python dan solver CBC. Hasil menunjukkan penurunan biaya transportasi dari Rp 25.861.018 menjadi Rp 25.505.830 (efisiensi 2%), serta pengurangan jarak tempuh sebesar 15%. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi logistik tanpa penambahan armada. Rancangan ini diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan distribusi yang lebih optimal dan adaptif. Kata kunci: Rute Distribusi, Optimasi Transportasi, MILP, CVRP, Heterogeneous Fleet
Usulan Perancangan Rute Distribusi Menggunakan Vehicle Routing Problem Pickup And Delivery Dengan Metode Mixed Integer Linear Programming Untuk Meminimasi Biaya Distribusi (Studi Kasus: Pt Xyz) Muhamad Arvien Nugraha; Femi Yulianti; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan otomotif yang bergerak dalam produksi, perakitan, dan distribusi sepeda motor, menghadapi permasalahan inefisiensi distribusi komponen produksi. Rata-rata pemanfaatan kapasitas armada hanya mencapai 62%, di bawah standar minimum perusahaan sebesar 70%, dengan zona Jakarta menjadi yang terendah sebesar 53%. Selain itu, total biaya distribusi sebesar Rp705.731.040 melebihi target perusahaan sebesar Rp521.600.000. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menerapkan pendekatan Mixed Integer Linear Programming (MILP) pada permasalahan Vehicle Routing Problem with Pickup and Delivery (VRPPD), guna merancang rute distribusi yang efisien dengan meminimalkan biaya distribusi dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas armada. Model mempertimbangkan karakteristik utama VRPPD seperti urutan pickup sebelum delivery serta pelayanan pasangan permintaan oleh kendaraan yang sama. Hasil simulasi menunjukkan pengurangan jumlah armada dari lima menjadi tiga unit, peningkatan rata-rata utilisasi kapasitas dari 58,6% menjadi 97,93%, dan penurunan total biaya distribusi menjadi Rp441.764.352. Solusi ini tidak hanya memenuhi target biaya distribusi perusahaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi distribusi secara keseluruhan. Kata kunci — Utilitas kapasitas armada, MILP, VRPPD, optimasi rute, distribusi.
Usulan Perbaikan Kebijakan Persediaan Menggunakan Pendekatan Vendor Managed Inventory Model (r, Q) Untuk Meminimasi Total Biaya Persediaan di Gudang CV XYZ Ameylia Ika Pramudita; Putu Giri Artha Kusuma; Gisti Ayu Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan distributor komoditas kedelai yang mengirim ke berbagai industri kedelai lain dalam jumlah besar maupun kecil. Pada kondisi existing Gudang CV XYZ belum menerapkan kebijakan persediaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan, hal tersebut dapat dilihat dari beberapa gejala dan dampak yang ditimbulkan. Dalam 51 minggu terjadi 46 kali backlog sehingga persentasenya adalah 90,20% dan permintaan yang dipenuhi secara normal adalah 9,80%. Total biaya persediaan aktual yang telah dihitung menggunakan rumus klasik menunjukkan persentase yang berlebih sebesar 9,03%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan kebijakan persediaan pada Gudang CV XYZ untuk meminimasi total biaya persediaan, perancangan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan kondisi aktual menggunakan model No-VMI dan VMI. Perbandingan jumlah backlog yang berhasil ditekan dari kondisi aktual ke VMI adalah 167,83 kg dengan persentase penurunan sebesar 99,98%. Total biaya persediaan kondisi aktual Rp 9.642.573,29 mengalami penurunan menjadi Rp 1.059.293,94 Penurunan total biaya persediaan dari kondisi aktual ke VMI adalah sebesar 90%, faktor yang mempengaruhi penurunan ini adalah ukuran lot pemesanan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan gudang CV XYZ serta jumlah permintaan yang dibacklog diminimasi untuk mengurangi biaya denda yang timbul. Kata kunci — kedelai, kebijakan persediaan, backlog, vendor managed inventory.

Filter by Year

2014 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026 Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue