cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
PERAWATAN KASUS MALOKLUSI SKELETAL KLAS III DISERTAI GIGITAN TERBUKA ANTERIOR MENGGUNAKAN PERANTI CEKAT SISTIM LIGASI PASIF (LAPORAN KASUS) Wulandani Liza Putri; Krisnawati Krisnawati
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29948

Abstract

Gigitan silang anterior dapat dibedakan menjadi gigitan silang skeletal dan dental. Kasus maloklusi gigitan terbuka anterior yang disebabkan oleh faktor skeletal berhubungan dengan pola pertumbuhan mandibula ke bawah dan ke belakang. Pola skeletal vertikal hiperdivergen pada pasien gigitan terbuka anterior menuntut operator untuk menjaga dimensi vertikal agar tidak memperparah kondisi yang ada. Penggunaan peranti cekat sistem ligasi pasif memberikan keuntungan pada perawatan pasien dengan maloklusi kelas III dan gigitan terbuka anterior. Pasien perempuan berusia 17 tahun datang ke Klinik Ortodonti RSKGM FKG UI dengan keluhan lidah sering tergigit sewaktu tidur dan menyebabkan sariawan. Pasien memiliki wajah dolikofasial, simetris, dan tidak seimbang. Hasil analisismenunjukkan bahwa pasien memiliki pola skeletal kelas III dengan maksila dan mandibula retrognati terhadap basis kranii (SNA 77, SNA 76, ANB 1) dengan pola vertikal wajah hiperdivergen yang disertai gigitan terbuka anterior. Pasien dirawat menggunakan peranti cekat passive self ligating. Perawatan ortodonti selesai dalam waktu 15 bulan dan keluhan utama, crowding, serta gigitan terbuka pada regio anterior telah terkoreksi. Perawatan gigitan terbuka anterior dengan kombinasi ekstrusi anterior dan intrusi posterior baik dilakukan pada pasien dengan pola skeletal vertikal hiperdivergen.
EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RIMPANG DAN BUNGA LEMPUYANG WANGI (Zingiber aromaticum Val.) TERHADAP Porphyromonas gingivalis PENYEBAB PERIODONTITIS Sofie Nastiti; Diana Setya Ningsih; Zaki Mubarak
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.33794

Abstract

Periodontitis merupakan penyakit inflamasi multifaktorial yang akan memicu kehilangan tulang secara progresif hingga terjadi kehilangan gigi apabila tidak segera dirawat. Periodontitis dipicu oleh plak biofilm dari mikroorganisme di rongga mulut seperti Porphyromonas gingivalis. Pemberian antibiotik dapat menyebabkan resistensi dalam penggunaan jangka panjang maka perlu mengembangkan agen antibakteri dari bahan alam yaitu rimpang dan bunga Lempuyang Wangi (Zingiber aromaticum Val.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan antibakteri ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi terhadap P. gingivalis. Metode penelitian secara eksperimental laboratoris dengan menggunakan ekstrak etanol rimpang dan bunga Lempuyang Wangi dengan konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,125%. Kontrol positif menggunakan metronidazole. Sampel diuji dengen metode mikrodilusi dan pengukuran nilai absorbansi dengan spektrofotometer ( = 600 nm). Analisis data menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji non-parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi berada pada konsentrasi 50%. Uji time killing dengan konsentrasi 50% menunjukkan ekstrak bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri terhadap bakteri P. gingivalis yang lebih baik daripada rimpang pada waktu 48 jam. Disimpulkan bahawa ekstrak rimpang dan bunga Lempuyang Wangi memiliki kemampuan antibakteri yang berbeda terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis
PERBANDINGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP MODEL ASUHAN KEPERAWATAN TIM DI RUMAH SAKIT KOTA BANDA ACEH Ardia Putra; Yuswardi Yuswardi; Hajjul Kamil; Zahra Tussafara; Mariatul Kiftia
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27297

Abstract

Perawat sebagai tenaga kesehatan profesional, sepatutnya memahami dengan baik model asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Pelaksanaan model asuhan profesional dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien dan perawat. Kerjasama tim sangat dibutuhkan sehingga pelayanan asuhan keperawatan menjadi lebih efektif. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan perawat ruang rawat inap terhadap Model Asuhan Keperawatan Tim (MAK Tim) di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian quasy experimental (one grup pre-test dan post-test design). Populasi sebanyak 57 perawat ruang rawat inap dengan teknik total sampling dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengetahuan sebelum intervensi berada pada kategori kurang sebanyak 24 responden (42,1%), dan meningkat secara signifikan menjadi 51 responden (89,5%) berada pada kategori "baik" setelah diberikan intervensi. Hasil uji paired t-test pengetahuan terhadap MAK Tim didapatkan nilai p-value= 0,000, dan diasumsikan terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Direkomendasikan kepada pengambil kebijakan di RSU Kota Banda Aceh agar secara berkala melaksanakan inhouse training secara rutin untuk tetap mempertahankan pemahaman pelaksanaan MAK Tim sehingga akan menunjang pelayanan keperawatan secara komprehensif dan profesional.
PENGGUNAAN TEKNIK RADIOGRAFI KONVENSIONAL DAN DIGITAL PADA PERAWATAN ENDODONTIK (Tinjauan Pustaka) Ni Putu Sartika Sukma Putri; Barunawaty Yunus
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23531

Abstract

Radiografi kedokteran gigi terus mengalami perkembangan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya perubahan dari radiografi konvensional ke radiografi digital. Dari waktu ke waktu penggunaan radiografi digital terus mengalami peningkatan. Namun penggunaan radiografi digital tidak sepenuhnya dapat menggantikan penggunaan radiografi konvensional. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara radiografi konvensional dan digital, serta memberikan informasi kepada para praktisi untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan radiografi dalam bidang kedokteran gigi, khususnya dalam perawatan endodontik. Radiografi digital menunjukkan keunggulan dalam dosis radiasi, akurasi, keandalan, spesifisitas dari pencitraan dan efektivitas kinerja penggunaannya dibandingkan dengan radiografi konvensional. Dapat disimpulkan bahwa teknik radiografi yang digunakan terdiri dari teknik konvensional dan digital. Dimana teknik digital memiliki keunggulan dibandingkan dengan teknik konvensional, dan merupakan pemeriksaan penunjang dalam praktek kedokteran gigi khususnya dalam bidang endodontik (periapikal, oklusal, panoramik dan CBCT 3D).
FLEXURAL STRENGTH OF MICROHYBRIDE COMPOSITES AFTER IMMERSION IN DISTILLED WATER AND CITRIC ACID SOLUTIONS Manendra Muhtar; Ellyza Herda; Bambang Irawan
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.30467

Abstract

Sifat mekanis restorasi komposit resin dapat terdegradasi oleh cairan di lingkungan mulut, termasuk makanan dan minuman seperti buah-buahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kekuatan lentur dua komposit mikrohibrid yang berbeda setelah perendaman dalam air suling dan larutan asam sitrat dengan konsentrasi buah jeruk yang biasa dikonsumsi: jeruk mandarin dan lemon. Empat puluh G-aenial PosteriorTM dan empat puluh spesimen batang uji bengkok 3 titik Filtek Z250TM dibagi menjadi empat kelompok, 1 hari penyimpanan kering, 30 hari perendaman dalam air suling, 30 hari perendaman dalam asam sitrat 0,06 mol/L (jeruk mandarin konsentrasi), dan 30 hari perendaman dalam 0,30 mol/L asam sitrat (konsentrasi lemon). Setelah itu, kekuatan lentur spesimen diukur dengan Shimadzu, Japan AGS-X Universal Testing Machine. Data dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA dan Tamhane Post Hoc. Analisis statistik menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kekuatan lentur G-aenial PosteriorTM. Komposit Filtek Z250TM juga menunjukkan penurunan kekuatan lentur yang signifikan dari nilai 138,72 6,26 MPa setelah 1 kali penyimpanan kering, menjadi 93,58 7,69 MPa setelah perendaman dalam akuades, 96,39 3,15 MPa setelah perendaman dalam asam sitrat 0,06 mol/L, dan 96,14 5,39 MPa setelah direndam dalam asam sitrat 0,30 mol/L. Perbedaan kekuatan lentur yang signifikan ditunjukkan antara kedua bahan microhybrid, pada masing-masing kelompok perlakuan, dengan nilai Filtek Z250TM yang jauh lebih tinggi. Disimpulkan bahwa perendaman dalam air dan asam sitrat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan lentur komposit mikrohibrid.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI (TINJAUAN PUSTAKA) Nurul Husna; Luthfi Saiful Arif; Mardiastuti Wahid
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.29954

Abstract

Self-efficacy merupakan salah satu bagian dari pilar utama dalam social cognitive theory (SCT) yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Berbagai studi melaporkan bahwa self-efficacy berkaitan dengan prestasi akademik mahasiswa. Tinjauan pustaka ini membahas konsep self-efficacy mulai dari definisi, kategori, aspek, peran, faktor yang mempengaruhi, hubungan antara self-efficacy dengan prestasi akademik dan alat ukur yang digunakan untuk menilai self-efficacy pada mahasiswa kedokteran gigi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi self-efficacy, academic performance, dental student and dentistry pada database NCBI, Sage Publication, Science Direct, PubMed, Google Scholar dan sumber terpercaya lainnya. Dari hasil penelurusan didapatkan bahwa hanya satu literatur dari Kolombia yang membahas hubungan self-efficacy dengan academic performance pada mahasiswa kedokteran gigi. Telusur literatur menunjukkan beberapa alat ukur yang dapat digunakan untuk menilai self-efficacy, yaitu General Self-Efficacy Scale, The Collage Academic Self-Efficacy Scale, The Academic Self-Efficacy, dan Collage Self-Efficacy Inventory. Alat ukur ini menjadi tolak ukur untuk mengetahui tinggi atau rendahnya self-efficacy seseorang. Mahasiswa dengan self-efficacy tinggi memiliki kemampuan dalam mengatur, melaksanakan, dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tugas belajar, serta berkeyakinan dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Pengetahuan tentang tingkat self-efficacy mahasiswa dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap keberhasilan akademik mahasiswa tersebut.
HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN TINGKAT KEBUTUHAN PERAWATAN ORTODONTI BERSADASARKAN DENTAL AESTHETIC INDEX Didin Kustantiningtyastuti; Fadil Oenzil; Muthia Lathiva
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.27304

Abstract

Penilaian tingkat kebutuhan perawatan ortodonti secara subjektif didasarkan oleh persepsi. Indeks perawatan ortodonti dibuat untuk meminimalkan subjektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi dan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti serta hubungan persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Penelitian cross sectional dengan subjek penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas umur 18-21 tahun berjumlah 28 orang yang dipilih berdasarkan teknik Purposive Sampling. Kebutuhan perawatan ortodonti dinilai dengan pemeriksaan model studi menggunakan Dental Aesthetic Index dan persepsi kebutuhan dinilai menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas (Pearson Product Moment). Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa yangmemiliki persepsi baik 20 orang (71,4%) dan persepsi tidak baik 8 orang (28,6%). Hasil untuk tingkat kebutuhan perawatan ortodonti didapatkan 16 orang (57,1%) tidak/sedikit membutuhkan perawatan, 7 orang (25%) perawatan elektif, 3 orang (10,7%) sangat membutuhkan perawatan dan 2 orang (7,1%) wajib mendapatkan perawatan. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan (p0,05) antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan Dental Aesthetic Index dengan koefisien korelasi sebesar 0,446. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dengan tingkat kebutuhan perawatan ortodonti berdasarkan DentalAesthetic Index.
PENGARUH CUKA APEL TERHADAP PERUBAHAN WARNA GIGI PERMANEN Cut Soraya; Sunnati Sunnati; Siti Khaliza
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i2.33397

Abstract

ABSTRAKDiskolorasi dapat berdampak pada masalah psikologis dan psikososial. Pemutihan gigi atau bleaching merupakan salah satu cara mengatasi perubahan warna gigi. Bahan pemutih gigi seperti hidrogen peroksida dapat merubah morfologi email dan dapat menghilangkan mineral yang cukup banyak. Adanya akibat dari bahan kimia pemutih gigi ini membuat masyarakat mencari alternatif lain dengan menggunakan bahan alami. Cuka apel salah satu bahan alami yang mengandung asam asetat dan vitamin C yang dapat memberikan efek pemutihan pada gigi. Mengetahui pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan perendaman gigi pada larutan cuka apel selama 1, 3, dan 5 hari. Perubahan warna gigi diukur menggunakan shade guide. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya 12,4% tingkat kepengaruhan cuka apel terhadap perubahan warna gigi. Jika diuji perkelompok, pada kelompok 1 hari tidak terdapat pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi sedangkan kelompok 3 hari dan 5 hari terdapat pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji regresi linier sederhana. Disimpulkan bahwa cuka sari apel tidak berpengaruh signifikan terhadap pemutihan gigi permanen.
PENGARUH DESINFEKSI BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS DENGAN KLORHEKSIDIN DAN MINYAK JARAK (Ricinus Communis Oil) TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL Ade Irma Khairani Lubis; Putri Welda Utami Ritonga
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.23537

Abstract

Desinfeksi gigi tiruan yang teratur biasanya dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan ini dan masalah klinis yang terkait, seperti denture stomatitis. Metode desinfeksi untuk gigi tiruan termasuk metode mekanis, kimia dan kombinasi. Metode desinfeksi kimia terbukti lebih baik bagi pemakai gigi tiruan. Klorheksidin 0,2% adalah desinfektan kimia yang sering digunakan untuk gigi tiruan karena bersifat bakterisida dan fungisida. Salah satu bahan alternatif yang memiliki sifat biokompatibilitas dan bersifat bakterisida dan fungisida adalah minyak jarak. Kekuatan transversal dianggap sebagai sifat mekanis yang sangat dipertimbangkan untuk semua bahan kedokteran gigi karena kekuatan transversal menunjukkan kekuatan atau ketahanan bahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai dan pengaruh desinfeksi gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan klorheksidin dan minyak jarak (Ricinus Communis oil) terhadap kekuatan transversal. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini menggunakan resin akrilik polimerisasi panas dengan ukuran 64103,3 mm untuk perhitungan kekuatan transversal dengan jumlah seluruh sampel 30 sampel. Sampel didesinfeksi dengan khlorheksidin dan minyak jarak dengan simulasi 3, 4, dan 5 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh desinfeksi gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas dengan klorheksidin 0,2% dan minyak jarak terhadap kekuatan transversal. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh desinfeksi dalam minyak jarak 10% dan klorheksidin 0,2% selama 3, 4 dan 5 tahun terhadap kekuatan transversal.
UJI SITOTOKSISITAS SEDIAAN BARU PASTA Ca(OH)2 TERHADAP SEL FIBROBLAS (IN VITRO) Laura Emily Sulistyo; Eko Fibryanto; Melaniwati Melaniwati
Cakradonya Dental Journal Vol 15, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v15i1.24840

Abstract

Karies yang tidak dirawat dapat menyebabkan infeksi pulpa. Perawatan infeksi ini adalah perawatan saluran akar. Kegagalan perawatan ini bisa terjadi karena infeksi yang persisten oleh E. faecalis. Pemberian medikamen intrakanal merupakan upaya untuk menghilangkan persistensi mikroorganisme dalam saluran akar. Pasta Ca(OH)2 merupakan obat yang umum digunakan. Sediaan baru pasta Ca(OH)2 dibuat untuk meningkatkan efek antibakteri. Uji sitotoksisitas dilakukan untuk menilai sifat toksik sediaan baru ini sebelum menjadi produk jadi. Sel fibroblas jaringan gingiva dikultur dan diberi ekstrak sediaan baru pasta Ca(OH)2 dan Calcipex. Percobaan dilakukan dalam tiga pengulangan dan viabilitas sel dievaluasi dengan uji MTT. Analisis statistik dilakukan dengan uji One-way ANOVA. Hasil: Perbandingan viabilitas sel pada sediaan baru pasta Ca(OH)2 dan Calcipex menunjukkan bahwa sel yang diberi sediaan baru pasta Ca(OH)2 lebih banyak yang hidup jika dibandingkan dengan Calcipex (p0,05). Kelompok sediaan 1g Ca(OH)2 merupakan kelompok yang memiliki efek toksisitas paling ringan.