cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER SETELAH PAPARAN PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) Viona Diansari; Iin Sundari; Sasmita Prima Dani
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27295

Abstract

Resin komposit nanofiller adalah material restorasi yang memiliki ukuran filler dengan skala nanometer, sehingga dapat memperbaiki sifat fisik lebih estetik. Minuman asam seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat diserap oleh resin komposit nanofiller dan mempengaruhi sifat fisik daripermukaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekasaran permukaan resin komposit nanofiller setelah paparan perasan jeruk nipis dengan konsentrasi 50%. Penelitian ini menggunakan 8 spesimen resin komposit nanofiller (Filtek Z350 XT, 3M ESPE, A3) berukuran 5 mm x 2 mm. Setiap spesimen awalnya direndam dalam akuades selama 24 jam (suhu 37 C) kemudian diukur kekasaran permukaannya menggunakan alat Atomic Force Microscopy (AFM) sebelum dilakukan perendaman. Spesimen kemudian direndam selama 14 hari dengan ketentuan lamanyaperendaman 5 menit pada air perasan jeruk nipis konsentrasi 50% dan pada akuades selama 23 jam 55 menit lalu dilakukan pengukuran kekasaran permukaan sesudah perendaman. Hasil analisis statistik menggunakan uji t berpasangan (p0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kekasaran permukaan sebelum dan sesudah perendaman dalam air perasan jeruk nipis. Dapat disimpulkan bahwaadanya peningkatan kekasaran permukaan resin komposit nanofiller sesudah direndam dalam air perasan jeruk nipis konsentrasi 50%.
PENGARUH PROGRAM MANAJEMEN DIRI BERBASIS KELOMPOK TERHADAP PERILAKU DIET HIPERTENSI DI ACEH Arfiza Ridwan; Umaporn Boonyasopun; Piyanuch Jittanoon; Farah Dineva R
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23528

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan di semua negara karena prevalensinya yang tinggi. Perawatan hipertensi dalam keperawatan komunitas melibatkan perawatan non-farmakologis terstruktur termasuk konseling tentang perubahan gaya hidup. Tujuan dari studi kuasi-eksperimental ini adalah untuk menguji efek dari program manajemen diri diet berbasis kelompok pada perilaku diet masyarakat dengan hipertensi. Delapan puluh delapan sampel dipilih dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mendapatkan program pengelolaan pola makan berbasis kelompok, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapat buku pedoman perilaku diet hipertensi ketika penelitian selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari perilaku diet kelompok eksperimen sebelum dan sesudah mengikuti program (t = -11,315, df = 43, p 0,05). Terdapat juga perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t = 9.231, df = 86, p 0.05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa program manajemen diri diet berbasis kelompok meningkatkan perilaku diet masyarakat penderita hipertensi secara efektif di Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR DETERMINAN UTAUT DENGAN MINAT DOKTER GIGI TERHADAP PENGGUNAAN TELEDENTISTRY: STUDI PILOT Isni Puji Lestari; Risqa Rina Darwita; Febriana Setiawati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.27717

Abstract

The development of Information and Communication Technology (ICT) in the health sector is growing with the existence of teledentistry. This revolution in fact has triggered problems in terms of acceptance of ICT adoption which is still low for both patients, health practitioners and health care providers. Approaches based on behavioral theories are widely used to assess ICT acceptance. The purpose of this article is to explain the concepts and determinants of Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) model that can predict the behavioral intention in using teledentistry. This model is the combination of eight theories of technology acceptance behavior that have been widely used in various studies. The UTAUT concept model has four determinants that affect the individual's intention of technology: performance expectancy, effort expectancy, social influence and facilitating conditions. This model also has moderating factors that can affect the relationship between determinants and behavioral intention. This model is proven to provide variation of intention up to 70% when compared to the other theories.
PERUBAHAN WARNA BAHAN MAHKOTA SEMENTARA RESIN AKRILIK SWAPOLIMERISASI SETELAH KONTAMINASI LARUTAN KOPI DAN PENYIKATAN DENGAN PASTA GIGI PEMUTIH Trifena Mulyani Kaban; Ika Andryas
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29952

Abstract

Mahkota sementara digunakan untuk jangka waktu sementara sampai selesainya mahkota definitif. Perubahan warna mahkota sementara dapat disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik. Sedangkan stabilitas warna sangat dibutuhkan sampai selesainya mahkota definitif. Noda ekstrinsik pada mahkota sementara berhubungan dengan aktivitas kebersihan mulut yang buruk dan intensitas minuman kromogenik seperti kopi. Masyarakat cenderung menggunakan pasta gigi pemutih sebagaicara yang efisien untuk mengatasi masalah ini. Namun, kandungan bahan abrasif pasta gigi pemutih juga dapat mempercepat degradasi bahan mahkota sementara sehingga memengaruhi stabilitas warna bahan mahkota sementara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan warna bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi seteleh kontaminasi larutan kopi dan penyikatan dengan pasta gigi pemutih. Rancangan penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan sampel penelitian berupa bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi, berbentuk silindris (diameter 151 mm, ketebalan 2,5 mm) yang diuji dengan colorimeter. Data dianalisis menggunakan wilcoxon range test. Hasil menunjukkan nilai yang signifikan antara perubahan warna setelah kontaminasi kopi dan penyikatan dengan pasta gigi pemutih pada bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi dengan nilai signifikansi p=0,005 (p0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat perubahan warna bahan mahkota sementara resin akrilik swapolimerisasi setelah kontaminasi larutan kopi dan penyikatan dengan pasta gigi pemutih.
PENGARUH PERENDAMAN DALAM LARUTAN ALKALIN PEROKSIDA TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN SILIKON SOFT DENTURE LINER SWAPOLIMERISASI BERDASARKAN LAMA PEMAKAIAN Safira Maulida Suci; Eddy Dahar
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.27200

Abstract

Penggunaan soft denture liner pada gigi tiruan yang menyebabkan rasa sakit mengakibatkan bakteri dan jamur membentuk koloni secara mudah dan berpenetrasi pada gigi tiruan yang sudah diaplikasikan bahan SDL. Pembersihan kimiawi adalah pilihan utama untuk kontrol plak pada gigi tiruan yang sudah diaplikasikan SDL karena dapat membersihkan gigi tiruan yang tidak dapat dijangkau dengan metode mekanis. Alkalin peroksida adalah larutan pembersih yang efektif melarutkan kotoran dan mengurangi mikroorganisme terutama Candida albicans selama 15 menit perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan perbedaan pengaruh lama perendaman silikon LTSDL swapolimerisasi dalam alkalin peroksida terhadap kekerasan permukaan selama 2 dan 4 hari. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan bahan silikon LTSDL swapolimerisasi. Kekerasan permukaan diuji dengan alat Shore A Durometer. Berdasarkan hasil uji t Independen, diperoleh ada pengaruh perendaman silikon LTSDL swapolimerisasi dalam alkalin peroksida selama 2 dan 4 hari terhadap kekerasan permukaan. Kemudian hasil uji t Independen juga menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan antara silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam alkalin peroksida selama 2 dan 4 hari. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam bahan pembersih gigi tiruan alkalin peroksida dapat digunakan selama satu tahun pemakaian karena peningkatan kekerasan permukaan masih dalam rentang ISO.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BAHAN BASIS GIGI NILON TERMOPLASTIK DALAM EKSTRAK JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI Nova Yohana Hutauruk; Slamat Tarigan
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27302

Abstract

Nilon termoplastik dapat digunakan sebagai basis gigi tiruan. Nilon termoplastik memiliki kemampuan menyerap larutan sehingga menyebabkan ekspansi linier. Basis gigi tiruan nilon termoplastik dapat dibersihkan dengan ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 40%. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman bahan basis gigi tiruan dalam ekstrak jeruk nipis terhadap perubahan dimensi. Penelitian ini menggunakan 32 spesimen nilon termoplastik (Bioplast, ukuran 65 mm x 10 mm x 2,5 mm) yaitu 16 spesimen direndam dalam ekstrak jeruk nipis dan 16 spesimen dalam akuades (kontrol). Perendaman dilakukan selama 1 tahun (61 jam) dan 2 tahun (122 jam). Penelitian ini merupakan eksperimental laboratoris dengan menggunakantravelling microscope untuk mengukur perubahan dimensi pada spesimen nilon termoplastik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan bermakna perubahan dimensi setelah direndam dalam ekstrak jeruk nipis 40% selama 1 dan 2 tahun (p0,05). Uji LSD menunjukkan ada perbedaan bermakna perubahan dimensi nilon termoplastik setelah perendaman selama 1 dan 2 tahun dalam ekstrak jeruk nipis (p 0,05). Kesimpulan penelitianini adalah ada pengaruh lama perendaman nilon termoplastik dalam ekstrak jeruk nipis 40% terhadap perubahan dimensi.
PEMBESARAN KELENJAR PAROTIS YANG TIDAK SPESIFIK (LAPORAN KASUS) Sarah Mersil; Nabila Dhia
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.21666

Abstract

Pembesaran kelenjar parotis dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti hipertrofi masseter, sialadenosis, penyakit autoimun, penyakit bawaan, infeksi bakteri/virus, penyakit granulomatosa, penyakit neoplastik, trauma langsung, penggunaan obat-obatan. Seorang pasien perempuan berusia 48 tahun datang ke klinik RSGM Moestopo dengan keluhan bengkak pada pipi kiri dan kanan sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat terdapat gejala demam ringan sebelum terjadi pembengkakan dan bengkak hilang timbul. Pasien sudah menopause dan memiliki riwayat penyakit DM sejak 1 tahun yang lalu dan rutin minum obat glimepiride dan neurodex. Pemeriksaan ekstraoral terdapat pembengkakan dengan batas difus pada kelenjar parotis disebelah depan bawah telinga kanan dan kiri, tampak cuping telinga kanan dan kiri terangkat. Pada awal kunjungan pembengkakan kelenjar parotis dicurigai mengarah Mumps dengan salah satu diagnosis banding adalah Sjrgens syndrome. Setelah dilakukan observasi, terdapat keluhan mata dan mulut kering yang dicurigai mengarah Sjrgens syndrome dan dirujuk ke dokter spesialis alergi immunologi serta diberikan terapi mouth lubricant. Pada kasus ini dokter gigi berperan untuk mengobati keluhan mulut kering dengan pemberian mouth lubricant serta perlu adanya kerjasama dengan disiplin ilmu lain untuk mendapatkan diagnosis definitif.
GAMBARAN KEHILANGAN GIGI PADA PASIEN YANG BERESIKO OSTEOPOROSIS PASKA MENOPAUSE DI RSGM UNIVERSITAS SYIAH KUALA Liana Rahmayani; Munifah Abdat; Salsabila Harira
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23535

Abstract

Menopause umumnya terjadi pada perempuan usia 50 tahun ke atas dan ditandai dengan berhentinya haid selama minimal 12 bulan. Gejala menopause diantaranya terjadi osteoporosis karena berkurangnya kadar estrogen. Hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya produksi sitokin yang mampu merangsang osteoklas untuk meresorpsi tulang alveolar dan dapat menyebabkan kehilangan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kehilangan gigi pada pasien paska menopause yang beresiko osteoporosis di RSGM Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan dengan jumlah subjek sebanyak 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data didapat melalui wawancara dan pemeriksaan klinis. Hasil analisis data persentase resiko terjadinya osteoporosis menunjukkan resiko tinggi osteoporosis sebesar 5,4%, resiko sedang osteoporosis 37,8% dan resiko rendah osteoporosis 56,8%. Kehilangan gigi terbanyak pada kelompok kehilangan 12 gigi sebesar 51,4% dan terjadi pada regio posterior sebanyak 54,1%. Disimpulkan bahwa kehilangan gigi terbanyak pada pasien yang beresiko osteoporosis paska menopause adalah 12 gigi dan pada regio posterior.
PERBEDAAN LUAS PERMUKAAN PROSESUS KONDILARIS ANTARA PENDERITA DAN BUKAN PENDERITA BRUXISM MELALUI RADIOGRAFI PANORAMIK Farah Nurul Salsabila; Rasmi Rikmasari; Lusi Epsilawati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.21555

Abstract

ABSTRAKBruxism dapat menyebabkan nyeri pada otot mastikasi atau sendi temporomandibula (TMJ). Beberapa penelitian menunjukan bahwa bruxism dapat memberikan beban besar pada TMJ. Namun, penelitian mengenai efek bruxism pada prosesus kondilaris masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan luas permukaan prosesus kondilaris pada penderita bruxism dibandingkan dengan bukan penderita bruxism berdasarkan radiograf panoramik. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional pada radiograf panoramik penderita dan bukan penderita bruxism di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran (RSGM Unpad). Kelompok bruxism terdiri dari 24 subjek sementara kelompok bukan penderita bruxism terdiri dari 20 subjek. Luas permukaan prosesus kondilaris diukur menggunakan software ImageJ. Hasil penelitian dianalisis menggunakan independent t-test, dan chi-squared test. Reliabilitas ditentukan menggunakan intra-class correlation coefficient. Penelitian ini mendapatkan rata-rata luas permukaan prosesus kondilaris pada penderita bruxism di regio kanan dan kiri adalah 201,38 39.36 mm dan 191,05 41,90 mm. Pada kelompok bukan penderita bruxism, rata-ratanya adalah 251,35 49,52 mm dan 234,34 43,86 mm di regio kanan dan kiri Penelitian ini menemukan rata-rata luas permukaan prosesus kondilaris pada pasien bruxism lebih kecil dari bukan penderita bruxism tetapi perbedaannya tidak signifikan. Selain itu, perbedaan luas permukaan tidak terikat dengan kondisi bruxism.ABSTRACTBruxism can cause pain in the masticatory muscles and the temporomandibular joint (TMJ). Studies have shown that bruxism can exert large load on the TMJ. However, research on the effects of bruxism on the condylar process is still rare. This study aims to determine whether there is a difference in the surface area of the condylar process in patients with bruxism compared to patients without bruxism based on panoramic radiographs.This was a cross-sectional analytic study conducted on panoramic radiographs of bruxism and non-bruxism patient at the Radiology Unit in Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran (RSGM UNPAD). The bruxism group consisted of 24 subjects, while the non-bruxism group consisted of 20 subjects. Condylar surface area was measured using ImageJ software. The results were analyzed with independent t-test and chi-squared test. Reliability was determined using intra-class correlation coefficient. The average surface area of the right and left condylar process in bruxism patients was 201.38 39.36 mm and 191.05 41.90 mm. In non-bruxism patients, the mean surface area was 251.35 49.52 mm and 234.34 43.86 mm in the right and left region. This study found that the average surface area of condylar process in bruxism patients was smaller than non-bruxism patients. but the difference was not significant. In addition, the difference in surface area was not related to the condition of bruxism.
KARAKTERISASI SCAFFOLD HYDROXIAPATITE GYPSUM PUGER KOMBINASI ALGINAT RUMPUT LAUT COKLAT (SARGASSUM SP) SEBAGAI BONE GRAFT DENGAN METODE FREEZE DRYING Safira Annisa Yasmin Pambudi; Amiyatun Naini; Agus Sumono
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29947

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red. Menganalisis bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan melihat prosentase porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) dengan menggunakan uji porositas. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Metode analisis data menggunakan FITR, dan uji porositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp) menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red) dijelaskan bahwa pola FTIR hidroksiapatit gipsum Puger (HAGP) dan gabungan pola FTIR HAGP dengan Alginat nampak ada kemiripan pola FTIR HAGP. Bentuk porositas dari bahan Scaffold HAGP dengan kombinasi alginat rumput laut coklat (sargassum sp).