cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
UJI SITOTOKSISITAS SEDIAAN BARU PASTA Ca(OH)2 TERHADAP SEL FIBROBLAS (IN VITRO) Laura Emily Sulistyo; Eko Fibryanto; Melaniwati Melaniwati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.24840

Abstract

Karies yang tidak dirawat dapat menyebabkan infeksi pulpa. Perawatan infeksi ini adalah perawatan saluran akar. Kegagalan perawatan ini bisa terjadi karena infeksi yang persisten oleh E. faecalis. Pemberian medikamen intrakanal merupakan upaya untuk menghilangkan persistensi mikroorganisme dalam saluran akar. Pasta Ca(OH)2 merupakan obat yang umum digunakan. Sediaan baru pasta Ca(OH)2 dibuat untuk meningkatkan efek antibakteri. Uji sitotoksisitas dilakukan untuk menilai sifat toksik sediaan baru ini sebelum menjadi produk jadi. Sel fibroblas jaringan gingiva dikultur dan diberi ekstrak sediaan baru pasta Ca(OH)2 dan Calcipex. Percobaan dilakukan dalam tiga pengulangan dan viabilitas sel dievaluasi dengan uji MTT. Analisis statistik dilakukan dengan uji One-way ANOVA. Hasil: Perbandingan viabilitas sel pada sediaan baru pasta Ca(OH)2 dan Calcipex menunjukkan bahwa sel yang diberi sediaan baru pasta Ca(OH)2 lebih banyak yang hidup jika dibandingkan dengan Calcipex (p0,05). Kelompok sediaan 1g Ca(OH)2 merupakan kelompok yang memiliki efek toksisitas paling ringan.
TINGKAT KECEMASAN DOKTER GIGI MUDA KETIKA MELAKUKAN TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI SAAT PANDEMI COVID-19 (Studi Retrospektif Pada Dokter Gigi Muda Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Syiah Kuala (RSGM USK) Banda Aceh) Fakhrurrazi - Fakhrurrazi; Rachmi Fanani Hakim; Reyza Marisa Amani
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.30782

Abstract

Kecemasan dapat terjadi pada praktik dokter gigi, seperti melakukan tindakan ekstraksi gigi. Covid-19 dapat menyebar melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Sifat menular dari infeksi virus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan, salah satunya adalah dokter gigi. Dokter gigi memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi karena kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan bagi para tenaga kesehatan terutama dokter gigi, dimana sebagian besar aktivitas klinisnya dapat menghasilkan aerosol, salah satunya melalui droplet sehingga terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan dokter gigi muda di RSGM USK ketika melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi Covid-19. Studi ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik purposive sampling dengan subjek berjumlah 50 orang. Kuesioner menggunakan skala  pengukuran kecemasan Modified Corah Dental Anxiety Scale yang terdiri dari 15 pertanyaan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dokter gigi muda ketika melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi Covid-19 mengalami tingkat kecemasan berat yaitu sebanyak 12 orang (24%), kecemasan sedang sebanyak 27 orang (54%), dan cemas rendah sebanyak 11 orang (22%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa rata-rata dokter gigi muda yang melakukan tindakan ekstraksi gigi saat pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) USK Banda Aceh memiliki tingkat kecemasan yang sedang.
PENGETAHUAN IBU MENGENAI PERTUMBUHAN GIGI ANAK DI KECAMATAN SALAPIAN, LANGKAT Essie Octiara; Saswendra Felmi
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.28314

Abstract

Pertumbuhan gigi merupakan proses erupsinya gigi sulung dan permanen di rongga mulut. Pengetahuan mengenai pertumbuhan gigi penting dimiliki ibu agar dapat menjaga kondisi rongga mulut anak tetap baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan jumlah anak dan tingkat pendidikan mengenai pertumbuhan gigi anak di Kecamatan Salapian, Langkat. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional dengan metode analitik. Subjek penelitian sebanyak 100 orang yaitu 30 orang calon ibu, 30 orang ibu yang memiliki satu orang anak, dan 40 orang ibu yang memiliki lebih dari satu orang anak. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan p0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu pada kategori baik sebanyak 18 responden (18%), kategori cukup 34 responden (34%), dan kategori kurang 48 responden (48%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan jumlah anak dan tingkat pendidikan mengenai pertumbuhan gigi anak (p= 0.001 dan p=0.002). Disimpulkan bahwa ibu yang mempunyai banyak anak memiliki tingkat pengetahuan lebih baik dibandingkan dengan calon ibu maupun ibu dengan satu orang anak, serta ibu yang berpendidikan tinggi memiliki pengetahuan lebih baik dibandingkan ibu yang berpendidikan dasar maupun menengah.
PENGARUH INSTRUKSI LEAFLET PEMBERSIHAN GIGI TIRUAN LENGKAP TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA (Kajian di Panti Wreda Kasih Bapa, Pontianak Tenggara) Niko Falatehan; Juan Justin John
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.24594

Abstract

Instruksi merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan perawatan gigi tiruan lengkap. Leaflet merupakan salah satu media tulis yang seringkali digunakan dalam penyampaian informasi dan instruksi. Pemberian instruksi yang baik dapat meningkatkan perilaku pembersihan sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian instruksi pembersihan gigi tiruan lengkap dengan menggunakan leaflet terhadap kualitas hidup terkait kebersihan rongga mulut pada lansia pengguna gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test yang dilakukan di Panti Wreda Kasih Bapa, Pontianak Tenggara dengan mewawancarai 36 pasien dengan menggunakan kuesioner OHIP-EDENT. Pengumpulan data dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum diberikan instruksi leaflet dan 1 bulan setelah diberikan instruksi leaflet. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan kualitas hidup pada lansia setelah diberikan instruksi pembersihan gigi tiruan dengan menggunakan leaflet. Sebelum diberikan instruksi ditemukan bahwa mayoritas pasien di Panti Wreda Kasih Bapa memiliki kualitas hidup sedang (86,11%). Setelah diberikan instruksi terdapat peningkatan dimana mayoritas pasien memiliki kualitas hidup baik (55,56%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank didapatkan nilai p=0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian instruksi leaflet pembersihan gigi tiruan lengkap terhadap kualitas hidup terkait kebersihan rongga mulut pada lansia pengguna gigi tiruan lengkap. 
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR DETERMINAN UTAUT DENGAN MINAT DOKTER GIGI TERHADAP PENGGUNAAN TELEDENTISTRY: STUDI PILOT Isni Puji Lestari; Risqa Rina Darwita; Febriana Setiawati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.27717

Abstract

The development of Information and Communication Technology (ICT) in the health sector is growing with the existence of teledentistry. This revolution in fact has triggered problems in terms of acceptance of ICT adoption which is still low for both patients, health practitioners and health care providers. Approaches based on behavioral theories are widely used to assess ICT acceptance. The purpose of this article is to explain the concepts and determinants of Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model that can predict the behavioral intention in using teledentistry. This model is the combination of eight theories of technology acceptance behavior that have been widely used in various studies. The UTAUT concept model has four determinants that affect the individual's intention of technology: performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions. This model also has moderating factors that can affect the relationship between determinants and behavioral intention. This model is proven to provide variation of intention up to 70% when compared to the other theories.
PEMBESARAN KELENJAR PAROTIS YANG TIDAK SPESIFIK (LAPORAN KASUS) Sarah Mersil; Nabila Dhia
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.21666

Abstract

Pembesaran kelenjar parotis dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti  hipertrofi masseter, sialadenosis, penyakit autoimun, penyakit bawaan, infeksi bakteri/virus, penyakit granulomatosa, penyakit neoplastik, trauma langsung, penggunaan obat-obatan. Seorang pasien perempuan berusia 48 tahun datang ke klinik RSGM Moestopo dengan keluhan bengkak pada pipi kiri dan kanan sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat terdapat gejala demam ringan sebelum terjadi pembengkakan dan bengkak hilang timbul. Pasien sudah menopause dan memiliki riwayat penyakit DM sejak 1 tahun yang lalu dan rutin minum obat glimepiride dan neurodex. Pemeriksaan ekstraoral terdapat pembengkakan dengan batas difus pada kelenjar parotis disebelah depan bawah telinga kanan dan kiri, tampak cuping telinga kanan dan kiri terangkat. Pada awal kunjungan pembengkakan kelenjar parotis dicurigai mengarah Mumps dengan salah satu diagnosis banding adalah Sjörgen’s syndrome. Setelah dilakukan observasi, terdapat keluhan mata dan mulut kering yang dicurigai mengarah Sjörgen’s syndrome dan dirujuk ke dokter spesialis alergi immunologi serta diberikan terapi mouth lubricant. Pada kasus ini dokter gigi berperan untuk mengobati keluhan mulut kering dengan pemberian mouth lubricant serta perlu adanya kerjasama dengan disiplin ilmu lain untuk mendapatkan diagnosis definitif.
PERBEDAAN LUAS PERMUKAAN PROSESUS KONDILARIS ANTARA PENDERITA DAN BUKAN PENDERITA BRUXISM MELALUI RADIOGRAFI PANORAMIK Farah Nurul Salsabila; Rasmi Rikmasari; Lusi Epsilawati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.21555

Abstract

 ABSTRAKBruxism dapat menyebabkan nyeri pada otot mastikasi atau sendi temporomandibula (TMJ). Beberapa penelitian menunjukan bahwa bruxism dapat memberikan beban besar pada TMJ. Namun, penelitian mengenai efek bruxism pada prosesus kondilaris masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan luas permukaan prosesus kondilaris pada penderita bruxism dibandingkan dengan bukan penderita bruxism berdasarkan radiograf panoramik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional pada radiograf panoramik penderita dan bukan penderita bruxism di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran (RSGM Unpad). Kelompok bruxism terdiri dari 24 subjek sementara kelompok bukan penderita bruxism terdiri dari 20 subjek. Luas permukaan prosesus kondilaris diukur menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian dianalisis menggunakan independent t-test, dan chi-squared test. Reliabilitas ditentukan menggunakan intra-class correlation coefficient. Penelitian ini mendapatkan rata-rata luas permukaan prosesus kondilaris pada penderita bruxism di regio kanan dan kiri adalah 201,38  39.36 mm dan 191,05  41,90 mm. Pada kelompok bukan penderita bruxism, rata-ratanya adalah 251,35  49,52 mm dan 234,34 43,86 mm di regio kanan dan kiri Penelitian ini menemukan rata-rata luas permukaan prosesus kondilaris pada pasien bruxism lebih kecil dari bukan penderita bruxism tetapi perbedaannya tidak signifikan. Selain itu, perbedaan luas permukaan tidak terikat dengan kondisi bruxism.ABSTRACTBruxism can cause pain in the masticatory muscles and the temporomandibular joint (TMJ). Studies have shown that bruxism can exert large load on the TMJ. However, research on the effects of bruxism on the condylar process is still rare. This study aims to determine whether there is a difference in the surface area of the condylar process in patients with bruxism compared to patients without bruxism based on panoramic radiographs. This was a cross-sectional analytic study conducted on panoramic radiographs of bruxism and non-bruxism patient at the Radiology Unit in Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran (RSGM UNPAD). The bruxism group consisted of 24 subjects, while the non-bruxism group consisted of 20 subjects. Condylar surface area was measured using ImageJ software. The results were analyzed with independent t-test and chi-squared test. Reliability was determined using intra-class correlation coefficient. The average surface area of the right and left condylar process in bruxism patients was 201.38 ± 39.36 mm and 191.05 ± 41.90 mm. In non-bruxism patients, the mean surface area was 251.35 ± 49.52 mm and 234.34 ± 43.86 mm in the right and left region. This study found that the average surface area of condylar process in bruxism patients was smaller than non-bruxism patients. but the difference was not significant. In addition, the difference in surface area was not related to the condition of bruxism.
ANALISIS KOMPOSISI MATERIAL SEMEN PORTLAND ACEH YANG BERPOTENSI SEBAGAI BAHAN APLIKASI DENTAL Maulidia Indah Sari; Iin Sundari; Maida Fitri
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.28632

Abstract

Material kedokteran gigi dikembangkan tidak hanya memiliki kemampuan antimikroba yang berguna untuk mencegah infeksi namun juga bersifat bioactive untuk menginduksi terjadinya regenerasi sel serta membantu proses pembentukan tulang. Beberapa penelitian menunjukkan kesamaan komposisi MTA dan semen portland. Aceh memiliki kekayaan mineral alam yang melimpah dan memproduksi semen portland yang berstandar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan investigasi komposisi semen portland produksi Aceh. Penelitian ini menggunakan bubuk semen portland komposit (PCC) produksi PT Semen Bangun Andalas, Lhoknga Aceh Besar dengan nomor SNI 1570642004 dan sebagai kontrol pembanding digunakan dua produk komersial MTA yang diproduksi oleh Angelus (MTA Angelus) dan Technodent (Rootdent). Pemeriksaan komposisi unsur mineral menggunakan XRF (X Ray Fluorences). Hasil pemeriksaan XRF menunjukkan komposisi dan konsentrasi yang hampir sama antara semen Portland Aceh produksi PT Bangun Andalas, Lhoknga Aceh Besar dengan komersial MTA (MTA Angelus dan Rootdent) serta didapatkan konsentrasi unsur mineral kalsium pada PCC Aceh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan MTA Rootdent dan mendekati konsentrasi MTA Angelus. Oleh karena itu, semen portland Aceh memiliki kemungkinan berpotensi sebagai semen kalsium silikat yang digunakan sebagai material kedokteran gigi dan alternatif pengganti untuk MTA. Kata Kunci: Semen Portland Aceh, MTA, XRF, Komposisi dan Konsentrasi
Removal of Fibromatous Epulis Around The Anterior Maxillary Teeth (Case Report) Siti Sopiatin; Ina Hendiani; Ira Komara; Prajna Metta; Budhi Cahya Prasetyo; Chandra Andi Bawono
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.28227

Abstract

Fibromatous epulis is one of the most common features of the gingival enlargement. This condition results from inflammation of the gingiva, leading to fibrotic overgrowth caused by local or systemic factors. These enlargements increase gingival pocket depth, which may lead to periodontal disease causing functional disturbances in mastication, altered speech, aesthetics, and even psychological problems. A- 42-year-old male patient with gingival fibrotic overgrowth known as fibromatous epulis on proximal teeth in the middle upper front region extended to the palatal and accompanied by slight pain. The clinical appearance of this lesion was firm, slightly soft, and fibrotic, with 6 mm probing depth and bleeding on gingival probing at the proximal of 11 and 21 teeth region. In this case, periodontal surgery to eliminate gingival enlargement was a gingivectomy under local anaesthesia. The fibromatous epulis was entirely eliminated by gingivectomy, also effectively treated the inflammation, facilitated oral prophylaxis procedure, and increased the aesthetics.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN PLAK GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mutiara Rina Rahmawati Ruslan; Putri Arika Jayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27294

Abstract

Menyikat gigi merupakan upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies gigi. Usia sekolah dasar adalah waktu yang tepat untuk melatih dan mengajar dan menerapkan cara dan kebiasaan yang tepat dalam menyikat gigi. Perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi akan berpengaruh pada terjadinya akumulasi plak pada gigi. Akumulasi plak pada gigi yang melekat lama karena tidak segera dibersihkan akan meningkatkan kematangan plak yang berpotensi untuk terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, jumlah sampel 83 anak yang ditentukan secara purposive sampling. Pengisian kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap dan tindakan serta kebiasaan menyikat gigi dan Tri Plaque ID Gel untuk mengukur tingkat kematangan plak gigi. Uji Spearman di peroleh p=0,000 (p0,05) dan r=-0,632, hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Perilaku, cara dan kebiasaan menyikat gigi yang baik maka tingkat kematangan plak giginya akan menurun.Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengantingkat kematangan plak gigi.