cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
ANALISIS PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER SETELAH PERENDAMAN DALAM MINUMAN BERSODA DAN MINUMAN KEMASAN RASA JERUK Viona Diansari; Iin Sundari; Hariyanti Siregar
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.805 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16154

Abstract

Resin komposit jenis nanofiller memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih baik dari jenis resin komposit lain. Paparan asam secara terus-menerus dalam waktu lama mengakibatkan perubahan mikrostruktur yang berpengaruh pada sifat fisik dan mekanik resin komposit. Penelitian ini bertujuan mengamati gambaran Scanning Electron Microscope (SEM) permukaan resin komposit nanofiller sebelum dan setelah perendaman dalam minuman bersoda dan minuman kemasan rasa jeruk. Sebuah penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan 4 spesimen dibagi dalam 2 kelompok perlakuan. Kelompok 1 perendaman dalam minuman bersoda (cola) dan kelompok 2 perendaman dalam minuman kemasan rasa jeruk (Buavita jeruk). Spesimen direndam selama 6 hari yang setara dengan konsumsi cola dan buavita selama 1,5 tahun. Perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiller diamati menggunakan Scanning Electron Microscope Hitachi TM3000. Gambaran SEM mikrostruktur permukaan resin komposit dianalisis secara kualitatif kemudian dihitung jumlah porus dan dianalisis menggunakan Paired t-test dan Unpaired t-test. Hasil analisis paired t-test menunjukkan perbedaan bermakna antara jumlah porus sebelum dan setelah perendaman dalam cola dan buavita jeruk. Hasil analisis Unpaired t-test menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna antara jumlah porus dalam perendaman cola dan buavita jeruk. Disimpulkan bahwa minuman bersoda dan kemasan rasa jeruk, keduanya, dapat menyebabkan terjadinya perubahan mikrostruktur permukaan resin komposit nanofiller berupa peningkatan jumlah porus.Kata kunci: Resin komposit nanofiller, Scanning Electron Microscope, porusitas
Perawatan Periodontal Pada Pasien Dengan Periodontitis Agresif (Laporan Kasus) Dewi Saputri; Sri Lelyati C. Masulili
Cakradonya Dental Journal Vol 7, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.596 KB)

Abstract

Periodontitis agresif merupakan penyakit periodontitis yang laju perkembangan dan kerusakannya terjadi sangat cepat. Penyakit ini biasanya menyerang dewasa muda yang berumur di bawah 30 tahun. Secara klinis ditandai dengan kerusakan jaringan periodontal berupa kehilangan perlekatan pada ligamen periodontal dan kerusakan tulang alveolar secara cepat. Pada tahap awal, tidak terjadi inflamasi yang parah, gingiva terlihat normal dan sehat, tetapi terjadi perdarahan saat probing ketika dilakukan pemeriksaan poket periodontal dan jumlah plak pada gigi yang terlibat biasanya sedikit. Pemeriksaan radiograf memperlihatkan kehilangan tulang alveolar secara vertikal. Laporan kasus ini bertujuan memperlihatkan bahwa kerusakan periodontal yang terjadi pada pasien dengan periodontitis agresif dapat dirawat dengan perawatan yang tepat sehingga penyebab penyakit dapat dihilangkan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pasien seorang wanita berusia 24 tahun, mengalami kegoyangan gigi anterior pada rahang atas dan rahang bawah dengan kebersihan mulut baik. Gambaran radiograf memperlihatkan kerusakan tulang alveolar yang parah mencapai 1/3 apikal. Kasus ini dirawat dengan bedah flap menggunakan bone graft. Kerusakan yang dirawat dengan bone graft memperlihatkan peningkatan level tulang dan epitel penyatu dan pengurangan kedalaman poket. Kesimpulan perawatan periodontal dapat mengurangi kerusakan periodontal yang lebih lanjut, meskipun pada pasien yang telah mengalami kehilangan dukungan jaringan periodontal yang parah.
EFEK EKSTRAK DAUN CEREMAI (PHYLLANTHUS ACIDUS (L.) SKEELS) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Rachmi Fanani Hakim; Astari Chairunissa
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.838 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.18443

Abstract

Luka merupakan terjadinya gangguan pada struktur normal tubuh. Tubuh akan merespon melalui proses penyembuhan luka. Kerusakan dan regenerasi jaringan memerlukan peran kolagen. Ketika proses penyembuhan jaringan kolagen disintesis dan didepositkan oleh fibroblas. Daun ceremai bermanfaat untuk penyembuhan luka karena mengandung senyawa aktif Terpenoid, Saponin dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk menetapkan potensi ekstrak daun ceremai (Phyllanthus acidus (L.) Skeels) sebagai obat herbal terhadap penyembuhan luka tikus Wistar (Rattus norvegicus). Sepuluh ekor tikus jantan dengan berat 200-300 gram dan usia 8-12 minggu dibagi ke dalam 2 kelompok, kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Luka pada gingiva bagian labial tikus dibuat sepanjang 5 mm dan kedalaman mencapai tulang alveolar. Ekstrak daun ceremai 100% diberikan pada kelompok perlakuan topikal 2 kali sehari selama 7 hari. Akuades diberikan pada kelompok kontrol. Pengamatan histologis (pewarnaan hematoksilin eosin) menunjukkan hasil rerata jumlah fibroblas pada kelompok kontrol 20,4±1,3 dan kelompok perlakuan 31,0±3,3. Uji T tidak berpasangan menunjukkan nilai signifikansi yakni 0,001 (p0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna jumlah fibroblas pada penyembuhan luka antara ekstrak daun ceremai dibanding kontrol. Ekstrak daun ceremai konsentrasi 100% mempunyai efek terhadap jumlah fibroblas pada luka gingiva tikus Wistar.
Apex Resection and Retrograde Filling After Enucleation of Radicular Cyst : A Case Report Teuku Ahmad Arbi; Abdul Latif
Cakradonya Dental Journal Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.741 KB)

Abstract

Radicular cyst is a cyst at the apex of a non-vital tooth and is a sequel of pulp inflammation. The associated tooth is usually asymptomatic. Acute infectious episodes may cause pain. The lesion appears as a sharply circumscribed radiolucent lesion around the apex of the associated tooth. Several treatment options exist for such cysts. Many small cysts resolve with endodontic therapy (‘root canal treatment’) of the involved tooth. Those lesions should be monitored to ensure such resolution. Cysts that fail to resolve with such therapy should be surgically removed. This is often accompanied by an ‘apex resection’ of the tooth involved. This entails cutting off the end of the tooth and sealing, preventing the leakage of root canal filling. We present a case of Indonesian female, 24 years old with radicular cyst at second left maxillary incisor. The teeth was already performed root canal treatment, but the cyst did not decreased in size and the teeth was mobile. We decided to perform enucleation and apex resection of involved teeth. A mucoperiosteal flap over the cyst is raised a window is opened in the bone to give adequate access. The cyst is carefully separated from its bony wall. The entire cyst is removed intact. The apex was cutting off 3 mm and MTA was place at the orifice of the root. The edge of bony cavity are smoothened off, free bleeding is controlled and cavity is irrigated to remove debris. Mucoperiosteal flap is replaced back and sutured in place. Three weeks after surgery, the patient has no complain on operation area, the tooth was not mobile and no pain. Radiographic evaluation shows that the operation area is healing successfully.
EFEKTIFITAS PELATIHAN PENANGANAN KEDARURATAN TRAUMA DENTAL DENGAN METODE SIMULASI Bertha Aulia; Sri Wahyuni; Annisa Indita Riami
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.225 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13626

Abstract

Latar Belakang: Trauma dental yang terjadi di sekolah sering kali tidak ditangani dengan baik.Menurut data 97,55% kejadian tidak dirawat dan akhirnya menyebabkan kecacatan. Dokter kecilsebagai kader kesehatan sekolah diharapkan dapat melakukan prosedur penanganan kegawatdaruratantrauma dental sebelum dirujuk ke tenaga medis profesional, sehingga diperlukan pelatihankegawatdaruratan bagi mereka. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pelatihan dokter kecil dalampenanganan kedaruratan trauma dental dengan metode simulasi. Metode: Jenis penelitian ini adalahquasi experiment. Penelitian ini adalah eksperimetal semu dengan rancangan pre-test and post-testgroup. Subjek penelitian adalah 60 dokter kecil yang dibagi menjadi 2 kelompok; 30 dokter kecilkelompok metode simulasi, dan 30 dokter kecil kelompok metode demonstrasi. Analisis datamenggunakan uji T berpasangan. Hasil: Metode simulasi meningkatkan rata-rata pengetahuan dokterkecil sebesar 55,6%, sedangkan kelompok metode demonstrasi sebesar 44,6%. Hasil uji Tberpasangan pada perbandingan metode simulasi dan demonstrasi didapatkan nilai p=0,03 (pvalue0,05). Kesimpulan: Pelatihan penanganan kedaruratan trauma dental dengan metode simulasilebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan dokter kecil.Kata Kunci: trauma dental, dokter kecil, metode simulasi
Efek Antibakteri Ekstrak Batang Serai (Cymbopogoncitratus) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus Faecalis Cut Soraya; Sunnati Sunnati; Vivi Maulina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.589 KB)

Abstract

Hampir semua penyakit pulpa atau penyakit periradikuler disebabkan oleh bakteri. Enterococcus faecalis (E. faecalis) merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan terjadinya kegagalan perawatan saluran akar. Salah satu tahapan penting dalam perawatan saluran akar adalah preparasi dan desinfeksi saluran akar menggunakan bahan antibakteri. Batang serai (Cymbopogon citratus) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa antibakteri alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek antibakteri ekstrak batang serai terhadap pertumbuhan E. faecalis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Ekstrak batang serai dibuat dengan metode maserasi dalam pelarut etanol 96% dan diuji fitokimia. Uji pengaruh efek antibakteri ekstrak batang serai terhadap pertumbuhan E. faecalis dilakukan dengan metode difusi cakram pada media MHA. Konsentrasi ekstrak batang serai yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, 75%, dan 100%. Zona hambat tertinggi terbentuk pada ekstrak 100% seluas 11,3 mm, namun tidak lebih tinggi dari pada CHX 2% seluas 24,9 mm. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dengan p0,05 yang menunjukkan terdapat efek antibakteri ekstrak serai terhadap pertumbuhan E. faecalis. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak batang serai (Cymbopogon citratus) memiliki efek antibakteri terhadap pertumbuhan E. faecalis.
POTENSI MUKOBIOADHESIF EKSTRAK GAMBIR (Uncaria gambir) TERHADAP PENURUNAN RASA NYERI DAN DURASI PENYEMBUHAN LESI ULSERASI RONGGA MULUT Siti Rusdiana Puspa Dewi; Pudji Handayani; Tyas Hestiningsih; Destriarum Destriarum; Adelina Putri Sari
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.28 KB) | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23534

Abstract

Lesi ulserasi merupakan penyakit jaringan lunak mulut yang banyak dijumpai. Pendekatan perawatan terhadap lesi ulserasi dengan menggunakan bioadhesif bertujuan untuk mendapatkan efek terapi maksimal dari suatu zat aktif. Tanaman gambir (Uncaria gambir) adalah suatu jenis tumbuhan yang banyak dikembangkan sebagai obat herbal karena memiliki senyawa aktif seperti katekin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek mukobioadhesif ekstrak gambir terhadap penurunan rasa nyeri dan durasi penyembuhan pada lesi ulserasi rongga mulut. Desain penelitian ini adalah pretest-posttest control group. 24 sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang diberi mukobioadhesif ekstrak gambir dan kelompok yang diberi mukobioadhesif plasebo selama 7 hari dengan aturan pakai 3 kali sehari. Tingkat keparahan rasa sakit yang diukur dengan skala VAS, luas lesi ulserasi, dan durasi penyembuhan dievaluasi dan dianalisis dengan SPSS ver. 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mukobiadhesif ekstrak gambir mampu mengurangi rasa sakit yang ditandai dengan penurunan skor VAS secara signifikan (p0,05) dan luas lesi yang ditandai dengan menurunnya rata-rata diameter lesi, serta mampu menurunkan durasi penyembuhan secara signifikan dibandingkan dengan plasebo. Dapat disimpulkan bahwa penatalaksanaan mukobioadhesif ekstrak gambir berpotensi dalam mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan lesi ulserasi rongga mulut.
Hubungan Antara Periodontitis Dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Lahir Rendah Ditinjau Dari Aspek Destruksi Periodontal Khairiyah Ulfah; Irma Ervina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.542 KB)

Abstract

Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kejadian bayi berat badan lahir rendah di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. Kelahiran prematur ini meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan bayi, yang mencakup ketidakmampuan perkembangan saraf, kelemahan kognitif, masalah pernafasan, anomali kongenital dan gangguan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR khususnya ditinjau dari aspek destruksi periodontal dan perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi normal. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Rumah Sakit Umum dr.Pirngadi, Rumah Sakit Umum Haji, Klinik Bersalin Tri Putri, dan Klinik Bersalin Yakin Sehat dengan total sampel 45 orang, terdiri dari ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR sebanyak 17 orang dan ibu yang melahirkan bayi normal sebanyak 28 orang. Pemeriksaan gigi meliputi kedalaman saku dan kehilangan perlekatan klinis dengan menggunakan prob dan kaca mulut dengan pencahayaan senter. Tidak ada hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR dan terdapat perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dan ibu yang melahirkan bayi normal. Rata-rata kedalaman saku ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Sedangkan rata-rata kehilangan perlekatan klinis ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik. Periodontitis pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko kelahiran bayi prematur BBLR.
PERAWATAN ENDODONTIK PADA LESI ENDODONTIK PRIMER – PERIODONTAL SEKUNDER GIGI MOLAR RAHANG BAWAH: LAPORAN KASUS Maida Fitri; Nuzulul Ismi; Kamizar kamizar
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.28357

Abstract

Pulpa gigi dan jaringan periodontal berasal dari jaringan ectomesenchymal, keduanya memiliki hubungan secara anatomi dan fungsi. Terdapat jalur komunikasi (foramen apikal, kanal lateral dan aksesori, tubulus dentinal dan alur palato-gingiva) yang menghubungkan antara pulpa dan periodontal, sehingga jika terjadi suatu inflamasi pada salah satu jaringan tersebut maka dapat menyebabkan jaringan yang lain ikut merespon terhadap inflamasi tersebut. Laporan kasus: Pasien laki-laki (29 tahun) datang dengan keluhan tambalan gigi belakang kiri bawah mengalami perubahan warna. Pemeriksaan klinis ditemukan, vitalitas pulpa negatif, perkusi positif, poket bukal 8 mm, lingual 4 mm. Diagnosis abses apikalis kronis et causa nekrosis pulpa dengan keterlibatan bifurkasi kelas 3 (lesi endodontik primer dengan keterlibatan jaringan periodontal sekunder). Perawatan yang dilakukan adalah perawatan endodontik diikuti dengan perawatan inisial periodonti.
FLEXURAL STRENGTH OF MICROHYBRIDE COMPOSITES AFTER IMMERSION IN DISTILLED WATER AND CITRIC ACID SOLUTIONS Manendra Muhtar; Ellyza Herda; Bambang Irawan
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.30467

Abstract

Sifat mekanis restorasi komposit resin dapat terdegradasi oleh cairan di lingkungan mulut, termasuk makanan dan minuman seperti buah-buahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan lentur dua komposit mikrohibrid yang berbeda setelah perendaman dalam air suling dan larutan asam sitrat dengan konsentrasi buah jeruk yang biasa dikonsumsi: jeruk mandarin dan lemon. Empat puluh G-aenial PosteriorTM dan empat puluh spesimen batang uji bengkok 3 titik Filtek Z250TM dibagi menjadi empat kelompok, 1 hari penyimpanan kering, 30 hari perendaman dalam air suling, 30 hari perendaman dalam asam sitrat 0,06 mol/L (jeruk mandarin konsentrasi), dan 30 hari perendaman dalam 0,30 mol/L asam sitrat (konsentrasi lemon). Setelah itu, kekuatan lentur spesimen diukur dengan Shimadzu, Japan AGS-X Universal Testing Machine. Data dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA dan Tamhane Post Hoc. Analisis statistik menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kekuatan lentur G-aenial PosteriorTM. Komposit Filtek Z250TM juga menunjukkan penurunan kekuatan lentur yang signifikan dari nilai 138,72 ± 6,26 MPa setelah 1 kali penyimpanan kering, menjadi 93,58 ± 7,69 MPa setelah perendaman dalam akuades, 96,39 ± 3,15 MPa setelah perendaman dalam asam sitrat 0,06 mol/L, dan 96,14 ± 5,39 MPa setelah direndam dalam asam sitrat 0,30 mol/L. Perbedaan kekuatan lentur yang signifikan ditunjukkan antara kedua bahan microhybrid, pada masing-masing kelompok perlakuan, dengan nilai Filtek Z250TM yang jauh lebih tinggi. Disimpulkan bahwa perendaman dalam air dan asam sitrat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan lentur komposit mikrohibrid.