cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Pengaruh Media Busy Book Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Kelas 2 Sdn 09 Air Pacah Darmawangsa Darmawangsa; Satria Yandi; Hesti Anwar
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.27039

Abstract

Kurangnya pendidikan tentang pentingnya kebersihan mulut dapat berkontribusi terhadap berkembangnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada generasi muda. Sebagai pendekatan preventif, lebih banyak upaya yang dapat dilakukan untuk mendidik anak-anak usia sekolah tentang pentingnya kesehatan mulut melalui penggunaan media yang menarik. Pertumbuhan kognitif anak dapat diasah dengan bantuan media busy book karena setiap halamannya dilengkapi dengan grafis dan warna yang menarik sehingga membuat anak bersemangat untuk belajar. Busy book merupakan buku berwarna yang aktivitasnya mudah untuk anak. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana paparan media busy book pada siswa kelas 2 SDN 09 Air Pacah mempengaruhi pemahaman mereka terhadap kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest, dimana peserta diuji sebelum dan sesudah menerima terapi (masing-masing pretest dan posttest). Seluruh siswa kelas 2 SDN 09 Air Pacah yang berjumlah 50 orang diwawancarai untuk penelitian ini. Uji Wilcoxon digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa sebelum menerima media busy book berada pada kriteria cukup (46%), namun pengetahuan mereka setelah menerima media berada pada kriteria paling baik (80%). Disimpulkan bahwa pemahaman siswa kelas 2 terhadap kesehatan gigi dan mulut meningkat secara statistik (p=0,000) setelah terpapar media busy book.
PERSIAPAN PERIODONTAL SEBELUM PERAWATAN ORTODONTI CEKAT UNTUK PASIEN DENGAN PERIODONTAL KOMPROMIS SEBUAH SERIAL KASUS Budi Budi; Pitu Wulandari; Leni Amalia; Muslim Yusuf; Frisca Rhiyanthy; Nita Hardiana
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27296

Abstract

Banyak pasien dewasa membutuhkan perawatan ortodonti karena alasan estetis. Selain itu, perawatan ortodonti untuk mengoreksi maloklusi dapat membantu pasien untuk melakukan prosedur kontrol plak yang adekuat. Namun, klinisi tidak dapat memulai perawatan ortodonti ketika jaringan periodontal belum stabil dan dalam kondisi inflamasi. Oleh karena itu, klinisi harus dapat mendiagnosa dan mempersiapkan kondisi periodontal agar dalam kondisi yang sehat dan stabil sebelum memulai perawatan ortodonti. Selain itu, diperlukan waktu untuk mencapai kondisi periodontal yang sehat dan stabil setelah terapi periodontal. Prosedur pembedahan dan regenerasi memerlukan waktu penyembuhan yang jauh lebih lama dibandingkan pendekatan yang lebih sederhana. Tujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk menunjukkan pendekatan terapi periodontal yang lebih sederhana agar perawatan ortodonti dapat dimulai lebih awal. Terapi periodontal yang sederhana seperti scaling, root planing, dan kuretase, efektif untuk meningkatkan kondisi periodontal kompromis menjadi lebih sehat dan stabil. Selain itu, terapi periodontal tetap harus dilanjutkan selama dan sesudah perawatan ortodonti, untuk mempertahankan kondisi periodontal yang bebas inflamasi.
LEBAR SALURAN NAFAS FARING DAN POSISI TULANG HYOID PASIEN MALOKLUSI SKELETAL KELAS I DAN II PADA RADIOGRAF SEFALOMETRI Nova Rosdiana; Suhardjo Sitam; Farina Pramanik; Ratna Indriyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23529

Abstract

Lebar saluran nafas faring dapat dipengaruhi pola skeletal wajah dan posisi tulang hyoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan lebar saluran nafas faring atas, bawah, dan posisi tulang hyoid antara pasien maloklusi skeletal kelas I dan kelas II ditinjau menggunakan radiograf sefalometri. Penelitian ini berupa deskriptif analitik yang menggunakan arsip data sekunder radiograf sefalometri pasien di Instalasi Radiologi Kedokteran Gigi RSGM UNPAD. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah 44 arsip radiograf sefalometri. Rata- rata lebar saluran nafas faring atas pasien maloklusi skeletal kelas I 14,814,08 mm dan kelas II 12,273,16 mm dengan nilai P 0,0026 (P 0,05). Rata-rata lebar saluran nafas faring bawah pasien maloklusi skeletal kelas I 11,662,57 mm dan kelas II 10,621,77 mm dengan nilai P 0,202 (P0,05). Posisi tulang hyoid kelas I dan kelas II menunjukkan hasil yang sama, 7 posisi segitiga positif dan 15 segitiga negatif dengan nilai P 1,000 (P0,05). Terdapat perbedaan signifikan lebar saluran nafas faring atas antara pasien maloklusi skeletal kelas I dan kelas II ditinjau menggunakan radiograf sefalometri. Tidak ditemukan perbedaan signifikan lebar saluran nafas faring bawah dan posisi tulang hyoid.
ANALISIS KOMPOSISI MATERIAL SEMEN PORTLAND ACEH YANG BERPOTENSI SEBAGAI BAHAN APLIKASI DENTAL Maulidia Indah Sari; Iin Sundari; Maida Fitri
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.28632

Abstract

Material kedokteran gigi dikembangkan tidak hanya memiliki kemampuan antimikroba yang berguna untuk mencegah infeksi namun juga bersifatbioactiveuntuk menginduksi terjadinya regenerasi sel serta membantu proses pembentukan tulang. Beberapa penelitian menunjukkan kesamaan komposisi MTA dan semen portland. Aceh memiliki kekayaan mineral alam yang melimpah dan memproduksi semen portland yang berstandar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan investigasi komposisi semen portland produksi Aceh. Penelitian ini menggunakan bubuk semen portland komposit (PCC) produksi PT Semen Bangun Andalas, Lhoknga Aceh Besar dengan nomor SNI1570642004 dan sebagai kontrol pembanding digunakan dua produk komersial MTA yang diproduksi oleh Angelus (MTA Angelus) dan Technodent (Rootdent). Pemeriksaan komposisi unsur mineral menggunakan XRF (X Ray Fluorences). Hasil pemeriksaan XRF menunjukkan komposisi dan konsentrasi yang hampir sama antara semen Portland Aceh produksi PT Bangun Andalas, Lhoknga Aceh Besar dengan komersial MTA (MTA Angelus dan Rootdent) serta didapatkan konsentrasi unsur mineral kalsium pada PCC Aceh jauh lebih tinggi dibandingkan dengan MTA Rootdent dan mendekati konsentrasi MTA Angelus. Oleh karena itu, semen portland Aceh memiliki kemungkinan berpotensi sebagai semen kalsium silikat yang digunakan sebagai material kedokteran gigi dan alternatif pengganti untuk MTA.Kata Kunci:Semen Portland Aceh, MTA, XRF, Komposisi dan Konsentrasi
TEMUAN KLINIS PSEUDOMEMBRAN ORAL CANDIDIASIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Irene Putri Jayanti; Dewanti Intan Pamungkasari; Christiana Cahyani Prihastuti; Rachmad Aji Saksana
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29953

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal dengan glomelural filtration rate (GFR) sekitar 15-59 mL/menit/1.73m. Manifestasi oral pada pasien GGK telah banyak dilaporkan. Manifestasi tersebut dapat dipengaruhi oleh penyakit ginjal itu sendiri, obat, maupun terapi yang diberikan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan temuan klinis pseudomembran oral candidiasis pada pasien GGK. Seorang laki-laki berusia 41 tahun menderita GGK dan sedang dirawat inap di BangsalMawar, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien mengeluhkan bercak putih pada lidah dan mulut kering. Pasien jarang sikat gigi selama rawat inap. Pemeriksaan intra oral terdapat lesi berupa plak berbentuk irregular berwarna putih di area dorsum lidah yang dapat dikerok dan meninggalkan area kemerahan. Rongga mulut pasien tercium adanya bau uremik. Pasien didiagnosis pseudomembran oral candidiasis yang diduga akibat kondisi xerostomia karena kadar ureum yang tinggi serta penggunaan obat antihipertensi (amlodipine) dan diuretik (furosemide). Xerostomia juga dapat dipengaruhi oral hygiene yang tidak terjaga selama rawat inap, kondisi imunosupresi, dan malnutrisi yang meningkatkan risiko terjadinya pseudomembran oral candidiasis. Pilihan medikasi untuk kandidiasis pseudomembran rongga mulut yang aman bagi pasien GGK adalah nistatin sediaan krim atau suspensi oral. Kesimpulan: Gagal ginjal kronik merupakan penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi timbulnya lesi oral, antara lain pseudomembran oral candidiasis.
Implementation of Effective Communication as an Effort to Improve The Quality of Service in North Sumatra University Dental and Oral Hospital Jan Terrie; Muhammad Yunus
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.33115

Abstract

Communication is the most important aspect of collaboration between professionals consisting of doctors, nurses, pharmacists, medical records, and patients. In fact, 7080% of errors in health services are caused by poor communication and a lack of understanding between team members or between professionals. Lack of communication can also cause delays in serving patients and errors in handling patients. One of the ways to provide Effective Communication training is through using the Situation Background Assessment Recommendation (SBAR) method. The purpose of this study was to create and correct effective communication to improve service quality and patient safety at the Dental and Oral Hospital of North Sumatra University. The research method used a qualitative approach, and the informants were all the staff or employees at the Dental and Oral Hospital of North Sumatra University. Methods of data collection were carried out by direct observation and giving questionnaires before and after the communication training. The changes observed or measured in the research were before and after the SBAR training, that is the increase and the change in the behaviour of the officers. The result of this study shows that respondents had fairly good percentage results, with knowledge of 73.65% and applying effective communication with the SBAR method of 57.49%. Concluded that Therefore, effective communication is one of the indicators for monitoring hospital quality and patient safety.
PERAWATAN GIGI DAN MULUT SECARA KOMPREHENSIF PADA ANAK DENGAN HENOCH-SCHONLEIN PURPURA (LAPORAN KASUS) Vera Yulina; Willyanti Suwondo
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27303

Abstract

Hench-Schonlein Purpura (HSP) merupakan kondisi vaskulitis pembuluh darah kecil yang paling sering terjadi pada anak, dengan insidensi 10-20 kasus per 100.000 anak setiap tahunnya. Lebih dari 90% pasien berusia dibawah 10 tahun dengan usia rata-rata 6 tahun. Penyakit ini ditandai dengan lesi kulit spesifik berupa purpura nontrombositopenik, artritis, nyeri abdomen dan perdarahan saluran cerna, serta dapat pula disertai nefritis sehingga mengakibatkan gagal ginjal pada anak. Faktor yang paling sering memicu terjadinya penyakit ini adalah invasi bakteri, khususnya fokus infeksi yang sering terdapat di dalam rongga mulut anak, sehingga perawatan gigi dan mulut harus dilakukan secara komprehensif. Sebuah kasus tentang seorang anak laki-laki usia 4 tahun dengan riwayat HSP dirujuk dengan keluhan utama terdapat banyak gigi berlubang. Hasil pemeriksaan menunjukkan multiple caries, selanjutnya dilakukan perawatan gigi dan mulut secara komprehensif untuk mencegah terjadinya rekurensi HSP. Fokus infeksi yang terdapat di dalam rongga mulut anak dapat menjadi pemicu terjadinya HSP, oleh karena itu perlu dilakukan perawatan secara komprehensif untuk mencegah terjadinya rekurensi penyakit dan membatasi komplikasi yang dapat terjadi.
PERBANDINGAN JUMLAH CANDIDA ALBICANS SETELAH BERKUMUR EKSTRAK JAHE DAN KLORHEKSIDIN PADA PENGGUNA ORTODONTI CEKAT Tiara Samapta Dewi; Shanty Chairani; Siti Rusdiana Puspa Dewi
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.33480

Abstract

ABSTRAKJumlah Candida albicans di dalam rongga mulut dapat mengalami peningkatan akibat penggunaan alat ortodonti cekat. Obat kumur dengan kandungan antijamur dapat digunakan untuk menurunkan jumlah C. albicans di dalam rongga mulut. Ekstrak jahe telah dilaporkan dapat menurunkan jumlah C. albicans, namun bila dibandingkan dengan klorheksidin masih ada perbedaan hasil terhadap efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah C. albicans setelah berkumur ekstrak jahe dan klorheksidin sebagai kontrol pada pengguna ortodonti cekat. Studi ini merupakan penelitian eksperimental klinis, yang melibatkan 30 subjek yang dibagi menjadi kelompok yang berkumur dengan ekstrak etanol jahe 30% dan kelompok yang berkumur klorheksidin glukonat 0,2%. Bahan kumur digunakan selama 14 hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Saliva tanpa stimulasi dikumpulkan dengan metode spitting pada hari baseline, hari ke-7, dan hari ke-14. Sampel saliva dibiakkan kemudian dilakukan penghitungan jumlah koloni C. albicans. Hasil uji t berpasangan menunjukkan jumlah koloni C. albicans menurun secara signifikan pada kedua kelompok setelah menggunakan obat kumur selama 7 hari dan 14 hari (p0,05). Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan dari jumlah koloni C. albicans antara kedua kelompok (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa berkumur dengan ekstrak jahe dapat menurunkan jumlah C. albicans pada pengguna ortodonti cekat, sama baiknya dengan berkumur menggunakan klorheksidin.
PERBANDINGAN LEAFLET DAN VIDEO ANIMASI SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERHADAP PENTINGNYA PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA MAHASISWA POLTEKKES JAKARTA II Endang Prawesthi; Grace Valencia; Lorenta Marpaung; Mujiwati Mujiwati
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23536

Abstract

Kehilangan gigi yang tidak segera diganti dapat berpengaruh pada penurunan efisiensi kunyah, kelainan fungsi bicara, mengurangi penampilan dll. Pemanfaatan gigi tiruan sangatlah penting untuk menggantikan gigi geligi yang telah hilang karena pencabutan, namun tidak semua orang memahami dan menyadari penggunaannya. Penyuluhan kesehatan gigi memerlukan sarana berupa media edukasi untuk mempermudah penyampaian informasi. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan leaflet dan video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pentingnya penggunaan gigi tiruan pada mahasiswa Poltekkes Jakarta II. Desain penelitian Quasi eksperimen menggunakan metode pre-test post-test, jumlah sampel 32 mahasiswa aktif Poltekkes Jakarta II selain Jurusan Teknik Gigi, pada bulan februari-April 2020. Tahap awal semua partisipan dilakukan pre-test kemudian dilakukan intervensi dengan media leaflet dan video animasi selama 5 menit, setelah itu dilakukan post-test. Hasil penelitian dengan paired samples test (p0.05), didapatkan kelompok sebelum dan sesudah perlakuan dengan leaflet (p=0.027) dan video (p=0.02), kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan. Demikian juga didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antara leaflet dan video animasi pada kelompok setelah post-test (p=0.002). Disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan setelah diberi perlakuan dengan Video animasi daripada penggunaan media leaflet.
PERAWATAN ENDODONTIK PADA LESI ENDODONTIK PRIMER PERIODONTAL SEKUNDER GIGI MOLAR RAHANG BAWAH: LAPORAN KASUS Maida Fitri; Nuzulul Ismi; Kamizar kamizar
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.28357

Abstract

Pulpa gigi dan jaringan periodontal berasal dari jaringan ectomesenchymal, keduanya memiliki hubungan secara anatomi dan fungsi. Terdapat jalur komunikasi (foramen apikal, kanal lateral dan aksesori, tubulus dentinal dan alur palato-gingiva) yang menghubungkan antara pulpa dan periodontal, sehingga jika terjadi suatu inflamasi pada salah satu jaringan tersebut maka dapat menyebabkan jaringan yang lain ikut merespon terhadap inflamasi tersebut. Laporan kasus: Pasien laki-laki (29 tahun) datang dengan keluhan tambalan gigi belakang kiri bawah mengalami perubahan warna. Pemeriksaan klinis ditemukan, vitalitas pulpa negatif, perkusi positif, poket bukal 8 mm, lingual 4 mm. Diagnosis abses apikalis kronis et causa nekrosis pulpa dengan keterlibatan bifurkasi kelas 3 (lesi endodontik primer dengan keterlibatan jaringan periodontal sekunder). Perawatan yang dilakukan adalah perawatan endodontik diikuti dengan perawatan inisial periodonti.