Cakradonya Dental Journal
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles
524 Documents
PERIODONTITIS DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR (Tinjauan Pustaka)
Rita Zahara Ibrahim;
Miftahur Rahmah
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.247 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17069
Infeksi oral terutama karies gigi dan penyakit periodontal seperti gingivitis dan periodontitis merupakan penyakit yang sangat lazim terjadi pada manusia namun sering diabaikan. Masyarakat umumnya masih kurang peduli dengan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Munculnya lubang pada gigipun seringkali diabaikan sampai benar-benar nyeri saat mengunyah dan mengganggu aktivitas. Padahal sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi oral yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan masalah pada sistem kardiovaskular. Sebagaimana yang telah diketahui, penyakit kardiovaskular masih merupakan salah satu penyebab kematian tersebesar di dunia. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang berkaitan dengan hubungan sebab-akibat antara infeksi oral terutama periodontitis dengan risiko penyakit kardiovaskular serta mekanisme yang berperan didalamnya.Kata Kunci: Infeksi oral, periodontitis, kebersihan mulut yang buruk, penyakit kardiovaskular
NECROTIZING ULCERATIVE STOMATITIS TERKAIT HIV/AIDS: GAMBARAN KLINIS DAN TATALAKSANA (Laporan Kasus)
Sri Rezeki;
Harum Sasanti
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (96.795 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9751
Necrotizing ulcerative stomatitis (NUS) merupakan suatu penyakit inflamasi dengan lesi ulserasi nekrosis pada mukosa mulut yang jarang terjadi. Karakteristik lesi berupa ulser akut dengan kerusakan masif, nekrosis pada jaringan lunak yang dapat meluas ke jaringan sekitarnya. Pada stadium lanjut, dapat berkembang menjadi cancrum oris (noma). Kasus ini melaporkan NUS terkait AIDS yang terdapat pada mukosa mulut tanpa perluasan lesi ulserasi nekrosis dari gingiva dan periodonsium. Perbaikan awal diperoleh setelah 8 hari perawatan dengan antibiotik metronidazol 1500 mg sehari dan berkumur chlorhexidine gluconate 0,2% dua kali sehari.Kata kunci : Necrotizing ulcerative stomatitis, gambaran klinis
ORAL THRUSH PADA BAYI: GAMBARAN KLINIS DAN TATALAKSANA (LAPORAN KASUS)
Taufiqi Hidayatullah;
Laxmi Nurul Suci
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.113 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29951
Oral thrush merupakan infeksi jamur didalam mulut yang umum terjadi pada bayi. Etiologi utama oral trush disebabkan kebersihan yang tidak adekuat. Faktor tersebut dapat berasal dari rongga mulut bayi, kulit puting ibu, kebersihan tangan ibu dan bayi serta peralatan makan dan minum bayi. Diagnosis kerja umumnya diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. Biopsi dapat dilakukan untuk konfirmasi diagnosis apabila oral thrush menyerupai kondisi oral lain. Gambaran klinis dapat berupa bercak putih menyerupai krim yang dapat diseka pada mukosa mulut serta pada beberapa kondisi dapat meninggalkan dasar hiperemis setelah diseka. Oral higiene yang adekuat mampu menghilangkan infeksi jamur jika belum terlalu parah. Apabila sudah meninggalkan permukaan hiperemis saat diseka dan lokasi jamur makin meluas dapat dibantu dengan obat anti jamur seperti miconazole cream. Selain itu, diperlukan pula mengurangi faktor predisposisi yang terlibat, sepert sanitasi bayi dan ibu guna menunjang efektivitas obat mengeliminir jamur. Cara pemakaian obat yang tidak tepat akan memyebabkan perawatan tidak berhasil. Oleh karena itu, dokter gigi harus memberi edukasi secara baik dan benar mengenai tata cara penggunaan obat danpembersihan mulut bayi agar terapi yang diberi sesuai harapan.
PENGARUH ASAP ROKOK TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DAN NILON TERMOPLASTIK
. Syafrinani;
Saima Putri Hasibuan
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.433 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10618
Resin akrilik polimerisasi panas banyak digunakan sebagai bahan pembuat basis gigi tiruan, karena memiliki sejumlah keunggulan diantaranya kualitas estetis yang cukup memuaskan, mudah diproses dan direparasi tanpa membutuhkan tenaga ahli laboratorium. Beberapa tahun terakhir nilon telah menarik perhatian sebagai bahan basis gigi tiruan. Salah satu sifat fisik bahan ini yang perlu diperhatikan adalah kekasaran permukaan, permukaan yang kasar dapat mempengaruhi kesehatan jaringan akibat akumulasi mikroorganisme. Peningkatan kekasaran permukaan pada basis dipengaruhi oleh asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastik. Rancangan penelitiannya adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan desain post test only control group. Sebanyak 60 sampel yang terdiri dari dua bahan basis gigi tiruan yang berbeda secara kimia; resin akrilik polimerisasi panas berbentuk batang berukuran 50x20x3 mm dan berbentuk silinder berdiameter 50 mm dengan ketebalan 2 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh asap rokok terhadap kekasaran permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan nilai p =0,0001 (p0,05) dan nilon termoplastik dengan nilai p=0,0001 (p0,05). Disimpulkan terpaparnya asap rokok pada permukaan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dan nilon termoplastik mengalami peningkatan nilai kekasaran permukaan.
Dampak Maloklusi Gigi Anterior Protrusif Terhadap Status Psikososial Remaja Usia 15-17 Tahun Menggunakan Indeks PIDAQ (Studi Pada 4 Sman Banda Aceh)
Rafinus Arifin;
Sunnati Sunnati;
Rizky Kurniawan Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.664 KB)
Maloklusi adalah suatu anomali yang menyebabkan gangguan fungsi oral dan estetika serta memerlukan perawatan jika sudah mengganggu seseorang baik secara fisik maupun emosional. Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencari jati diri sehingga penampilan wajah dan gigi-geligi sangat berpengaruh dengan hubungan sosial remaja tersebut. Berbagai penelitian telah menemukan maloklusi gigi anterior atas berdampak negatif terhadap status psikosial sosial remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak maloklusi gigi anterior protrusif terhadap status psikososial remaja di Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Sampel penelitian berasal dari empat SMA Negeri Banda Aceh yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3 serta SMAN 4, dengan total subjek 108 siswa. Kepada subjek diberikan kuisioner PIDAQ untuk mengetahui dampak maloklusi gigi anterior protrusif terhadap status psikososial siswa tersebut. Data hasil penelitian tersebut kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan metode Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan maloklusi gigi anterior protrusif berdampak negatif terhadap status psikososial remaja, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa semakin berat derajat keparahan maloklusi gigi anterior protrusif maka semakin besar kemungkinannya berpengaruh terhadap status psikososial.
KEMAUAN MELAKUKAN PERAWATAN GIGI SELAMA BULAN PUASA RAMADAN BERDASARKAN PERSEPSI PASIEN
Munifah Abdat
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.742 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27299
Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam karena akan menjalankan rukun Islam ketiga yaitu beribadah puasa sebulan penuh. Selama berpuasa, umat Islam membatasi kegiatan yang berpotensi membatalkan puasa seperti menelan air atau cairan saat perawatan gigi. Prosedur perawatan gigi dan mulut selama bulan Ramadan dianggap dapat beresiko membatalkan puasa sehingga mengakibatkan rendahnya kunjungan ke dokter gigi dan memilih menunda perawatanyang dapat menyebabkan kondisi gigi dan mulut bertambah buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemauan masyarakat melakukan perawatan gigi selama bulan puasa Ramadan berdasarkan persepsi pasien. Penelitian dilakukan selama 7 hari pada bulan Ramadan dengan total subyek 70 orang terdiri dari 35 orang kelompok intervensi dan 35 orang kelompok kontrol di Banda Aceh, Aceh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden baik kelompok intervensi maupun kontrol setuju bahwa perawatan gigi beresiko membatalkan puasa dan sebagian diantaranya menyatakan mau ketika dalam keadaan darurat saja selama bulan Ramadan. Mayoritas berpendapat perawatan gigi seperti pembersihan karang gigi, prosedur penambalan, prosedur pencabutan, pemberian obat oles dan odontektomi dapat membatalkan puasa. Disimpulkan bahwa tingkat kemauan untuk melakukan perawatan gigi 2.5 kali lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol selama bulan Ramadan.
PENGARUH PERASAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) SEBAGAI BAHAN IRIGASI SALURAN AKAR DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Enterococcus faecalis SECARA IN VITRO
Cut Soraya;
Santi Chismirina;
Rizki Novita
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (113.598 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10609
Enterococcus faecalis (E. faecalis) adalah salah satu bakteri Gram positif fakultatif anaerob yang termasuk flora normal dalam rongga mulut, namun bakteri ini dapat menjadi patogen dan memiliki peran utama sebagai penyebab lesi periradikuler persisten setelah perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar, salah satu tahapannya adalah dengan irigasi. Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman umbi lapis yang mengandung senyawa-senyawa antimikroba. Penelitian dengan desain eksperimental laboratories ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perasan bawang putih terhadap pertumbuhan E. faecalis. Enterococcus. faecalis yang telah dikultur pada media CHROM agar VRE dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37˚C dalam suasana anaerob, dilakukan uji konfirmasi dengan pewarnaan Gram dan penentuan kekeruhan bakteri dengan spektrofotometer. Uji pengaruh perasan bawang putih terhadap pertumbuhan E. faecalis dilakukan dengan metode difusi agar pada media MHA. Data hasil pengukuran dianalisis dengan oneway ANOVA dengan α=0,05 dan dilanjutkan dengan uji Least Significance Difference (LSD). Disimpulkan bahwa perasan bawang putih memiliki pengaruh terhadap E. faecalis pada konsentrasi 25% dan 50% dengan kemampuan daya hambat lemah, sedangkan pada konsentrasi 75% dan 100% dengan kemampuan daya hambat yang sedang.
Multiple Supernumerary Teeth Yang Langka: Sebuah Laporan Kasus
Teuku Ahmad Arbi
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.069 KB)
Supernumerary teeth adalah gigi yang tumbuh lebih dari jumlah normal gigi pada umumnya. Supernumerary teeth bisa berupa gigi tunggal, multiple, tumbuhnya unilateral, bilateral, pada satu atau kedua rahang. Namun kebanyakan tumbuh di regio anterior rahang atas dan regio molar. Amat jarang mengenai kedua rahang. Supernumerary teeth sering dikaitkan dengan Gardner sindrom, fasial cleft ataupun cleidocranial dysplasia. Akibat supernumerary teeth bisa menimbulkan gangguan erupsi gigi, pergeseran gigi, gigi berjejal, resorbsi akar dan pembentukan kista dentigerous. Pada kasus kami, perempuan Indonesia usia 15 tahun dikonsultasikan dari orthodonsia dengan 10 supernumerary teeth, persistensi gigi susu, impaksi kaninus. Lima supernumerary teeth berada di regio premolar kanan rahang atas dan regio molar rahang atas bilateral. Lima gigi lainnya di regio premolar rahang bawah bilateral. Tidak ada riwayat serupa dalam keluarga dan pasien tidak terkait sindroma tertentu. Diputuskan untuk dilakukan ekstraksi supernumerary teeth rahang atas, ekstraksi gigi susu dan odontektomi kaninus impaksi dalam narkose. Sementara lima supernumerary teeth di rahang bawah diobservasi oleh orthodontis mengingat susunan gigi rahang bawah sudah baik. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah supernumerary teeth yang asimptomatik dan tidak mengganggu perawatan orthodonsia tidak harus selalu diekstraksi. Observasi berkala perlu dilakukan untuk memonitor supernumerary teeth yang tidak diekstraksi.
KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM FORMULA HIDROGEL EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus
Teuku Ahmad Arbi;
Afrina Afrina;
Dewa Judhistira Guntara
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (554.054 KB)
|
DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20915
Staphylococcus aureus merupakan patogen yang menyebabkan berbagai infeksi sekunder seperti infeksi pada kulit dan jaringan lunak di rongga mulut, dilaporkan bahwa S. aureus berperan dalam kegagalan implan gigi, menginfeksi perawatan saluran akar dan juga dapat berkolonisasi pada mukosa pengguna gigi tiruan. Daun Tin (Ficus carica) yang diekstrak dibuat dalam sedian hidrogel dan dapat dijadikan obat karena memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, saponin, polifenol dan tanin yang dapat menghambat dan membunuh bakteri dan berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) formula hidrogel ekstrak daun Tin terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Daun Tin diekstraksi dengan metode maserasi, selanjutnya dilakukan uji konsentrasi hambat dan bunuh minimum dengan metode dilusi. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis diperoleh nilai P = 0,76 (P0,05) yang menunjukan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan terhadap pertumbuhan S. aureus. Hasil perlakuan menunjukan nilai tertinggi sampai terendah yaitu kontrol negatif, 5%, 25%, 50% dan kontrol positif. Kesimpulan penelitian ini didapatkan konsentrasi formula hidrogel ekstrak daun Tin dalam menghambat S. aureus adalah pada konsentrasi 5%, dan pada konsentrasi 50% tidak menunjukan hasil uji yang sama seperti kontrol positif.
Kista Dentigerous Pada Anak-anak
Fakhrurrazi .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.735 KB)
Kista dentigerous atau kista folikular merupakan kista odontogenik yang dihubungkan dengan mahkota gigi yang impaksi, embedded, tidak erupsi atau yang sedang tumbuh. Kista ini merupakan jenis kista odontogenik yang kedua paling sering terjadi, sekitar 14%-24% dari seluruh kista rahang. Kista ini, biasanya terjadi pada usia dekade pertama dan ketiga serta dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja periode pertumbuhan gigi campuran. Perawatan untuk kista ini dapat dengan enukleasi atau marsupialisasi, tergantung dari umur pasien, keparahan impaksi dan bentuk akar yang berhubungan dengan gigi. Dilaporkan sebuah kasus kista dentigerous yang besar pada anak-anak yang berhubungan dengan impaksi gigi molar di mandibular yang dilakukan perawatan dengan enukleasi.