cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Panjang Rata-rata Gigi Insisivus Sentralis Permanen Maksila Pada Mahasiswa Suku Aceh Cut Soraya; Kemala Hayati; Aci Saspita Reni
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.578 KB)

Abstract

Panjang kerja yang ditentukan dengan benar merupakan faktor utama keberhasilan dalam perawatan saluran akar. Salah satu cara untuk menentukan panjang kerja adalah dengan mengetahui panjang rata-rata gigi. Perbedaan dalam ukuran gigi telah dikaitkan dengan latar belakang etnis/suku yang berbeda dan maloklusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui panjang rata-rata gigi insisivus sentralis permanen maksila pada mahasiswa suku Aceh Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala angkatan 2007-2010. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara subjek menandatangani informed consent, wawancara, pengisian kuisioner dan pemeriksaan gigi insisivus sentralis permanen maksila oleh peneliti kemudian dilanjutkan dengan pengambilan foto roentgen gigi tersebut menggunakan foto radiograf periapikal dengan teknik paralelling. Kemudian foto diproses dan panjang gigi diukur dengan penggaris endodonsia. Panjang rata-rata gigi insisivus sentralis permanen maksila pada mahasiswa suku Aceh PSKG Unsyiah angkatan 2007-2010 adalah 25,86 mm dengan Standar Deviasi (SD) sebesar 1,45. Simpulan pada penelitian ini adalah panjang rata-rata gigi insisivus sentralis permanen maksila pada penelitian ini lebih panjang dibandingkan dengan penelitian yang telah ada sebelumnya.
STUDI KASUS: “FRENEKTOMI SEBAGAI TERAPI PENDAHULUAN SEBELUM PERAWATAN ORTODONTIK” Laporan Kasus Sulistiawati -; Ina Hendiani
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.363 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13630

Abstract

Frenektomi frenulum labialis superior sering kali dilakukan untuk mengatasi masalah diastemasentral. Bedah frenektomi ini diharapkan akan memperbaiki estetik pasien dan biasanya diikutidengan perawatan ortodontik. Pasien wanita berusia 19 tahun datang ke Klinik Residen PeriodonsiaFakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran dirujuk dari Klinik Ortodonsia untuk dilakukanfrenektomi, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui terdapat aberansia frenulum labialis superioryang menjadi penyebab diastema sentral. Pada kasus ini dilakukan bedah frenektomi dengan teknikklasik menggunakan hemostat dan skalpel dengan tujuan memperbaiki perlekatan frenulum labialissuperior yang menyebabkan diastema sentral. Perdarahan yang terjadi saat bedah dapat dikontroldengan baik. Hasil perawatan menunjukkan perlekatan frenektomi diperbaiki dan diikuti denganperawatan ortodontik untuk menutup diastema sentral.Kata kunci: Aberansia frenulum labialis superior, diastema sentral, frenektomi, teknik klasik
Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Muda Terhadap Penanganan Trauma Dentoalveolar Di Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Syiah Kuala Teuku Ahmad Arbi; Cut Fera Novita; Mulya Mulya
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.989 KB)

Abstract

Penanganan trauma dentoalveolar merupakan suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang dokter gigi. Dibutuhkan pengetahuan dokter gigi yang memadai agar dapat menghasilkan perawatan yang efektif dan menghindari konsekuensi yang serius dalam penanganan kasus trauma dentoalveolar. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa mayoritas dokter gigi memiliki tingkat pengetahuan penanganan trauma dentoalveolar yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dokter gigi muda terhadap penanganan trauma dentoalveolar di Rumah Sakit Gigi Mulut Univesitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Cara pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner dengan jumlah subjek sebanyak 256 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dokter gigi muda terhadap penanganan trauma dentoalveolar mayoritas adalah sedang berjumlah 196 orang (sebesar 76,56%) dan tingkat pengetahuan tinggi berjumlah 58 orang (sebesar 22,66%), serta pengetahuan rendah hanya berjumlah 2 orang (sebesar 0,78%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dokter gigi muda terhadap penanganan trauma dentoalveolar di RSGM Unsyiah dikategorikan sedang dengan jumlah 196 orang (sebesar 76,56%).
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN PLAK GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Mutiara Rina Rahmawati Ruslan; Putri Arika Jayanti
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.41 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27294

Abstract

Menyikat gigi merupakan upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies gigi. Usia sekolah dasar adalah waktu yang tepat untuk melatih dan mengajar dan menerapkan cara dan kebiasaan yang tepat dalam menyikat gigi. Perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi akan berpengaruh pada terjadinya akumulasi plak pada gigi. Akumulasi plak pada gigi yang melekat lama karena tidak segera dibersihkan akan meningkatkan kematangan plak yang berpotensi untuk terjadinya karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, jumlah sampel 83 anak yang ditentukan secara purposive sampling. Pengisian kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap dan tindakan serta kebiasaan menyikat gigi dan Tri Plaque ID Gel untuk mengukur tingkat kematangan plak gigi. Uji Spearman di peroleh p=0,000 (p0,05) dan r=-0,632, hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Perilaku, cara dan kebiasaan menyikat gigi yang baik maka tingkat kematangan plak giginya akan menurun.Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku, cara serta kebiasaan menyikat gigi dengantingkat kematangan plak gigi.
Hubungan Antara Durasi Hemodialisis Dengan Periodontitis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Sri Rezeki; Sunnati .; Dara Mauliza
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.976 KB)

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia, dengan jumlah penderita yang bertambah setiap tahun. Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal secara perlahan yang berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus. Pasien gagal ginjal kronik biasanya diberikan terapi hemodialisis untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengeluarkan produk sisa metabolisme. Pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis sering terjadi periodontitis akibat kondisi kebersihan mulut yang buruk, dan menjadi semakin parah seiring bertambahnya durasi hemodialisis yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi hemodialisis dengan periodontitis. Penelitian analitik cross sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 99 orang dengan usia 20–59 tahun. Dilakukan pemeriksaan kedalaman poket periodontal dan pemeriksaan OHI-S terhadap subjek penelitian. Berdasarkan hasil uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis (p0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis.
Kajian Tingkat Pengetahuan Kepala Keluarga Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi Di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Fahrevy .; Sri Adelila Sari; Indra .
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.877 KB)

Abstract

Beberapa faktor penyebab utama timbulnya banyak korban akibat bencana gempa adalah karena kurangnya pengetahuan kepala keluarga tentang bencana dan kurangnya kesiapan kepala keluarga dalam mengantisipasi bencana tersebut. Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko bencana harus menjadi bagian terpadu dengan kepala keluarga. Jenis penelitian berbentuk deskriptif dengan metode penelitian menggunakan sequential exploratory yang bertujuan untuk mendapatkan kajian tentang pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2015 di Kecamatan Baitussalam KabupatenAceh Besar. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu cluster sampling pada 381 responden kepala keluarga di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, pengolahan dan analisis data secara manual dengan menggunakan rumus p = × 100% untuk melihat sejauh mana pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan kepala keluarga dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi di Kecamatan Baitussalam sudah baik, dari 381 responden hanya 46 responden yang masih kurang dalam memahami pengetahuan kebencanaan.
PORCELAIN LAMINATE VENEER SEBAGAI PERAWATAN ESTETIK PADA GIGI INSISIVUS LATERALIS 1 (Laporan Kasus) Ivony Fitria; Isti Arifianti; Taufik Sumarsongko; Setyawan Bonaficius; Rasmi Rikmasari
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.389 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18438

Abstract

Seiring dengan meningkatnya popularitas esthethic dentistry, semakin banyak pasien yang membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan penampilan gigi anterior. Salah satu perawatan estetik yaitu porcelain laminate veneer yang merupakan lapisan tipis, sedikit tembus cahaya, terbuat dari bahan porselen, dan berfungsi untuk melaminasi atau menutupi gigi yang mengalami kerusakan, kelainan bentuk atau perubahan warna. Pada kasus diastema gigi 12 dan peg shape gigi 22, secara anatomis gigi terlihat lebih kecil dan akan terbentuk ruang atau diastema antar gigi. Pada kasus ini dilakukan perawatan estetik porcelain laminate veneer untuk memperbaiki bentuk dan menutupi diastema ini sehingga akan dicapai estetik yang lebih baik. Penatalaksanaan kasus yaitu wax up untuk melihat kesesuaian bentuk dan proporsi veneer yang telah didesain dengan digital smile design. Pasien menyetujui untuk dilakukan crown lengthening untuk mendapatkan level gingival margin yang lebih proporsional. Dibantu dengan diagnosis wax up dan smile designing yang direncanakan pada awal perawatan, pasien mendapatkan gambaran visual dari hasil perawatan yang diharapkan. Pasien merasa puas dengan hasil perawatan. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu porcelain laminate veneer merupakan suatu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penampilan estetik pada gigi anterior agar pasien mendapatkan senyum yang lebih indah.
KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM EKSTRAK SERAI (Cymbopogon citratus) TERHADAP Candida albicans Afrina .; Abdillah Imron Nasution; Nur Rahmania
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.424 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.9879

Abstract

Candida albicans merupakan spesies yang paling banyak terdapat di rongga mulut sebagai flora normal dan juga sangat berkaitan dengan candidiasis terutama oral candidiasis. Oral candidiasis adalah infeksi oportunistik yang paling umum berdampak pada mukosa rongga mulut. Serai (Cymbopogon citratus) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan jamur C.albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak serai terhadap C. albicans. Ekstrak Serai dalam konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dibuat secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Pengujian untuk menilai KHM dan KBM ekstrak serai terhadap C.albicans dengan metode dilusi yang terdiri dari kelompok perlakuan, kelompok kontrol negatif (aquades) dan kelompok kontrol positif (flukonazol). KHM dan KBM diketahui dengan menghitung jumlah koloni pada media SDA. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis. Tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan. Konsentrasi yang efektif dalam menghambat C. albicans adalah pada konsentrasi 25% dan Konsentrasi Bunuh Minimum didapatkan pada konsentrasi 100% dengan tidak ada pertumbuhan koloni C. albicans pada media SDA.Kata Kunci: Candida albicans, Oral Candidiasis, serai
PENGARUH TEKNIK PENCETAKAN FISIOLOGIS TERHADAP CACAT PERMUKAAN CETAKAN Putri Welda Utami Ritonga; Nafsani Fauzia
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.61 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v10i2.11714

Abstract

Prosedur penting yang harus dilakukan untuk mendapatkan cetakan dan membuat model kerja yang akurat adalah pemilihan dan penggunaan teknik pencetakan dan bahan cetak yang tepat. Pada pembuatan model kerja gigi tiruan cekat perlu diperhatikan kualitas permukaannya untuk mendapatkan model yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pencetakan fisiologis terhadap cacat permukaan cetakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah hasil pencetakan model induk dengan bahan elastomer, model induk berukuran 6,33 mm untuk ukuran mesiodistal, 8,02 mm untuk ukuran oklusogingival dan 28,25 mm untuk ukuran interabutment berjumlah 30 buah pada masing-masing teknik dan diperiksa cacat permukaan cetakannya dengan menggunakan kaca pembesar. Setelah itu, hasil dari cacat permukaan diuji menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan antara teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step terhadap cacat permukaan. Dapat disimpulkan, kedua teknik pencetakan putty wash one-step dan two-step dapat digunakan untuk mendapatkan cetakan yang baik.
Perubahan Warna Resin Komposit Mikrohibrid Setelah Pemutihan Dengan Hidrogen Peroksida 15% Kholidina Imanda Harahap; Astrid Yudhit; Sefty Aryani Harahap
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.643 KB)

Abstract

Sekarang ini dental estetik berkembang dengan maju dan salah satunya adalah berkaitan dengan warna gigi. Pasien lebih memilih restorasi yang memiliki warna seperti warna gigi aslinya ataupun menjalani pemutihan gigi untuk mendapatkan warna yang lebih terang sehingga mungkin saja pasien yang memiliki tambalan resin komposit akan melakukan pemutihan gigi juga. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 15% terhadap perubahan warna resin komposit mikrohibrid. Penelitian ini menggunakan 25 sampel resin komposit mikrohibrid warna A3 dengan diameter 7 mm dan tebal 2 mm. Pengamatan warna dilakukan pada seluruh sampel sebelum dan setelah perlakuan dengan menggunakan shade guide dan diberikan skor untuk setiap hasil pengamatan. Aplikasi bahan pemutih hidrogen peroksida 15% dilakukan selama 20 menit dan perlakuan diulang untuk 10 hari. Hasil analisis statistik uji t-dependent menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perubahan warna resin komposit mikrohibrid yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan