cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
GAMBARAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) MIKROSTRUKTUR PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILER SETELAH PERENDAMAN DALAM KOPI ARABIKA GAYO Viona Diansari; Iin Sundari; Noniza Deswitri
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.755 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11708

Abstract

Resin komposit nanofiler merupakan restorasi estetik di bidang kedokteran gigi dengan kelemahan dapat menyerap cairan di sekitar permukaannya. Kopi arabika gayo merupakan salah satu kopi arabika unggulan di Aceh. Minuman kopi memiliki pH rendah (asam) yang dapat menyebabkan degradasi ikatan polimer dan partikel filer. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiler sebelum dan setelah perendaman dalam kopi arabika gayo selama 4 dan 6 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan rancangan pretest + posttest design group. Terdapat 4 spesimen resin komposit nanofiler yang berbentuk silinder dengan tebal 2 mm dan diameter 6 mm, dan dibagi dalam 2 kelompok yakni kelompok A berjumlah 2 spesimen (A1A2) yang direndam dalam minuman kopi arabika gayo selama 4 hari dan kelompok B berjumlah 2 spesimen (B1B2) direndam dalam kopi arabika gayo selama 6 hari. Mikrostruktur specimen diamati perubahannya dengan menggunakan scanning electron mcroscope (SEM) dengan perbesaran 3000x. Hasinya, terlihat area yang berwarna gelap/porus pada gambaran SEM. Setelah dianalisis dengan paired t-test dan unpaired t-test (p0,05) terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok A dan kelompok B. Kesimpulan: Semakin lama perendaman yang dilakukan semakin jelas terlihat perubahan yang terjadi.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK SIPIL ANGKATAN 2010 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS Murniwati .; Fadil Oenzil; Idson Kamal; Minarni .
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.78 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i2.9745

Abstract

Saliva merupakan cairan biologis pertama yang terpapar oleh asap rokok di rongga mulut. Asap rokok mengandung berbagai macam zat kimia yang dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan derajat keasaman (pH) saliva. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional Study dengan sampel 48 mahasiswa jurusan Teknik Sipil angkatan 2010 Fakultas Teknik Universitas Andalas. Data kebiasaan merokok didapat melalui kuesioner dan pH saliva diukur menggunakan dental saliva pH indikator. Analisa data menggunakan Chi-Square dengan α=0,05. Penelitian menunjukkan jenis rokok yang dikonsumsi adalah rokok putih (75%) dengan konsumsi per hari sebanyak 5-14 batang (54,2%). Responden telah mengkonsumsi rokok secara rutin selama lebih dari 4 tahun (37,2%). Sebagian besar responden memiliki pH saliva berkategori asam (52,1%). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis rokok yang dikonsumsi dengan pH saliva ( p0,05 ). Terdapat hubungan yang bermakna antara tipe perokok dengan pH saliva ( p0,05 ) dan antara lama periode merokok dengan pH saliva (p0,05). Terdapat hubungan antara tipe perokok dan lama periode merokok dengan derajat keasaman (pH) saliva. Tidak terdapat hubungan antara jenis rokok dengan derajat keasaman (pH) saliva.Kata Kunci: Saliva, merokok, derajat keasaman
EFEK ANALGESIK EKTRAK DAUN TREMBESI (Samanea saman (Jacq.) Merr.) TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus Musculus) Nikmatus Sa’adah; Niswatun Chasanah; Sawitri Dwi Indah Pertami; Puspa Dila Rohmaniar; Agus Aan Adriansyah; Ahda Mas Ulah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.216 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27305

Abstract

Nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat menjadi salah satu tanaman alternatif herbal sebagai analgesik. Senyawa metabolit sekunder flavonoid dan steroid pada ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dapat berfungsi sebagai analgesik dengan cara menghambat mediator-mediator inflamasi dengan cara menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga kerja enzim siklooksigenase terblokir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) terhadap mencit putih (Mus Musculus). Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok. Pemberian larutan secara per oral, kemudian diinduksi nyeri dengan asam asetat 1% secara intraperitonial. Jumlah geliat mencit diamati setiap 5 menit selama 30 menit, lalu dihitung presentase daya analgesik dan efektivitas analgesiknya. Dari hasil penelitian didapatkan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 100mg/kgBB dapat memberikan efek analgesik yang lebih besar yaitu 9,2% dibandingkan dengan ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) dosis 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB yang hanya memberikan efek analgesik sebesar 34,7% dan 23,1%. Disimpulkan bahwa terdapat efek analgesik ekstrak daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr.) pada mencit putih (Mus Musculus).
TOPOGRAFI DENTIN SETELAH PENYIKATAN DENGAN SODIUM LAURYL SULFATE PADA BERBAGAI DURASI WAKTU DITINJAU DENGAN ATOMIC FORCE MICROSCOPY Abdillah Imron Nasution; Basri A. Gani; Firda Asbarini
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.928 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10613

Abstract

Menyikat gigi menggunakan pasta gigi berfluoride adalah kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat di negara berkembang. Pasta gigi yang dijual di pasaran biasanya mengandung deterjen dengan kadar yang rendah. Sodium lauryl sulfate (SLS) adalah salah satu deterjen dalam pasta gigi dengan kadar rata-rata 0,5-2% dari berat keseluruhan pasta gigi. SLS dapat merusak struktur dentin dengan berpenetrasi ke dalam kristal hidroksiapatit (HA) yang merupakan penyusun dentin. Penelitian ini bertujuan menganalisis topografi dentin setelah penyikatan dengan sodium lauryl sulfate 1% pada berbagai durasi waktu ditinjau dengan Atomic Force Microscopy (AFM). Enam gigi premolar digunakan sebagai spesimen dan dipotong pada area mahkota dekat CEJ kemudian dihaluskan. Spesimen dikelompokkan ke dalam enam kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok yang disikat dengan SLS 1% dengan durasi 3 menit, 5 menit, 8 menit dan 10 menit. Perlakuan diulang selama 7 hari. Hasil pengamatan AFM memperlihatkan perbedaan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyikatan menggunakan SLS dapat menurunkan kekasaran permukaan, memperkecil diameter tubulus dentin, menurunkan tinggi dentin intertubuler dan memperlebar jarak dentin intertubuler. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa SLS dapat menyebabkan abrasi pada struktur hidroksiapatit dan merusak kolagen pada dentin.
Sitologi Tumor Odontogenik: Ameloblastoma Vera Dewi Mulia
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.311 KB)

Abstract

Ameloblastoma adalah tumor odontogenik jinak dan bersifat agresif secara lokal. Angka kejadian tumor ini sekitar 1% dari seluruh tumor pada tulang rahang. Biasanya terjadi pada regio mandibula, dan hanya sedikit kasus di maksila. Ameloblastoma mempunyai kecendrungan untuk rekurensi, karena itu sangat diperlukan diagnosis yang akurat sebelum menentukan teknik pembedahan. Gejala klinis dan radiologis ameloblastoma dapat menunjukkan gambaran yang tidak spesifik, gambarannya bisa menyerupai odontogenic cyst dan tumor lain. Fine Needle Aspiration Cytology (FNAB) merupakan suatu teknik yang mudah dan tidak invasif dalam menegakkan diagnosis sebelum tindakan pembedahan dilakukan pada ameloblastoma. Teknik ini juga merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan dengan cepat dan menghasilkan diagnosis yang akurat, serta dapat membedakan antara tumor jinak dan ganas. Sitologi dari ameloblastoma terdiri atas kelompok-kelompok sel basaloid dengan single spindle and stellate shaped cells. Bahan pemeriksaan bisa tidak memadai bila diperoleh dari tumor dengan area kista yang luas, dan dapat menyebabkan diagnosis menjadi tidak akurat, sehingga bisa keliru dalam menentukan keganasan yang bisa terdiagnosis sebagai suatu ameloblastoma konvensional.
PEMBUATAN GEL HIDROKSIAPATIT CANGKANG KERANG-SIMPING (Amusium pleuronectes) DAN PENGARUHNYA SETELAH APLIKASI DI LESI WHITE-SPOT EMAIL GIGI Rizki Amalina; Dewi Monica; Anggun Feranisa; Firda Yanuar Syafaat; Mona Sari; Yusril Yusuf
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.425 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23527

Abstract

Masalah kesehatan gigi tertinggi di Indonesia adalah karies yaitu rusaknya jaringan keras gigi. Pencegahan karies dapat dilakukan dengan meningkatkan remineralisasi. Cangkang kerang-simping merupakan limbah industri kaya kalsium yang dapat menjadi prekursor hidroksiapatit yaitu kristal penyusun gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis gel hidroksiapatit dari cangkang kerang- simping dan mengetahui pengaruh gel hidroksiapatit terhadap remineralisasi email gigi. Metode penelitian merupakan eksperimental laboratoris 2 tahap. Pertama adalah sintesis hidroksiapatit dan evaluasi fisikokimia menggunakan SEM-EDX dan XRD. Hidroksiapatit kemudian dibuat menjadi sediaan gel dan diuji secara organoleptik. Tahap kedua adalah penelitian pre dan post-test control group design menggunakan 16 sampel gigi premolar satu rahang atas post ekstraksi yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok gel hidroksiapatit 20%, dan kelompok kontrol. Uji kekerasan email gigi menggunakan Vickers microhardness tester sebanyak 2 kali, yaitu sebelum dan setelah aplikasi gel. Hasil menunjukkan bahwa hidroksiapatit cangkang kerang simping berukuran nano, berbentuk granular dengan rasio molar Ca:P 3,22. Konsistensi gel hidroksiapatit homogen, sedikit berbau dan berwarna putih krem. Pada hasil uji kekerasan email terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah aplikasi (p0,05) dan terdapat signifikansi perbedaan peningkatan kekerasan antar kelompok (p0,05). Peningkatan kekerasan email kelompok gel hidroksiapatit lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kesimpulannya adalah gel hidroksiapatit cangkang kerang-simping berpotensi sebagai agen remineralisasi email gigi
Perbandingan Jumlah Koloni Streptococcus Sp, Lactobacillus Sp Dan Candida Sp Di Dalam Rongga Mulut Pasien Skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh Ridha Andayani; Abdillah Imron Nasution; Muhammad Qadri
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.632 KB)

Abstract

Pasien skizofrenia dapat mengalami masalah gigi dan mulut yang sama dengan orang normal sebagai populasi umum. Namun bukti menunjukkan bahwa mereka memiliki resiko lebih besar mengalami penyakit di rongga mulut dan lebih membutuhkan perawatan rongga mulut. Terjadinya penyakit di rongga mulut sangat erat kaitannya dengan peningkatan jumlah koloni mikroorganisme seperti Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp. Peningkatan jumlah koloni mikroorganisme dapat meningkatkan status mikroorganisme tersebut menjadi patogen yang menyebabkan suatu penyakit di rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah koloni Streptococcus sp, Lactobacillus sp dan Candida sp di rongga mulut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan eksperimental laboratoris yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 47 pasien skizofrenia laki-laki dan perempuan. Pada subjek dilakukan pengambilan sampel di rongga mulut dengan menggunakan cotton wooden steril yang kemudian dibawa ke laboratorium untuk dikultur dan dihitung jumlah koloni mikroorganismenya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan jumlah koloni Streptococcus sp yang dikultur pada media selektif TYS20B sebanyak 93,2 x 106 CFU/ml, Lactobacillus sp yang dikultur pada media selektif MRSA sebanyak 0,6 x 106 CFU/ml, dan Candida sp yang dikultur pada media selektif SDA sebanyak 30,5 x 106 CFU/ml. Streptococcus sp merupakan mikroorganisme paling dominan pada rongga mulut pasien skizofrenia Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh sehingga dapat dikatakan karies gigi sangat rentan terjadi di rongga mulut pasien tersebut.
PENGARUH EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP PENYEMBUHAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN PADA MAHASISWI PSKG FK UNSRI Leo Saputra; Shanty Chairani; Tyas Hestiningsih
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.183 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16158

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren (SAR) merupakan salah satu penyakit mukosa mulut yang sering ditemui.SAR dapat menganggu dan menurunkan kualitas hidup sehingga diperlukan perawatan yang adekuatsehingga dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus terhadap durasi penyembuhan dan pengurangan rasanyeri dari SAR. Penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control groupmelibatkan 38 mahasiswi PSKG FK UNSRI dengan SAR minor yang dibagi menjadi dua kelompokyaitu kelompok perlakuan yang diberi ekstrak ikan gabus dan kelompok kontrol yang diberi akuades.Subjek tiap kelompok diinstruksikan untuk mengaplikasikan ekstrak ikan gabus atau akuadessebanyak 3 kali sehari. Durasi penyembuhan SAR diamati sampai sembuh dan rasa nyeri SAR diukurmenggunakan visual analog scale (VAS) pada baseline dan hari ketiga. Hasil penelitian menunjukkanbahwa durasi penyembuhan SAR pada kelompok ekstrak ikan gabus lebih cepat secara signifikan darikelompok akuades (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan dari perbandingan skor VASbaseline dengan hari ketiga pada kedua kelompok (P0.05). Kelompok ekstrak ikan gabusmenunjukkan pengurangan rasa nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok akuades (P0.05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak ikan gabus (Channastriata) dapat mempercepat durasi penyembuhan SAR dan dapat mengurangi rasa nyeri dari SAR.Kata kunci: Stomatitis aftosa rekuren, Ikan gabus, Penyembuhan
Tingkat Sensitivitas Dentin Sebelum dan Setelah Paparan Minuman Bersoda Pada Usia Remaja Berdasarkan Metode Visual Analog Scale Santi Chismirina; Basri A. Gani; Mizwan Fachry Harahap
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.68 KB)

Abstract

Hipersensitivitas dentin terjadi karena terpaparnya dentin akibat terkikisnya email yang disebabkan proses demineralisasi email. Minuman bersoda merupakan salah satu minuman yang dapat menyebabkan demineralisasi email. Remaja merupakan salah satu pengkonsumsi minuman bersoda terbanyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sensitivitas dentin sebelum dan setelah paparan minuman bersoda pada usia remaja berdasarkan metode Visual Analog Scale (VAS). Metode yang digunakan adalah Garis Linier dan Faces Pain Scales. Tahap pertama dari penelitian ini dimulai dengan seleksi subjek yang dilanjutkan pemeriksaan hipersensitivitas dentin sebelum paparan minuman bersoda dan pemeriksaan sensitivitas dentin setelah paparan minuman bersoda. Dari hasil pemeriksaan 39 subjek penelitian, 25 subjek menderita sensitif ringan sebelumdipaparkan minuman bersoda dan 23 subjek penelitian menderita sensitif sedang setelah dipaparkan minuman. Dari hasil uji statistik menunjukan perbedaan tingkat sensitivitas dentin yang signifikan sebelum dan setelah paparan minuman bersoda. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paparan minuman bersoda dapat mempengaruhi tingkat sensitivitas dentin.
PERUBAHAN DIMENSI BAHAN CETAK ALGINAT DENGAN PELARUT EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Dendy Murdiyanto; Vega Rasiditya Andryant Putra
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.412 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.20910

Abstract

Bahan cetak alginat kedokteran gigi dapat menjadi media penularan infeksi dan mudah mengalami perubahan dimensi. Metode disinfeksi alternatif perlu dilakukan dengan mencampurkan bahan alam kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang memiliki manfaat anti fungi dan anti bakteri serta bersifat desinfektan sebagai pelarut bahan cetak alginat tanpa mempengaruhi dimensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi dan mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Desain penelitian posttest-only control group design dengan cara mengukur selisih volume akhir dengan volume awal menggunakan jangka sorong ketelitian 0,01 mm. Kelompok perlakuan larutan ekstrak kayu manis dibagi menjadi 5 konsentrasi yaitu kontrol, 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil penelitian dengan uji One-Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,066 (p0,05) yang berarti tidak terdapat pengaruh ekstrak kayu manis sebagai pelarut bahan cetak alginat terhadap perubahan dimensi. Simpulan penelitian bahwa ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) sebagai pelarut bahan cetak alginat tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi. Peningkatan konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) hingga 40% sebagai pelarut bahan cetak alginat juga tidak berpengaruh terhadap perubahan dimensi.